Cinta Lama CEO

Cinta Lama CEO
8. Tidak Berpengaruh


__ADS_3

Di perjalanan menuju sekolah,


Alin duduk di depan disamping supir, dan Triple N dibelakang.


Triple N senang karena bisa berangkat sekolah bersama kakaknya.


Alin mengarahkan wajahnya ke arah kiri jalan sambil melihat mobil berlalu-lalang, dan tidak terasa, sampailah mobil di depan sekolah.


" Mana nih yang nungguin adik kakak yang paling cantik " Goda Alin kepada Nala sambil terkekeh.


Dengan gerakan cantik ,Nala mengibaskan rambutnya dan membetulkan pakaiannya .


" Tuh.. Kak Alin ga lihat ? "


Nala menunjuk ke arah siswa-siswa yang sedang duduk di depan gerbang sekolah .


" Primadona sekolah nih Ceritanya " Goda Alin lagi sambil mencolek dagu Nala


" Nala gitu loh hihi . udah ya kak kita masuk dulu . bye kak Alin " Nala dadah-dadah ke arah Alin .


" Aku sama Opal masuk juga ya kak " pamit Nathan.


" Okey belajar yang rajin ya sayang-sayangku " Tangan Alin melambai-lambai ke arah triple N.


Setelah mengantar ke sekolah, supir mobil triple N mengantarkan Alin ke perusahaan Emicca.


...


Jalan raya masih lancar karena memang masih terbilang pagi untuk di hari Senin.


Sampai di lobby gedung Emicca, Elin turun dari mobil dan mengucapkan terima kasih ke supir yang bernama Pak Supri itu.


" Jika Nanti nona Alin pulang ingin dijemput ,kabarin pak Supri aja ya non "


Ucap Pak Supri kemudian pamit untuk kembali ke Sekolah tuan dan nona kecil nya itu.


" Iya pak nanti Alin kabari ya jika ingin dijemput. " Ucap Alin menjawab Pak Supri.


Ya Pak Supri memang harus standby di sekolahan karena terkadang sekolah tiba-tiba pulang cepat. jadi dari pada menunggu lama mending ditunggu perintah dari keluarga Nugroho.


Alin melangkah masuk ke gedung. Alin bertanya ke bagian resepsionis dimana bisa ketemu dengan Bu Irma atasan Alin di Emicca ini.


Resepsionis memberikan petunjuk untuk ke ruangan Bu Irma.


Setelah cukup mengerti penjelasan dari resepsionis, Alin mengucapkan terima kasih lalu berlalu pergi meninggalkan meja resepsionis.


Alin menuju lantai 7 tempat ruangan Bu Irma berada.


Alin menunggu di sofa ruang tunggu Bu Irma.


Sambil melihat-lihat ruangan tunggu itu Alin membuka ponsel nya. terlihat beberapa pesan tapi ia belum ingin membukanya.

__ADS_1


Hanya dpesan yang ia buka dari Mommy Ara dan Oma Zen yang mengucapkan semangat dan jangan lupa makan siang.


Alin tersenyum membacanya.


Baru sampe udah diingetin makan siang. Terima kasih Oma dan Mommy sudah sayang Alin. Alin akan balas kebaikan kalian semua .


Setelah menunggu sambil senyum-senyum Alin bertemu dengan Bu Irma yang baru sampai diruangan nya.


" Hai , Kamu Alin kan ? " Tebak Bu Irma yang memang tepat sasaran.


Alin tersenyum dan langsung bangun dari sofa yang empuk berwarna kuning nyentrik itu.


Alin merapihkan bajunya yang dipakai dan langsung menjabat tangan Bu Irma.


" Selamat pagi Bu Irma, iya Bu perkenalkan saya Alin yang kemarin diterima bekerja disini yang dikabarin via email "


Bu Irma tersenyum senang karena Alin terlihat energik,muda dan luwes sepertinya .


" Saya Bu Irma, kamu berada di team saya. Saya jua sudah baca CV kamu dan mari kita langsung Bekerja saja ya. kamu sudah siap kan ? "


Bu Irma yang berusia sekitar 30 tahun itu terlihat tegas tapi baik itu langsung to the point ke Alin.


