Cinta Lama CEO

Cinta Lama CEO
37. Keluarga Bahagia


__ADS_3

" Opa, Panggil Opa ya " Ujar Ryan seolah mengerti.


" Om... Oppa bukannya anak muda kakak-kakak di Korea ya ? " Ola berbisik di telinga Jimmy tapi kedengaran oleh semua nya yang berada di ruang tamu itu.


" Sory Dad, Ola jujur banget kalau Daddy udah tua " Axel dan Jimmy terbahak, diikuti yang lainnya.


" Duh rame banget eh ada Ola " Alin datang bersama Mommy Ara dan Oma Zen.


" Ada keluarga bahagia Yank " Sahut Axel.


Alin dan Vika pun cipika cipiki seperti biasa setiap kali bertemu.Lalu mengobrol sebentar. Kemudian duduk di sofa.


Triple N pun datang dan mengajak Ola bermain.


" Ayah, Ibu Ola main dulu sama kakak-kakak ya " Ola meminta izin ke Iqbal dan Ibunya.


" Wuih naik derajat lo dipanggil Ola Ayah " Axel tertawa meledek.


" Lo yang mau nikah, Balle yang udah punya anak sob " Jimmy senang menggoda Axel.


" Jangan ngiri yank, nanti kita bikin yang banyak dari benih-benih terbaik aku " Ujar Axel santai .


" SOMPLAK " Iqbal ,Daddy Ryan ,Opa Rendra dan Jimmy berteriak berbarengan.


Yang diteriaki hanya santai saja menanggapi nya.


" Lah tujuan nikah kan emang buat punya anak " Ucap Axel .


" Jangan mau dijadiin pabrik produksi anak aja Lin " Tukas Jimmy.


" Setimpal koq yang balasannya ,tenang aja " Axel tersenyum kearah Alin.


" Astaga, ini Axel sekarang kenapa Bar-bar begini ya Dad " Alin menepuk jidatnya.


" Dulu nggak ya ? " , Vika membuka suara .


" Dulu sih kalem ya Lin, sekarang amit-amit. Paling Alin nyesel " Iqbal menimpali.


" Oh gitu balasan Lo ya Balle " Axel tersenyum miring.


" hahaha becanda bro " Iqbal tertawa.


Mereka pun bercengkrama membahas obrolan seputar persiapan pernikahan Axel dan Alin.


Makan malam pun sudah di hidangkan dan mereka makan bersama di meja makan.


Terlihat Alin dan Vika telaten memberikan suapan demi suapan ke Ola yang sangat senang karena makan ayam goreng berbentuk pentungan yang biasa di sebut anak-anak kecil. Ayam goreng Upin Ipin .


Saat masih makan Ola bertanya ke Alin.


" Tante Alin , bolehkah Ola besok berenang di kolam renang Tante Alin ? " Tanya nya dengan nada yang imut.


" Hmm boleh ga ya " Alin pura-pura berfikir.


Wajah Ola masih menunggu dengan sabar.


" Hmm Boleh deh " Ucap Alin sambil senyum.


" Yee yee boleh berenang " Anak itu berteriak menggemaskan dan mengenaskan.


Semua tersenyum ke arah Ola ada rasa sedih dan bahagia menjalar di hati mereka.


" Gratis kan Tante Alin ? Ibu ga perlu bayar ? " tanya Ola lagi dan dia pun terdiam.

__ADS_1


" Ibu bayarnya ke Ok Iqbal La " Axel yang menyahut.


Ola memanyunkan bibirnya.


" Koq Om Iqbal sih Om, itu ayah Ola bukan Om Iqbal. yang Om itu Om Acel,Om Jimmy sama Om Opa " Sahut Ola dengan tingkah gemasnya itu.


" Hah Om Opa siapa? " Tanya Axel.


" Itu yang tadi minta dipanggil Opa, Ola rasa Ola panggilnya Om Opa aja, Gak apa-apa kan om Opa " Tanya Ola dengan tingkah lucunya.


Semua pun terbahak dan Daddy Ryan yang sedang minum pun tersedak.


" Sepertinya Ola masih ga rela Daddy dipanggil opa " Jimmy terbahak.


Mommy ga kalah seru terbahak-bahak mendengar nya.


" Opa Ola Bukan Oppa " Mommy Ara cekikikan .


" Yang tua bukan Daddy aja ya, tapi tuh Opa Rendra juga tua " Gerutu Daddy Ryan.


" Hah ini oppa juga? " Tanya Ola yang tadi tidak terlalu ngeh dengan Opa Rend.


" Iya ini Opa juga " Sahut Iqbal sambil menahan tawa. ia ingin tau anak dadakan nya itu ingin berkata apa lagi.


" Kakek maaf ya, Ola maunya panggil kakek aja boleh kan ? " Ucapnya sambil tersenyum.


" Opa, Oma , Mommy, Daddy maafin Ola ya, dia memang jarang ketemu orang luar selain karyawan restoran di mess " Vika merasa tak enak hati karena tingkah Ola.


" gak koq Vik dia lucu " opa terbahak.


Semua pun menyelesaikan makan malamnya.


Malam ini mereka ingin keluar malam sekalian menjemput Anne dari resto.


" Ikut aja Vik, kalian keluarga bahagia satu mobil, aku sama Anne nanti satu mobil bareng Axel dan Jimmy " pinta Alin.


