
Menganggap dirinya sebagai adik kelas, karena masih memakai baju merah putih yang terbilang setiap hari dipakainya.
Inilah yang ada di pikiran Farrell saat bersama Rachel.
Namun tidak sebaliknya, Menyukai Farrell meski usianya terbilang masih di bawah umur, namun rasa suka yang timbul di hatinya tidak dapat membohongi dirinya sendiri.
Berlari menuju ruang kelas dengan rasa malu dan bodoh kepada diri sendiri, membuat dirinya tidak bisa mengungkapkan perasaan kepada orang yang ia sukai.
Namun Dengan rasa yang tidak bisa ia kendalikan, Akhirnya mengungkapkan perasaannya lewat sepucuk surat yang ada di genggamannya, menuju ke arah lapangan basket yang berada di belakang kelasnya berharap Farrel masih tetap duduk di tempat saat ia berlari meninggalkan Farrell.
Tidak disangka sesuai harapannya, Farrell tetap duduk di bawah pohon akasia sambil menikmati minuman yang berada di sampingnya, namun Rachel merasa heran kenapa ada 2 botol minuman...?
"Kak Farrell...?"
Suara indah yang lembut membuat Farrell menoleh kebelakang bersama wanita yang ada di dekatnya.
"Rachel..! kk pikir kamu tidak kembali,, kemarilah" sontak Farrel yang membuat jantungnya berdetak kencang.
Melihat Farrell Bersama wanita lain, yang terlihat seusia Farrel dengan memaki seragam yang sama, menyandarkan kepalanya ke bahu Farrel, Membuat tangan Rachel gemetar sangat kencang, hingga tidak menyadari surat yang di genggamannya jatuh dari tangannya.
"Siapa dia..!" tanya wanita yang berada di samping Farrel
__ADS_1
Farrel menghiraukan perkataan wanita Tersebut, berdiri menuju arah Rachel, kemudian ia berlari tanpa berkata sekatapun.
Farrel melihat surat Rachel yang jatuh ke bawah, kemudian mengambilnya lalu mengantongi surat tersebut.
Duduk termenung di kursi miliknya, merasa kecewa melihat Farrell yang sudah mempunyai gandengan, Akhirnya memutuskan untuk tidak menyukai Farrel lagi,
Merasa bersalah, menyalahkan dirinya sendiri, inilah yang Rachel rasakan saat ini.
"Woyyyyy.......?" sura Ricko mengejutkan Rachel
"ada apa dengan mu" tanya Ricko penasaran
"Bukan apa-apa" jawab Rachel lembut
hampir sama dengan Ricko Yang Ganteng seperti pangeran membuat keduanya tampak serasi satu sama lain, saling mengriti, peduli kepada orang lai, dan tidak sombong.
"Rachel...!"
"Iyaaa"
"Aku menyukai mu"
__ADS_1
Perkataan Ricko membuat Rachel tampak sok,, seolah-olah mengungkapkan perasaan kepada orang lain, namun orang lain juga yang membalasnya, hal inilah yang di rasakan Rachel saat ini.
"Hahahaah aku hanya bercanda" kata Ricko takut di tolak Rachel..
"ihhhh..kamu bisa aja, ngagetin orang lain" sambung Rachel kesal
"mana mungkin aku menyukai mu, kamu itu bukan level ku" sambung Ricko bercanda
"Jika aku besar nanti, aku akan menyukai wanita yang cantik dan baik hati, catik seperti bidadari yang setara dengan ku"
Ungkap Ricko yang membuat Rachel sedikit minder.
Farrel menuju ruang kelas duduk di bangku miliknya, membuka surat yang di jatuhkan oleh Rachel, lalu membacanya dengan susasana yang begitu hangat.
"Sejak bertemu dengan mu, dengan alasan suara burung milik mu yang membangunkan ku di pagi hari, tersontak hati ku bedetak kencang meski dalam pertemuan yang begitu singkat, Wangi tubuh mu menyadarkan ku dalam mimpi ku saat diri mu menggang erat tangan ku, dengan beraninya aku mengutarakan perasaan ku kepamu lewat Syair puisi yang aku kirimkan untuk mu,berharap engkau dapat memahami perasaan ku.
Rachel"
Rachel yang pandai merangkai kata-kata, membuat Farrell tersenyum sendiri saat membaca puisi yang di tulis Rachel, tulisan yang begitu indah yang dapat membayangnya saat Rachel menulis surat tersebut kepada dirinya.
Tertawa sendiri, tak menyangka anak kecil seperti Rachel bisa menulis puisi yang begitu indah, yang membuat dirinya malu, namun tidak membalas perasaan Rachel karena merasa malu dengan umur Rachel yang masih kls 5 SD.
__ADS_1
Jangan lupa like, sher, komen, dan votenya y kk.
dan jangan lupa follow Instagram aku @Kim_cahya terimakasih sudah mampir.