Cinta Lama CEO

Cinta Lama CEO
10. Pertanyaan Macam Apa Itu ?


__ADS_3

Kenapa harus bertemu dengan mereka disini huh..


Alin meniup poninya sendiri dan melangkah berat sekali padahal kakinya sangat lemas ingin segera duduk.


Abie,Axel dan Veer sedang duduk dan menatap Bu Irma dan Alin yang baru datang .


" Silahkan , "


Suara pegawai restoran itu memecah kan lamunan Alin.


" Ah iya terima kasih " Alin menampilkan senyum manis seperti biasanya .


" Ckkk "


Terdengar suara keluhan dari seseorang di kubu tiga laki-laki yang sudah datang sejak tadi itu.


" Maaf kami telat " Ucap Bu Irma membungkuk hormat ke arah Axel ,Veer dan Abie.


" Ah ya gak apa-apa untung cantik " Abie berusaha mencairkan suasana karena terasa sangat tegang.


Abie masih aja seperti dulu.


Dan itu aisssh itu si manusia kutub berdua ngapain coba disini.


Veer berdiri lalu memperkenalkan diri nya ke Bu Irma.


" Bu Irma saya Veer, saya yang Menghubungi anda satu Minggu lalu, dan ini perkenalkan atasan saya Tuan Axel "


Bu Irma hanya mengangguk dan tersenyum, ia tahu jika Axel dari RN Grup tak bisa sembarang menjabat tangan.


" Dan ini Tuan Abie salah satu team hukum kami "


Abie menjabat tangan Bu Irma . Om


" Abie "


" Irma "


Baik kalau kami dari Emicca dan ini team design kami Bernama Alin .


Abie menjabat tangan Alin sambil tersenyum konyol.


" Kenalin saya Abie , pengawal Nona Alin saat di sekolah " Ucapnya seraya menahan tawanya .


" Apa sih " Alin tertawa melihat kelakuan konyol teman sekolahnya itu.


" Loh sudah kenal " Tanya Bu Irma.


" Kenal Bu, dulu saya pengawal Alin. Pantesan aja dulu disuruh Mommy Ara jagain, udah besar secantik ini ternyata " Goda Abie.


Bu Irma hanya melongo mendengar penuturan dari Abie.


Axel melihat Abie menjabat tangan Alin dengan lama langsung menatap Abie dengan tatapan tidak sukanya.


" Ehem.. Maaf tuan Abie mari lanjutkan ke fokus pembahasan hari ini " Veer memberi kode kepada Abie agar melepaskan tangannya yang sedang bertautan dengan tangan Alin.


Kalau tangan Tuan Abie tak lepas-lepas dari tangan Nona Alin, bisa-bisa Singa ikutan lepas ini.


" Apa kabar Lin "


Haduh Tuan Abie masih berani tanya kabar lagi.


" Baik Bie, Kamu gimana kabarnya "


Wah wah Abie cari penyakit, pasti Alin langsung keganjenan nih ,cih.


" Aku baik Lin,.. Ka- " Abie menatap Axel langsung terkekeh.


Veer meramalkan suasana akan agak panas seperti nya. Ia pun langsung memotong pembicaraan Abie.


" Mari kita lanjutkan pembahasan di telepon waktu itu Bu Irma " Ucap Veer dengan raut wajah yang datar.


Bu Irma menganggukkan kepala nya dan mereka memulai pembahasan tentang kerjasama.


Ya Emicca dan RN akan bekerjasama.


Dua competitor itu akhirnya menjalin hubungan bisnis agar lebih saling menguntungkan satu sama lain.


RN menaruh saham yang lumayan di Emicca dengan syarat-syarat yang sudah di sepakati bersama.

__ADS_1


Demi keprofesionalan Alin mengikuti meeting dengan tertib.


Sesekali Alin melirik ke arah Axel,


Ya, dia memang tampan huft makin keren lagi saat lagi serius seperti itu.


Setelah mencapai kesepakatan bersama meeting hari itu pun di akhiri tepat pukul 12.00 .


Waktu makan siang pun tiba.


Axel,Veer dan Abie memilih makan disana. Tak lupa mengajak sekalian Bu Irma dan juga Alin.


Sebenarnya Alin merasa tidak nyaman tapi untungnya ada Abie jadi lumayan bisa mencairkan suasana.


" Lin kapan kembali ke Indo ? koq tau-tau udah di Emicca aja " Tanya Abie memulai pembicaraan.


" Baru 8 hari sih Bie " Sahut Alin sambil memakan burger cantik yang dipesannya itu.


Abie menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Alin.



" Masih suka burger aja Lin " tanya Abie sambil memasukan makanan ke dalam mulutnya itu.


" Kamu inget aja Bie " Pancing Alin ke Abie.


" Inget dong. kan aku yang suka beliin kalau Axel nyuruh , eh " Tiba-tiba Abie menutup mulutnya dan melirik ke arah Axel.


Hmmm entah bisa terulang atau tidak masa sekolah ,memang paling indah .


