Cinta Lama CEO

Cinta Lama CEO
6. Kesal


__ADS_3

Setelah hampir 1 jam di mobil , mereka semua pun sampai di mansion keluarga Nugroho.


" Waah masih sama seperti dulu "


Alin mengingat kenangan dulu saat pertama kali sampai disini.


Alin membuka pintu mobil tempat ia duduk.


" Ceklek "


Alin dan Axel pun turun dari dua pintu berbeda.


Tiba-tiba Alin Teringat ,


Loh ini pintu mobilnya tidak rusak.


Hmm punya maksud apa itu si pria menyebalkan.


" Cepet banget ya nih pintu benernya .Ah ya pasti aku orang baik jadi semuanya pasti dimudahkan ". Alin cekikikan


Axel hanya menoleh dan diam saja. entah malu atau apa.


Alin masuk dan di depan pintu sudah menunggu tiga adik kembarnya.


" Kakak lama banget sih " Nala memajukan bibirnya.


" Iya tadi ada urusan sebentar sayang "


Axel melewati mereka dan masuk tanpa memanggil ketiga adiknya itu.


" Dingin banget kan dia kak " celetuk Nala.


" Seperti Nath " Sahut Naufal.


" Hihi udah gak apa-apa yuk masuk "


Alin masuk ke dalam, sedangkan koper-koper bawaan Alin dibawa masuk oleh pengawal ke depan kamar Alin, agar bibi yang membereskan bisa langsung memasukkan ke kamarnya..


" Hmm sayang ,nanti ya oleh-oleh kalian menyusul. karena koper hadiah kakak tertukar sama kak Chiko. "


Alin menjelaskan agar adiknya tidak bersedih.


Alin pun segera menghubungi Chiko agar diantarkan koper yang tertukar nya.


Setelah menjelaskan kalau Alin sudah sampai. Mobil dari rumah Supir Chiko pun menuju kediaman keluarga Nugroho.


Untungnya triple N mengerti jadi mereka tidak terlalu kecewa.


Tidak lama koper hadiah Chiko dan Alin pun bertukar kembali setelah supir Chiko datang membawa koper Alin.


Alin membuka koper diatas kamarnya dan membagikan hadiah untuk adik-adiknya itu.


Mereka Happy dan berterima kasih kepada Alin karena memenuhi segala permintaan mereka.


Alin mengangguk senang .


Setelah semua mendapat hadiah, Alin menuju ke kamar neneknya.


Alin melepaskan kangennya ke sang nenek yang sudah sangat tua itu.


Kondisi Nenek Biyah juga tidak dalam keadaan fit. tapi dia tetap memaksa untuk ikut menjemput Alin.


Setelah satu jam bercengkrama dengan neneknya,


Alin pun pamit untuk membersihkan diri..


hampir 17 jam dipesawat membuat tubuhnya terasa lelah.


Ia ingin berendam dengan sabun aromaterapi kesukaannya.


Saat ingin ke kamar mandi, pintu kamar Alin di ketuk.


Tok Tok Tok.


" Sayang ini Mommy "


" Masuk Mom "


Alin membuka pintu. Ceklek.


" Kamu lagi mau apa sayang ? "


" Mandi Mom "


Mommy mengangguk, Mommy bingung harus mulai dari mana mengatakan tentang dinginnya sikap Axel ke semua orang.


Mommy takut Alin tersinggung.


" Hmm " Mommy terlihat gusar.


" Mommy ada mau ngomong apa, Alin dengerin ".


Mau tak mau Alin pun harus di beri tahu mengenai sikap Axel , walau Alin sudah tau pasti tadi di dalam mobil. tapi Mommy ga ingin Alin jadi memutuskan untuk pergi dari mansion.


" Itu Lin, Mommy mau ngomong soal Axel.


Hmmm kamu ga ada gitu mau tanyain soal Axel apa ? "


Mommy bertanya sambil membelai rambut Alin .


" Oh Axel Mom, Dari sebelum pergi kan dia bersikap begitu sama Axel. hehe " Alin terkekeh.


" Iya dan dia begitu ke semua orang, Mommy juga heran. "


Mommy diam sebentar lalu melanjutkan Omongan nya.


" Mommy takut kamu gimana-gimana gitu. " Mommy masih merasa tidak enak.

