
Ricko terkejut saat mendengar keputusan yang di ambil Wisnu tanpa sepengetahuan darinya.
"apa ayah bilang..?" tanya Ricko memastikan ucapan ayahnya.
"Minggu depan kamu akan bertunangan denga Dinda.!" jawabnya datar seolah-olah tidak butuh persetujuan darinya.
"apa ayah berhak melakukan ini kepada ku." tanya Ricko marah sementara Dinda tengah berbahagia atas apa yang ia dengar.
"ayah tidak perlu persetujuan dari mu, itu sudah menjadi keputusan final, mau tidak mau, Minggu depan kamu akan bertunangan dengannya." ujar Wisnu membuat Ricko semakin kesal.
"Wahhhhh, kamu sungguh luar biasa, kenapa bukan anak kesayangan mu yang kau suruh bertunangan dengan gadis itu" ucapnya dengan tidak sopan akibat kemarahan yang tidak bisa ia tahan.
"apa maksud mu." tanya ayahnya mulai kesal atas pembantahan yang di lakukan Ricko.
"aku tidak ingin bertunangan dengannya, Kau suruh saja Farrell untuk bertunangan dengan wanita itu" ucapnya membuat Dinda sedikit takut bahwa Wisnu akan mendengarkan ucapan Ricko.
"Ricko..!" teriak Wisnu sembari menampar wajahnya.
Hal ini membuat Dina senang karena wisnu memukul anaknya sendiri. Suasana makin tidak terkendali, akhirnya Ricko dengan tidak sopan meninggalkan semua orang dan pulang ke rumahnya.
Sementara Rachel sibuk membagikan makan malam kepada semua tetangganya.
Berhubung sebentar lagi ia akan pergi. Rachel juga menyumbangkan semua bajunya, dan hanya tinggal beberapa stel saja yang ia tinggalkan untuk di bawa pergi. Rachel berencana setelah sampai di sana, ia dan suaminya akan pergi belanja bersama.
treeeeeeeeeeettttttttt
suara teleponnya berbunyi, ternyata Ricko yang sedang menghubunginya.
"Hallo." ucapnya di telepon dengan lembut.
"kamu lagi di mana..?" tanya Ricko Merasa senang saat mendengar suara istrinya.
"aku lagi membagikan makanan dan juga menyumbangkan beberapa pakaian kepada semua orang di sini." jawabnya senang dengan senyuman di wajahnya.
"emang ada acara apa." tanya Ricko lagi.
__ADS_1
"bukan apa-apa kok, sebentar lagi kan aku akan pergi, jadi aku membagikan semuanya, toh bayu juga gak bisa make." ucapnya membuat Ricko sedikit tersenyum saat mendengar ucapan istrinya itu.
"apa kamu di rumah..?" tanya Rachel penasaran.
"umm.... iyya aku lagi di rumah." jawabnya datar.
"aku sangat merindukanmu." ucap Rachel Membuat Ricko sedikit tersenyum.
"cepatlah pulang, biarkan aku menghabiskan waktu untuk mu malam ini." ujar Ricko membuat Rachel berlari cepat pulang ke rumahnya.
Bayu terkejut saat Rachel datang secara tiba-tiba tampa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"apa dia sudah tidak waras." gumamnya sembari memakan popcorn yang ada di tangannya.
"aku sudah di rumah." ucap Rachel kepada Ricko di telpon.
"apa kamu sudah tidak sabar datang ke sini." tanya Ricko sembari berbaring di tempat tidur .
"Umm, aku sudah tidak sabar lagi." jawab Rachel lembut.
Mereka berbicara cukup lama, sampai-sampai Rachel tidak ingat jam berapa ia mematikan teleponnya. Mereka berdua tampak kelelahan, dan dengan tidak sengaja mereka tertidur bersama tanpa mematikan teleponnya,saat Ricko bangun, ia melihat HP-nya sudah mati.
perbedaan waktu di Australia dan Indonesia tidak terlalu jauh berbeda, Australia 3 jam lebih cepat dari Indonesia.
Saat Rachel terbangun, ia heran kenapa tidur menggunakan baju yang masih ia pakai tadi malam,bahkan ia merasa tidak mencuci wajah sebelum tidur. setelah di ingat-ingatnya lagi, ternyata ia tertidur saat berbicara di telepon dengan suaminya.
Berhubung hari ini adalah hari ke dua bayu masuk sekolah setelah libur selama 1 bulan lamanya, Rachel menyiapkan sarapan untuk Sahabatnya itu seperti biasanya.
