
Keesokan harinya.....!
"Apa tidur mu nyenyak" tanya Ricko rapi memakai seragamnya
"hadehhhhh,,,, mana mungkin aku bisa tidur, kalau aku tau kamu ngorok saat tidur, aku tidak akan mau tidur dengan mu" jawab Rachel menggoda kekasihnya dan turun ke bawah.
"Wahhhhhh,,,, kamu ini...!" ujar Ricko mengikuti Rachel dari belakang
"Bibi kami berangkat dulu ya...!" teriak Ricko pergi kesekolah tanpa sarapan.
"Apa kalian tidak akan sarapan, setidaknya kalian harus bawa bekal" Teriak bi'imah pada mereka berdua yang sedang memasuki mobil milik Ricko.
"wahh mereka sungguh sangat tidak sopan, tidak mendengarkan perkataan orang tua,, benar benar..!" gumam Bi'imah yang terlihat sedikit kesal.
Sesampainya di sekolah, Seperti biasa mereka semua melakukan kebersihan kelas, setiap hari senin adalah hari upacara kenaikan bendera merah putih, sedangkan hari sabtu hari olahraga, sedang Minggu adalah hari libur.
Mengapa di katakan sabtu adalah hari olah raga...?
Di Karenakan hari itu tidak ada mata pelajaran lain selain pelajaran olah raga, semua kelas, baik kls I, II, dan kls III wajib mengikuti peraturan yang telah di tetapkan.
Semua kelas wajib melakukan kegiatan yang telah di berikan wali kelasnya masing-masing, KLS I,II,III pria akan melakukan pertandingan bola basket dari jam 10 sampai jam 3, sedangkan para wanita akan melakukan lomba berenang pada jama 3:30.
Selama pertandingan berlangsung, tidak ada yang di perbolehkan untuk keluar dari lingkungan sekolah tanpa terkecuali, baik murid SMP maupun SMA.
"Mari kawan kawan kita bentuk kelompok" kata Ricko kepada teman-temannya sebagai ketua Tim.
Jumlah pemain dalam permainan bola basket adalah 5 orang dalam satu regu dengan cadangan 5 orang. Sedangkan jumlah wasit dalam permainan bola basket adalah 2 orang. Wasit 1 disebut referee sedangkan wasit 2 disebut umpire. Waktu permainan 4 x 10 menit jika berpedoman dengan aturan Federasi Bola Basket Internasional.
__ADS_1
Namun karena ini hanya pertandingan biasa, Tidak perlu mengikuti aturan internasional, Jadi Mereka bermain dengan sesuka hati mereka saat ingin membentuk kelompok,dalam 1 kelompok akan di pimpin oleh 1 orang yang beranggotakan 6, bisa di bilang 1 kelompok beranggotakan 7 orang dalam waktu bermain selama 30 menit di lapangan terbuka yang begitu luas.
Tahap awal yang akan bertanding adalah, kls 1A dengan kls 3A, karena setiap kls hanya memiliki 3 ruang kls, kls 1A,B,C, kls 2A,B,C, dan kls 3A,B,C, sedangkan Babak final akan dilanjutkan setelah minggu berikutnya, jadi ini hanya pertandingan memasuki 5 besar, yang kalah akan mundur, dan yang menang akan di adu kembali setelah minggu berikutnya.
Semua berlari menuju lapangan basket, sementara para wanita memberikan semangat kepada mereka yang berasal dari kelas Mereka masing-masing.
Waktunya bagi pemain untuk memasuki lapangan basket, semua wanita bersorak gembira mendukung kelas mereka masing-masing, namun ada juga yang mendukung idola mereka.
Semua berbaris mengelilingi lapangan basket tersebut.
"Oh ternyata kamu adik kelas" kata Farrell kepada Ricko yang berada di hadapannya.
"Hihhhhh,,aku tidak perlu tau siapa dirimu" Sambung Ricko marah saat melihat wajahnya, membuat Ricko mengingat kejadian 2 hari yang lalu.
"Harusnya kamu menghormati orang yang lebih tua dari mu" sahut Farrell membuat Raut wajah Ricko Semakin memanas tanpa membalas perkataan Farrell yang di anggapnya tidak berguna.
