
Rachel langsung mendorong Ricko dan menjauh dari pandangannya. Namun Ricko dengan cepat menangkap tangannya.
"Apa yang kamu lakukan di sini, kenapa tiba-tiba kamu masuk..?" tanya Ricko dengan mata yang tajam.
"Bukankah kamu sendiri melihat dengan jelas bahwa aku baru keluar dari kamar mandi." Jawab Rachel dengan berani tanpa gugup.
"Wahh, ucapan mu Sombong sekali, ini adalah ruangan ku, bagaimana mungkin toilet di ruangan ku menjadi toilet umum" ucap Ricko dengan keras tidak bisa di tebak apa Ricko sedang marah atau hanya berpura-pura saja.
Rachel seketika Terdiam dan gemetar mendengar perkataan Ricko.
"Lantas, tadi mengapa kamu membiarkan ku masuk begitu saja, bahkan kamu sendiri yang memberi perhatunjuk arah Toilet yang ada di ruangan ini." ujar Rachel gugup, namun membuat Ricko Terdiam dan menyadari perbuatannya, namun Ricko tetap mengelak meski yang di ucapkan Rachel benar adanya.
"Ricko gawat, ayah mu ada di sini..!" ucap Bryan dengan tiba-tiba. Karena pintu ruangan tersebut terbuat dari kaca, siapun orang yang masuk secara tiba-tiba, pintu tersebut tidak akan mengeluarkan suara karena terbuka secara otomatis. orang lain juga tidak akan bisa melihat dari luar, namun dari dalam bisa melihat keadaan di luar. Tapi entah kenapa saat masuk, Dengan bodohnya Rachel mendorong kaca tersebut, padahalkan pintunya berjalan secara otomatis.
Setelah Bryan memberi tahu Ricko kedatangan ayahnya, Bryan langsung berlari keluar menyambut kedatangan Wisnu yang membuat mereka berdua kaget.
"Maaf Pak, kami tidak tau bahwa hari ini Bapak akan datang, makanya tidak ada penyambutan." ucap Briyan sembari mengikuti Wisnu dari belakang.
"Tidak apa-apa, saya hanya mampir sebentar saja." sahut Wisnu langsung menuju keruangan Ricko. Sementara Ricko panik di mana ia harus menyembunyikan Wanita yang bersamanya itu.
"Saat ayah melihatnya di sini, tamatlah riwayat ku, jika dia keluar sekarang, pasti mereka akan berpapasan." Gumamnya panik membuat Rachel terplongok seperti orang bodoh. Kemudian Ricko langsung menarik Tangan Rachel dan menyembunyikan Rachel di bawah meja kerjanya.
"Kamu jangan bergerak sedikitpun okey, bila perlu kamu harus menahan Nafas mu" ucap Ricko Kepadanya, Kemudian Ricko berpura-pura duduk di kursinya sembari menghidupkan Komputer miliknya, sementara Rachel merasa sesak saat melihat postur tubuh Ricko dari pinggang sampai kaki.
"Apa kamu lagi sibuk..?" Tanya Wisnu yang baru saja datang dan langsung duduk di kursi tepat di hadapan meja kerjanya.
Berhubung meja tersebut tertutup dari depan, hal itu membuat Wisnu tidak dapat melihat Rachel yang bersembunyi di bawah mejanya.
"Tentu saja tidak, kenapa ayah datang secara tiba-tiba, apa ada keperluan yang mendesak." tanya Ricko sembari menghampiri Ayahnya lalu duduk Secara berhadapan.
"Tidak sama sekali." jawab Wisnu dengan santai.
"Lantas kenapa, ini bukan sifat ayah yang biasanya." tanya Ricko sembari mengangkat kakinya.
"Apa kalian sudah memilih gaun pengantin..?" tanya Wisnu membuat Rachel terkejut.
"Belum, belakangan ini kami sibuk sekali, jadi kami belum sempat." jawab Ricko dengan santai.
__ADS_1
"Baiklah ayah pergi dulu." ucap Wisnu berdiri.
"Apa ayah datang hanya ingin mengatakan hal itu saja." tanya Ricko penasaran. jika hanya ingin mengatakan hal itu saja, mungkin bisa melalui telepon atau bisa di bahas di rumah.
"Tentu saja, ayah sekalian ingin memastikan apa kamu bekerja dengan baik, atau malah bolos si siang hari.
