
Hayooo Udah di Like belum bab sebelum ini.
***
Axel melanjutkan meeting nya dengan Perusahaan Lee dan Alin pun bekerja kembali dengan diantar Chiko sampai di kantornya dengan selamat.
Karena pekerjaan yang menumpuk ,Alin lupa mengabari Axel kalau sudah sampai di kantornya.
" Veer apa Alin sudah sampai ? " Tanya Axel di sela-sela pembicaraan nya dengan Perusahaan Lee.
" Harusnya sudah Tuan " Veer sambil melihat jam di tangan kirinya.
" Dia tidak mengabari ku " Lirih Axel.
" Mari kita lanjutkan meeting ini dulu tuan, setelah itu kita mampir ke Emicca bagaimana ?. Waktu anda luang setelah ini "
Veer mencoba mencari solusi atas kegalauan tuannya itu . Walau tetep fokus tapi tetap saja galau yang Axel rasakan,tak enak dilihat oleh nya .
" Good idea Veer , mari cepat kita selesaikan pembicaraan ini "
Axel pun semangat dan segar kembali seperti sayuran habis di percikan air.
Pembicaraan pun berlanjut dengan Axel yang serius dan ingin segera menuntaskan pertemuan itu.
Ia ingin segera mampir ke Emicca untuk bertemu pujaan hatinya.
Grup chat di aplikasi berwarna hijau itu berbunyi di ponsel Alin dan Axel.
Tring...
" Kumpul Yok " Cetus Iqbal pengirim pesan pertama.
" Cuss " Abie menjawab
" Hayuk deh mumpung kita udah pada balik ke Indo belum pada kumpul nih " Jimmy menanggapi.
" Xel "
" Xel "
" Xel "
Abie, Jimmy dan Iqbal mengirimkan pesan bersamaan.
Kemudian mereka tertawa ditempat yang berbeda.
" @Alin ikut kan ? " Abie men tag nama Alin
Di layar terlihat Alin sedang mengetikan sesuatu.
Tapi belum sempat Alin mengirimkan pesan teks, Axel sudah membalas duluan.
" Ngapain Lo panggil - panggil calon bini gue 😤 "
" Ngaku-ngaku "
Akhirnya Alin yang tadinya ingin merekomendasikan Caffe tempat temannya bekerja itu pun malah membalas pesan Axel yang mengakui dirinya sebagai calon istri.
" Mak Jleb " balas Iqbal
" Gue yang malu koq ya " timpal Jimmy
" hahaha " Abie hanya tertawa menanggapi teman-teman nya
" Jahat banget pacar aku " Ketik Axel lagi membuat yang tertuduh menjadi pacar Axel pun senyum-senyum
" Emang pacar kamu siapa ? " tanya Alin di grup.
Axel tak membalas lagi. malah temannya yang membalas pesan Axel sebelumnya.
" Aku ngga jahat bebeb " balas Jimmy
__ADS_1
" Gua jadi inget Chiko hahaha " Iqbal mengirim balasan.
" Jangan gitu, dia udah jadi cowok sekarang " Alin membela Chiko membuat Axel geram segeram-geramnya.
Axel pun langsung mengetik pesan pribadi ke nomor Alin.
" Kamu koq gitu Lin "
" Gitu gimana? "
" Aku ketik pesan di grup kamu jawabnya gitu "
" Ya kan bercanda Axel "
" Aku ga mau bercanda dalam hubungan kita ,aku serius " ketik Axel lagi.
" Iya aku tau Xel " Balas Alin
" Terus ? "
" Terus aku mau kerja dulu ya , nanti kan malam kita ketemu lagi okey "
" Lin serius dikit dong sama hubungan kita "
" Aku lagi kerja ,nanti kita bahas lagi ya Xel "
***
Setelah itu Axel tak membalas pesan Alin lagi.
Alin pun langsung fokus bekerja kembali hingga suara di depan pintu ruangannya gaduh.
" Mba Alin ,, Mba Alin ada yang cari "
" Mba itu siapa ? keren banget sih "
" Tampang nya bikin hati meleleh mba "
" Hush hush kerja lagi kembali ke tempat kalian masing-masing " usir Mba Irma .
Mba Irma masuk ke ruangan Alin,
" Lin ada pacar tuh di depan, saya suruh masuk ya berisik banget tuh anak-anak di depan kalau Tuan Axel masih di luar " ucap Bu Irma sambil terkekeh.