"ummmmmm,,,, apa dia kekasih mu, sebelumnya aku pernah melihat gadis itu, sebelum dia menjadi kekasih mu" ujar Farrell membisikkan ketelinganya dan melihat ke arah Rachel yang sedang berjalan menuju Pohon yang ada di dekat lapangan basket.
Tiba-tiba Rachel duduk di bawah pohon akasia dengan gayanya seperti biasa yang membuat Farrell semakin percaya bahwa dia adalah Rachel yang ia kenal.
Membuat Farrel tersenyum lebar, karena berpikir seolah-olah mereka di takdirkan untuk bertemu kembali.
"munkinkah ini takdir atau hanya kebetulan saja...!" gumam Farrel dengan pandangan yang tertuju ke pada Rachel.
"Kamu ngomong apa barusan..!" tanya Ricko kesal
"Bukan urusan mu" sambung Farrel dengan wajah sinis.
__ADS_1
semua kembali ke posisi masing masing, semua menunggu instruksi agar permainan segera dimulai.
Rachel yang duduk santai hanya melihat mereka dengan jarak yang tidak terlalu dekat namun tidak terlalu jauh, posisinya tepat beradi di belakang Gol lapangan (bola bsket).
Tidak bisa melihat mereka dari jarak jauh, karena mengalami sedikit masalah gangguan penglihatan, penyakit yang di deritanya ini terjadi saat dirinya duduk di bangku SMP kls 2, tanpa ada sebab akibat, secara tiba-tiba datang begitu saja saat ia membuka matanya di pagi hari, dan tidak bisa melihat bola Lampu yang berada di atas tempat tidurnya, sejak saat itulah dia mengalami gangguan penglihatan (Rabun jauh).
Seiring berjalannya waktu, di tengah tengah permainan yang masih berlangsung, Dari kedua regu tersebut mendapatkan nilai yang masih seimbang, semua bersorak dengan keras, suasana semakin tegang karena waktu hanya tersisa 5 menit lagi.
Ricko dan Farrell merebut bola satu sama lain, hampir sedikit lagi Ricko berhasil memasukkan bola yang akan menambah nilai mereka agar bisa mendapat juara, meski hanya sekedar permainan saja, namun ia berharap dapat mengalahkan Farrel.
Hanya butuh 3 langkah lagi agar bisa memasukkan bola ke Gol lapangan (bola basket).
"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" suara keras Rachel terpleset dan terguling kebawah, membuat orang serentak gaget, Bola basket yang ada di tangan Ricko kemudaian melayang entah kemana saat melihat Rachel yang sedang terguling tepat di hadapannya.
"Racheeeeeellllllllll.....!" teriak Ricko dan Farrell
Kemudian mereka berdua serentak berlari ke arah Rachel yang sedang berbaring di tanah, Kecepatan Ricko yang tidak bisa di kalahkan oleh Farrel membuat ia berhenti berlari di tengah jalan,meskipun jarak tanjakan antara pohon akasia dan lapangan basket itu mencapai 20 m dalamnya, hal ini membuat beberapa anggota tubuhnya lecet, seperti wajah,kaki dan sikunya.
Kemudian Ricko segera membawa Rachel dalam keadaan tidak sadarkan diri, ke ruang pengobatan yang telah di sediakan oleh pihak sekolah.
Dengan kostum olah raga yang di kenakannya, keringat yang mengalir di wajah dan seluruh tubuhnya sangat jelas terlihat, betapa ia sangat mencemaskan Rachel.
Baru satu hari ia sembuh dari penyakitnya, penyakit lain datang kembali, sungguh malang nasib mu Rachel...!
Dinda dan Farrell beserta guru olah raga yang datang menemui dirinya ke ruang perawatan, membuat dirinya tidak bisa menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Dinda.
"Bagaimana ke kondisinya..!" tanya dinda kepada Ricko yang bisu sok saat melihat darah yang mengalir di tangan dan kaki Rachel.
__ADS_1
jangan lupa like,sher, komen dan votenya ya kak.
terimakasih sudah mampir