
Yang seneng othor up banyak jangan lupa like gratis nya di bab sebelum ini ya...😘
***
" Xel, itu first kiss ku " Ucap Alin lemah.
" Sama " Ucap Axel sambil mencium bibir Alin kembali dengan pelan dan satu kecupan saja.
" Xel "
" ya , second kiss kan ? "
" Aku mau kembali ke kamar ku, sepertinya kamu sudah sehat "
Alin beranjak pergi keluar dari kamar Axel terburu-buru karena Ia ingin segera sampai di kamarnya.
Axel hanya meratapi kepergian Alin keluar dari kamarnya.
Ia mengusap wajahnya kasar.
" Semoga sinyal cinta ku tersampaikan ke Alin dan semoga dia tidak marah sama apa yang kulakukan tadi. hmm manis sangat manis
Axel membayangkan ciuman pertamanya itu dengan orang yang sangat ia sayang dan inginkan.
Malam ini bagi Alin maupun Axel tidak ada yang bisa tidur dengan tenang.
Mereka sedang merancang hari esok ingin bersikap apa dan bagaimana.
Alin masih berguling-guling di kasurnya.
" Ya ampun Axel mencuri ciuman pertama ku " Alin berbicara sendiri sambil senyum-senyum.
" Tapi.."
Alin memikirkan bagaimana dulu lembutnya Axel kepadanya, tapi apa yang dia dapat setelah itu. hanya karena ucapan perumpamaan Daddy yang dilontarkannya ke Nenek Biyah membuat Axel marah besar ,
lalu pergi menghilang tanpa kabar dan tanpa mendengarkan penjelasan sedikit pun dari mulut Alin.
Jangankan penjelasan Alin, penjelasan Daddy kandungnya saja Axel tak mau dengar.
Hingga saat kemarin, Axel masih berbicara ketus terhadap nya.
Hal itu membuat Alin berpikir berulang kali untuk menerima ucapan Axel tadi.
" Kita Nikah Ya Lin, kamu sayang aku kan ? "
" Kita Nikah Ya Lin, kamu sayang aku kan ? "
" Kita Nikah Ya Lin, kamu sayang aku kan ? "
Kalimat itu terngiang-ngiang di telinga Alin.
Satu sisi senang, siapa yang tidak senang dilamar oleh seorang Axel. pengusaha muda sukses tampan serta tajir melintir.
Di usia muda ini dia sudah punya beberapa perusahaan dari orang tua dan kakek nya.
Axel juga punya perusahaan peninggalan dari ibu kandungnya yang diurus oleh Om Arya dan Tante Ziva.
Tante Ziva adalah adik dari Mommy Ara Ibu sambung Axel. - Yang belum baca novelnya. bleh mampir ke SEKERTARIS KESAYANGAN CEO YA -
Tapi satu sisi dia sedih. Sifat buruk Axel yang suka cemburu tanpa kompromi itu membuat Alin menjadi ragu.
Ah biarkanlah besok hatiku bebas memilih untuk bersikap bagaimana dengan Axel.
Tidak lama Alin pun terlelap dengan suasana malam yang terasa syahdu itu untuk Axel .
***
Pagi Hari di kediaman Nugroho.
Axel bangun seperti biasanya. Khusus sakitnya kali kemarin itu adalah sakit yang membawa berkah bagi Axel. ia bisa berbicara ke Alin dengan normal, bahkan lebih dari normal.
__ADS_1
Ditambah lagi dengan ciuman pelengkap itu membuat pagi Axel hari ini berbunga-bunga.
Pesan chat dari Mommy Ara pun dibalas cepat oleh Axel.
Axel membalas kalau dirinya sudah lebih baik dari hari ini dan juga merasa lebih sehat dari kemarin-kemarin.
Mommy Ara pun sudah tidak khawatir lagi. tapi tetap urusan pekerjaan di luar negeri kali ini biar Daddy Ryan yang emang handle nya .
Mendengar hal itu Axel sangat antusias, dia merasa senang bisa lebih lama lagi di Indonesia untuk lebih dekat dengan Alin.
Ia ingin menebus kesalahannya empat tahun lalu saat Alin ia diam kan dan ia pergi begitu saja tanpa pamit dan penjelasan ke Alin.
Pagi ini pula Veer sudah datang ke mansion dan melihat tuannya itu sangat ceria sekali.
" Seperti habis mendapatkan projects miliyar dolar Tuan " Sapaan pagi Veer ini membuat senyum Axel makin sumringah.
" Lebih dari itu " jawab Axel cepat.
Melihat tuannya itu sudah mengenakan kemeja kerjanya membuat Veer menautkan kedua Alisnya.
" Ada apa dengan Tuan " Gunam Veer.
" Kau tidak bertanya kepada ku Veer aku kenapa " tanya Axel yang minta banget ditanya.
" Anda pagi ini ceria sekali tuan, boleh saya tau apa yang membuat anda sangat senang ? " Tanya Veer dengan sopan.
" Kepo hahaha "
Haissh tadi disuruh tanya, pas tanya dbilang kepo. tapi tunggu-tunggu kenapa sudah sembuh ?
Biarkan lah asal jangan balas dendam - dendam lagi. Pikir Veer.
Axel berjalan keluar kamarnya setelah melihat dirinya di depan cermin dan menyemprotkan parfum Axel yang merupakan wangi kesukaan Alin itu, Axel menuju pintu kamar Alin.
Tok tok tok.
