Cinta Lama CEO

Cinta Lama CEO
15. Kamu Sayang Aku Kan ?


__ADS_3

Jangan lupa yang gratis - gratis untuk othor yah.


Like Gratis Di Bab sebelumnya dan Bab ini


Koment Gratis


Hadiah Gratis


Vote Gratis 🤭


***


" Iya seperti dulu, kalau kita saudara di keluarga Daddy Ryan Nugroho " Sambung Alin lagi sambil meraih piring bubur Axel.


Axel menghela nafasnya ,


Sakit, tapi tidak berdarah.


Alin dengan telaten menyuapi Axel makan dengan perlahan dan lembut hingga bubur di piring itu pun habis.


Setelah itu Alin menyiapkan obat untuk diminum oleh Axel.


Alin memberikan obat ke mulut Axel dan memberikan air putih dan Axel pun meminumnya.


Terlihat lembut dan biasa saja. padahal hati Alin bergetar.


Setelah Axel minum obat gantian Alin diminta makan oleh Axel.


" Lin makan dulu, " ucap Axel sambil membetulkan letak duduknya.


" Iya " Sahut Alin singkat.


" Makan yang banyak " tambah Axel.


" Nanti gendut " Alin menjawab sambil terkekeh.


Ah terima kasih Tuhan, dia tersenyum lagi kepadaku.


Alin pun memakan makanannya dengan tenang, sedang Axel mengambil ponselnya dan membukanya sebentar untuk melihat apa ada pesan yang mendesak untuk dia balas.


Axel yang serius dengan ponselnya dan Alin yang serius juga dengan makannya itu pun dikagetkan dengan ponsel milik Alin yang berdering.


" Iya Ko "


Alin terlihat berbicara menjauh dari Axel,


" Hmm Ko, Ko pasti itu Chiko " gerutu Axel lalu meletakkan ponselnya di kasur dan kemudian berbaring menutup matanya.


Sekitar 10 menit berlalu Alin pun kembali dan ia melihat Axel tertidur menurut mata Alin.


Padahal sebenarnya Axel hanya sedang memejamkan mata ia ingin fokus mendengarkan pembicaraan Alin dan Chiko walau hanya sayup-sayup terdengar.


" Hmm sudah tidur lagi ternyata " Alin membetulkan letak selimut Axel kemudian duduk di sampingnya.


Alin berbalas pesan di ponselnya. ia sedang mengirim pesan ke Keluarga nya dan Chiko.


Sesekali Alin tersenyum dan itu terlihat oleh Axel yang sebenarnya memang sudah mengantuk juga tapi tetap ingin merasakan lebih lama berdekatan dengan Alin.


Axel bergerak-gerak dan Alin pun merasakan pergerakan Axel.


" Sshhtt tidur Xel, kamu harus istirahat, kamu harus kumpulkan tenaga untuk membalas dendam lagi kepadaku kan " Gunam Alin sambil tersenyum .


" Aku tau kamu baik begini karena kamu sedang sakit dan membutuhkan aku kan. tenang saja aku akan merawat mu hingga sembuh. setelah itu aku akan bebas dari perasaan tidak karuan ini jika berada di dekatmu " Ujar Alin sambil mengelus-elus lengan Axel.


Setelah gunaman itu pun Alin yang tertidur, Axel malah membuka matanya.


" Maaf Lin, aku janji setelah ini aku akan bersikap baik terhadap mu. maafin aku " Axel berjanji sambil memegang tangan Alin yang lembut itu .


Axel pun terjaga ,hingga Alin merasakan tubuhnya tak enak jika tidur dengan posisi duduk. Ia pun terbangun.


" Kau terbangun ? " Tanya Axel .


Alin menganggukkan kepalanya.


" Masih ngantuk ? " Tanya Axel lagi .


Alin pun mengantuk lagi.


Axel pun menepuk sebelah kiri ranjangnya.


" Tidurlah disini ,aku tidak akan mengganggumu. Badan mu bisa sakit jika tidur dengan posisi begitu " Ujar Axel.


Alin menganggukkan kepalanya karena masih mengantuk.


