Cinta Lama CEO

Cinta Lama CEO
47. Lemes Aku Yank


__ADS_3

" RASAIN 🤣" Jimmy membalas.


" Gue ga ikutan bro, Mau nemenin Ola dan Ibunya Bobo dulu ah 🥱 "


Balas Iqbal.


" Bangsaaaddd Lo semua " Ketik Axel dengan sangat menekan ponselnya berharap kekesalan nya itu sampai ke teman-teman nya yang ga ada akhlak.


Axel terlihat membanting ponselnya ke kasur hotel yang ia tempati itu.


" Koq dibanting ? " Tanya Alin yang keluar kamar dengan pakaian tidur tipis.


" Kesel aja sama anak-anak yank " Axel berdiri dan menghampiri Alin yang sedang mengeringkan rambutnya .


" Kesel kenapa ? " Alin males ngomong tapi kepo juga sebenarnya.


" Gak apa-apa biasa laki-laki " Jawab Axel sambil mencium pundak Mulus Alin.


" Oh iya rahasia laki-laki ya, aku lupa " Alin tetap dengan mengeringkan rambut nya dengan handuk.


Axel yang merasa salah bicara lagi langsung terdiam lagi.Ia meraih ponselnya dan membuka Chat grup Elite Squad.


" Ini Yank, aku baca chat anak-anak Jimmy udah jadian sama Anne, Iqbal usaha direstuin sama Vika . "


" Keselnya dimana ? " Tanya Alin dengan datar.


" Iya akunya sedih dicuekin kamu, tapi temen-temen aku malah ngeledekin " Axel memasang tampang sedih yang berakhir menggemaskan hati Alin.


Duh ,hati jangan tergoda.. kita harus bales karena dia udah berani mau ke penari miskin.


" Oh " Jawab Alin santai lalu menuju ranjang dan mengambil posisi ingin tidur.


" Yank " Panggil Axel yang sudah sadar kalau Alin masih mode ngambek gegara Ide Jimmy yang kurang kerjaan dan parahnya ia setujui.


" Hmm " Jawab Alin dengan mata terpejam.


" Ayo Yank " Axel menarik perlahan tubuh Alin yang membelakangi tidurnya.


Akhirnya Axel memeluk Alin dari belakang. Dagu Axel bermain di bahu Alin.


" ayok kemana ,ke Club X? Mau lihat penari ? Ya udah sana aku mau tidur ,ngantuk lelah fisik lelah hati " Alin berusaha tetap dengan rencana ia dan Oma nya .


" Astaga Yank, iya aku salah aku minta maaf Yank, jangan cuekin aku apa yank " Axel merengek seperti anak kecil.


Alin masih mendiamkan nya.


Berbagai cara di buat Axel agar Alin menoleh kehadapan nya. Tapi tidak berhasil.


" Hmm nasib pengantin baru begini banget yak, kirain enak-enak taunya dicuekin . Ya udah aku ke luar aja lah kalau dicuekin begini " Axel mencoba membuat ancaman. Alin pasti takut nanti dari pada ditanya Oma dan Mommy Ara lebih baik ,dia baikan .


Tapi nyatanya Axel salah.


" Ya udah keluar aja sana aku ngantuk banget "


Karena sudah terucap Axel pun mengikuti omongannya sendiri. " Ya udah aku keluar " Axel beranjak turun dan memakai jaketnya.


" Iya Hati-hati " Jawab Alin sambil tetap terpejam matanya.


" Hah " Axel berbalik kaget.


Hati-hati katanya . Okeh kita mulai ,dihari pertama kita sah kamu udah bersikap begini. Oke kamu jual aku beli.


Apaan sih tuh yah Babang Axel. dikira main warung-warungan kali ya 🤣.

__ADS_1


Saat Axel keluar pintu Alin berfikir kelewatan apa ngga ya sikapnya begini. Tapi biarlah sekali-kali ngambek. pikir nya.


Jujur ia belum mengantuk dan masih on matanya.


Alin pun memilih berbalas pesan di aplikasi hijau nya itu.


Alin duduk di Balkon hotel memandang indahnya malam.


" Nek , Alin udah nikah. semoga nenek bisa lihat diatas sana . Doain Alin ya nek biar bisa jadi istri baik untuk Axel .


Alin juga doain dari sini semoga nenek sudah tenang disana .


Kalau Axel pulang nanti Alin mau minta maaf. Masa malam pertama nikah begini " Gunam Alin sambil terkekeh.


Alin masih duduk di kursi yang menghadap ke atas itu.


CEKLEK.


Pintu kamar hotel terbuka. Alin berfikir kalau itu pasti Axel.


Alin sengaja tidak keluar ,karena dia ingin tahu reaksi Axel jika melihat Alin tidak ada di kasur .


Benar saja,


Axel melihat ke arah kasur yang acak-acakan. dan ia melihat sekeliling Alin tidak ada.


" Yank, Yank " panggil Axel sambil melihat ke kamar mandi yang tembus pandang itu.