" Dia bilang gitu Bu pacar? " Tanya Alin kaget
Mba Irma menganggukkan kepalanya.
" Haissh ya sudah aku susul dulu ya mba " ucap Alin.
Alin pun keluar dari ruangannya.
" Masuk ke ruangan aku aja Xel, ajak Veer juga nanti dia dikerumuni. para jomblowati hihi "
Alin menarik tangan Axel dan Axel pun mengangguk kan kepalanya ke arah Veer agar asistennya itu terselamatkan juga.
" Ngapain kesini " Tanya Alin saat sudah sampai di ruangannya.
Axel yang tadinya merasa senang karena dipegang kembali tangannya oleh Alin jadi drop kembali.
" Gitu aja langsung baper, dulu aku lebih parah malah di diemin" Alin kemudian tersenyum ke arahnya.
" Iya aku minta maaf soal waktu itu " Axel menghampiri Alin ke mejanya dan berdiri di belakang bangku Alin.
" Veer mau minum apa ? " Tanya Alin.
" Apa saja nona . " Sahut Veer.
" Dingin atau panas ? "
" Dingin boleh Nona "
__ADS_1
" Kamu apa Xel ? "
" Kenapa sih selalu orang lain dulu yang ditanya sama kamu " Axel murung kembali.
" Ini nih yang ngaku-ngaku pacar aku benar-benar ngambek terus , biasanya cewek kan yang suka ngambek " Alin terkekeh.
" Aku ga ngaku-ngaku pacar kamu, emang kan kita pacaran . " Ujar Axel tanpa ragu-ragu.
" Sejak kapan ? " Tanya Alin sambil mengangkat alisnya .
Mendengar itu Axel menjadi lemas.
" Iya ya sejak kapan ya "
Veer tak dapat menahan tawanya.
" Maaf Tuan "
" Kamu ga mau jadi pacar aku ? " tanya Axel .
" Aku maunya kamu coba atur emosi kamu, sekarang kamu ke kantor aku kenapa ? karena candaan kita tadi di grup. ? " Alin balik bertanya ke Axel.
" Aku ga mau bercanda dalam suatu hubungan " Jelas Axel.
" Aku juga dalam menjalin hubungan ga ada kata bercanda " Alin juga menjelaskan.
" Tapi di grup tadi kamu begtu "
" Itu kan di lingkup pertemanan Xel, kita harus tempatin diri. coba kamu baca chat pribadi aku ke kamu kalau bukan di grup? Apa aku sebercanda itu ? . Aku tanggapi kamu serius koq "
Alin mencoba menjelaskan ke Axel.
Dasar Axel Posesif Tetep aja dia ga paham.
Alin juga bukan asal saja ,tapi dia juga masih menempatkan diri ya sebagai anak asuk dari keluarga Nugroho.
Alin tetap takut di kira memanfaatkan moment kedekatan nya dengan Axel.
Alin belum dapat kesempatan untuk berbicara mengenai hubungannya dengan Axel ke keluarga Nugroho.
Entah respon dari keluarganya apa saat ini mengenai hubungan Alin dan Axel.
" Tapi aku juga takut kamu terlalu dekat dengan Chiko " Ucap Axel memecah keheningan.
" Kamu tau kan Xel dari dulu aku sudah dekat dengan Chiko,dari Zaman kita masih sekolah. Tapi aku bisa nempatin diri aku koq . aku akan jaga jarak dengan Chiko "
" Itu harus Lin, karena kamu tau kan Chiko ada perasaan suka ke kamu .
Ga ada yang namanya persahabatan antara laki-laki dan perempuan. " jujur saja Axel takut Alin direbut Chiko
" Ada, aku sama Abie, Jimmy dan Iqbal " Sahut Alin.
" Tapi kamu ga tau kan kalau mereka juga dulunya suka ngomongin kamu cantik lah, ini lah itu lah. " Kesal Axel.
" Ya masa mereka omongin aku tampan ,ganteng,macho " Alin terbahak.
" Ckk Bukan begitu " Axel berdecak kesal.
" Cup ,, "
Alin mengecup pipi Axel sebelah kanan.
" Udah jangan marahlagi, aku mau kerja dulu. Kamu balik kantor sana atau pulang dulu kek . Nanti kita ketemu di Caffe yang aku share ya "
Alin mengusir halus Axel.
" Dicium sih tapi di usir " Gerutu Axel.
***
Yuk udah dua bab loh . seneng ga?
__ADS_1
jangan lupa like ya 😘