Alin merangkak dari sisi Kanan Axel menuju sebelah kiri ranjang untuk tidur .


Tapi karena mengantuk tubuhnya pun sempoyongan dan terjatuh tepat di atas tubuh Axel.

__ADS_1


" Aarrggh " Teriaknya diatas Axel.


Pandangan mereka pun bertemu.apa lagi bibir mereka juga saling bertemu.


Alin buru-buru sadar dan langsung mengangkat kepalanya.


Karena posisinya tidak pas dan tubuhnya masih sedikit lemah , Axel merasa sedikit berat .


" Kamu gendut ya, koq berat " Ucapan Axel berhasil membuatnya Alin merona malu .


Ditambah posisi Axel yang berada di bawah membuat Alin ingin bersembunyi di lubang semut.


" Maaf " Cicit Alin kemudian turun dan menelungkup kan wajahnya di kasur Axel.


" Posisi tidur begitu ga bagus loh " Seakan mendapatkan suntikan vitamin yang manjur, Axel merasa tubuhnya segar dan sehat sehingga bisa menggoda Alin.


" Malu Xel " Ucap Alin pelan sambil tetap konsisten dengan posisi nya yang tidur menghadap ke kasur.


Karena merasa sudah fit kembali, Axel membalikkan tubuh Alin menghadap nya.


" Menghadap sini dong tidurnya aku mau lihat wajah orang sedang malu " Axel terkekeh sendiri dengan ucapannya.


sedangkan Alin malah menutupi wajahnya dengan bantal agar tidak terlihat oleh Axel.


Axel merasa tingkah Alin begini sangat gemas.


" Aku pindah ke kamar ku ya Xel " Ucap Alin sambil tetap tidak memperlihatkan wajahnya ke Axel.


" Disini saja aku kan sedang sakit, kau lupa apa pesen Mommy dan yang lainnya kalau kau harus menjagaku " ucap Axel


Alin mengembuskan nafasnya kasar.


" Iya ,tapi jangan bikin aku tambah malu " Alin pun membuka bantal yang menutupi wajah cantiknya itu.


Axel tersenyum lucu melihat tingkah Alin.


Alin Bangun dari tidurnya.


" ya udah kamu tidur Xel, emang ga ngantuk apa " Tanya Alin agak kesal.


" Sedikit lagi aku juga tidur, kamu tidurlah dulu pasti kamu lelah. " Ucap Axel.


.


Alin menggelengkan kepalanya.


" Aku lapar ,aku ambil cemilan dulu ya " Ucap Alin lalu turun dari ranjang Axel .


Tanpa bertanya Alin menghampiri laci uang ditunjuk Axel.


Saat membuka laci Alin terbelalak.


Semua makanan kesukaan kita ada disini. Bagaimana Bisa.


Seolah tau isi hati Alin ,Axel menjawab pertanyaan dalam hatinya.


" Bisa dong ada makanan disitu aku kalau malam juga suka iseng ingin mengunyah sesuatu " Ucap Axel tanpa ditanya oleh Alin.


Alin hanya diam saja dan mengambil 1 Snack yang berada di dalam laci dan mengambil susu UHT berwarna putih di kulkas Axel.


" Makan sendirian aja ,tega banget " Ucap Axel


" Mau ? " Tanya Alin sambil menghampiri Axel.


Axel menganggukkan kepalanya dan membuka mulutnya . Kemudian Alin menyuapi Snack itu ke Axel.


Setelah satu kantong itu habis, Axel minum air putih dan Alin susu putih.


" Ga takut gendut ? " Axel memulai obrolan kembali.


" Nggak " Sahut Alin .


" Tadi aja udah berat " Goda Axel .


" Isshh malu Xel " ujar Alin memukul Axel dengan bantal yang ada didekat Axel.


" Yaudah ayo tidur " Ajak Axel sambil merebahkan tubuhnya di posisi tadi .


Sedangkan Alin masih dengan posisi duduk.


" Xel " Panggil Alin


" Ya " Jawab Axel membuka matanya kembali, baru saja ia ingin memejamkan matanya .


