
Jangan lupa like dulu bab sebelumnya ya. Koment kalian, like kalian dan vote itu menjadi ladang pahala dan rezeki buat Othor ðŸ¤.
***
" Baik, tunggu aku ya, aku segera kembali " Ujar Veer dengan kaku tapi membuat hati Salsa meleleh.
" kaku aja aku meleleh Tante, gimana dia ngucapin dengan nada romantis " Salsa memandang kepergian Veer dengan mata indahnya.
" Mas ku memang kaku begitu ya Tan? " Tanya salsa sambil melahap makanannya.
" Mas Mu Mas Mu, gundulmu " Cibir Mba Irma
Salsa memang sangat dekat dengan Mba Irma, karena memang orang tua Salsa sudah tiada dan Salsa dirawat oleh neneknya alias ibu dari Mba Irma.
Dan biaya kuliah Salsa pun dibiayai oleh Mba Irma sendiri.
Mba Irma menganggap Salsa sudah sebagai anaknya.
Makanya di usia mba Irma yang sekarang ini dirinya belum memikirkan menikah. Dia ingin Salsa lulus kuliah dulu. Setelah itu baru Mba Irma tenang.
Mba Irma menjali hubungan dengan Duda bernama Reno.
Reno hidup hanya bersama anak laki-laki satu-satunya , Dia ingin mengenalkan Irma ke anak laki-laki nya itu tapi dirinya masih menolak, karena Irma masih memikirkan nasib Salsa.
Jujur juga Mba Irma Khawatir ditolak oleh anak dari pria yang dicintainya itu.
Jadi dari pada kepikiran dan dirinya tidak konsen mencari uang untuk Salsa lagi, sebaiknya dia mengulur waktu untuk bertemu dengan keluarga Reno .
Kembali Ke Veer yess,
Terlihat Veer sedang membawa amplop tebal dan diberikan ke seorang pria yang tadi bernyanyi di panggung yang berada di disudut cafe.
Salsa masih mengunyah makanannya.
" Tuan Veer maaf, bisakah nanti Anda mengantarkan Keponakan saya ini ? " Ujar Mba Irma dengan nada lembut.
" Hmm tentu saja, apa nona Salsa mau diantar saya ? " Tanya Veer ragu.
" Mau dooong " Jawab salsa histeris membuat sebagian orang di dekat mejanya melihat kearahnya.
Singkat cerita Veer mengantarkan Salsa ke Stasiun. Salsa yang dasarnya ceriwis menceritakan hal apapun, dan itu berhasil membuat Veer tersenyum .
" Mana ponselmu? " Ucap Veer setelah sampai di parkiran stasiun.
Salsa memberikan nya dan Veer menerima lalu diletakan nomor Veer.
" ini kontak ku dan hubungi aku jika dirimu sudah sampai atau merasa membutuhkan sesuatu " Ujar Veer sambil tersenyum tipis.
" okey Mas, aku turun ya " Ujar Salsa sambil melepaskan seat belt nya.
Veer turun duluan dan membawa koper yang berada di bagasi.
__ADS_1
Veer mengantarkan Salsa, menukar tiket online yang dipesan nya dan menunggu hingga kereta Salsa datang.
Salsa tersenyum manis, " Mas jika ke Jogja main ya ke rumah ku" ujar Salsa .
Veer mengangguk dan tidak lama kereta Salsa datang.
Salsa dengan santai memeluk Veer dan berhasil membuat pria kaku itu semakin kaku.
" Terima kasih ya Mas sudah repot-repot mengantarkan aku. Nanti aku hubungi boleh ga jika aku bosan di perjalanan " Tanya Salsa sambil melepaskan pelukannya.
Veer masih terdiam kaku.
" Mas Mas ,pingsan apa ya tapi koq melek " Salsa mengguncang bahu Veer.
Hingga Veer pun tersentak kaget.
" Ah iya, tadi bilang apa? " Tanya Veer gugup.
" aku hubungi boleh tidak jika aku bosan di perjalanan " Salsa cemberut omongannya tadi tidak di dengar.
" Ah iya boleh, aku akan menunggu sampai kamu tiba di Jogja " Ujar Veer masih formal.
" Ga nunggu aku balik ke kota metropolitan ini " Goda Salsa.