" Ola mau ikut sama ayah atau dirumah aja sama ibu ? " Tanya Iqbal sengaja memakai nama Ola agar Vika juga bisa ikut jika Ola ingin ikut dengan Iqbal.


Agak pede sih si Balle tapi sepertinya kepedean nya akurat.


" Kita ikut Ayah aja yuk Bu. Biar Ola bisa jalan-jalan " Ujar Ola penuh harap ke ibunya.


" Baiklah ,sini pake jaket dulu biar ga dingin " Vika sambil mengambil jaket di dalam tas perlengkapan Ola.


" Sini Bu Ayah pakein " Ujar Iqbal dan langsung membulat kan semua mata .


" What ?? Ayah ?? Ibu ?? " Jimy geleng-geleng..


" Iya si Ola minta kalau ada dia kita panggilnya Ayah Ibu, Keren ga tuh gue " Iqbal berbisik ke Jimmy.


" Anjirr berlangkah-langkah Lo di dari kita Bal "


Tak lama Abie pun datang sendirian dengan wajah lelahnya. maklum dia baru aja turun dari pesawat dan langsung ke mansion.


" Hah makan malam nya udah kelar ya " Ucap Abie lalu merebahkan dirinya di sofa.


" Mau disiapin Bie ? " Tanya Alin.


" Gak deh, kita makan diluar aja yuk temenin gue " Ucap Abie yang tak sadar dengan keberadaan Ola.


" Hai Om " Panggil Ola.


" Eh anak siapa nih, eh Anak Vika ya? " Abie lalu bangun dan menggendong Ola.

__ADS_1


" Anak ibu sama Ayah " Tunjuk Ola ke Vika dan Iqbal.


" Wah berlanjut si Balle mantul . Siapa nama kamu cantik ? " Tanya Iqbal.


" Aku Ola Om, Om siapa ? " Tanya Ola balik ke Abie.


" Aku Abie, tapi maunya dipanggil ayah juga boleh ga? " Tanya Abie sambil melirik ke arah Iqbal yang sudah memasang mata tajam ke arah Abie.


" Jangan Om, Ayah aku cuma satu Ayah Iqbal " Ucap Ola.


" Kalau gitu Papa gimana? " tanya Abie.


" Ok " Sahut Ola singkat dan membuat Axel Jimny tertawa.


" Kalau gitu Om juga dong mau dipanggil Papa " Ujar Jimmy.


" Hmm jangan ,Papa cuma satu. Papa...." Ola lupa mengingat nama Abie.


" Papa Abie, kalau Aku mau nya dipanggil Papi ya ? " Sela Axel dan diangguki oleh Ola.


Jimmy merenggut kesal kehabisan nama panggilan.


" Panggil Daddy ,do you know Daddy kan ? " Ujar Iqbal.


" Yess, I Call you Daddy " Ujar Ola sambil menatap Jimmy yang tersenyum akhirnya mendapat nama panggilan.


" Anak pintar " Abie mengacak Rambut Ola yang tidak di kuncir itu.


" Anak Lo pinter Vik " ucap Alin.


" Iya padahal cuma belajar dari YouTube. Ga ngerti gue juga ,kalau kita arahin dia nonton YouTube dan ditemani lumayan juga sih Lin, jadi ga kebawa yang negatif nya " Ujar Vika merasa bangga dengan anaknya.


" Ibu pinter banget sih ngajarin Ola " Ujar Iqbal dan disambut senyum tersipu malu dari Vika.


Berbanding terbalik dengan sahabatnya dibelakang ,ingin sleding kaki Iqbal aja rasanya.


" Jadi Ola punya Ayah, Ibu, Papi, Mami, Papa dan Daddy YEAAYYY "


Ola berteriak senang disambut gelak tawa Oma Zen ,Opa Rend, Mommy Ara, Daddy Ryan dan si kembar tiga orang itu.


" Mulai hari ini Ola kita anggap anak kita ya, apapun tentang Ola jangan sungkan bilang ke kita ya Vik " ujar Axel langsung diiyakan oleh yang lainnya.


" Tapi tetep ya Ola kalau ada apa-apa minta sama ayah okey ? " Ucap Iqbal sambil memangkunya.


" Iya Yah, nanti Ola kalau sekolah maunya dianterin ayah ya. ? " Pinta Ola.


" Siap, nanti Ola main-main kerumah ayah ya ,kita ketemu Eyang akung dan Eyang Uti okey " ucap Iqbal dan diangguki oleh Ola.


" Halalin deh Sob " Ujar Jimmy


" Gue dulu ya, gue ga mau disalip " Cibir Axel.


" Hmmm " Jawab yang lainnya dengan memutar bola matanya malas.


" Cepet Deh Lin nikahin nih orang egois " ujar Abie.


" Lo udah rela kan ? " Axel tersenyum melihat Abie.


" Belum " Jawab Abie singkat sambil mengambil ponselnya di saku celananya.


***


Nah loh.. Kita cariin Mama buat Papa Abie kuy..Bantu ide dong mau wanita yang bagaimana untuk Abie 🤭.

__ADS_1


Jangan lupa gratisan Like dan Koment untuk othor ya. Di favorit dan di Vote juga boleh 💃.


__ADS_2