Cinta Lama CEO

Cinta Lama CEO
53. Bisa Banget Nyenengin


__ADS_3

" Tapi kami gak apa-apa. Semua keputusan ada di kamu koq. Kalau kalian pindah sekolah lagi ga bermasalah kan Sayang-sayangnya mommy ? " Ujar Mommy sambil menatap ke arah tiga adik kembar Axel itu.


Triple N pun mengangguk. " Kita sih dimana-mana senang Mom " Cengir Naufal.


Tak perlu waktu lama Axel berbicara sebentar ke Alin.


" Kita di indo aja ya biar yang lainnya ngga repot pindah-pindah. Kalau nanti kamu mau kita ke New York kita bisa dua Minggu sekali ke rumah Daddy disana . Gak apa-apa kan? " Axel menggenggam tangan Alin.


" Sebenarnya aku lebih seneng di sini sih " Cengir Alin.


" Loh yang waktu aku denger kamu bilang ke Nala ,enak banget sih di New York ,jadi mau tinggal disana . Itu apa? " Axel sempat bingung tadi karena mengira sang istri ingin tinggal di New York.


" Iya, Kak Alin bilang begitu " Nala memperkuat prediksi Axel.


Alin tertawa. " Oh itu sih karena antusias aku aja dengar cerita Nala disana . Aku memang ingin kesana tapi kalau untuk menetap mungkin nanti-nanti " Ucap Alin membuat semuanya lega.


" Ya ampun Mommy kira kamu mau tinggal disana loh beneran. semalam Opa sama Daddy sampe meeting dan Mommy sama Oma sampai ikutan cari win win Solution "


Ucapan Mommy Ara membuat Alin kaget, " Ya Ampun Mom, Dad, Oma ,Opa dan semuanya maaf kalau sempat ga tenang karena ucapan Alin itu. " Alin merasa tak enak hati.


" Gara-gara Nala ya ini " Fal terkekeh melihat adik kembarnya sudah ingin menangis.


Nathan menghampiri Nala. " Udah jangan sedih nanti setelah selesai sekolah kita sama-sama disini ya "


Nala ditenangkan oleh Nathan kakak yang pendiam dan paling mengerti adiknya itu.


Bibir Mommy Ara, Daddy Ryan, Opa Ren dan Oma Zen membentuk huruf O. Ternyata ulah si cantik yang paling muda d keluarga Nugroho. Bilang kalau Alin ingin tinggal di New York.


Saking tidak ingin mengecewakan anak pertama dan menantu pertama Keluarga Nugroho, mereka mencoba mencari jalan tengah.


" Maafin Alin ya semuanya,Alin jadi merasa ga enak " ucap Alin dan semua pun menyambut dengan Tertawa.


" Ok Clear ya, sudah bisa siap-siap ya kita Dad? Biar pengantin baru aja yang urus mansion disini " goda Mommy Ara.


" Ya udah Kak Alin sering-sering ke New York ya nanti Nala ajak jalan-jalan " Ujarnya.


" Iya sayang nya kakak, nanti kita kan setiap hari bisa video call okey " Alin memeluk Nala.


" Jadi resign kan Lin ? " Tanya Daddy Ryan .

__ADS_1


" Jadi Dad, " Jawab Alin sambil tersenyum dan Axel tak kalah sumringah.


***


Sore itu juga seluruh keluarga Nugroho bertolak lagi ke negara pusat bisnis, seni dan mode itu.Mereka memang dikejar waktu jadi saat Nala berbicara Alin ingin tinggal di New York pun semua harus menjadwal ulang segala urusan mereka disana.


Axel dan Alin mengantar mereka ke bandara dan saat ini sudah pulang kerumah menjelang malam.


Kini tinggal Alin dan Axel di mansion.


Secarik kertas di terima Alin saat membuka kamarnya.


AXEL,ALIN ANAK MOMMY TERSAYANG, INGAT-INGAT CCTV ADA DI SEBELAH MANA SAJA YA ❤️


" Astaga si Mommy bar-bar tau aja Anaknya ingin bereksperimen dimana aja " ucap Axel membuat Alin malu sendiri mendengar nya.


