Cinta Lama CEO

Cinta Lama CEO
13. Semua Pergi


__ADS_3

Jangan lupa Like Bab sebelum nya ya kesayangan akuh 😘.


***


Alin masih menyusuri jalan dengan mobilnya sambil menangis..


Ia lalu melihat Ponsel Axel Bergetar . Alin berhenti untuk menepikan mobilnya dan mengangkat ponsel Axel.


Ternyata Veer yang menghubungi.


" Hiks Veer ... Axel ga tau dimana, tolong kamu cari ,dia hujan-hujanan Veer, "


Belum Sempat Veer berbicara sudah disambut tangisan Alin.


" Tuan Axel dimana Nona ? "


" Aku ga tau ,Tadi aku suruh keluar dari mobil Veer., Tolong bantu aku Veer .. dia pasti kedinginan, dia ga tahan hujan Veer hiks "


Sambil terisak-isak Alin berbicara di telepon genggam milik Axel.


" Dompetnya disini Veer, dia naik apa ,ponselnya juga disini huhuhu Aku salah Veer,aku salah hiks tolong Veer "


Veer tidak di beri kesempatan berbicara oleh Alin.


" Veer segera sekarang cari Axel aku juga bantu cari ,Axel takut petir Veer, Ayo Veer cari hiks "


Alin masih menangis ia sangat mengkhawatirkan Axel..


" Baiklah Nona, saya juga masih dijalan, tolong share lokasi nona Alin ke saya nanti saya bantu cari kesana. "


Ucap Veer membuat hati Alin agak tenang karena ia yakin Veer pasti bisa menemukan Tuannya itu.


" Veer terima kasih , tolong kabari aku jika kamu sudah ketemu duluan ya, aku pun sebaliknya akan memberi tahu mu jika Aku sudah menemukan Axel. "


" Baik Nona , Nona Hati-hati dijalan jika lebat ,saya akan meminta anak buah Tuan Axe untuk menjemput Nona ... Aaww "


Tiba-tiba Veer berteriak membuat Alin kaget.


" Veer kenapa ? " tanya Alin yang bingung,


" Eh eh Hmm itu Nona saya digigit kecoa " Ucap Veer gugup.


Mendengar jawaban absurd Veer membuat Alin bingung.


" Veer sebentar jangan ditutup dulu "


" Iya Nona "


" Jika menemukan nya duluan langsung kompres dengan air hangat dan beri minuman jahe hangat ya Veer ,agar tubuhnya hangat dan.... "


" Dan apa Nona ?"


" Dan jangan beritahu Axel kalau aku memberi tahumu kalau dirinya takut petir "


" Ba Baik Nona " ucap Veer gugup melihat orang disebelahnya.


" Terima kasih Veer ,kau juga hati-hati ya. "


" Nona sebentar "


" Ya Veer "


" Hmm apa Nona mengkhawatirkan Tuan Axel ,karena Tuan Axel tidak bisa terkena hujan kan , bagaimana jika dia pingsan ditengah hujan "


" Hik hiks Veer kau jahat,, jangan bilang begitu, tentu saja aku mengkhawatirkan nya Veer. Ayo Veer cari dan segera kabari aku "


Alin sangat menyesal bertindak bodoh mengusir Axel. padahal ini mobil pun kepunyaan keluarganya.


" Axel maafin aku ,maafin aku hiks " Alin menangis lagi .


Alin menutup ponsel Axel. Ia melihat Wallpaper layar ponselnya Axel adalah foto mereka saat masih bersekolah bersama dengan Abie, Jimmy dan Iqbal .


Alin tersenyum melihat ponsel Axel lalu menaruhnya kembali di atas jok mobil nya.


...


Alin masih menyusuri jalan , Hingga satu jam berlalu.


Veer akhirnya menghubungi ponsel Alin.


" Halo Nona Alin.. Tuan Axel sudah bersama saya. sebaiknya Nona Pulang saja. "

__ADS_1


Ucap Veer yang berada di ujung sana.


" Serius Veer ? " Ucap Alin senang.


" Iya Nona, Sekarang nona pulang ya dan hati-hati karena hujan sangat lebat "


" Ah terima kasih Veer aku tenang, baiklah jangan lupa pesan aku


tadi ya Veer "


Alin tersenyum senang mendengar Axel sudah ditemukan.


Segera ia meluncur ke arah mansion keluarga Axel dengan kecepatan lumayan.


***


Tadi saat Veer menghubungi ponsel Axel sebenarnya dia sudah menemukan Axel, karena Memang Veer mengikuti mobil Alin dari jauh.


Entah feeling-nya yang kuat atau memang Veer bisa meramal ,tapi instingnya harus mengikuti Axel dan Alin setelah keluar dari restoran tempat mereka bertemu tidak sengaja tadi.


Ia juga khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Dan benar saja ,Axel turun dari mobil Alin dan tak lama hujan lebat pun turun.


Veer membiarkan hingga Nona Muda Keluarga Nugroho itu pergi dari tempat itu, lalu kemudian ia menyusul Axel yang sedang berteduh di ruko yang sudah tutup.


Veer keluar membawa payung untuk tuannya.


Axel terlihat menggigil, ia tak biasa terkena air hujan lebat ditambah petir yang membuatnya trauma itu.


Dulu saat dirinya kecil, ia pernah melihat pohon kelapa tersambar petir dan hangus seketika.


Sejak saat itu Axel sangat takut jika ada petir .


Disaat Axel sedang memeluk dirinya dengan kedua tangannya sendiri Veer datang bagai pahlawan Malam.


" Tuan Maaf jika saya terlambat "


" Veer tolong aku " Lirih Axel.