__ADS_1


Alin tertawa renyah.


" ya sudah mom ,aku gak apa-apa koq "


Mommy bernapas lega.


" Yakin? "


" Heem mom "


Alin mengangguk


" Jangan pindah dari sini ya, tetap disini , biar Axel begitu. " pinta Mommy


Alin menghela nafasnya, ingin rasanya dia pindah dari sini tapi Mommy sudah meminta hal seperti itu.


" Iya Mom "


Alin tersenyum sambil menatap Mommy.


" Ah Syukurlah Mommy lega mendengarnya "


" Makasih ya Mom " Alin memeluk Mommy Ara dan menyandarkan rasa lelah hatinya saat bersama Axel tadi.


Walau ia bisa mengatasi Axel ???tadi.


Tapi tetap saja. hati tetaplah? hati yang mudah sakit tapi tak mudah menyera??h ?untuk bertahan.


" Ya sudah Mommy ke bawah dulu ya, Mommy siapin makanan kesukaan kamu nanti. kamu mandi dulu sana. Hilangin dulu hawa-hawa Paris " Mommy cekikikan.


" Hehe iya Mom " Alin nyengir kuda.


Setelah Mommy Ara pergi Alin bukannya lanjut ingin mandi malah jadi mager.


Alin merebahkan tubuhnya di kasur.


" Huft semoga aku tidak banyak interaksi dengan Axel " gunam nya kecil.


***


Triple N sedari tadi tidak diizinkan Mommy dan Daddy nya untuk mengganggu Alin yang baru saja tiba.


Padahal mereka ingin sekali bermain dan melepas kangen.


Tapi mereka juga tak ingin kakak cantiknya itu juga kelelahan ,yang ada malah tak bisa bermain-main nantinya karena sakit.


Waktunya makan malam pun tiba,


Nathan yang tenang dan tidak gaduh diminta untuk menyusul Alin di kamarnya.


Nala tidak terima harusnya yang bangunkan sesama perempuan menurut nya.


" Kamar cewek itu harus yang bangunin cewek juga tau ga " Ketusnya kepada Nath.


" Hmm ya udah ayo bersama " Ucap Nathan yang tidak suka ribut-ribut.


Naufal muncul dari kamarnya,


" Opal ga usah ribet ya, kalau mau ikut-ikut aja ga usah pakai bilang gitu segala dan ga usah marah Nanti cepet tua seperti Opa " Omel Nala.


Ya semakin besar ,semakin keluar sifat asli si kembar.


Nath si cool ,kalem dan santuy


Nala si cerewet


Opal alias Naufal si konyol .


Naufal dipanggil Opal karena saat balita Nala tidak bisa memanggil Naufal, dan manggil nya Opal.


Jadi keterusan deh sampai sekarang.


" Loh koq Opa dibawa-bawa Opa salah apa " Opa yang merasa dipanggil namanya menengok.


" Tau yang marah siapa yang dituduh siapa ha ha ha " Opal Tertawa senang meledek adiknya.


Si kembar itu pun dengan kompak menuju kamar Alin yang berdampingan dengan kamar Axel.


Sampai diatas dan didepan kamar Alin .


" TOK TOK TOK "


" Kak.. Kak Alin... "


Panggil Nala


Yang keluar adalah Axel.


Mereka diam semua karena Axel keluar dengan aura kutub nya.


" Panggil siapa ? " Tanya Axel ke adik kembarnya.


" Panggil tukang bakso " Sahut Opal


Nala cekikikan.


Nath hanya senyum mendengar guyonan saudara kembarnya.


" Tukang bakso ? kalo ditanya itu yang bener " ucap Axel .


" Ya panggil Kak Alin lah kakak Axel ku sayang yang tampan tapi dingin " jawab Nala.


" Kak Alin. .. " Panggil Nala lagi.


" Ya udah kalau dia ga mau keluar ga usah kalian paksa nanti ju- ... "


Belum selesai Axel melanjutkan bicaranya Alin sudah membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


CEKLEK,,,


Pintu kamar Alin terbuka.


Alin melihat ketiga adik kembarnya sedang berdiri di depan pintu kamar.


" Eh ada sayang-sayangku di depan. Ayo masuk kamar kakak, Mau main atau apa? "


" Mau panggil kak Alin untuk makan Malam "


Sahut Nala.


