
Baca koment tuh lucu-lucu dan bikin othor yang polos ini jadi semangat lagi ❤️:
Aduh pacarannya kelewat dewasa
Jangan Bablas dulu Dila
Abie Dan Dila Hot
Halalin dulu dong
Masih bocil kasian
Tapi diakhir kalimat itu semua pada bilang Semangat Thor,lanjut Thor, up lagi yang banyak .
Nah Othor polos mah kan jadinya mau lanjutin aja terus, gak apa-apa kan ya 🤭.
BTW makasih loh komen-komen kalian bikin othor semangat Up lagi ❤️.
Yuk di baca Bab demi Bab yang bikin lembab.
***
" Kamu jangan lupain aku loh walau nonton itu cowok kurang macho 😤 "
" Hmm bawel "
Setelah Dila mengetik kan itu ,Abie hanya menghela nafasnya.
" Beginilah pacaran dengan bocah " gunamnya dan terdengar oleh Axel .
Axel tersenyum mungkin ada yang disembunyikan Abie makanya belum membawa kekasih nya untuk berkumpul.
" Siapa yang bocah bro ? " Axel duduk di samping Abie.
Abie hanya tersenyum .
" Calon Mama Ola " Tanya Axel lagi.
Abie hanya mengangguk-ngangguk kecil.
" Lo tenang aja apapun pilihan Lo, kekasih Lo siapapun itu Kita tetep support . Mau dia masih bocah kek, lebih tua dari Lo , yang penting dia sayang sama Lo tulus. " Axel menepuk-nepuk bahu Abie.
" Thanks Xel. Sebenarnya bukan gue yang malu bawa dia kesini. Dia nya merasa minder. takut gue jadi ga enakan sama Lo karena bawa anak dibawah umur kalo kata dia " Abie mengucapkan serata tertawa.
" Alin bisa ngatasin itu sih,tenang aja . Ya udah nanti bawa deh pas nikahan Jimmy kalau dia mau . Nanti biar Alin yang handle kalau misal dia gimana-gimana " Axel memberi semangat ke Abie .
" Sip " Abie mengangkat jempolnya.
Tidak lama dari arah tangga terlihat Alin turun bersama Vika.
" Alin lemes banget Xel, Lo gempur terus? " goda Jimmy.
" Kayaknya hamil nih Xel si Alin " celetuk Vika .
" Hah seriusan sayang? " Axel menghampiri Alin yang digandeng bersama Vika.
Axel merapihkan bantal di sofa agar Alin duduk dengan nyaman bersandar.
__ADS_1
" Yang gue lihat sih tanda-tandanya Alin hamil. " ucap Vika lagi.
" Mungkin gue cuma masuk angin Vik. " Jawab Alin lalu matanya beralih ke Axel.
" Sayang mau mangga,tolong ambilin " ucap Alin manja ke Axel padahal biasanya Alin enggan manja di depan para teman-temannya.
" Nah kan, yang manis apa yang asem Lin ? " Tanya Vika memastikan .
" Asem aja deh kamu cobain dulu ya yank " Ucap Alin lagi dengan nada lemahnya.
" Fix Lo ke dokter deh besok Lin " Vika tersenyum senang .
" Beneran Vik? " Axel tak kalah senang .
" Liat besok aja yank, ga usah senang dulu aku takut cuma kelelahan aja gegara kamu kemarin " gerutu Alin dan disambut cekikikan oleh Abie,Jimmy,dan Iqbal. Tak ketinggalan Vika pun tersenyum.
" Kalau misal hamil muda nih Xel, ga boleh sering-sering loh. kasian dedeknya di dalem " Ucap Vika.
" Lo mah udah paham ya Vik " Sahut Jimmy.
" Iya kan gue waktu hamil Ola dulu begitu kalau misal diajakin " ucap Vika menceritakan pengalamannya dlu.
Seketika suasana berubah hening .
Alin langsung memanggil Axel.
" Sayang mangga " Rengeknya lagi
" Oh iya iya sebentar yank " Axel bergegas ke dapur melewati Iqbal dan menepuk pundaknya.
Sedang Vika, ia merasa tak enak dan melirik Iqbal yang lebih memilih memainkan ponselnya karena Ola sedang dibawa bibik ke dalam bermain di ruang TV.
" Ngambek tuh ,sana gih baikin " Kekeh Alin.
" Nanti aja kan pada mau ngobrol dulu " ucap Vika sambil melirik kembali ke arah Iqbal.
Sedang Iqbal dalam hatinya merasa panas, padahal Vika hanya menceritakan sedikit saja masa lalunya, sebenarnya lebih ke pengalam saat hamil, karena sedang berbincang dengan Alin. tapi hatinya merasa tidak enak mendengarnya.
