
" Ssstt jangan begtu, nanti dedemit disini marah karena Lo salah kira, gue bukan dedemit tapi anak buahnya Hahaha " Gadis itu tertawa tidak ada takut-takut nya bicara begtu.
" Aihh dia malem-malem pede banget ngomong begtu ga takut kerasukan apa" Abie bergidik ngeri.
" Yuk ah Xel balik. serem gue takut tuh anak buah dedemit muncul lagi "
Axel pun menyambut omongan Abie dengan tertawa.
Mereka pun menghampiri Alin yang sedang mematikan sambungan teleponnya.
" Telepon siapa yank malem-malem " Tanya Axel penasaran dan Cemburu pastinya.
" Hmm Chiko Xel, tadi dia yang hubungi aku " Ucap Axel sambil tersenyum dan memegang tangan Axel.
" Ngapain ? " Axel duduk disamping Alin.
" Dia tanyain kapan bisa ketemu la- .. " Belum selesai Alin berbicara sudah dipotong oleh Axel.
" Kamu mau ? "
" Lalu aku bilang, aku lagi sibuk mau ketemu Wedding organizer. Katanya ya udah nanti aja ketemu pas resepsi kita. Gitu katanya " Alin berucap sambil memainkan pinggiran kaus Axel bagian lengan
" Kita maksudnya itu kita siapa ? " Axel memicingkan matanya ke Alin.
" Ya kita itu Lo sama Alin Bambang, sebel deh gue denger Lo cemburuan gitu. Udah Lin ayok sama gue aja dari pada Lo sakit hati sama Axel dicemburuin terus bisa mati muda " Abie menarik tangan Alin.
Alin hanya mengikuti sambil cekikikan.
" Jangan cekikikan Lo serem Lin, udah kayak anak dedemit tadi "
Dan tak lam gadis berpakaian putih-putih itu tau-tau muncul di dekat antara Abie dan Alin.
" Astaga Lin, ini anak dedemit " Abie kaget .
" Oh normal rupanya. " gunam gadis bernama Noura itu dan terdengar oleh Abie dan Alin.
" Manis begini di bilang hantu ,ngaco kamu Bie " Alin menepuk bahu Abie.
" Sayang please jangan pegang-pegang nanti keterusan. " Axel setengah berlari ke arah Alin,Abie dan Noura.
Noura menarik lengan Alin dan agak menjauhi Abie dan Axel.
" Pssstt kakak sini "
" Eh kenapa ? " Alin bingung ditarik gadis yang tidak dikenalnya.
" Itu mereka ho*mo kak ,nggak normal,mending jauh-jauh tau " Bisik Noura ditelinga Alin.
" emang kenapa? koq kamu bisa ngomong gitu ? " Alin mengernyitkan dahinya dan menahan tawanya.
" Mereka tadi peluk-pelukan ,isssh jijiknya aku.. ganteng sih tapi kalau suka jeruk makan jeruk ,,ihh iyuuuhhh ga banget deh " Noura bergidik ngeri.
" Heh Lo jangan hasut calon bini temen gue ya ,dan gue masih normal " Abie menghardik gadis itu
" Hihi kamu kenapa ? mereka ini sahabat-sahabat aku, Ini calon suami aku namanya Axel..dan Ini Abie sahabat kami dari dulu . " Jelas Alin sambil menahan tawanya.
__ADS_1
" Bener? Bukan hanya kamuflase aja ? " Tanya Noura masih tak percaya.
" Iya lah kita masih pria normal kali " Abie menjawab sambil mencibir.
" Masa,,, ?" Tanya Noura masih tak percaya.
" Mau bukti ? " tanya Abie melirik devil ke arah Noura.
" Apa Buktinya ? " Gadis belasteran itu pun Mencibir.
Dengan sigap Abie menarik Noura agar mendekat dan mencium bibirnya .
PLAK
Tangan Putih Noura berhasil membuat pipi Abie merah walau di kegelapan itu.
" GILA " umpat Noura kesal.
" iya iya Lo Gila Bie " Axel menahan tawanya.
" Yang penting gue masih normal " Sinis Abie.
PLAK
Tepukan lembut mendarat di lengan Axel.
" Jangan gitu Xel kasian Gadis itu ah.. " Axel pun berhenti tertawa dan diam seketika.
" Maafin temen aku ya " Ucap Alin tak enak hati.
" Tuan Axel Tuan Abie " Sapa seorang pria bertumbuh tinggi tegap menghampiri mereka.
