
Ceklek.
" Yohaaaa kami datang Xel. Ga usah takut kesepian . gue temenin.. Yok ah kita mabar. Nih gue juga bawa temen-temen Alin biar Alin ga bete. Gaes Ayok masuk "
Abie yang datang dengan setelan santainya bersama teman-teman nya membuat hati Axel Gusar.
" satu ,dua ,tiga,empat, lima,enam . Lemes lagi aku yank.. kapan kita berduaan nya ini " Axel menurunkan Alin dan mendudukkan di sofa.
" Sabar Cup " Alin mengecup pipi Axel.
Seolah kehilangan daya , Axel terduduk lemas di sofa samping Alin.
" Lo pada ngapain sih kesini cecunguk " Kesal Axel sambil menatap mereka malas.
" Lah Lo sendiri yang bilang, lagi mau jauh-jauh dari Alin dulu, soalnya Alin lagi M. Ya udah gue bawa anak-anak sama bawa temen Alin. Tar kita mabar Alin sendirian " Celoteh Abie yang tidak terima disalahkan.
Mendengar ucapan Abie, Alin bukannya marah malah cekikikan.
Ternyata itu ulah Babang Axel sendiri Genks.
" Udah gih sana pada pergi lagi, gue berubah pikiran lagian juga bini gue udah ga M lagi . Ya kan Yank " Axel bar-bar banget ,bikin Alin malu.
" Ah gue udah nanggung sampe sini .minta makan dulu lah " Abie mengeloyor ke dapur .
" Yah kita ga jadi piknik di mansion Papih Axel sayang, yuk kita jalan-jalan ke Dufan aja " Ajak Iqbal ke Ola dan Vika.
" Eh koq kalian ga masuk kerja sih " Alin menghampiri teman-temannya sambil memberikan minuman botol.
" Udah dpat izin dari Nyonya Iqbal " bisik Anne.
" Dia tuh udah dilamar bakal jadi Nyonya Jimmy segera " balas Vika setengah berbisik .
Alin baru saja ingin memangku Zola langsung dikagetkan oleh Axel.
Ternyata Axel ada dibelakang Alin saat mereka main bisik-bisikan.
" Nyonya Iqbal,Nyonya Jimmy dan Ola sayang. Papih pinjem mamih nya dulu ya. " Axel menarik pelan tangan Alin . Ola pun turun dari pangkuan Alin.
" Kalian bebas deh mau disini apa dimana. Pergi lebih bagus ,berati kalian sadar. Gue ga mau diganggu gugat ya .
Dan jangan ada yang naik ke atas ,ganggu gue lagi menikmati surga dunia " Ujar Axel tanpa malu-malu.
Plak.
__ADS_1
Bahu Axel pun dipukul pelan oleh Alin
" Kalau ngomong kamu tuh, ada Ola tau " Bibir Alin maju karena malu untuk mendengar ocehan suaminya itu.
" Iya gue juga mau ke rumah gue ajalah temuin Anne ke calon mertuanya " Jimmy bersiap-siap pergi kembali.
" Gue juga mau ke arena bermain aja mumpung weekend ajakin Ola sama ibunya main-main ". Sahut Iqbal.
" Lah gue kemana? " Abie yang mulutnya masih penuh sarapan itu keluar mendengar teman-teman nya ingin pergi.
" Gue ikut Lo aja deh Bal, gak apa-apa gue jagain tas kalo Lo lagi pad naik wahana . " Abie pasrah tak punya pasangan.
"Boleh juga ide Lo " Iqbal terbahak.
Mendengar teman-teman nya pergi Axel tenang, tak ada pengganggu lagi .
" Hati-hati ya kalian " Teriaknya dari balkon atas kamarnya melihat semua teman-temannya pergi.
***
Axel masuk ke kamarnya lagi dan menghampiri sang istri yang sedang ke kamar mandi karena gugup.
" Yank, Yank kamu dimana ?" Axel memanggil Alin .
" Kamar mandi yank " sahut Alin sambil keluar masih dengan dress yang tadi ia pakai.
Begitu keluar dari kamar mandi Axel langsung memeluk Alin.