Alin tersenyum,


" ,Ya udah ayok kita turun sama-sama "


Axel melihat interaksi mereka, langsung menutup kamarnya.


BRAKK


" Itu Kak Axel emosian terus ya, aneh. udah bener dia diem aja kayak kemarin-kemarin "


Celetuk Nala.


Tak lama Axel keluar dan BRAKK lagi.


" Jantung Nala bisa rusak kalau denger gitu tiap saat " ucapnya lagi.


Ada rasa perih di hati Alin.


Tapi selama tidak terlalu dalam Luka perih itu, masih Alin tahan.


Axel berjalan duluan sampai di meja makan.


" Malam semuanya. " Sapa Alin sambil tersenyum.


Semua menjawab dan tersenyum ke arah Alin.


Sedangkan Axel hanya menoleh tanpa menjawab, dia terus memainkan ponselnya seperti biasa.


" Xel kamu berapa lama disini " Tanya Daddy .


" Secepatnya setelah urusan ku disini selesai aku akan kembali ke Jepang.


Alin diam tak melirik ke Axel.


Sedangkan semua mata tertuju ke Alin dan Axel.


" Dulu kalau ada mereka berdua seru ya dad, sekarang kaku gini canggung " Bisik Mommy


" Iya, gimana ya nyatuin mereka kembali " Daddy masih merasa bersalah sama Alin karena ucapannya waktu itu membuat Axel salah paham.


" Kita doain aja,semoga hubungan mereka baik-baik saja. " Ucap Mommy.


" Lin ,rencana setelah sampai di Indonesia apa ? " Tanya Daddy sambil memasukan makanan ke mulutnya.


Alin menjawab dengan tenang dan tersenyum, dia memang sudah merencanakan matang, karena sebelum sampai di negara ini, Alin sudah mulai mengirimkan surat lamaran ke berbagai perusahaan.


Agar setelah sampai dia tidak menyusahkan keluarga Nugroho lagi.


" Alin sudah dapat kerja dad di salah satu perusahaan untuk jadi fashion designer brand nya "


" Uhuk - Uhuk "


Ada yang tersedak ternyata.


Rederssss aku udah tau pasti itu siapa ya kaaaann..


Opal memberikan kakak nya Air minum.


" selow Kak Ax, Kak Alin masih di indo koq ga ke Paris lagi ya kan ? "


Goda Opal ke kakaknya.


" Aku hanya tersedak dan itu biasa " Jawab Axel.


Mommy,Oma dan Nala cekikikan.


" Di perusahaan apa sayang,siapa tau ada teman Mommy atau Daddy disana " Tanya Daddy lagi.


" Perusahaan Emicca Dad, tapi kalau Daddy ada kenalan jangan di info ya Dad, aku ingin berkembang sesuai kemampuan diri aku "


Alin menjelaskan ,karena ia tak ingin pakai privillege , Alin ingin jika masuk ke salah satu perusahaan karena ia berkompeten bukan karena anak siapa atau dibawa siapa.


" Baiklah, semangat ya " Daddy memberi semangat, begitu pun Opa,Oma, Mommy , Nenek dan yang lainnya.


" Kak Alin keren " Nath yang jarang bersuara pun akhirnya mengeluarkan suaranya.


Nala juga berbinar mendengar jawaban Alin.


Sedangkan Opal memberikan dua jempolnya untuk Alin.


" Keren apanya, perusahaan kecil koq keren " Celetuk Axel tanpa filter.


" Terima kasih pujian nya "


Alin membalas dengan tersenyum,lalu melanjutkan makannya.


" Kalau mau tuh yang perusahaan gede ,Bahkan perusahaan Daddy juga ada di bidang Fashion yang berkerja sama dengan Z-Corp, aku bisa Carikan tapi aku malas. "


Alin tak menanggapi omongan Axel , ia hanya asik mengunyah makanan yang ada di mulutnya .


Melihat situasi itu, orang tua Axel dan Oma Opa tidak marah ke Alin, mereka hanya cekikikan di dalam hati melihat interaksi Alin dan Axel sambil colek-colekan dengan pasangan di sebelahnya.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


Happy Monday


Maaf jika banyak typo bertebaran ..


__ADS_2