" Gak jadi deh " Ucap Alin lalu merebahkan tubuhnya di kasur berdampingan dengan Tubuh Axel. bedanya Alin menghadap ke Kiri sedangkan Axel menghadap ke atas arah langit-langit kamarnya.


Axel memiringkan tubuhnya ke arah Alin.

__ADS_1


" Aku minta maaf ya Lin atas semua perlakuan aku ke kamu "


Alin menganggukkan kepalanya dan itu terlihat oleh Axel.


" Kamu masih ada rasa ga ke aku ? " Tanya Axel lagi .


Alin tidak menjawab tapi mengangguk kan kepalanya lagi .


Sedikit senang, tapi Axel takut Alin membalas dengan kalimat kejutan lainnya.


" Rasa apa ? " Tanya Axel hati-hati.


Alin membalikkan tubuhnya menghadap Axel.


" RASA KESAL SAMA RASA NGANTUK ,, Aku mau tidur " Ucap Alin sambil memejamkan matanya dan tetap menghadap Axel.


Tuh kan ada aja jawabannya.


Axel terkekeh melihat wajah bantal Alin.


Ia mendekati wajah Alin.


" Lagi gini koq makin cantik sih " goda Axel.


" Hmm sejak kapan kamu suka gombal "


" Sejak barusan " Ujar Axel tanpa dosa dan memeluk tubuh Alin.


" Begini rasanya pelukan saat tidur, pantas saja Mommy sama Daddy suka dengan posisi begini " Gunam Axel .


" Tidur " Alin memukul lengan Axel.


Sebenarnya keduanya belum mengantuk, Alin yang telinga nya berada dekat tepat di dada Axel merasakan debaran jantung Axel yang sangat cepat.


" Detak jantung nya cepet banget " Gunam Alin yang terdengar oleh Axel.


" Kamu dengar ? " tanya Axel


" Dengar, kan pas banget nih ditelinga aku " Alin memegang dada Axel dan berhasil membuat Axel pun menegang


" Jangan pegang Lin " pinta Axel agak menjauh.


" Kenapa ? " Alin malah ingin menggoda Axel.


" Lin nikah aja yuk ,kamu sayang sama aku kan " tanya Axel.


" Tapi kamu kan nggak " Jawab Alin lalu menjauh, ia takut keisengannya tadi malah menjadi bumerang.


" Kata siapa ? " Tanya Axel.


" Kata aku barusan " Alin semakin berjarak dengan Axel.


Axel yang tiba-tiba sudah merasa sehat itu pun menarik Alin ke dekapan nya.


" Coba bilang apa barusan ? " Tanya Axel di hadapan Alin yang membuat degup jantung Alin pun semakin cepat.


" Ga tau lupa, kamu aja yang bilang apa yang kamu bilang barusan " Ucap Alin tapi setelah nya dia sadar.


Duh apa sih nih mulut. Lost Banget deh ah ..


" Aku sayang kamu, nikah ya sama aku "


dug dag dig dug hati Alin melonjak senang tapi .. Alin tidak mau gegabah. dia hanya diam saja tanpa menjawab.


" Lin " Panggil Axel.


Axel menundukkan wajahnya dan ia meraih pipi Alin dan mendekatkan bibirnya ke Alin.


Dan terjadi Ciuman penuh cinta dari Axel dan Alin.


Itu First kiss mereka jadi tanpa ada lu*ma*Tan yang panas hanya menyesap sebentar karena naluri yang bermain.


" Lin " Panggil Axel lagi sambil menatap Alin.


" Xel, itu first kiss ku " Ucap Alin lemah.


" Sama " Ucap Axel sambil mencium bibir Alin kembali dengan pelan dan satu kecupan saja.


" Xel "


" ya , second kiss kan ? "


" Aku mau kembali ke kamar ku, sepertinya kamu sudah sehat "


Alin beranjak pergi keluar dari kamar Axel terburu-buru karena Ia ingin segera sampai di kamarnya.


***

__ADS_1


Bab ini panjang yesss tadinya mau othor bagi jadi dua bab tapi kentang ah..


Yang minta bab jadi panjang kudu kasih like dan komen gratis ya buat Axel yang udah berani-beraninya ambil first kiss Alin .


__ADS_2