Di Australia
Ricko berangkat ke sekolah jam 08:00.
sementara di Indonesia masih jaam 05:00.
Ricko memasuki ruang kelasnya dan memulai pelajaran. Dengan kaget ia melihat Dinda di depan yang sedang memperkenalkan dirinya sebagai murid baru. Semua ini telah di rencanakan ayahnya agar mereka tetap bersama. Dinda selalu berusaha mendekati Ricko, bahkan ingin satu meja dengannya.
__ADS_1
Namun Ricko sangat membencinya, Apalagi saat mengingat perbuatannya kepada Rachel yang mengakibatkan Rachel tidak bisa melanjutkan pendidikan meski ia menginginkannya.
Tidak peduli sekeras apapun Ricko menjauh, Dinda tetap mengejarnya, namun rencananya untuk mendekati Ricko selalu di gagalkan oleh Andin sahabatnya, Andin sangat membenci Dinda meski baru mengenalnya, Melihat Tingkah laku Dinda yang berusaha keras menggoda pria yang sudah beristri, Membuat Andin ingin mengatakan hal yang sebenarnya, namun mengingat janjinya kepada Ricko, bahwa ia tidak akan mengatakannya kepada siapapun Sampai mereka lulus nanti. Dinda juga sering keluar masuk ke dalam rumah calon mertuanya, Semua pembantu yang bekerja di rumah tersebut sangat membencinya, selain penampilannya, wajahnya yang arogan dan sifatnya yang angkuh membuat semua orang tidak menyukainya. Dinda juga sudah berani mengatur para pembantu padahal ia bukan siapa-siapa. meskipun tanpa sepengetahuan Dina selaku ibu sambung Ricko, namun semua pembantu menuruti perkataan Dinda meski tak menyukainya.
Tidak terasa seminggu sudah Ricko berada di luar negeri, sudah saatnya ia menjemput istrinya sesuai janji yang telah di ucapkannya.
Hari ini Ricko akan pergi diam-diam menjemput istrinya tanpa sepengetahuan ayahnya. Sementara pertunangannya akan di laksanakan besok. Ricko mempunyai Rencana lain untuk menggagalkan pertunangannya, untuk itu ia harus membawa Rachel ikut bersamanya dan mengumumkan kepada semua orang tentang pernikahan yang ia lakukan secara diam-diam.
Dengan perasaan senang ia segera menghubungi istrinya sebelum berangkat kebandara.
"hallo." ucapnya di telepon setelah Rachel mengangkat teleponnya.
"apa kamu sudah berangkat." tanya Rachel penasaran sembari menanti kedatangan suaminya.
"aku baru mau memesan taksi" jawabnya berbohong padahal ia baru memakai sepatu.
"baiklah, aku ingin mengucapkan perpisahan kepada sahabat ku, mumpung mereka masih disini." ucapnya terburu-buru.
"tunggu dulu,." ujar Ricko secara tiba-tiba.
"apalagi." tanya Rachel singkat.
"apa kamu sudah siap-siap." tanya Ricko penasaran apa saja yang telah di persiapkan istrinya itu.
"sudah dong sayang..!" jawab Rachel Manja dan segera menutup teleponnya.
Rachel menemui sahabatnya yang sedang menunggu dirinya dari tadi di ruang tamu.
Berhubung hari ini hari Sabtu, bayu ijin libur kepada wali kelasnya.
"Bayu, terimakasih untuk segala hal yang telah kamu lakukan untuk ku, sampai mati aku takkan bisa membalas mu, namun ijinkan aku melangkahkan kaki ku dari sini untuk pergi bersama suamiku." ucap Rachel membuat mereka terharu hingga mata mereka berkaca-kaca.
"aku bersyukur kamu mendapatkan pria yang baik, yang menerima kamu apa adanya, aku Sangat senang melihat mu mendapatkan kebahagiaan lagi, aku berharap senyum di wajah mu tidak akan pernah hilang sampai kapanpun." balas bayu membuat Rachel menangis antara sedih dan bahagia.
"dan untuk kalian berdua, aku minta maaf selama ini ucapan ku terlalu kasar, dan terimakasih telah menjadi teman yang setia untuk ku, aku berharap suatu saat kita bertemu lagi di suatu tempat di mana tuhan merencanakan kita untuk bertemu kembali." ucapnya kepada kedua sahabatnya dan memeluk mereka.
__ADS_1
Jangan lupa like,sher,komen,vote,dan kasih bintangnya ya kak biar aku tambah semangat lagi.
TERIMAKASIH KAK SUDAH MAMPIR. 🙏