Cinta Lama CEO

Cinta Lama CEO
26. Ola


__ADS_3

Yuk di like dulu yuk yang belum Like.🤭.


***


Di sisi lain.


Entah tanpa sadar atau memang sudah diatur, setelah menjauh dari Alin , Vika dan Anne duduk di dekat pria yang ingin mendekati mereka.


Anne duduk disamping Jimmy, sedang Vika duduk disamping Iqbal.


Sedang Abie menyendiri melihat ke arah Axel dan Alin.


" Sepertinya mereka sedang ada masalah ? " Jimmy berkata ke Anne sambil melihat ke arah Axel dan Alin.


Anne mengangguk " iya seperti nya ya "


Jawab Anne.


" Heem, kamu tinggal di mes resto atau ngekos An ? " Tanya Jimmy ke Anne.


Yang ditanya langsung menoleh.


" kirain mau bahas Alin dan Axel ,tanyanya udh ke ranah pribadi nih " Ucap Anne sudah mulai ketus lagi ke Jimmy.


" Sesekali bahas kita masa bahas orang lain terus " Goda Jimmy.


" Aku bareng sama Vika di Mess " Jawab Anne singkat.


Jimmy manggut-manggut dan tersenyum.


" Kalau lagi libur mau ga aku ajak jalan " tanya Jimmy langsung to the point.


" hmm kalau libur aku gantian jagain Ola " sahut Anne.


" Ola ??? " Jimmy bingung, Ola itu apa atau siapa.


Mengerti kebingungan Jimmy ,Anne tersenyum tipis.


" Aurora atau Ola, itu anaknya Vika ,kalau libur aku suka ajak Ola main ke taman dia suka banget keluar mess tapi tetep nurut sih ga berani keluar sendiri apa lagi dengan orang yang ga dikenal. "


Lanjut Anne.


Jimmy tersenyum seperti nya ada sinyal balik nih dari Anne.


" Ya udah kalau kamu libur kabarin ya ,biar kita ajak Ola ke taman bermain yang ada saljunya itu . Mungkin Ola suka " bujuk Jimmy agar Anne mau menerima ajakan jalannya.


Wahh boleh juga nih kasian Ola kalau cuma main ditaman yang cuma ada ayunannya aja.


" Gimana ? " Tanya Jimmy lagi penuh harap.


Anne Berfikir sebentar kemudian membuat simbol oke dengan tangannya.


Yuhuuu hati Jimmy bersorak kegirangan ,pengen loncat-loncat takut dihajar Axel yang sepertinya sedang ruwet terlihat dari wajahnya.


...


Tidak berbeda jauh dengan Jimmy dan Anne, Iqbal pun ingin mendapatkan hati Vika dengan cara mendekati anaknya Vika alias Ola.


Ponsel Vika berdering. Vika tak enak hati mengangkat di depan Axel dan Alin yang sepertinya sedang ada di mode Silent .


Iqbal mengajak Vika ke belakang dekat kola renang.


" Ayo angkat video call nya disini aja, ga enak sama Axel " Iqbal berpura-pura agar bisa berduaan dengan Vika.

__ADS_1


Vika pun mengangguk sambil mengangkat video call anaknya itu setelah sampai di dekat kolam renang.


" Halo sayang... " sapa Vika ke Ola


" Halo juga sayang " Gunam Iqbal dan langsung dilirik oleh Vika.


" Ibu...Ibu... " Panggil Ola di telepon sambil dadah-dadah.


" Iya Ola ,maafin ya Ibu belum pulang masih dirumah tante Alin. Kasihan tante Alin masih sedih "


Vika berucap penuh rasa salah padahal ini hari liburnya , dirinya bulan kemarin berjanji setelah gajian dan jika libur akan mengajak Ola ke aquarium besar yang banyak ikan-ikan dan hewan air lainnya.


" Iya ibu gak apa-apa kasihan tante Alin udah ga punya nenek lagi, Ola juga pasti sedih kalau jadi Tante Alin " Ucap Ola sambil melirik-lirik ke kanan ibunya.


Disisi kanan Vika ada Iqbal yang sedang mendengarkan interaksi ibu dan anak itu dengan tersenyum.


" Ibu itu siapa , eh itu apa Bu kolam renang ya waaahhh Kapan-kapan ajak Ola kerumah Tante Alin ya Bu, Ola mau berenang ,gratis kan Bu itu ga bayar ? "


Nyess saat itu yang dirasakan Vika dan Iqbal.


Ola adalah anak yang pengertian, dia tau ibunya sedang berhemat untuk memberikan pendidikan terbaik untuk dirinya..


Jadi jika Ola meminta pergi ke suatu tempat sudah pasti yang lalu bisa masuknya itu gratis. Atau jika Ola menginginkan sesuatu misal pensil warna , dirinya harus menabung dari uang yang ibunya berikan untuk jajan.


Bukan bermaksud pelit tapi Vika ingin mengajar kan mode hemat ke anaknya. agar besar nanti dia terbiasa hidup sederhana dengan penuh rasa syukur.


" Hai Olala aku Iqbal, kamu boleh panggil aku dengan sebutan,. kakak, Abang, om ,ayah atau bapak mungkin hehe "


Iqbal berusaha ingin membuat rasa sedih Vika tidak berlangsung selama.


Iqbal disikut Vika.


