
Sampai di rumah Iqbal , ternyata diluar dugaan Vika..rumah Iqbal sangat besar dan luas. Ola dan orang tua Iqbal sudah sampai di kediaman mereka.
Yash Danubrata memang hanya punya satu-satunya putra yaitu Iqbal.
Iqbal menenteng semua bawaannya Vika dan Ola.
" Ibu.. Ayah.. " Ola memanggil Vika dan Iqbal lalu memeluknya.
" Kata Eyang Akung Ola boleh tinggal disini. Besok dibeliin perosotan dan ayunan nanti ditaruh ditaman . " Ola yang senang langsung memberi tahukan ke ibunya perihal apa yang disampaikan oleh orang tua Iqbal tadi.
" Maaf Bunda apa tidak berlebihan saya jadi tidak enak " ucap Vika dan membuat Bunda Inka tersenyum.
Kamu memang baik,tidak memanfaatkan walaupun sebenarnya gak apa-apa. Beruntung Bunda punya calon menantu seperti mu Vik.
" Gak koq Vik,Bunda sama Ayah malah senang. jadi rame rumah kita nanti .
Kamu boleh loh tambah anak sebanyak yang kamu mau biar Ayah sama bunda ga kesepian kalau Ola nanti sudah besar. Ya kan yah ? " Bunda menoleh ke arah Ayah.
" Betul Vik, Ayah setuju aja , anak ayah mampu koq kalau kamu punya anak selusin " kelakar ayah membuat Vika jadi tersenyum malu.
" Issh ayah udah ah jangan digoda vika nya kasian nanti dia berubah pikiran ga mau jadi menantu kita kalau tau mertuanya suka asal ngomong kalau udah bercanda.
Maapin bunda juga ya, kamu bebas Vik mau punya anak berapa itu udah urusan rumah tangga kamu dan Iqbal nanti. Bunda dan Ayah hanya mendukung saja . "
Bunda jad mengingat dirinya yang berniat punya anak banyak tapi Tuhan berkehendak lain dan hanya ada satu-satunya Iqbal anak bunda yang bisa Bunda Inka lahirkan.
Saat itu Bunda sedih dan merasa drop. Bunda Inka tak ingin Vika juga merasa sedih karena kita tidak ada yang tahu kehidupan kita satu detik kemudian.
" Terima kasih Bunda, aku janji kasih yang terbaik buat bunda " Vika memeluk Bunda Inka.
" Kasih adik Ola yang banyak juga gak apa-apa " Kekeh Ayah Yash.
" Boleh nyicil dari sekarang dong yah " Ledek Iqbal gantian menggoda sang ayah.
" Kalau bisa boleh saja " Ayah sambil tertawa menjawab guyonan anaknya itu.
" Issh ya udah sana bawa barang-barang Vika dan Ola ke kamar kamu Bal. Ajak Vika istirahat dia lelah satu harian ini. Ola juga sudah mengantuk .
Nanti baju ganti Vika diantar sama bibik . Kamu duluan aja gendong Ola nya sana ngantuk banget tuh kasihan "
Ya Bunda Inka sangat perhatian dengan Ola dan Vika,
dan itu membuat hati Vika terenyuh melihatnya.
Ola digendong Iqbal dan Vika berada di samping nya.
" Sini Mas aku bantu bawakan tas nya " ujar Vika menawarkan bantuan. Mereka menaiki lift yang ada di rumah Kediaman Danubrata itu.
" Kamu cukup pegang pinggang Mas aja, biar mas mu ini ga oleng " Iqbal mulai modus .
__ADS_1
" Iya Mas " Vika menurut perintah Iqbal padahal Iqbal hanya bercanda.
Sampai di kamar Iqbal , Ola di taruh perlahan di ranjang Iqbal yang besar agar tidak bangun lagi. Karena mata Ola sudah terpejam.
" Kamu bersih-bersih dulu sana Bu,
biar aku yang jagain Ola, nanti gantian setelah kamu baru aku "
" Iya Mas " sahut Vika melenggang ke kamar mandi Iqbal yang lebih besar dari ukuran kamar mes nya di restoran.
Vika melihat ada gosok gigi baru , Vika melongok dari pintu kamar mandi.
" Mas ini sikat gigi baru boleh dipakai ? " Tanya Vika pelan.
" Iya pakai aja ,tadi bibik udah siapin untuk kamu." ujarnya .
" Makasih mas " Vika pun menutup pintu kembali dan mulai bersih-bersih. Setelah hampir setengah jam Vika bingung dia tidak membawa baju ganti ke dalam kamar mandi.
Iqbal khawatir Vika lama dikamar mandi.