" Ah iya, kapan? " Tanya Veer antusias.
" Belum juga sampai di Jogja aku mas hihi " Salsa tertawa .
Veer hanya memandang cinta pertamanya itu masuk ke dalam kereta hingga menghilang dari pandangan nya dan hingga kereta berjalan menuju tujuannya.
Setelah sepi baru lah Veer pulang, Hatinya berdetak kencang,bibirnya terus mengukir senyum. Tak sabar ia melihat ponselnya.
Benar saja ada pesan masuk dari nomor belum bernama.
Foto berdua dengan Salsa yang bersandar di bahunya saat di Cafe tadi terpampang di layar ponsel Veer.
Veer pun melihat dengan senyum wajah ceria dan tidak kaku.
Dan kini dirinya melangkah tenang kembali ke mobil . Di mobil dia menghubungi Mba Irma yang sedang bertemu seseorang.
" Halo Bu Irma ,Salsa sudah saya antarkan sampai stasiun dan sampai masuk ke dalam kereta "
" Terima kasih ya Veer "
" Iya sama-sama Bu " Jawab Veer
" Aku rasa kamu harus mulai memanggil ku Tante Veer " Bu Irma diseberang sana tertawa.
" Bye Veer " Kemudian memutuskan sambungan teleponnya.
Veer hanya terdiam dan sedikit melamun. Entah apa yang dilakukannya.
__ADS_1
FLASHBACK OFF
***
Kembali ke Axlin ya..
" Hihi oh gitu..aku jadi ga sabar godain Veer terus kita double date " Alin mengkhayal jika double date dengan Veer pasti dia tak berhenti tertawa
" Kenapa kamu bayangin cowok lain terus ya, udah ga bener nih " Axel bangun dari tidurnya yang dipangkuan Alin lalu merapat dan membawa Alin duduk di pangkuannya.
" akkh Axel " Pekik Alin kaget saat digendong dan langsung dipangku.
" Akan aku hukum Jika sekali lagi kau memikirkan pria lain selain diriku " Axel langsung me lu mat bibir Alin dengan lembut.
Alin pun menerima nya . Tangan Alin mengalungkan di leher Axel.
Dan ciuman itu pun semakin lama semakin panas.
Ya hanya sebatas itu gaya berpacaran mereka.
Baik Axel maupun Alin tau batasan mereka dan tidak akan bertindak lebih.
Axel memeluk Alin dan membenamkan wajahnya di dada Alin.
" Maaf ya kemarin aku agak keras kepada mu dan aku terlalu Posesif, aku hanya tak ingin berbagi " Axel memeluk Alin lebih erat.
Rambut Axel di usap lembut oleh Alin.
Ia jadi ingat kisah Axel kecil dari Mommy Ara, kalau Axel kecil tumbuh tanpa orang tua lengkap.
Dan saat terasa lengkap, dirinya harus berbagi dengan tiga adik kembarnya yang lahir dari istri sang Daddy.
_IKUTI KISAH MEREKA DI SEKERTARIS KESAYANGAN CEO_
" Aku juga minta maaf ya " Alin mengecup pipi Axel kemudian memeluknya kembali
Alin teringat sesuatu. " Ah iya aku besok pagi akan ke mansion, besok hari fashion show pertama aku Xel. aku mau ambil baju ku di lemari "
" Ya sudah kita pulang ke mansion sekarang kamu sekalian tidur di mansion besok pagi bisa langsung berangkat ke tempat acara. ok ? " Tawar Axel.
Alin terlihat berfikir sebentar. kemudian mengangguk.
" Baiklah , yuk sekalian cari makan ya Xel aku laper. tapi aku mau makan di pecel ayam pinggir jalan " Pintanya sambil berdiri dari pangkuan Axel.
" Apapun untukmu my Queen " Ujar Axel sambil bangun dari duduknya dan kemudian menggandeng tangan Alin dan menuju pintu keluar apartemen nya.
Mereka berjalan menyusuri jalan dengan hati yang senang, tenang dan lega.
Semoga setelah ini tidak ada gesekan-gesekan masalah lagi ya..
***
__ADS_1
Jangan lupa dukungan untuk akoh ya pemirsa kesayangan othor 😘.