Cinta Lama CEO

Cinta Lama CEO
7. Mendekati Hatinya


__ADS_3

Selesai makan malam Alin membantu membereskan meja makan dan membawa piring kotor ke wastafel cuci piring.


Oma menghampiri Alin lalu memanggil Alin untuk duduk di ruang keluarga.


" Lin ikut Oma yuk "


" Iya Oma "


Alin pun mencuci tangannya dengan sabun , mengeringkan nya dan segera mengikuti langkah Oma Zen.


" Lin, kamu di Emicca ? " tanya Opa yang ternyata sudah ada disana.


" iya Opa " Sahut Alin sambil berjalan ke arah sofa yang kosong .


" Yakin? " Tanya Daddy Ryan.


" Yakin Dad " sahutnya pasti.


Daddy terlihat menyusun kata ,


Axel kembali ke kamar, Sedangkan triple N sedang bermain ponselnya.


" Setau Daddy nih ya Lin, perusahaan kita itu competitor nya Emicca "


" Oh ya Dad " Alin bingung karena baru tau dan tak tau Harus berkata apa.


Arti competitor aja pesaing.


Daddy mengangguk pelan lalu meraih cangkir berisi teh di depan mejanya.


Menyeruput nya sedikit lalu menaruhnya kembali dengan bantuan tangan Mommy.


" Tapi sih Emicca memang belum sebesar punya kita, tapi apa kamu yakin, kamu ga takut dikira penyusup gitu di perusahaan nya Emicca ? "


Daddy memastikan lagi ,ia khawatir mempengaruhi kinerja Alin disana.


" Ngga Dad tenang aja, kan aku juga ga pakai nama keluarga Nugroho di belakang nama aku jadi aman hehe " Ujar Alin menenangkan hati keluarga nya.


Obrolan mereka pun berlangsung ,dan tak terasa hingga pukul 10 malam.


***


Pagi hari dikediaman Keluarga Nugroho.


Di satu kamar yang berisikan dua pengantin tua yaitu Daddy Ryan dsn Mommy Ara,


Keringat memenuhi sekujur tubuh mereka yang habis berolah raga pagi di dalam kamar.


" Dad ayo mandi, "


Ajak Mommy sambil membereskan karena serangan fajar Daddy Ryan.


Tanpa menjawab dan malas mandi sendiri, Daddy pun mengangkat tubuh sintal istrinya itu dan dibawa ke kamar mandi.


Bukan Daddy Ryan namanya jika anggurin Mommy yang masih polos.


Dibalikan tubuh mommy menghadap tembok dan Mommy di beri kenikmatan lagi dari belakang.


***


Sedangkan di kamar si kembar,mereka sudah bersiap-siap ingin turun untuk sarapan.


Dan sambil melewati kamar Alin, mereka mengetuk pintu kamar Alin.


Tok Tok Tok


" KAK ALIIIIN "


Mendengar triple N memanggil Alin berteriak dari dalam


" Masuk Deeek "


Ceklek..


" Aduuuh udah pada rapih nih mau sekolah yaa "


" Iya Doong " Sahut triple N


" Kak Alin juga udah cantik mau kemana " tanya Nath

__ADS_1


" Kak Alin mau kerja dek "


Alin sambil make up tipis menyahuti pertanyaan-pertanyaan si kembar.


" Taraaaa sudah rapih yuk kita sarapan " Ajak Alin ke triple N.


Mereka pun turun bersama sambil bercanda dan membahas apa saja yang mereka anggap lucu untuk dibahas.


Tertawa bersama membuat mood menjadi naik. Saat lagi seru-serunya dari belakang Seperti ada yang ikut nimbrung dan


" Ehemm.. "


Otomatis semua pun menolehkan kepalanya ke arah suara tersebut.


Kalau bercanda itu jangan di tangga, nanti ada yang jatuh.


Semua kompak terdiam kecuali Alin yang tetap tersenyum.


" Ah iya terima kasih sudah diingatkan "


Sudah ku bilang jangan tersenyum huft .


" Ayo sayang kita segera turun pasti sarapan enak sudah menanti "


Degh..


Itu panggilan buat siapa ya, ah tidak mungkin untuk aku kan. pede banget dia manggil sayang .


Pede banget ya Genks Babang Axel. 😌.


Semua turun ke bawah dengan tenang tanpa bersuara lagi.


***


Di meja makan tersaji berbagai jenis sarapan berbeda .