" Sayang... are you ok? ? Iqbal mengetuk pintu kamar mandi.
" Ga Ok mas ..." Sahut Vika dari dalam membuat Iqbal mengernyitkan dahinya.
" Kenapa? " tanya Iqbal lagi.
" Hmm itu anu, aku lupa bawa baju ganti kesini " ucap Vika akhirnya walaupun malu.
" Den Iqbal, ini baju ganti Non Vika dari Nyonya " Ucap Bibik dari luar pintu.
Bibik sengaja tidak langsung masuk ke kamar Iqbal Karen pesan dari Nyonya nya cukup ketuk dan bicara dari luar saja.
" Ah iya masuk aja sini Bik " Iqbal mempersilahkan masuk.
" Kata nyonya bibik diluar aja den " jawaban Bibik membuat Iqbal mengerutkan keningnya.
Dia pun melangkah keluar pintu dan mengambil baju ditangan bibik.
" Bunda bilang gitu Bik? " Tanya Iqbal memastikan.
Bibik mengangguk. " Takut ganggu Non Vika dan Non Ola Den kata Nyonya "
Iqbal tersenyum. Sang Bunda sekalinya merestui hubungan Iqbal ga tanggung-tanggung pikirnya.
" Ya udah makasih ya bik " Iqbal pun menutup pintu kamarnya lagi tak lupa tersenyum agar si bibik merasa dihargai walau hanya asisten rumah tangga.
Iqbal berjalan menuju kamar mandi dan mengetuknya .
" Sayang, ini baju kamu dari bunda. " Iqbal bersuara dr luar pintu kamar mandi.
__ADS_1
Ceklek
Vika hanya menampilkan wajah segarnya di balik pintu .
" Makasih Mas " Ucap Vika buru-buru menutup pintu lagi.
Dia pun memakai baju tidur model kimono yang diberikan oleh Bunda Inka.
" Gak apa-apa deh masih ketutup bagian dada, bagian bawah biar di tutup selimut. " Gunam Vika.
Ia pun keluar dari kamar mandi.
" Udah sayang ? " Tanya Iqbal menghampiri Vika yang sudah wangi aroma bunga .
" Udah mas, gantian mas sana mandi,udah ga enak aromanya nih " Vika menutup hidungnya sendiri seolah bau menyengat keluar dari tubuh Iqbal.
" Wah udah mulai nakal ya , goda-godain aku " Yang digoda malah semakin mendekat ke Vika . Vika cekikikan melihat Iqbal tak terima dibilang bau.
" Nih - nih aku masih wangi ya " Iqbal mendekat kan tubuhnya dan memeluk Vika .
" Mas udah ah ,aku cuma bercanda. Iya iya kamu masih wangi koq , " Vika kegelian karena Iqbal sambil menggelitiki pinggangnya.
" Makanya jangan iseng tar aku isengin balik nih abis mandi " Iqbal pun akhirnya melepaskan Vika dan masuk ke kamar mandi.
Vika merasa hari ini sangat bahagia.
20 menit Iqbal mandi dan Vika pun sudah beranjak ke tempat tidur setelah membereskan pakaian kotornya ke dalam keranjang tempat baju kotor di dekat kamar mandi.
Iqbal keluar dengan handuk putih melilit di tubuhnya. Vika melihat lalu menelan ludah kasar.
Itu tuh calon suami aku,emang keren banget sih.
Vika memandang lekat tubuh atletis Iqbal sampai Iqbal masuk ke ruang ganti pakaian.
Iqbal hanya memakai boxer dan kaos lengan pendek untuk tidur.
Vika terperanjat dan langsung berdiri dari kasur. dia berniat ingin tidur di sofa . Biar Iqbal dan Ola saja yang tidur di kasur.
" Kamu mau kemana? " Tanya Iqbal yang melihat Vika walau di balut pakaian tetap terlihat sexyh, ditambah bagian bawah kimononya tersingkap dan memperlihatkan pahaa nya yang mulus.
" Aku tidur di sofa aja mas, biar Mas yang tidur sama Ola disini. " Ujar Vika sambil beranjak turun dari ranjang Iqbal.
" Udah kamu disitu aja. kita tidur sama-sama nanti Ola nangis cariin kamu . Aku gak biasa tidur di sofa nanti badan aku sakit " Iqbal dengan santai naik ke ranjangnya dan menarik Vika untuk tidur bersama.
Babang Balle mulai modus genkss .
***
__ADS_1
YANG NUNGGU MP NYA AXLIN SABAR YOOO.
YUK RITUAL SAJEN LIKE DAN KOMEN BUAT OTHOR BIAR MAKIN SEMANGAT UPDATE.