" Kamu tuh pikiran nya , siapa tau maksudnya Mommy bukan itu "


" Duh Alin ku sayang, terlalu kalem kalau Mommy cuma hanya ingetin cctv aja . Mommy kan bar-bar yank, dia tau mungkin aku nanti mirip Daddy " asal ceplos aja Babang Axel mentang-mentang udah Sah.


" Iya deh Iya " ujar Alin tak ingin memperpanjang , nanti kejadian siang tadi terulang lagi. kasihan Axel kalau hanya tangan Alin yang dibuahi 😌.


" Sabar ya " Alin mengecup pipi Axel yang ada di sebelah kiri pipinya.


" Makan malam kamu mau apa? " Alin mengalihkan pembicaraan.


" Mau makan kamu tapi belum bisa. puasa sampai kapan aku ini hiks " Axel memasang tampang sedih.


" Mau aku masakin apa biar ga sedih ? " Alin berbalik dan mengalungkan tangannya ke leher Axel . Axel pun menggendong nya dan mendudukan Alin di meja yang berada di ruang ganti pakaian.


Axel baru tau kalau gunanya meja itu di ruang ganti adalah untuk istrinya duduk jika sedang ingin bermain.


" Mau minum susu dulu boleh? " muka imut menggemaskan muncul lagi membuat Alin gemasss dan tidak bisa menolak pesona lelaki halalnya ini .


Alin menganggukkan kepalanya dan Axel langsung membuka resleting depan baju Alin dengan lembut.


Axel pun baru mengetahui kenapa resleting baju wanita ada di depan dadanya ternyata gunanya untuk aktivitas bermain juga.


Axel menatap dua benda bulat yang menantang tapi ditutup oleh kain berenda itu.

__ADS_1


Diremassnya sebentar dengan lembut kemudian ia menyesap choco chip Alin sambil menekan-nekan dengan lembut.


Alin menggigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan suara. Tapi karena sentuhan Axel yang membuatnya terbuai, Suara merdu itu pun Keluar.


" Euungghh "


Alin menekan rambut dan kepala Axel . Dalam penyesapannya Axel tersenyum senang, sepertinya Alin sangat menikmati.


Axel mengangkat wajahnya, Kemudian menciumi wajah sang istri dan mendarat di bibirnya.


Dari bibir turun ke leher dan ia membuat tanda kepemilikan.


Mungkin karena hukum Alam, tangan Alin pun mulai mendarat di adik kecil Axel. Digenggam nya dari luar dan Axel terlihat melenguh juga.


" Ide Mommy lagi yank " Bisik Axel . Alin pun mengangguk . Segera Alin digendong ke kamar mandi .


Axel pun duduk di bathtub. dibiarkan Alin duduk di pangkuannya. ia ingin membuka baju Alin sendiri .


Pakaian Axel pun dilucuti oleh Alin hingga polos. Alin masih menggunakan celana karena khawatir terjadi yang tidak-tidak karena masih ada cairan merah yang Keluar.


Alin mulai berjongkok dan melakukan aksi seperti iklan biskuit. Diputar, dijilat dan dihisap hingga Axel mengeluarkan cairan bening yang seharusnya menjadi bibit cebong premium itu.


" Enak yank, walau lebih enak di sini " Ujar Axel sambil memegang daerah inti Alin.


" Sabar ya semoga lusa selesai " Ujar istri yang habis menyenangkan suaminya itu.


" Makasih ya yank, sini aku bantuin bersihkan "


Mereka pun sambil membantu membersihkan diri masing-masing.


" Aku kira aku bakalan pusing sampai malam pertama kita nanti. taunya kamu bisa banget nyenengin akunya" ujar Axel sambil memeluk Alin di kasur setelah bersih-bersih dan berganti pakaian.


Karena lelah tangan dan mulut , Alin yang tadinya ingin memasak makanan malam pun akhirnya tertidur.


Axel membelai lembut kepala istrinya itu.


" Terima kasih Tuhan sudah mengirimkan Alin untuk ku dan keluarga ku " Gunam Axel sebelum ia memejamkan matanya juga .


***

__ADS_1


__ADS_2