Cinta Lama CEO

Cinta Lama CEO
66. Dila Tau


__ADS_3

" Dil, aku belum "


" apanya ? "


" Aku belum kayak kamu " Tukas Abie.


" Terus Dila harus apa? Dila ga mau itu duluan loh , Mau dihujat Babang Abie sama netizen ?? "


" Iya ngga, Aku cuma butuh kamu sentuh-sentuh pakai tangan aja " Abie menahan nafsuu yang ada di dirinya.


" Oke " Dila pun turun dari pangkuan Abie dan kini berada di sampingnya.


Tanpa Abie arahkan Dila, sudah tau apa yang harus ia lakukan.


Dila mengusap membelai belalai yang makin lama makin terlihat besar itu.


Abie memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan Dila. Diraup nya bibir Dila lagi di sesapnya dengan lembut dan penuh perasaan.


Dari bibir beralih ke Dua gundukan yang menyenbul-nyembul tidak karuan itu. Kini Abie merebahkan Dila di Sofa dan mengukungnya.


Inti Abie di gesekkan ke arah inti Dila. Abie bergerak perlahan tapi masih menggunakan kain dua lapis dalam dan luar.


Hingga cairan itu meledak dari sarangnya dan membasahi seluruh permukaan kain pelapis dalam Abie.


Abie mengerang dan kemudian memeluk Dila lalu menciuminya


" Terima kasih " ujar Abie .


Dila mengangguk .


" Maaf ya, kalau pacaran sama aku ,kamu jadi begini " Abie merasa bersalah karena sudah terlalu liar dan kelewat batas.


" Gak apa-apa kakak Ayang, Dila juga suka begini, enak . Lagi juga aku udah prediksi kalau pacaran dengan orang dewasa pasti ada begininya " Ucapnya sambil cengengesan dan tetap memeluk tubuh Abie.


Entah setan mana yang merasuki pacar mudanya itu.


" Temen-temen Dila banyak yang begini malah mereka sampai kayak kita tadi ,tapi mereka polosan. Kalau Dila ga berani, takut hamil nanti papa marah. soalnya Dila masih sekolah " ucapnya Polos tanpa filter.


" Kamu jangan melakukan kayak kita tadi ke orang lain ya, semua nya ini ,ini ,ini dan ini milik aku,cuma aku yang boleh begitu ke kamu "


Abie mengklaim sambil menunjuk-nunjuk dengan jarinya kalau seluruh wajah, Dua gundukan, bokong dan daerah inti Dila adalah kepunyaan nya.


Dila mengangguk senang.


" Kakak Ayang juga jangan nakal ya diluar sana kalau Dila lagi sekolah,apa lagi ga bisa temenin kakak Ayang begini , Ga boleh sama orang lain. Harus tunggu Dila dulu , Karena ini " Dila mengitari wajah Abie dengan jarinya.


" Dan ini " Dila memegang Rudal kebanggaan Abie itu dan menyentuh nya lagi dengan tangan membuat mata Abie terpejam kembali.


" Ini semua punya aku ,kalau sampai ini bersarang ditempat lain, Aku labrak bareng Genk aku yang bar-bar ,Biar dia kapok udah jadi pelakor " Dila berucap dengan wajah yang menggemaskan membuat Abie tak tahan ingin menciumnya.


" iya ,iya aduh-aduh galak banget sih pacar aku hmm " Abie menciumi Dila dengan gemas membuat Dila tertawa.


" Aku potong ininya kalau nakal-nakal " bisik Dila sambil memegang Rudal Abie yang mengeras kembali.


" Jangan dong, mau jadi pacar Durhakim hmm hmm " Abie ngeri-ngeri sedap jadinya.


Dila malah tertawa lepas.

__ADS_1


" Kak tunggu dulu ya Dila mau ganti celana ah, ga enak lengket. " Ujarnya sambil bangun dari sofa.


" Aku pulang aja ya, besok kita ketemu lagi okey " Abie pun bersiap-siap untuk pulang.


" Tapi mau tidur sama Kakak Ayang dulu. Gendong Kak. Nanti pulang setelah Dila tidur ya " pinta Dila agak memohon.


Abie hanya tersenyum, ia pun menggendong kekasih mudanya itu yang saat itu seperti anak koala yang melingkar dibadan Abie.


Dasar Dila nakal saat digendong bukannya diam saja malah menciumi leher Abie membuat siempunya leher itu mengeluarkan lenguhannya.


" Dila diam-diam kalau aku gendong, nanti jatuh " ucap Abie sambil menahan hasratnya.


" Jatuh apa pengen " Goda Dila .


" Gadis nakal "


" Akhh Kak " Dila mendessah karena bokongnya diremass oleh Abie .


Sampai di kamar Dila direbahkan di ranjangnya. " Aku pulang ya " Abie ingin pamit tak ingin terjebak di dalam kamar seorang gadis.


Dila malah berdiri dan menuju lemari pakaiannya.


