
Wisnu Membawa istri dan putrinya ke rumah yang dulu mereka tempati bersama Keluarga pertamanya, tanpa memikirkan perasaan Zahra dan Ricko.
Zahra yang tidak bisa berbuat apa apa hanya bisa menyaksikan perlakuan Wisnu kepada dirinya yang tidak punya belas kasih, Tega membawa istri simpanannya ke rumah mereka, tinggal di satu atap, bagai mana mungkin zahra tidak sakit hati, seolah-olah Dina berusaha merampas apa yang seharusnya menjadi miliknya.
Ricko membawa masuk kedalam mamahnya dengan rasa luka di hati, meski Lumpuh dia sangat menyayangi Zahra tanpa rasa malu.
Dina melihat-lihat semua isi rumah dengan lancang, dan melihati Fhoto pernikahan Wisnu dan Zahra yang tergantung di ruang tamu, nampak sangat serasi membuat Dina cemburu dan ingin membuang fhoto tersebut.
Sementara Aurel berusaha akrab dengan kakanya, Sifat mereka hampir sama, bahkan Wajah mereka mirip sangat mirip sekali, Aurel yang tidak tau apa-apa sekarang mengerti apa yang di maksud ayahnya selama ini.
"hallo nama ku Aurel" ucap aurel kepada Ricko yang duduk menemani mamahnya, sementara Wisnus masuk ke dalam kamar yang dulu mereka pakai sewaktu masih baru menikah, sementara Dina pergi memasak setelah selesai melihat-lihat isi rumah.
Ricko mengabaikan Aurel, namun hal itu tidak membuat ia merasa sedih.
"Mamah, apa ini terasa sakit sehingga tidak bisa di gerakkan" ucap anak tersebut kepada Zahra, membuat hatinya luluh saat Aurel memanggil sebutan itu.
Wisnu mengajarkan Aurel dengan sangat baik, bahkan menceritakan semua hal mengenai keluarganya jauh sebelum mereka datang kemari, Aurel yang sopan dan baik hati tidak pernah pandangan bulu, jadi Aurel tau apa yang harus ia lakukan jika suatu saat ia bertemu dengan keluarga ayahnya.
"Dia ini bukan ibu mu, dan aku tidak mengenal mu pergi lah" ujar Ricko dengan nada tinggi membuat Aurel tertawa
"Hahah, ayah dulu pernah bilang, bahwa kaka suka marah marah dengan tidak jelas, bahkan ayah pernah bilang bahwa aku mempunyai seorang kaka laki-laki yang begitu tampan mirip dengannya, ternyata ayah benar, kaka sangat tampan hehiiii" ucap aurel yang baru menduduki kelas 2 SMP.
"apa ayah penah berkata seperti itu" tanya Ricko ingin menggali informasi tentang keadaan ayahnya di sana
"Tentu saja, Saat aku tidur, ayah bilang dia mencintai wanita lain selain ibu ku, bahkan tidak bisa melupakannya, raut wajahnya, senyumannya dan kerendahan hatinya, kata-kata ini di ulanginya sampai aku tertidur" Jawab Aurel yang membuat Zahra menangis karena terharu, melihat tingkah laku bocah yang ada di hadapannya.
Ricko sedikit tersenyum saat Aurel berusaha menghibur mereka, namun apa yang di katakan Aurel itu benar adanya, bahkan Dina hanya membutuhkan Aurel di saat Wisnu ingin mengunjungi mereka padahal Aurel putri kandungnya sendiri.
__ADS_1
"Aku kasih tau sedikit y, tapi kaka dan mamah gk boleh ngasih tau kepada orang lain, ini hanya rahasia kita bertiga" ucap Aurel mencoba akrab dengan mereka
"Katakanlah" sambung Ricko datar
"Mamah tidak pernah menganggap ku sebagai putrinya,dia hanya memanfaatkan ku saja" bisik Aurel kepada mereka dengan wajah lucu yang terlihat jelas ia hanya bercanda namun Aurel tidak berbohong, hanya saja cara penyampaiannya terlihat seperti berbohong.