" Sangat siap Bu, saya siap bekerja tolong arahkan saya dan beritahukan jika saya melakukan kesalahan "


Alin membungkuk hormat ke Bu Irma.


Bu Irma senang ke Alin ,walau ia dibanggakan oleh Boss nya saat merekomendasikan Alin sebagai team nya. Bu Irma tidak melihat wajah angkuh dan sombong dari Alin.


" Kamu bisa datang maksimal jam 9. Jam bekerja kamu 8 jam.Kamu bisa bekerja di dalam kantor ataupun luar kantor. Karena team kita adalah team design yang butuh inspirasi jadi bisa bekerja di mana saja .


Jika ingin keluar kantor kamu difasilitasi mobil ,nanti diantar supir kemanapun kamu mau asal jangan minta diantar ke kursi pelaminan ,karena Supir kita sudah menikah "


Bu Irma mengucap kan itu seraya tertawa.dan Alin pun jua ikut tertawa .


Sangat hangat atasan begini versi Alin.


" Ah ya,saya tau kamu dari keluarga Nugroho,tapi saya harap kamu tetap profesional ya " Bu Irma menepuk pundak Alin .


Alin kaget kenapa Bu Irma bisa tau .


" Kami memang competitor dengan Brand RN . tapi hubungan Boss kami sangat baik dengan Tuan Alex . Dan persaingan Emicca dan RN pun sehat koq " Ucap Bu Irma sambil tersenyum.


" Iya Bu Irma ,baik " ucap Alin sambil tersenyum.


Setelah itu Alin diantarkan Bu Irma ke ruangan yang tidak jauh dari ruangan Bu Irma.


" Nah Lin ini ruangan mu ,kita satu lantai untuk mempermudah komunikasi biar ngga buang-buang energi naik turun lantai " ucap Bu Irma ramah.


Alin menganggukkan kepalanya mendengar semua penjelasan dari Bu Irma.


" Ah ya kamu bebas membuat desain dengan model apapun yang ada di pikiran kamu ya. Kita disini dibebaskan berimajinasi "

__ADS_1


Alin menganggukkan kepalanya senang. memang diantara perusahaan lain hanya perusahaan ini yang sangat menarik perhatian Alin.


Karena team designnya dibebaskan untuk membuat design sebebas mungkin tanpa banyak aturan harus ini itu.


Setelah menjelaskan semua ke Alin Bu Irma kembali ke ruangannya dan Alin dibiarkan untuk bekerja langsung hari itu juga . dimulai dari mempelajari design yang banyak diminati dan lain-lain.


Alin pun langsung fokus bekerja sambil sesekali melihat ponsel nya.


***


Di kantor yang berbeda,


Seseorang sedang sibuk mengamati tumpukan berkas-berkas di mejanya.


" Veer.. "


Axel memanggil Veer yang berada di hadapannya.


Veer menoleh kearah tuannya itu.


" Iya Tuan, "


" Veer sepertinya balas dendam ku tidak berpengaruh ke dia "


Axel menghempaskan punggungnya di bangku kerjanya itu sambil menghela nafas panjang.


" Jadi harus bagaimana tuan "


Axel langsung menoleh dan menatap tajam Veer.


" Jangan kau dekati hatinya "


Glek


Veer menelan ludahnya kasar ,akibat salah bicara membuat nya menjadi korban kecemburuan tuan mudanya yang sedang galau itu.


" Tidak tuan "


" Awas saja kau " ucap Axel masih dengan tatapan tajam nya itu.


Veer lebih memilih melanjutkan pekerjaannya nya dibanding berbicara lagi khawatir Axel salah paham.


Axel kemudian mengambil ponsel nya dan mengetikan sesuatu lalu tersenyum. Entah sedang memikirkan atau melihat apa. Hanya Tuhan dan Axel yang tau.


Veer melirik ke arah tuannya itu tapi Axel langsung memasang tampang serius.


***


Happy New Year dari Babang Axel dan Kakak Alin.


Semoga tahun ini segala urusan kita dipermudah dan semoga harapan-harapan baru dari kalian tercapai semuanya ditahun ini aamiin .

__ADS_1


Maaf ya baru sempat update. 🤗


__ADS_2