Semua mulai memakan sarapannya masing-masing.


Di tengah sarapan Daddy memanggil Alin.


" Lin "


" Jadi ke Emicca hari ini? "


" Jadi Dad setelah sarapan aku mau ke Emicca, niatnya mau numpang mobil Daddy atau si kembar hehe "


Sekalian Alin mengutarakan isi hatinya untuk menumpang karena Alin belum ada kendaraan.


" Loh kenapa ga pakai mobil disini aja Lin " Mommy Ara menawarkan salah satu mobil di kediaman Nugroho.


" Mobil disini bagus-bagus Mom .Masa anak baru seperti aku udah naik mobio sendiri aja "


Mendengar penjelasan Alin Opa dan Daddy terkekeh.


" Ya gak apa-apa biar ga disembarangin orang kamu " Oma yang setuju dengan Mommy Ara pun turut berkomentar.


" Udah gak apa-apa Alin numpang dulu aja ya di Daddy atau di triple N. "


Alin mengangkat alisnya naik turun lalu tertawa.


" Lebay, pencitraan "


Manusia kutub ikut Komentar tanpa diminta.


" hmm aku numpang mobil Triple aja deh masih kangen sama gadis aku yang manis ini. mau tau kalau Nala turun banyak yang nungguin ga sih "


Alin tak mendengarkan ucapan Axel.


Alin menganggap tak ada yang berbicara jika itu Axel .


Veer yang ternyata dari tadi sudah di meja makan pun melihat interaksi kedua tuan dan nona mudanya itu ingin menepuk jidat .


Ini kenapa yang punya List balas dendam sepertinya malah Nona Alin ya .


" Ah ya Tiga N , Hadiah kalian nanti minta sama Mommy ya sudah aku berikan ,Oma dan Opa juga nenek Biyah hadiah aku titip di Mommy. "


" Terima kasih kakak " Triple N menyahut.


" Terima kasih sayang nanti Oma Ambil sekalian punya opa juga nenek Biyah "

__ADS_1


" Terima kasih Axel "


" Terima kasih Nak "


Semua mengucapkan terima kasih dan ceria.


Semua juga menatap Alin seperti biasa , seperti tak ada obrolan .


Dan Axel menatap Alin kesal.


Kenapa dia tidak terpancing ya .


" Dad, Mom, Nenek, Oma,Opa ,Veer aku duluan kedepan yah, ada yang mau aku urus.


Oh ya boys girl Kaka tggu di mobil ya "


Alin pamit kesemuanya sambil tersenyum manis kecuali kepada Axel.


Veer memperhatikan Alin yang sedang pamit.


Kenapa yang merealisasikan list balas Dendam adalah Nona Alin ya.


Ingin rasanya aku tertawa.


Semua yang ada di meja makan kecuali Triple N menahan cekikikan nya.


Semua tak sabar rasanya ingin mengusir Axel dari meja makan.karena ingin tertawa melihat lawakan pagi.


***


Veer pun tak sanggup menahan tawanya.


Pria dingin dengan sekujur tubuh es batu itu seperti sedang melakukan hal bodoh.


dan Veer pun berangkat ke kantor.


Veer senang melihat keluarga yang penuh hangat itu walau salah satunya manusia kutub.


Berbanding terbalik dengan tuan mudanya.


Axel terlihat sangat kesal dan moodnya pun rusak.


Sampai di kantor Axel pun tak kuasa menahan kekesalannya hingga semua pekerjaan yang ia kerjakan terbengkalai karena tidak fokus.


" Veer "


" Iya tuan "


" Kenapa Alin terlalu tenang untuk aku balas dendam "


" Maaf saya kurang paham soal itu tuan "


" Gimana sih Veer, kamu itu jadi asisten ku harus tau segala hal "


" Maaf Tuan "


" Jangan hanya maaf, aku ingin tau kenapa "


Veer berpikir keras.


" Maaf sekali lagi tuan, untuk kali ini saya benar-benar tidak tau apa isi hati Nona Alin "


" Ckk ga berguna kau Veer "


" Baiklah saya akan mencari tahu tuan "


" Good, kau tak perlu aku beritahu caranya kan? "


" Tidak tua saya sudah tau "


Axel menyipitkan matanya.


" Bagaimana caranya "


" Mendekati hatinya agar saya tau isinya "


" VEEEERRRRR Keluar sekarang jugaaaaaa "


....

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2