Hal ini membuat Ricko merasa iba kepadanya, Aurel yang ceriah tidak merasa sedih saat menyampaikan hal seperti ini kepada orang lain,memainkan matanya saat berbicara beserta pipinya yang tembem, beserta kepolosannya membuat Ricko mulai menyukainya.
"Aurel kemarilah" suara Dina yang memanggil nama nya membuat Aurel segera pergi..
"oya kak, apa kaka udah pernah bertemu dengan kakaku di sekolah" ucapan Aurel Membuat Ricko bingun dan bertanya-tanya, namun langsung mengabaikannya.
Ke esokkan harinya.....
Pagi-pagi sekali Ricko sudah ada di sekolah, sementara Rachel baru berangkat dari rumah sakit, kondisi bik'imah tetap tidak ada perkembangan.
"Chel, coba kamu lihat ini" ucap Dinda ngos-ngosan seperti baru di kejar seseorang kepada Rachel yang masih di depan pintu pagar sekolah.
Kemudian Rachel melihati vidio yang di tunjukan Dinda kepadanya dan berlari secepat mungkin menemui Ricko yang berada di lapangan tenis meja bersama teman-temannya.
Sementara sebagian dari teman sekelasnya merencanakan sesuatu yang besar saat mengetahui vidio tersebut yang di unggah di media sosial.
Semua dari kalangan laki-laki bermain tenis meja di sana termasuk Ricko,tidak satu orangpun wanita yang berada di lapangan tersebut, Rachel tiba-tiba muncul dan membuat mereka berhenti ketika Rachel berdiri di belakang Ricko, Rachel menanggis tersedu-sedu saat melihat videonya tidur bersama pria lain, takut Bahwa Ricko tidak akan mempercayai dirinya lagi, entah apa yang harus ia lakukan kali ini agar bisa meyakinkan kekasihnya itu.
"Rick, si belakang mu" ucap Bayu memberi kode kepadanya.
Namun Ricko tidak mengerti apa yang di maksud Bayu, malah menyuruh mereka melanjutkan kegiatan mereka.
__ADS_1
Sementara Rachel selangkah demi selangkah berjalan ke arah Ricko, tiba-tiba.
"Itu Rachel itu dia...." ucap beberapa penggemar Ricko lalu berlari ke arah Rachel.
Rachel yang sudah tau mereka akan melakukan hal yang membahayakan dirinya berlari tanpa berbicara dengan Ricko terlebih dahulu.
Rachel berlari ke dalam kelas karena ia tidak tau harus berlari kemana lagi, namun sekelompok dari mereka berada di dalam kelas sehingga Rachel tidak bisa berlari kemana lagi.
Mengikat kedua tangannya dan kedua kakinya, pertama menyiramnya dengan air es sebanyak satu ember, melemparinya dengan telur busuk sebanyak 50 butir dan tepung, memakinya habis-habisan, dan menyiramnya kembali dengan air es, tidak satu orangpun yang dapat membantunya bahkan Dinda entah kemana menghilang.
Sementara Ricko baru mengetahuinya ketika salah satu temannya membuka akun pribadi miliknya dan melihati Vidio Rachel tidur bersama lelaki lain.
Hal ini membuat mereka serentak kaget.
Ricko berlari mecari Rachel setelah bayu mengatakan bahwa Rachel tadi berada di belakangnya, kemudian sekelompok anak-anak dari kelas mereka mengejarnya.
Sementara Kepala sekolah datang di waktu yang tidak tepat, ketika Rachel telah selesai di kerjain habis-habisan.
"Rachel, kami mendapat telpon dari pihak rumah sakit, bahwa bibi mu telah tiada" ucap Kepsek datar usai mengetahui vidionya tidur bersama pria yang dapat mencemarkan nama baik sekolah.
Rachel hampir pingsan, namun ia berlari dalam keadaan berantakan menuju rumah sakit, setelah mendengar informasi dari Kepsek.
Sementara Ricko datang terlambat, tidak melihat Rachel lagi di sekolah, hanya melihat tempat Rachel yang duduk saat orang-orang menghajarnya Secara habis-habisan.
TERIMAKASIH YA KAK UDAH MAMPIR 🙏
jangan lupa like,sher and komen y kk.
__ADS_1
TERIMAKASIH