CINTA KU AKHIR DERITA KU

CINTA KU AKHIR DERITA KU
Episode 50 DI TEMPAT KERJA


__ADS_3

Seperti biasa, setiap selesai mengerjakan pekerjaan rumah, Rachel langsung melakukan pekerjaan lainnya, hampir setiap hari ia mengabiskan waktu untuk bekerja.


Semenjak ia putus sekolah, Rachel mulai menjadi wanita tomboy di siang hari, membawa truk kecil yang berisi botol-botol Aqua yang akan di antaranya ke setiap rumah yang menjadi pelanggan tetapnya.


Di malam hari ia menjadi wanita yang anggun dan sexi dengan memakai seragam yang di berikan perusahaan hotel kepadanya.


Rachel yang memiliki paras cantik bak model,banyak pelanggan hotel yang tergila-gila kepadanya.


Setiap malamnya ia bekerja untuk mengumpulkan uang agar bisa menemui Ricko keluar negeri.


"Rachel kemarilah.!" ucap rara teman sekerjanya.


Rara merupakan teman sekerjanya, ia bekerja selama 2 tahun lamanya, semenjak orang tuanya meninggal,ia hidup sebatang kara, meski mempunyai seorang kaka laki-laki, namun mereka tidak pernah menganggap rara sebagai adiknya, meski cara bicaranya sangat lantang, namun rara termasuk orang yang baik dan jujur, tidak suka hal-hal yang rumit, dan rara terang-terangan saat berbicara, rara juga tidak suka berbohong, tidak pernah sekalipun ia berharap ada orang lain yang peduli padanya, biasa hidup sendiri membuat ia lebih mandiri tidak bergantung pada orang lain. Pertama kali ia bertemu dengan Rachel saat ia melamar kerja. meskipun masih karyawan magang, Rachel cukup populer di tempat kerjanya, selain wajahnya yang cantik dan imut, kerendahan hatinya membuat orang senang saat di dekatnya.


"ada apa memanggil ku" tanya Rachel kepada rara yang sedang menghitung uang dari amplop di tangannya.


"apa kamu sudah menerima gaji mu bulan ini..?" tanya Rara balik berusaha mendekati Rachel karena penasaran gaji yang di terimanya.


"Belum,aku baru datang." jawab Rachel datar.


"pergi sana cepat ambil gaji mu" ujar rara mendorong punggung Rachel.


"Apaan sih, lepas deh ra'!" sambung Rachel mulai kesal.


"Rachel, kamu di minta pak harto agar datang ke kantornya" ucap salah satu teman sekerjanya yang bernama bagas.


Bagas merupakan pria yang rajin dan cerdik, selain penampilannya yang rapih, bagas juga pria yang paling bersih di antara teman sekerjanya, tidak suka orang yang banyak bicara, dan rara merupakan musuh bebuyutannya Karena rara kebalikan dari Bagas. terlahir dari keluarga sederhana, mempunyai orang tua yang masih lengkap membuat ia tidak kekurangan apapun, bagas juga merupakan anak satu-satunya yang di miliki orang tuanya, dan keluarganya juga memiliki tokoh buah di pasar yang cukup laris.


"baiklah" sambung Rachel menjauhakan tangan rara yang dari tadi mendorongnya lalu pergi menemui Harto selaku manajer di perusahaan mereka bekerja.


"pak harto memangil saya" tanya Rachel setelah masuk ke kantor managernya yang sedang duduk di kursi beserta amplop yang ada di tangannya.

__ADS_1


"ini gaji kamu bulan ini" ujar Harto langsung memberikannya kepada Rachel yang tengah berdiri di depan mejanya.


"terimakasih pak.!" ucap Rachel lalu keluar menuju ruang peristirahatan.


"Berapa banyak gaji mu bulan ini..?" tanya rara yang dari tadi menunggunya.


"kamu kenapa sih, kepo bangat" ujar Rachel becanda


"Berapa..? ayok coba liat.!" tanya Rara memekasa Rachel memperlihatkan gajinya bulan ini. ternyata gaji Rachel lebih banyak darinya.


"sialan tuh pak harto, masa gaji ku setiap bulan separuh dari gaji mu.!" ucap Rara mengupat.


"kamu kebanyakan bolos kali..!" ujar Rachel tertawa


"emang ini sekolah kamu bilang bolos" ucap Rara pergi sembari menendang tong sampah yang ada di ruangan tersebut.