" Lama banget sih yank " Axel menciumi pundak Alin yang terekspos itu. Kebetulan rambut Alin pun sedang diikat sehingga Axel mudah menciumi leher belakangnya.
" Eunggh Xel " Lenguh Alin.
Axel membalikkan tubuh Alin menghadap ke arah nya.
Perlahan Axel mulai menyentuh dan mencium tubuh Alin dimulai dari pucuk rambutnya, berlajut ke pipi..
Kemudian turun ke bibir. Melumattnya dan menelusuri seluruh rongga mulutnya. Bermain dengan lidah Alin. Sedangkan Alin masih belum membalas belitan lidah Axel.
Bibir Axel menuju ke leher depan Alin, menyesap dan memberikan tanda kepemilikan yang hakiki. Bahwa ia memiliki hak penuh lahir bathin atas sang istri, karena sudah sah Dimata hukum dan agama.
Puas bermain dengan leher jenjang Alin, Axel turun ke bawah ke dada depan yang membusung sempurna. Dibuka resleting depan baju Alin.
Diturunkan dress yang dipakai dan menyembul dua gundukan besar yang membuat Axel menelan salivanya sendiri.
__ADS_1
" Gede yank, " Bisik Axel membuat Alin semakin merinding
Dress Alin pun jatuh sempurna dibawah kaki Axel.
Bibir Axel menyusuri gundukan yang sekarang menjadi favorit dan wajib disentuh setiap harinya.
Tangannya bermain memutari areola Alin .
Ditekan-tekan kemudian disentuh perlahan oleh tangannya. Puas memainkan dengan tangan, Axel mengganti nya dengan bibir kemudian menyesapnya membuat Alin mengeluarkan suara indah yang terdengar oleh Axel sangat menggairahkann.
Tangan kanan Axel mulai turun kebawah dan mencari tempat hangat lainnya.
Dengan lihai tangannya menyelusup ke kain tipis yang dikenakan oleh Alin. Segera dilepas kain itu dan dilempar ke Sembarang arah.
Tanpa aba-aba Alin merenggangkan kedua kaki agar memudahkan Axel meraih area sensitif nya . Lenguhan terus keluar dari mulut Alin menandakan ia nyaman dan menikmati nya.
Axel tersenyum mendengar suara-suara indah dari sang istri.
Ia terus menyesap dada Alin bergantian kiri dan kanan membuat Alin makin terlena dengan aktivitas Axel yang sangat aktif itu .
Tangan Axel mulai bermain di pangkal paha Alin, dan perlahan menuju ke area inti yang terasa lembab dan basah saat Axel sentuh .
Alin sadar jika Axel sudah menuju kesana. Dia pun merapatkan pahanya dan tangan Axel terhimpit diantara kedua paha Alin.
" Gak sabar ya yank " Axel melepaskan mode bayinya dan berbisik di telinga Alin.
Axel malah menekan-nekan area sensitif Alin yang masih sangat rapat itu,dan tanpa disuruh Alin merenggangkan kembali kakinya dan tubuhnya malah semakin bergelinjang karena sentuhan suaminya yang sangat aktif itu.
" Aku masukin pakai yang lunak ini dulu ya yank " Axel menjilat telinga Alin satu kali dan membuat Alin makin merinding dibuatnya.
Axel menciumi seluruh tubuh Alin dari atas sampai ke bawah. Dibawah sana ia mulai menjilati bagian lembab itu. Alin memegang rambut Axel dan naluri nya langsung menekan-nekan kepala Axel menuntut meminta lebih karena serangan dahsyat yang tidak disangkanya itu ternyata sangat nikmat.
" Akh Xel.. " teriak Alin ditengah kenikmatan yang sedang ia rasakan itu.
" Terus panggil namaku yank, membuatku lebih semangat " Ucap nya dibawah sana sambil terus membelit lidahnya kesana kesini dan menekan-nekan.
" Akhhhhhhh " Pelepasan pertama Alin keluar sudah. Agar nanti memudahkan rudal Axel masuk ke dalam sarang nya.
Axel beranjak naik mengukung Alin lagi.
" Sekarang giliran aku ya " Bisiknya ditengah nafas yang memburu.
***
__ADS_1
Lanjut ga nih?
Ritualnya dulu yo 😘