" Yank Yank.. " Panggil Axel lagi .


Axel panik ,dia takut Alin kabur dimalam pertama mereka.


Mata Axel sudah mengembang ,ingin rasanya menangis, harusnya ia tak egois main meninggalkan Alin begitu saja.


" Atau Alin di culik ? " Ucapnya sambil panik dan terdengar oleh Alin di balkon .


" Aku kabarin anak-anak dulu " ucapnya dan membuat Alin langsung bangun dari rebahannnya itu.


" Bisa repot ini kalau Axel menghubungi orang-orang kalau aku bilang " Alin langsung ke daun pintu dan memanggil Axel.


" Sayang aku disini " Ucap Alin mengagetkan Axel.


" Ya ampun Yank " Axel lalu berlari memeluk Alin , Lemas Axel rasanya hingga terjatuh dan memeluk kaki Alin.


" Hiks jangan tinggalin aku yank, aku janji ga akan tinggalin kamu sendirian lagi kalau kamu atau aku lagi posisi marah " Axel memeluk Alin dengan Posesif.


" Singa aku jadi kucing manis koq nih " Alin mengusap rambut Axel dan ingin melihat wajah Axel saat menangis.


Tapi Axel menyembunyikan wajahnya . Alin pun mengajak Axel duduk di balkon sambil menikmati udara malam.


" Maafin aku ya udah buat kamu nangis gini, aku juga udah maafin kamu mengenai perihal penari miskin " ujar Alin sambil tersenyum.


" Jangan sekali-kali kesana ya sayang aku ga suka " Ucap Alin .


" Sekarang aku mau kalau kita marah diomongin ya biar kita sama-sama bisa koreksi diri. Demi kelanggengan hubungan juga " Ujar Alin lagi.


Axel menganggukkan kepalanya.


Dia memeluk Alin lagi.." Janji jangan tinggalin aku ya " Lirih Axel.


" Iya sayang udah janga nangis, masa kesan malam pertama nangis " kekeh Alin.


" Aku cuma takut kehilangan kamu " Axel masih belum mau melepaskan pelukannya.

__ADS_1


" Iya siapa juga yang mau ninggalin aku, tar kamu ke club X lagi " Cibir Alin menggoda Axel.


" Yank udah udah, aku malu " ucap Axe lagi.


" Duh Singa manis aku Cup , udah ah jangan nangis "


" Kasih susu yank biar ga nangis " ucap Axel yang sudah kembali ke mode mesum nya.


" Susu yang mana nih ? " Tawar Alin sambil membusungkan dadanya.


" Ah yang ini dulu aja "


Hmmmmppp


hmmmmpp


Axel memainkan benda kenyal di wajah Alin. " Napas yank jangan keasikan menikmati " Kekeh Axel.


" ngambek lagi nih aku " Ancam Alin.


" Iya iya aku terusin, " Dilanjutkan lagi permainan bibir sesama kenyal itu.


" Ini aja manis banget yank,apa lagi ini ya " Tangan Axel menjalar ke bagian dada depan yang membusung itu.


" Itu milik sayangnya aku sepenuhnya " Bisik Alin ditelinga Axel membuat bulu kuduk Axel merinding.


" Nakal ya " Ujar Axel sambil meremass bagian yang membusung itu.


Bibir Axel mulai menjelajahi lekuk leher depan belakang Alin.


Lenguhan pun terdengar dari mulut Alin yang membuat candu Axel.


Kedua bibir itu pun menyatu lagi sambil tangan Axel menyusup ke dalam baju tidur Alin yang tipis.


Perut rata Alin di usap-usap Axel dan tangan kanannya sudah mulai beranjak ke atas nya menemui bukit yang menjulang tinggi dan Ditengah nya ada tombol berwarna pink yang sudah mengeras.


saat tangan kanan Axel meraba bagian sensitif Alin yang bawah,Axel merasa sangat tebal.


Axel melepaskan ciumannya dan mencoba bertanya.


" Yank, emang setebal ini ? " Tanya Axel.


Alin cekikikan dia lupa kalau masih berhalangan hari ini.


" Itu roti Jepang sayang " Ucap Alin menahan tawa.


" Kamu taruh roti disitu biar aku makan ? dari situ? gak apa-apa aku gak jijik koq asal itu kamu " Ucap Axel sambil mengangkat baju tidur Alin.


" Ishh apa sih Xel malu tau " Ujar Alin menurunkan bajunya kembali yang ditarik Axel ke atas.


" Maksudnya ? " Axel bingung.


" Aku masih Haid " bisik Alin.


Axel kaget dan langsung merasa down.


" Lemes aku yank " Ia terduduk kemudian.


Sedang Alin tertawa lepas melihat suaminya itu lemas tak ada semangat lagi seperti tadi


***


Yeayy 3 Bab nih

__ADS_1


Boleh dong minta vote Gratis nya 🤭.


Like komen untuk Axlin dipersilahkan 🤪.


__ADS_2