Axel mengetuk pintu kamar Alin.
Alin keluar dengan biasa saja tanpa senyum juga tanpa memasang wajah marah.
Axel tertegun sebentar.
" Koq bisa Veer dia diamin aku ? " Tanya Axel bingung ke Veer.
Yang ditanya pun lebih bingung lagi.
Axel pun turun ke bawah ke ruang makan.
di Meja makan Alin sudah duduk dan menyantap makanannya.
" Kau sudah sarapan duluan ? " Axel bertanya ke Alin sambil duduk di kursi tempat biasa Daddy Ryan duduk.
Sudah peraturan kalau jika ada lelaki dan perempuan walaupun itu anak atau cucu laki-laki , maka ia yang menduduki tempat biasa kepala rumah tangga duduk di meja makan.
" Sudah ,kau mau sarapan pakai apa ? " Tanya Alin ke Axel.
Alin menunjukkan ada roti dengan berbagai selai, ada sandwich ,nasi goreng dan juga Chicken Oregano.
" Aku Sandwich saja " Ujar Axel sambil terus menatap Alin .
Alin kemudian menawarkan Veer yang dibelakang Axel untuk sarapan bersama .
" Veer ayo makan bersama kami " Ucap Alin.
Veer pun menunggu jawaban Axel.
Entah mengapa Veer sangat menurut kepada Axel. selain Veer adalah anak buahnya. mungkin ada suatu hal makanya ia sangat patuh atas perintah Axel .
Melihat Axel melihat Veer dan mengangguk,Veer pun Sarapan dengan lahap.
Alin pun memakan Chicken Oregano nya dengan lahap dan seperti terburu-buru.
__ADS_1
" Aku duluan ya, " Alin pamit kepada Axel tanpa menyebut nama Axel membuat Axel merasa tak dianggap.
Lengan Alin ditarik pelan oleh Axel.
" Aku mau berangkat Xel. Aku sudah telat " ucap Alin berusaha melepas cengkraman tangan Axel..
" Kenapa sikapmu berbeda dengan semalam ? " Tanya Axel..
" Memang semalam aku kenapa ? " Tanya Alin sambil tetap ingin melepaskan tangannya dari Axel.
Axel tak menjawab, tak mungkin ia bilang di depan Axel dan asisten rumah tangga yang lainnya kalau semalam Alin dan Axel melakukan ciuman pertama mereka.
" Lepas Xel aku mau pamit sama nenek dulu " Ujar Alin .
Mendengar nama Nenek Biyah membuat Axel melepaskan tangannya.
" Kau punya hutang penjelas kepadaku Lin " Ucap Axel agak berteriak.
Alin tak menyahuti ucapan Axel ,Alin tetap berlalu menuju kamar Nenek nya.
Axel masih menunggu Alin keluar dari kamar Nenek Biyah.
" Bukan seperti ini pagi yang ku harapkan Veer " Lirih Axel.
" Pagi bagaimana yang kau harapkan ? " Tanya Alin dari belakang Axel.
" Kau sudah sembuh tidak demam lagi, tugasku sudah selesai, Saatnya aku mengerjakan urusan pribadi ku " ucap Alin datar.
Aku tak ingin jatuh ke lubang yang sama.Aku tak ingin sifat Axel yang main asal tuduh itu membuatku sakit lagi.
Walau aku tau semua sudah digariskan,tapi lebih baik mencegah dari pada mengobati.
" Mommy pun hanya meminta ku mengurus mu sampai sembuh .Dan see kamu sudah sehat , bahkan bisa ke kantor. Tadi pagi pun aku sudah menghubungi Mommy kalau kamu sudah sembuh "
Ujar Alin sambil membereskan pakaian nya .
" Tapi.. " Axel ingin mengatakan sesuatu.
" Tapi aku ga ingin kehilangan dirimu lagi Lin ,Aku tersiksa saat dulu kita berjauhan "
Lirih Axel.
Alin menghela nafas nya.
" Aku juga tersiksa, tapi aku juga tak suka dituduh yang tidak-tidak . " ucap Alin mengingat masa lalu saat ia dituduh tanpa ada bukti yang kongkret.
" Aku minta maaf " Ucap Axel menyentuh jari-jari tangan Alin sambil menatap wajahnya.
" Mari bersikap biasa kembali Lin " ajak Axel lagi.
" Aku belum tau bisa atau tidak. " jawab Alin cepat.
" Please Lin ,beri aku kesempatan untuk berbaikan dengan mu. " pinta Axel agak memohon.
Agak terenyuh hati Alin mendengar ucapan-ucapan yang Axel lontarkan itu.
" Baiklah , aku akan berusaha biasa " ucap Alin membuat tenang hati Axel .
" Terima kasih, tapi aku butuh waktu untuk biasa kembali Xel " Ujar Alin.
" Baiklah, tapi jangan diam lagi kepadaku ya " Ucap Axel menatap Alin penuh harap.
Alin tersenyum mengangguk kan kepalanya.
Axel kemudian mendekat kan wajahnya ke Alin.
Ia mengecup kening Alin.
Alin memejamkan matanya seolah menerima transfer kasih sayang dari Axel.
" Pergilah, hati-hati ya " ucap Axel pelan dan tersenyum manis sambil mengusap rambut Alin.
__ADS_1
Axel tersenyum ,tapi kemudian senyumnya hilang melihat Alin dijemput oleh seseorang.
BERSAMBUNG.