" Ola bukan Olala " ketus Vika yang tidak suka anaknya dipanggil Olala.


Karena Ola senang dan itu gratis ,Vika pun membiarkan nya.


" Horeee beneran nih Ola boleh panggil dengan sebutan Ayah ? " Tanya Ola yang senang dan itu diluar dugaan Iqbal.


Semudah itu menarik perhatian calon anak nya yang bernama Ola itu.


" Boleh dong, tapi tanya ibu dulu deh boleh apa ngga nya. " Iqbal melirik ke Vika.


" Boleh ga Bu Ola panggil Om Iqbal Ayah ? " Tanya Ola penuh harap.


Vika menghela nafasnya.


" Iya apapun asal Ola senang " ucap Vika tersenyum.


Mau jungkir balik atau berenang di kolam dengan gaya cebong Iqbal rasanya mendengar sinyal baik dari Vika.


" Yeayyy.. oh iya Ayah nanti kalau ibu libur katanya Ola mau diajak kerumah ikan yang besar, ada teman-teman ikan yang lainnya juga di sana . Ayah mau ikut ga? " Ucap Ola berbinar.


" Hmm kmna Vi ? " tanya Iqbal bingung.


" Sea world " jawab Vika singkat.


" Nah itu Yah, ayah mau ikut ga? sama bulan depan lagi kalau ibu udah gajian Ola mau diajak renang sama ibu." Ola bercerita sambil seperti melongok - longok gitu.


Iqbal yang peka pun mengambil ponsel nya Vika, lalu membalikkan kamera ke belakang, ia memperlihatkan kolam renang kediaman Nugroho itu.



" Wuaaaahh cakep banget yah, itu rumah Tante Alin? Ola mau main kesana ah kalau boleh sama ibu. " Ola terlihat senang walau hanya melihatnya saja.

__ADS_1


" Dirumah ayah kolam renangnya lebih luas dan banyak floaties nya kamu bebas mau naik yang mana " Ujar Iqbal menjelaskan siapa tau Ola mau main kan kerumahnya dan otomatis bersama Vika.


" Floaties apa sih yah " Ola yang sangat ceriwis dan sudah fasih bicara itu pun bertanya.


" Hmmm " Iqbal berfikir untuk menjelaskan dengan bahasa yang di mengerti.


" Floaties itu seperti pelampung yang besar untuk berenang, ada model unicorn, Bebek, Angsa, seperti kasur ,kamu pernah lihat ga ? " Tanya Iqbal pelan-pelan takut nya Ola bingung lagi .


" Oh iya iya Ola tau yah ,Ola pernah lihat di tivi.


Beneran ayah punya itu ? "


Iqbal mengangguk.


" Ya udah nanti Ola izin dulu ya yah sama Ibu, kalau ibu bolehin Ola main, ayah jemput Ola ya. " Ujar Ola senang.


Vika hanya menghela nafasnya kasar melihat interaksi anaknya dan anak bos nya itu.


Vika pun berbicara lagi sebentar dengan Ola dan kemudian dimatikan ponselnya karena tidak enak berlama-lama hanya berdua.


" Terima kasih sudah buat anak saya tersenyum tuan " Ujar Vika datar.


" Iya tinggal ibunya aja yang belum senyum ".


ucap Iqbal sambil berjalan disamping Vika.


***


Satu Sisi Jimmy mulai mendapatkan hati Anne, dan Iqbal juga mendapat lampu hijau dari Vika,


Satu sisi lagi Alin dan Axel masih berdebat tentang Alin yang ingin pindah ke apartemen setelah ini.


" Please Xel, tolong ngertiin aku, kita ga baik berdua aja disini. kemarin-kemarin itu ada nenek Biyah , dan sekarang semua keluarga kamu kan di luar negeri. " Jelas Alin.


Ia hanya takut terjadi hal-hal yang tidak-tidak jika berada di mansion hanya berdua Axel.


Ya walau ada para maid ,tetap saja Alin tak enak hati.


" Udah Xel izinin aja,demi kebaikan kalian juga kan " Abie ikut menimpali.


" Diem Lo Bie, maksud Lo biar Lo bisa bebas kan ngunjungin Alin. " Axel malah sewot ke Abie.


" ckk mulai deh , hati-hati tahan amarah Lo deh , gue balik dulu ya ,tolong bilang mom sama Dad ya..tar gue Disni lama-lama Lo emosi sama gue dan gue juga ikutan emosi lagi. berantem deh kita .


Udah jaga baik-baik Alin jangan Lo ambekin terus. inget selain ada Lo ada Chiko juga yang siap gantiin kalau Lo bikin Alin ga betah "


Abie berbicara sambil beranjak dari duduknya dan mengambil ponselnya di meja.


Jimmya dan Anne hanya melihat saja tanpa berkomentar.


" Selain Chiko ada Lo juga kan " Axel berkata sinis ke Abie.


Abie tak terlalu menanggapi walau hatinya berkata Ya, tapi dia tidak sebejat itu merebut kekasih sahabat nya.


***


Dilain sisi di kamar atas kedap suara ads pergumulan panas dari Mommy Ara dan Daddy Ryan .


Mau diceritain ga nih hihi 🙈.


****


Jangan lupa udah tiga bab nih . Yok penonton mana suaranya ....

__ADS_1


__ADS_2