"Aa satu lagi, kamu akan segera menikah dengan Dinda jadi perlakukan dia dengan baik, jangan bermain-main wanita lagi hmmm." ucap Wisnu memberi anaknya Nasehat.
"Baiklah." sambung Ricko sehingga melupakan wanita yang di sembunyikannya.
Wisnu akhirnya pergi dari ruangan tersebut.
"Astaga, wanita itu..." gumam Ricko langsung berjalan menghampiri Rachel.
"Keluarlah, ayah ku sudah pergi.." ucap Ricko namun Rachel mengabaikan ucapannya.
Setelah beberapa detik, Rachel keluar dari bawah meja dengan penuh air mata yang membuat Ricko bingung.
"Mengapa kamu menangis." tanya Ricko datar.
"aku tanya kenapa kamu menangis." Suara Ricko yang seperti Syair lagu baginya.
"bukan apa-apa, mendengar kamu sebentar lagi akan menikah, mengingatkan ku akan seseorang yang selalu ada untuk ku, aku menunggu dirinya sampai saat ini meskipun aku tau bahwa ia tidak akan kembali" jawabnya dengan tajam terpaksa mengucapkan kata yang sama saja menyakiti dirinya.
"Kenapa kamu menatap ku seperti itu." tanya Ricko bingung namun penasaran membuat dirinya merasakan emosi yang luar biasa.
"Aku akan menunggumu sampai kamu datang padaku, menjemput ku, membawa ku pergi bersama mu. aku sangat merindukanmu" ucapnya langsung keluar dari Ruangan tersebut.
Setelah Rachel keluar dari ruangan itu, Ricko merasa jantungnya tidak bisa kembali normal. Kepalanya terasa pusing, Merasakan sakit yang luar biasa, melihat bayang-bayangan wanita di hadapannya, menungu dirinya, mengulurkan tangan dan tersenyum padanya, wanita itu juga mengucapkan hal yang sama dengan apa yang di ucapkan Rachel barusan.
Ucapan Rachel juga sama dengan ucapan wanita yang ada di dalam mimpinya. hal ini membuat kepalanya semakin pusing, akhirnya Ricko pingsan dan tergeletak di lantai. Setelah Bryan melihat keadaan Ricko, ia langsung membawanya ke rumah sakit. Sementara Rachel pulang lebih awal tanpa memberi tahu kepada Rara dan Bayu.
sesampainya Dirumah, Rachel baru memberitahu kepada Rara bahwa ia pulang lebih awal karena kurang enak badan.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Satu Minggu Kemudian.
Di rumah yang megah di hiasi bunga-bunga yang beragam warna.
Dinda tampak kerap memakai gaun pengantin yang sangat mewah berwarna putih bersih dan terlihat sangat mahal. sementara Ricko hanya memakai Jas sederhana.
Rachel sangat gugup hingga gemetar saat ingin pergi menghadiri pernikahan suaminya itu, namun Farrel yang dari tadi menunggunya membuat dirinya merasa tidak nyaman.
Akhirnya mereka semua berangkat bersama.
Di dalam mobil terlihat sangat sempit, Rara memanfaatkan waktu yang ada bersandar ke bahu Bagas, sementara bagas gugup tapi senang. jantungnya berdetak kencang, entah kenapa akhir-akhir ini ia semakin menyukai Rara gadis nakal itu. Bagas tersenyum manis sembari menikmati keadaan yang ada.
"Rachel, kamu sangat cantik hari ini." ucap Farrell membuat Rachel tersenyum.
Sesampainya di sana.
Farrell kerap menggandeng Rachel saat masuk kedalam, Membuat orang semua takjub. Mereka tampak serasasi saat berjalan bersama di karpet merah.
Ricko memandangi dirinya tanpa mengedipkan mata. Rasa cemburu tiba-tiba muncul di hatinya saat melihat Rachel bersama Farrel saudara tirinya.
Mereka menghampiri Ricko dan mengucapkan selamat atas pernikahannya.
Rachel terpaksa melemparkan senyuman kepada Ricko. Meskipun hatinya sangat sakit harus menyaksikan itu semua.
jangan lupa like,komen dan Votenya ya kak, and Ritenya ⭐ Terimakasih kak udah mampir.
🙏
mampir juga ke IG aku ya kak.
@Kim_Cahya
__ADS_1