
Mengantri baris kebaris sampai menunggu giliran masing masing, hal ini wajib di lakukan setiap siswa yang ingin mendapatkan makan siang.
Rachel, Ricko, dan Dinda yang berbasis di paling belakang tak sabar menunggu terlalu lama, merasa kesal saat orang-orang berebut makan, tiba-tiba dengan taktik dinda yang amat licik Akhirnya membuat mereka berada di barisan depan, dinda tidak ingin melewati kesempatan bagus yang ada di depan mata mereka.
"hei kita akan berlari ke baris depan saat mereka merubutkan makanan...?" kata dinda berbisik kepada dua sahabatnya yang sedang berdiri di belakangnya.
"Apa kamu yakin....?" jawab Ricko tertawa
Akhirnya mereka tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan sepiring makanan.
"aku akan mencari tempat duduk yang kosong untuk kita...!" kata dinda sambil berlari menuju salah satu meja yang berada di pojok.
Kemudian Ricko menyusul Dinda, dan duduk di hadapan Dinda.
"Rachel....! kemari....!" teriak Dinda kepada sahabatnya yang sedang berdiri memegang piring dan segelas air di tangannya.
Mendengar suara yang memanggil nama Rachel, tiba-tiba salah satu pria yang menggem sendok berisi nasi yang hendak ia masukkan ke dalam mulutnya berhenti saat mendengar nama Rachel, kemudaian meletakkan kembali sendok tersebut dengan rasa penasaran.
Rachel yang berjalan dengan anggun, dengan body yang ramping, raut wajah yang cantik membuat dirinya jadi sorotan.
Melewati pria yang begitu kaget saat mendengar namanya, tiba tiba ingin mengganggu Rachel, menghalangi jalan Rachel dengan kakinya yang mengakibatkan Rachel terjatuh dan menumpahkan makanannya.
trringggggg........ Suara keras piring Rachel terjatuh membuat orang orang menoleh ke arahnya, dan menertawakan Rachel yang telungkup di lantai.
Ricko berlari menghampiri Rachel.
"Diammmmmmm........." teriak Ricko keras yang berusaha membantu kekasihnya itu.
"aku minta maaf, aku tidak sengaja" kata pria yang menyenggol kaki Rachel.
"Tidak sengaja kamu bilang....!" sambung Ricko menarik leher baju pria itu dan memberikan tonjokan yang sangat keras kepada pria tersebut yang mengakibatkan dirinya terjatuh kelantai.
"Ricko,,sudahlah, diakan tidak sengaja" sahut dinda dengan suaranya lembut yang membuat Ricko semakin panas.
Menarik dasinya, dan mengajar pria tersebut, tiba-tiba Rachel memeluknya dari belakang.
"Ricko sudahlah,, malu diliatin orang-orang" suara bisikan Rachel yang penuh air mata membuat dirinya Sedikit tenang, kemudain menarik tangan Rachel keluar dari kantin.
Kekacauan yang terjadi di kantin membuat mereka tidak berselera makan Akhirnya bubar.
Hanya ingin memastikan apakah orang tersebut adalah Rachel yang ia kenal atau bukan, malah membuat kekacauan,suasan menjadi tidak enak.
Farrel yang sudah lama mencari dirinya, Akhirnya bertemu tanpa di sengaja.
__ADS_1
"sebelumnya aku belum pernah melihatnya..!" tanya Farrel kepada salah satu temannya yang duduk bersebelahan.
"meraka siswa/i baru tahun ini" jawab salah satu temannya.
"berarti 2 tahun di bawah kita y..!" sambung Farrel lagi penasaran.
"kamu pikir apa...! kamu mengacaukan semuanya, sahut temannya
"emangnya apa yang aku kacaukan,aku tidak sengaja, dia yang tak melihat kaki ku" sambung Farrell datar
"rell rell,. kamu ada ada aja"
Ricko yang berusaha membersihkan seragam kekasihnya, malah membuat Rachel senang.
"kenapa kamu tersenyum" tanya Ricko kepada Rachel yang tersenyum dari tadi
"buakan apa-apa, aku hanya senang kamu hadir dalam hidup ku" jawab Rachel yang membuat Ricko berhenti membersihkan bajunya.