" Ah Tuan Felix, senang bisa bertemu disini " Axel dan Abie menjabat tangan pria paruh baya itu.
" Apa kalian kenal dengan putri ku ? " Tanya Tuan Felix ke Abie dan Axel sambil menghampiri Noura.
" Hmm iya baru kenal disini " Sahut Abie seraya tersenyum.
" Ah baiklah apa kalian salah satu pacar Noura ? "Tanya Pria itu sambil tersenyum.
Axel menggelengkan kepalanya. " Ini Calon istri saya Tuan Felix " Ujar Axel memperkenalkan Alin.
" Kalau Tuan Abie ? " Tanya Ayah Alice itu.
Abie terdiam dan menggeleng.
" Ah sayang sekali ,saya salah kira " Tuan Felix agak kecewa.
Tidak lama Anne Jimmy , Vika Dan Iqbal menyusul setelah mereka berpisah untuk berbicara dari hati ke hati.
" Wah disini berpasangan semua , ternyata cuma kamu yang tidak ada pasangannya " Noura tertawa terbahak melihat Abie sendirian tanpa kekasih.
" Sstt Noura kamu itu kebiasaan kalau ngomongin orang di depannya " omel Tuan Felix tapi terkekeh.
" Tadi Papa lihat dari jauh kamu dicium seseorang , Papa ingin tau apa dia tidak izin ke papa dulu "
__ADS_1
GLEK
Gantian Abie panik.
" Gak ada pa Gak ada. " Kilah Noura sambil melirik ke arah Abie.
" Yakin ? , kamu tidak dalam masalah ? " Tanya Papa Noura.
" Iya Pah ,aman " ucap Noura berusaha menenangkan papanya.
" Bisa dinikahin gue sama Papa kalau ketauan " Gunam Noura nyaris tak terdengar.
" Tapi tadi Papa lihat ... " Tuan Felix terdiam.
" Mampus Lo, dikawinin Lo " bisik Axel ke Abie.
Abie hanya diam tak bergeming.
" Hmm itu Tuan Felix tadi itu " Ucap Abie kemudian tertahan karena tiba-tiba mulut Abie di bekap oleh Noura.
" Gak ada apa-apa Pa, Papa masuk aja sebentar lagi aku ke dalam , angin nya kencang nih Pa " Ujar Noura yang tak ingin aksi gila pria konyol Abie tadi ketahuan oleh sang Papa .
Karena tak enak hati melihat anaknya membungkam mulut Abie, Papa Felix pun ke dalam.
" SEKARANG LO YANG GILA " Pekik Abie tertahan.
" Anggep Impas, Lo nyium gue dan gue bekap mulut Lo , Gue ogah dinikahin sama Papa gue sama Lo kalo dia tau Lo cium gue " Ujar Noura sambil membersihkan tangan nya yang terkena Saliva Abie.
" Nama kamu Noura ? " Tanya Alin.
Noura mengangguk lalu ia pamit pergi dan menjelaskan karena masih ada pekerjaan di acara Wedding yang diadakan dekat pantai itu.
Abie yang masih kesal hanya memicingkan matanya ke arah gadis bertubuh dibawah Abie 15 cm itu. Jika tinggi Abie 185 cm Noura berati 170 cm.
Tinggi bak model tapi perawakan wajahnya terlihat imut.
Dua pasangan yang lainnya hanya bingung menatap Abie, kenapa dirinya tidak kalem seperti biasanya.
" Udah nembak nya? di dalem apa diluar ? " Tanya Axel melihat ke arah Jimmy dan juga ke arah Iqbal .
" GILA " Teriak Jimmy dan Iqbal bersamaan.
" Kenapa sama tuh cewek Bie " Iqbal bertanya ke Abie yang masih diam saja. Abie merutuki kebodohan nya tadi kenapa bisa dia mencium bibir Noura.
Ya walau dirinya berkata rela Alin bersama Axel ,tapi jauh dalam hatinya Abie belum rela. makanya pikirannya kacau dan tidak bisa berpikir jernih .
" Gak apa-apa gue lagi pengen cium aja dia tadi " Dan Abie juga Axel menceritakan kejadian sebelumnya.
Sudah tentu bukan iba yang didapat oleh Abei tapi tertawa terbahak yang didapatkan oleh temannya. Bisa-bisa nya si kalem Abie mencium gadis yang tidak dikenal.
Hanya satu perkataan mereka.
KONYOL..
***
__ADS_1
Update pagi nih. Yok kita menuju pernikahan Axlin setelah ini.