Mendengar kata Sekolah, Rachel jadi teringat sewaktu ia sekolah dulu, ingin rasanya masa itu terulang kembali, namun apalah daya tangan tak sampai, akibat perbuatan sahabatnya yang menjebak dirinya sehingga tidak bisa di terima di sekolah manapun.


kejadian itu baru saja terjadi beberapa bulan yang lalu, dimana ia harus kehilangan orang-orang yang paling dia sayangi, semua pergi meninggalkan dirinya, namun apa gunanya mengingat masa lalu yang tidak bisa terulang kembali, kemudaian Rachel kembali bekerja.


"baik buk" jawab Rachel dengan segera melaksanakan tugasnya di bantu oleh rara dan bagas.


kemudian mereka pergi ke kamar 2222 yang berada di lantai 5 dengan membawa semua peralatan yang akan di butuhkan.


Selagi membersihkan kamar yang akan di tempati tamu VIP, berlahan Rachel melangkahkan kakinya ke arah jendela, dengan perasaan bahagia ia melihat pemandangan yang indah dari jendela tersebut. Setelah selesai melakukan tugas, mereka kembali turun ke bawah.


Tepat di depan pintu Lift, Seorang pria yang begitu gagah dan berkelas, di dampingi beberapa anggota di belakang yang mengikutinya, hendak keluar dari Lift yang akan mereka gunakan untuk turun kebawah.


Entah kenapa secara samar Rachel mengenal tatapan seram yang ada di raut wajah pria tersebut, Rachel kaget dan gemetar Merasa takut lalu tiba-tiba pingsan.


Orang-orang yang bersama pria tersebut kaget namun tidak memperdulikannya, dengan sombong pria itu tetap berjalan menuju kamar yang telah di pesannya tanpa memperdulikan Rachel yang tengah pingsan tepat di hadapannya.

__ADS_1


"Rachel... Rachel..." ucap Rara panik, lalu bagas mengangkat Rachel, kemudian membawanya turun kebawah, sementara Rara membawa semua peralatan.


"Ada apa ini" ucap beberapa karyawan yang melihat bagas berlari ke ruang peristirahatan membawa Rachel.


Rara dengan segera mengambil handuk dan air untuk membasahi wajah Rachel agar sadarkan diri.


Beberapa menit kemudian, akhirnya Rara berhasil membangunkan Rachel.


"Rachel, akhirnya kamu sadar juga" ucap Rara panik.


"apa kamu baik-baik saja" tanya Bagas perhatian.


"Aku gak apa-apa kok.!" jawab Rachel sembari memegang kepalanya yang masih pusing.


Rara dan bagas lebih tua dari Rachel, oleh karena itu mereka berbicara santai kepadanya, namun kebalikannya saat berbicara kepada mereka, Rachel malah menggunakan bahasa yang lebih formal.


Semenjak di hianati sahabatnya sendiri, Rachel tidak lagi percaya kepada siapapun, meskipun bagas dan rara baik kepadanya, namun Rachel tetap menganggap mereka rekan kerja tidak lebih dari itu.


Kemudian mereka kembali bekerja dan membiarkan Rachel beristirahat sendiri.


"rambut mu jadi berantakan" ucap Rara kepada bagas, berusaha merapikan kepalanya, namun bukannya rapih malah kebalikannya, dengan tersenyum ia langsung berlari keluar, ia cuman usil saja saat melihat bagas, Rara benar-benar nakal ya..!


"sssssiiiiial... Hey kodok berhenti kamu..!" teriak bagas sangat kesal saat Rara mulai menggangunya, bagas segera berlari mengejar Rara.


Jangan-jangan Rara dan bagas benci jadi cinta nih..!!!


Setelah mereka keluar, Rachel mulai memikirkan pria yang tadi ia lihat di lift, memikirkannya saja membuat Rachel pusing, mencoba mengingat siapa pria itu, malah membuat dirinya merasa sakit kepala yang berlebihan.


Kira-kira siapa pria yang membuatnya pingsan..?


Meski hanya dari tatapan..!

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE,SHER,KOMEN, DAN VOTENYA YA KAK, BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT LAGI.


MAKASIH KAK UDAH MAMPIR 🙏


__ADS_2