"Ada apa dengan mu, kenapa kamu menggoda ku saat situasi seperti ini" sambung Ricko bercanda
"Apa kamu baik-baik saja" tanya Dinda yang sedang berdiri ke arah Rachel
"gk pp kok din..?
lalu dinda membawa Rachel ketoilet untuk membantu membersihkan seragamnya.
Ricko yang berjalan menuju kantin dengan wajah yang amat marah, tiba-tiba menghampiri Farrell dan menarik leher bajunya.
"apa masalah mu dengannya, kenapa ingin mengganggu wanita ku" tanya Ricko yang sangat marah
"Tenang dulu bro, ini hanya kesalahpahaman" jawab salah satu temannya yang bernama Alex.
Kemudian Ricko menghempaskan Farrel ke meja.
"jangan coba-coba mengganggu wanita ku, jika ingin berada di sekolah ini" kata Ricko mengancam Farrell kemudian pergi meninggalkan mereka.
Dengan raut wajahnya yang kesal saat perbuatan Ricko kepada dirinya, tidak habis pikir adik kelasnya beranai mengancam dirinya.
"siapa dia berani mengancam ku seperti ini" tanya Farrell yang marah kepada temannya
"Dia Ricko, putra dari pemilik sekolah ini" jawab alex
"Lalu apa hubungannya dengan wanita itu" tanya Farrel sekali lagi penasaran
__ADS_1
"Rachel adalah wanitanya, sudah berlangsung 5 tahun lamanya,aku dengar mereka tinggal di rumah yang sama" sambung Rifki temannya.
Kemudian mereka pergi ke kelas masing-masing.
Rachel yang duduk di kursinya sembari memakan roti yang di bawa oleh dinda dari kantin, Akhirnya merasa lega karena waktu tak terasa berjalan begitu cepat.
"Kamu dari mana" tanya Rachel kepada Ricko yang baru saja menghampirinya.
"aku dari toilet" jawab Ricko berbohong
"apa kalian tidak lapar" tanya Dinda kepad kedua sahabatnya itu.
"a.a.a.a" suara mesra dinda yang hendak memasukkan roti kedalam mulut kekasihnya, membuat dinda kesal karena merasa di cuekin.
"kalian nyebelin" teriak Dinda kepada Rachel dan Ricko yang lagi bermesraan di hadapannya.
Waktu tidak terasa berjalan dengan cepat, mereka bertiga menuju mobil milik Ricko, menggang erat tangan Rachel saat di perjalanan, membuat kedua sejoli ini merasa sangat bahagia seolah dunia milik berdua.
ngeonggggg............ suara mobil Ricko yang terdengar amat laju, membuat Dinda berteriak keras.
"sudah lama ya kita tidak berjalan kaki saat pulang sekolah, rasanya kangen bermain di hutan" Kata Rachel kepad kekasihnya yang sedang mengendarai mobil kemudian menyandarkan kepalanya ke bahu Ricko
"Dinda, kamu boleh menutup mata" sontak Racy menyuruh dinda agar tidak menggangu mereka.
Beberapa menit kemudian, Rachel menurunkan Dinda tepat di depan rumahnya, karena rumahnya lebih awal sampai dari pada rumah mereka, lalu berpamitan.
"sampai ketemu besoknya" kata Rachel kepada dinda yang hendak memasuki rumahnya
"apa kita akan pulang" tanya Ricko kepada kekasihnya berharap mereka mampir ke suatu tempat
"kamu jangan mikir yang aneh-aneh deh ih" jawab Rachel dengan wajah cemberut
"siapp nona" sambung Ricko senang.
Meskipun mereka terlihat sangat bahagia, bukan berarti mereka tidak pernah bertangkar, Namun kesalah pahaman yang mereka rasakan satu sama lain, akan berujung kebahagiaan apa bila salah satu dari mereka bersikap lebih dewasa dan berusaha memperbaikinya.
Cinta bukanlah sekedar mau atau tidak, namun cinta merupakan simbol dari hati yang bersatu karena adanya cinta.
Mencintai seseorang adalah hal yang paling bahagia,akan lebih bahagia lagi apabila keduanya saling mencintai satu sama lain, bersikap dewasa itu adalah hal yang paling penting dalam sebuah hubungan.
Jangan lupa like,sher, komen, dan votenya y kk.
jangan lupa follow juga Instagram aku @kim_cahya terimakasih sudah mampir.
__ADS_1