Cinta Lama CEO

Cinta Lama CEO
45. Imbas Dari Solidaritas


__ADS_3

Dan Axel hanya meringis mendapati calon istrinya itu mencium tanpa ada rasa .


Sedangkan Vika dan Anne menunggu dibawah dan melihat Alin. mereka bertiga cekikikan dan menuju kamar Oma dibawah.


Entah rencana apa yang mau mereka buat.


***


Malam itu Chiko datang membawa Mami nya.


Mami Chiko besok tidak bisa datang ke resepsi Alin. jadi hari ini disempatkan kesana.


Chiko juga pamit dia akan menetap di luar negeri karena perusahaan papinya diluar sangat membutuhkan nya.


Axel hanya mengintip aktivitas Alin dan Chiko bersama Mami Chiko. Hatinya bergemuruh tapi masih ditahannya.


Chiko memberikan hadiah bulan madu untuk Alin dan Axel yang bisa di klaim kapan saja.


" Tetap jadi wanita baik, manis dan ceria ya. Izinkan aku peluk kamu sebentar Lin " Ucap Chiko berkaca-kaca.


Alin tau Axel sedang mengintip mereka.


" Boleh ya sayang aku peluk Chiko sebentar " Ucap Alin agak berteriak.


Axel kaget karena aksinya ketahuan oleh Alin.


Karena terlanjur Axel pun keluar dari persembunyiannya disambut cekikikan warga rumah .


Alin tau dari Oma kalau Axel sedang mengintip nya. Sekilas Alin membaca pesan di grup ciwi-ciwi muda dan tua itu.


" Hmm iya, hai Ko, halo Mami apa kabar ? " Sapa Axel ke Chiko dan Maminya.


" Kabar baik Xel, kamu makin tampan saja tidak salah Alin lebih memilih kamu dibanding anak Mami yang biasa ini " kekeh Mami Chiko.


Axel merasa jumawa tapi tak ditanggapi oleh Alin.


Alin merentangkan tangannya dan memeluk Chiko. Chiko menahan tangisnya bagaimana pun dia laki-laki.


Sedangkan Axel menahan cemburunya.


" Sini Axel peluk Mami aja " Mami Chiko memeluk Axel sambil mengucapkan selamat dan maaf karena besok tidak bisa hadir.


Sedangkan Chiko,


" Bahagia terus ya Lin, dan doakan aku juga bahagia bisa mendapatkan wanita yang mencintai aku dengan tulus " Pinta Chiko penuh harap .


" Aduh gantengnya aku jangan sedih gitu... Aku doain semoga yang baik-baik buat kamu. Kamu tampan dan mapan Ko, siapapun pasti jatuh cinta dengan kamu . "


Ucap Alin membesarkan hati Chiko yang mungkin masih merasa shock karena sekalinya jatuh cinta dengan orang yang salah.


" Siapapun,selain aku tapi ya. Aku ingin jadi sahabat terbaik kamu selamanya ". Bisik Alin di telinga Chiko.


Axel melihatnya makin geram. Bisa-bisa nya mereka berbisik-bisik.


Huftt mana Alin lagi begitu lagi, Gak bisa berkutik gue.


Setelah beberapa saat, Chiko dan Maminya pun pamit. Oma Zen dan Mommy Ara juga keluar dari persembunyiannya dan memeluk Chiko juga maminya.


" Mommy doakan kamu segera menyusul Alin ya Ko " Mommy Ara mengusap punggung Chiko dan diangguki oleh Chiko.


" EHEM "


Daddy Ryan keluar dari ruang kerjanya.


" Sayang.. jangan pelukan lama-lama sama Chiko nanti dia nyaman " Ucap Daddy tanpa filter.


" Astaga Dad," Mommy Ara menepuk bahu Daddy yang cemburu nya ga karuan.

__ADS_1


Mami Chiko hanya terkekeh mendengar kelakuan orang-orang di keluarga Nugroho.


Setelah itu Mami dan Chiko pun pamit.


Tinggallah Axel dan keluarganya juga Alin dan teman-teman Alin.


" Xel ga jadi pergi ? " Tanya Daddy Ryan.


" Ish Dad jangan bahas apa " Kesal Axel karena masih ada Alin di sana. Padahal Alin bersikap biasa saja.


Tring...


Ponsel Alin berbunyi.


" Iya Noora gak apa-apa . Aku yang minta maaf ya jadi ga pakai WO kamu " jawab Alin di telepon bersamaan dengan Jimmy ,Abie dan Iqbal yang datang.


" Iya aku turut berduka ya . Salam untuk keluarga kamu jangan lupa hubungi aku jika kamu sudah sampai di negara kamu. Bye " Ucap Alin lagi sambil mengakhiri.


" Noora Lin ? " Tanya Mommy Ara.


" Iya Mom, dia salam aja untuk semuanya katanya " ujar Alin.


" Kayak pernah denger namanya " Ucap Abie.


" Hantu Manis Lo Bie " jawab Axel.


Abie tak menanggapi, ia malas kalau berurusan dengan gadis berpakaian putih yang mengaku anak buah dedemit dipantai waktu itu.


***


Sekilas cerita tentang Noora.


Dia adalah anak Tuan Felix yang punya Wedding organizer yang ternyata kenalan dari Orang tua Iqbal.


Alin sempat menghubungi Noora tapi ternyata takdir berkata lain. entah mengapa gudang penyimpanan peralatan usaha mereka terbakar habis dan Tuan Felix mengalami Serangan jantung dan tidak bisa diselamatkan.