Alin senyum-senyum


Axel berdiri lalu menoleh ke arah Veer seolah berkata.


Ayo Veer aku muak dengan ocehan Abie .


Veer mengangguk kan kepalanya lagi sambil menjawab dalam hati .


Baik Tuan mari kita keluar dari ruangan yang pengap ini menurut anda.


" Maaf permisi kami ada urusan mendadak dan harus segera kembali ke kantor, silahkan teruskan makan kalian dan bill sudah saya masukan atas nama RN Grup. "


" Xel " Panggil Abie.


" Lanjutin aja Bie makan nya , nanti gue tunggu kabar yang tadi kita bahas sebelum kesini ya "


Ucapan Axel datar, sambil mencuri pandangan ke arah Alin.


Abie menganggukkan kepala.


" Okey, tapi nanti gue ke kantor Lo setelah urusan gue dan Alin selesai ya " Sahut Abie tenang .


Eh urusan apa si cecunguk itu. Kenapa harus disini sama Alin sih...


Axel menggerutu dalam hatinya .


" Permisi Nona dan Tuan Abie , juga Bu Irma. kami duluan ya "


Abie menganggukkan kepalanya.


" Hati-hati ya Veer bawa mobilnya "


pesan Abie kepada asisten kawannya itu.


" Terima kasih atas perhatian Tuan Abie "


Axel dan Veer pun kembali berjalan meninggalkan mereka semua dengan tatapan aneh dari Abie.


" Bu Irma ayo kita kembali ke kantor "


Setelah makan Siang Alin bermaksud ingin kembali ke kantor tapi ditahan oleh Bu Irma.


Tapi di sergah eh Alin..


" Eh lin Bareng aja yuk ,aku masih mau disini " ujar Abie.


Alen menggeleng kan kepalanya,


Saat Alin menggeleng, Bu Irma langsung memberi kelonggaran untuk Alin.

__ADS_1


" Lin kamu boleh koq disini. siapa tau kamu punya ide keceh kalau buatnya disini " Kekeh Bu Irma.


Alin menoleh ke Bu Irma.


" Baiklah Bu Irma ,aku disini gak apa-apa ya . " Ujar Alin memastikan .


Bu Irma mengiyakan sambil tersenyum.


Alin pun pindah ke luar ruangan VIP karena hanya berdua dengan Abie.Dia tak enak khawatir ada omongan yang tidak-tidak.


Di tengah obrolan Abie dan Alin.


Tiba-tiba Alin melihat Chiko.


" Chiko.." Alin berteriak agak sedikit kencang hingga semua menoleh ke arah Alin.


Chiko yang tadinya pergi sendiri merasa senang karena ada temannya disana.


" Kayak kenal Lin mukanya " Ucap Abie memperhatikan wajah Chiko dari jauh.


" Itu Chiko temen kita Bie " Ujar Alin senang dan bangga karena Chiko bisa jadi lelaki sejati.


Semoga.


" Hah CHIKO CHIKA ??? "


Abie kaget melihat perubahan Chiko


" Chiko Abie Chiko C - H - I - K - O : CHIKO "


Alin mempertegas lagi.


" Gila Ko, bisa keren begini "


Abie kaget melihat perubahan Chiko.


Dibolak balikan Chiko seperti ikan yang sedang di goreng.


" Iya Bie, ini Chiko " Ujar Alin cekikikan.


" Wah Ini sih Iqbal sama Jimmy bisa insecure lihat Lo Chiko hahah " Abie tertawa senang.


" Tapi Gue happy Chik " Ujar Abie.


" Rubah panggilan nya Bie ,Jangan Chik Chik aja. tar dia keinget jadi Chika lagi " Alin mengerucutkan bibirnya.


" Lin gemesh deh " Ucap Abie melihat Alin bertingkah gemas.


" Ckk apaan sih " Tepis Alin yang tak suka mendengar Chiko dipanggil Chik oleh Abie.


" Panggil nya sekarang harus lengkap bisa Chiko atau pendek seperti KO. " Tegas Alin lagi.


" Iya iya Ko, " Ucap Abie lagi.


Alin ,Chiko dan Abie pun kini makin satu meja dengan Chiko.


Mereka mengobrol-ngobrol hingga waktu menunjukkan pukul 15.00


semua telah berbagi cerita.


Chiko yang awalnya hanya ingin makan akhirnya sekalian mengobrol .


Setelah cukup mereka menyudahi nya.


" Foto dulu dooong " Ujar Abie.


Mereka pun foto bertiga dengan berbagai macam gaya dan ekspresi wajah yang lucu.


***


Di seberang sana terlihat wajah muram nan kesal saat melihat status foto Alin dengan Chiko dan Abie.


Sekilas Veer menoleh menatap kelakuan Tuannya itu.


" Ganjen ga sih Veer menurut mu si Alin itu "


Aduuh pertanyaan macam apa itu.


***

__ADS_1


Yeayy dua bab nih. jangan lupa like nya ya sebelum membaca 😘


__ADS_2