Veer mendekap tubuh Axel layaknya kakak sedang membawa adiknya yang sedang ketakutan ditengah hujan yang sangat lebat.


Diberikan Mantel tebal untuk menghangatkan tubuh tuannya itu.


" Langsung ke mansion atau apartemen tuan ? " Tanya Veer.


" Mansion saja Veer " Ucap Axel sambil memejamkan matanya.


" Veer apa dia mengkhawatirkan ku ? "


Tanya Axel ditengah perjalanan mereka


" Tentu Tuan "


Jawab Veer.


" Bohong "


Ucap Axel sambil tetap memejamkan matanya.


Veer menghela nafasnya dan melirik ke arah tuannya.


Semoga dia sudah menyerah untuk balas dendam.


Saat di mobil Veer diminta Axel menghubungi ponsel Alin.


Dan telepon pertama Veer ke Alin itu ,Veer berpura-pura belum tau keberadaan Axel.


Axel kesal saat Veer menghubungi Alin, tangan Veer pun sampai dipukul Axel saat Asisten nya itu sok perhatian dengan Wanitanya. ditambah dirinya dibilang kecoa.


Tapi Axel juga terharu dan terdiam mendengar tangisan Alin dari ponsel Veer juga mendengar Alin benar mengkhawatirkan nya.a


Sebegitu Alin mengkhawatirkan nya padahal perkataan nya sering menyakiti hati Alin.


...


Dan setelah satu jam berlalu setelah sampai di mansion Nugroho, Veer kembali menghubungi Alin dan memberitahukan bahwa dia sudah bersama Axel.


Alin terdengar senang bukan main, Axel tersenyum tipis mendengar Alin sangat perduli kepadanya.


Axel makin merasa bersalah dan berjanji akan merobek list balas dendam nya dan ingin memperbaiki hubungan nya dengan Alin kembali seperti dulu kala.

__ADS_1


***


Di Mansion,


Alin membunyikan klakson agar pak satpam penjaga gerbang segera membuka pintunya.


Alin memarkirkan mobilnya tanpa masuk ke garasi. Ia meminta tolong ke pak Supri yang sedang menonton tv di Pos untuk memasukan mobilnya ke garasi.


" Pak minta tolong yah, Alin buru-buru " Ucapnya sambil tergesa-gesa.


" Siap non " Sahut Pak Supri semangat karena Alin sambil memberikan roti mahal kesukaan para penunggu pos penjaga itu.


Alin segera masuk ke Mansion.


Biasanya di ruang keluarga ramai dijam itu tapi kali ini sepi. Alin langsung menuju ke lantai 3 ,lantai tempat kamar Axel berada.


Alin mengetuk pintu kamar Axel.


Disana terlihat semuanya berkumpul .


Oma Zen ,Opa Rendra, Daddy Ryan, Mommy Ara,Nenek Biyah dan tak ketinggalan si kembar juga Asisten kesayangan Axel .


Siapa lagi kalau bukan Veer .


Semua menatap ke arah pintu saat Alin datang.


" Semuanya maafin Alin ya, Alin yang buat Axel sakit " Lirih Alin sambil menatap sendu ke arah Axel yang sedang memejamkan matanya .


Untungnya semua tak menyalahkan Alin, walau Axel adalah penerus perusahaan mereka saat ini tapi bukan berati menyalakan Alin adalah kebenaran.


Kalau dari cerita Veer dan melihat kelakuan mulut Axel yang pedas terhadap Alin, mereka anggap ini ganjaran buat Axel .


Malah Keluarga Nugroho berharap setelah ini Alin dan Axel bisa berbaikan seperti dulu saat mereka masih remaja.


" Udah gak apa-apa ,tapi Mommy harap kamu bisa bantuin Mommy jagain dan urus Axel ya, Karena malam ini juga Mommy dan Daddy mu ini harus berangkat ke New York .


Perusahaan kita disana harus ditangani segera dan mungkin kami akan lama disana Lin "


Mommy Ara mengucapkan itu antara sedih dan senang.


Sedih karena Axel sedang sakit, dan senang semoga ini titik baik untuk Axel dan Alin.


Alin menganggukkan kepalanya.


" Tapi disini ada Oma dan Opa kan Mom , Dad ? " tanya Alin sambil matanya ke arah Oma dan opa bergantian.


" Kita semua pergi termasuk Nath, Opal dan Nala. " Ucap Oma Zen


" Oma dan Opa mau ke Jepang urus kerjasama dengan Perusahaan Sato Lin karena Axel sedang sakit "


" Kamu tau sendiri kan sayang, Axel sekalinya demam itu seperti ini, pasti lama drop nya " ujar Mommy Ara.


Ya begitulah Axel, Dia ringkih dengan hujan.entah kenapa tapi itulah kekurangan nya.


Alin menghela nafasnya perlahan lalu menatap Axel dan menghampiri nya.


" Maafin aku ya Xel "


Alin memegang tangan Axel dan memang suhu badannya terasa panas sekali saat Alin sentuh.


" Mommy udah siapin semua barang yang mau dibawa Mom ? " Tanya Alin


Ia sangat sedih mendengar semua orang akan pergi ke luar negeri .


" Sudah sayang tinggal keperluan Nath saja yang belum Mommy cek "


Alin menganggukkan kepalanya.


" Lin maafin aku "


Tiba-tiba terdengar Axel mengigau.


Semua pandangan pun akhirnya fokus ke Axel yang masih memejamkan matanya dengan kondisi demam.


***


Yuk koment yuk semangatin Axel yang sedang sakit ..


***


Panjang ya bab ini .❤️

__ADS_1


__ADS_2