Alin pun tak mengapa , dia akhirnya memilih WO lain. dan uang Yang sudah masuk full ke rek WO Noora pun Alin tidak memintanya kembali. karena memang bukan kesalahan disengaja tapi takdir yang membuatnya tidak bisa memakai jasa WO Noora


Dan tadi Noora menghubungi Alin karena Noora ingin pulang ke negaranya untuk memakamkan sang Ayah di tanah kelahirannya.


***


Akad dan Resepsi Alin memang diadakan sore hari karena mengingat waktu sang penghulu bisanya sore.


Banyak yang ngebet nikah sepertinya.


Pagi-pagi sekali Alin beserta rombongan sudah sampai di hotel tempat acara Sakral Alin dan Axel hari ini.


Alin langsung dirias. Begitu juga Bridesmaids .


Tanpa diketahui oleh para cowok-cowok , Mommy Ara memakai jasa 2 model pria yang biasa bekerjasama untuk katalog di butik nya.


Iqbal dan Jimmy sudah rapih memakai kemeja yang senada dengan kebaya para Bridesmaids , seragam itu pun dipakai oleh di model bayaran tadi.


Axel sudah tampan memakai jas putihnya. Dirinya gugup dan dia membuka ponselnya. Alin berusaha menenangkan nya melalu pesan .


" Jangan gugup Xel,Hari ini kita segera SAH jadi suami istri. Dan hari ini juga, aku milikmu. Aku sayang kamu "


Lega rasanya Axel mendapat pesan itu. Begitu pula para sahabatnya lega karena Axel sudah tersenyum kembali berbeda dengan tadi malam.


Alin sudah sangat cantik memakai Gaun putih yang senada dengan jas Axel. Dia masih berada di satu ruangan karena Ijab Qobul hanya perlu mempelai laki-laki saja.


Saat yang mendebarkan pun tiba.


Terdengar suara yang menggema diruangan hotel itu yang berubah menjadi sunyi hanya ada suara penghulu juga saksi.


SAH

__ADS_1


SAH


SAH


Saat terdengar Kata itu sontak semua menjadi riuh dan Axel pun mengucap Syukur karena debaran jantungnya tadi begitu hebat saking gugupnya.


Alin keluar didampingi para Bridesmaids yaitu kedua sahabatnya, juga Groomsmens yang berada disamping Anne dan Vika.


Iqbal dan Jimmy meneguk Saliva nya kasar. kenapa dua model butik Mommy pakai kemeja yang sama dengan Pendamping pria.


Dan parahnya lagi berada di samping wanita pujaan hati mereka.


" Xel koq bisa gini ? " Tanya Iqbal panik. harusnya dia yang ada disamping Vika.


" Gue rasa ini rencana Cewek-cewek buat bales kita deh . Yang gue ceritain pas dikamar bini itu "


" Bina bini bina bini Lo enak udah sah, gue nih status aja belum jelas Xel " Jimmy Frustasi sedang Axel tersenyum melihat wajah Alin yang sangat pangling saat dirias begitu.


" Gue bisa gagal jadi ayah Ola ini Xel ,padahal gue udah jujur sama Vik " Iqbal tak kalah frustasi sedang Abie cekikikan.


" Urusan Lo tar gue bantuin, yang penting sekarang gue udah nikah dan bisa enak-enak nanti malem .


Untung Alin ga bales dendam sama gue " Axel merasa jumawa karena dia melihat Alin sudah baik-baik saja tidak ada acara ngambek.


Iqbal dan Jimmy memandang Axel dengan tatapan sinis nya.


" Menari diatas penderitaan orang lain Lo " Kesal Jimny.


" Enak aja, gue nanti menari di atas bini gue lah,ngapain amat di atas penderitaan Lo..Rugiii "


Bar-bar mesum dimulai.


Setelah Alin menghampiri Axel, Alin menandatangani surat-surat dari bapak yang bertugas menghalalkan pasangan-pasangan itu.


Sudah selesai Alin mencium tangan Axel dan Axel mencium bibir Alin dengan mesra dan semua pun bertepuk tangan.


Iqbal menghampiri Vika yang sedang menemui Ola karena sedari tadi Ola mencarinya.


" Bu, koq kamu malah berdampingan dengan Cowo itum kan di agenda cuma cewek-cewek aja Bu yang dampingin Alin. " Vika di berondong pertanyaan oleh Iqbal.


" Ini hanya bentuk solidaritas ke temen aku Yah " Ucap Vika yang tidak sungkan memanggil Iqbal Ayah sekarang.


" Tapi aku cemburu Bu " Iqbal mode manja seperti Ola.


Hah imbas dari solidaritas.


Ola yang melihat pria yang dipanggil ayah itu pun tertawa.


" Koq ayah jadi kayak Ola sih ? " Pertanyaan Ola sontak membuat Vika cekikikan.


" Kan Ola anak ayah , jadi wajar dong mirip sama Ola " Ucap Iqbal gemas.


Dan tanpa sadar ada Ayah dan Bundanya di belakang.


" Anak ayah? siapa itu Bal ? " Suara tegas ayah dari Iqbal itu sontak membuat Iqbal dan Vika kaku .


Sedangkan dikursi mewa pelaminan itu sepasang pengantin sedang berbisik


" Lin aku ga sabar nanti malem " Bisik Axel ditelinga Alin.


" Aku juga menantikan nanti malam " ucap Alin dengan wajah seringai nya.


***


Othor udah ngetik ditengah-tengah persiapan ulang tahun bocil nih.


kita tebak-tebakan yuk apa sih episode setelah ini.

__ADS_1


Jangan lupa ritualnya ya kakak sayang 😘


__ADS_2