Axel pun keluar membawa mangga request nya sang istri tercinta yang sedang diduga hamil itu.
" Sayang ini, kamu sama Vika dulu ya aku selesaikan obrolan dulu nanti kita ke kamar. ga lama koq.." Ucap Axel sambil mengusap kepala Alin.
" Iya ,ya udah sana jangan lama-lama aku mau Deket kamu " ucap Alin
" Iya Calon mamih Cup " Axel mengecup pucuk kepala Alin.
Abie,Jimmy, Axel dan Iqbal pun melanjutkan obrolan mereka tidak lama. karena merasa tidak enak dengan Alin yang sedang dalam kondisi lemah.
Tak lama mereka pamit dan kembali ke kediaman masing-masing.
Axel menggendong Alin ke kamarnya.
" Sayang ..." Panggil Alin di gendongannya.
" Mau ikut honeymoon Jimmy sama Anne ya nanti " ucapnya ditelinga Axel.
" Dianya mau gak kita ikutin ? " Tanya Axel sambil membuka pintu kamar .
__ADS_1
" Aku udah bilang sama Anne. kata Anne kalau aku beneran hamil dia Kabulin takut anak kita ileran " ucap Alin sambil terkekeh .
" Apapun untuk Mami Alin, Papi turutin . Tapi ada syaratnya ya " Ujar Axel .
" Iya aku tau, tiga ronde kan? " Alin kemudian mencium bibir Axel.
" Bukan itu yank, " jawab Axel santai.
" Oh mentang-mentang aku nanti hamil gendut, kamu udah ga mau lagi sama aku, iya, ya udah aku juga ga mau. " Alin menjauh dan Axel kaget mendengarnya.
Karena Alin berkata dengan nada yang sangat sinis.
" Itu sih aku mau sayang, malah sekarang maunya " Axel mendekat ke Alin.
" Gak, aku yang ga mau, ga naffsu lagi udah " Alin menjauh lalu mengambil remot TV.
" Kenapa jadi ga sabar dan begini ya. apa benar Alin hamil " Gunam Axel tidak terdengar Alin.
" Tadi Abie cerita sayang, katanya pacarnya itu bocah " Alin yang mendengar pacar Abie bocah langsung mendekat ke arah Axel lagi yang sedang mengganti bajunya.
" Hah Beneran ? pantes ya dia ga mau kenalin ke kita " Alin terlihat berfikir.
" Bukan itu, jutstru yang malu pacarnya yank, dia takut ga nyambung atau merasa Abie nanti jadi lebih merhatiin dia ketimbang temen-temennya . karena khawatir kalian para cewek-cewek ga nyambung gitu karena beda usia " Jelas Axel panjang lebar.
" Hah itu sih serahin sama aku aja. nanti kalau Abie bawa pacar tenang aja aku yang ajak ngobrol " Alin tiba-tiba moodnya berubah senang.
" Makasih sayang udah ngerti " Axel memeluk Alin dan mengecup bibirnya lembut.
" Sayang .." Panggil Alin dengan nada sensuaall di ceruk leher Axel.
" Hmm " Jawab Axel yang sedang menikmati sentuhan tangan sang istri di tongkat ajaibnya itu.
" Mau yang enak sayang " Bisiknya lagi dengan membuka dress nya dan tampaklah Alin yang sudah mengenakan lingerie.
" Sayang nakal banget tapi aku suka. " Axel mendorong pelan tubuh Alin kemudian mengukungnya. Axel mulai menjelajahi tubuh mulus Alin .
Dilummat bibir ranum Alin dan tangannya menyusuri gundukan kenyal milik Alin yang terlihat semakin membusung.
" Punya siapa ini hmm " Tanya Axel sambil lidahnya menyusuri semangka besar berpucuk kesukaannya itu.
" Sshh punya kamu yank eeunngghh " Alin pun melenguh.
Disesapnya pucuk Alin sambil lidahnya berputar2 membuat Alin gelisah ingin lebih.
Tangan Axel bergerilya hingga ke bagian yang sudah lembab.Menusuk-nusuk sebentar membuat Alin tak kuasa menahan sesuatu yang ingin keluar. " Aku langsung ya " bisik Axel sambil menyesap bukit kembar Alin lagi sebentar.
Tongkat Axel diarahkan ke tempat semestinya dan Jleb..
" aaakhh Xel " Alin pun mulai berdessah dan sudah tidak karuan.
Penyatuan itu pun terjadi ,Axel tidak terlalu lama bermain karena khawatir jika memang Alin hamil itu membahayakan seperti yang Vika bilang.
***
Maaf ya baru update 🙏.
Ritualnya silahkan ya beatiekuh 😘
__ADS_1