" bentar kak ,Dila ganti celana dulu " Kemudian ia melepaskan begitu saja di depan Abie dan memakai celana yang baru kemudian mengganti dengan baju tidurnya.


" Astana ,Abie Junior bisa tergoda lagi ini " Abie mendekati Dila kemudian memeluknya dari belakang.


" Awas kak Dila ga mau lengket lagi, kalau malu lagi tuh bilang tadi jadi Dila ga perlu ganti celana " Ujarnya kesal.


" Ya ampun bar-bar nya, Ya udah aku pulang ya. selamat tidur My Dila " Abie mengecup kening Dila.


***


Dia berpikir akan hal tadi yang ia lakukan dengan Dila. Bisa-bisa nya itu lahar keluar padahal masih pakaian lengkap.


Saat ia sedang memikirkan, Dila menghubungi nya sambil marah-marah melalui Videonya Call.


" Kakak Ayang ga boleh bikin merah - merah lagi di sini . Aku kalau pakai baju keliatan tau ga " bibir Dila manyun-manyun membuat Abie tertawa bukannya takut.


" Kalau mau tuh agak dalem ,pas disini kek, disini kek " Dila mengangkat baju tidurnya yang tipis dan menunjuk ke arah daya yang membusung dan bawahnya.


" Nih besok-besok bikinnya disini kalau ga Dila marah sama kakak Ayang " Dila langsung mematikan ponselnya, dan berhasil membuat Abie kelabakan. Dengan cepat Abie langsung keluar dari kamarnya dengan menggunakan boxer ia menuju rumah Dila di sebelah dengan tergesa.


Abie meminta penjaga rumah Dila membukakan pintu pagar.


Penjaga yang sudah mengenal Abie pun membukakan pintu untuk pacar majikannya itu.


" Dila marah Pak, saya mau baikin dulu " Ucap Abie lalu tergesa-gesa masuk ke dalam rumah Dila .


Ia segera menuju kamar Dila dan membukanya. Terlihat Dila malah sedang asik menonton sebuah Video.


Perasaan tadi marah ,malah nonton Video begitu lagi .


" Sayang, jangan main asal tutup telpon begitu dong aku khawatir aku ga mau kamu marah " Abie memeluk Dila.


Dila yang senang akhirnya mendapatkan panggilan yang ia idam-idamkan dari Kakak ayangnya itu pun tersenyum.


" Iya kak ,maafin Dila ya besok-besok ga gitu. " Dila membalas pelukan Abie.

__ADS_1


" Dila seneng dipanggil Sayang " ujarnya lagi .


" Iya mulai hari ini Panggilan kamu sayang cup cup " Abie mengecup pucuk rambut Dila


Dila mengangguk dan mengeratkan pelukannya.


" Satu lagi, kamu ga boleh nonton begini lagi. Buat apa sih emangnya " Abie bertanya ke Dila.


" Buat senengin Kakak Ayanglah. Dila jadi tau Dila harus berbuat apa kalau lagi berdua " Ucapnya polos walau pikirannya tak polos.


Abie menepuk jidat nya heran dengan kelakuan Dila itu. " Pokoknya ga boleh lihat-lihat itu cowok lain " Kesal Abie.


" Ciee cemburu " ledek Dila.


" Nggak, Ya udah aku pulang ya,kamu tidur aja udah malem " Abie ingin pamit tapi ditahan Dila.


" Sini Dila kasih tau besok-besok harus buat merah-merahnya dimana.


Nih bolehnya disini " Tangan Dila menuntun tangan Abie menyentuh tepat di dada nya


" Atau disini " ,Dila menuntun tangan Abie menuju kebawah dad.


Abie menganggukkan kepala dan menelan salivanya kasar.


" Aku pulang ya, kamu tidur, aku mau tidurin yang lagi bangun lagi " Ujar Abie menahan hasratnya.


" Tapi Dila mau lagi " Dila menarik tangan Abie dan kini Dila berada di bawah Abie menggoyangkan pinggulnya kesana kesini, dsn menggesekkan intinya ke inti Abie membuat Abie terpancing.


" Gimana? Berasa gak rudal aku kalau pakai yang tipis ini " Ucapnya sambil.


" Lebih Enak dan berasa " Bisik Dila tanpa malu karena hasratnya sudah memuncak.


Kejadian di sofa tadi pun berlangsung kembali dan membuat keduanya lemas .


" Dila habis lulus mau kawin aja ah kak enak, kakak Ayang berani ga bilang ke Papa ? " Tantang Dila .


" Kawin,kawin nikah " Abie menjentikkan jarinya di dahi Dila.


" Hehe iya itu maksud nya nikah,biar bisa kawin tiap saat " Cengirnya.


" Aku berani tapi kamu emang udah siap? kamu udah tau apa aja hal-hal yang dilakukan setelah nikah ? " Tanya Abie .


" Tau, Dila harus pintar di dapur dan dikasur "


Abie tepuk jidat.


" Bukan hanya itu, tapi kamu terikat sama aku, setiap hal yang kamu lakuin harus persetujuan aku, kamu ga boleh keluar rumah tanpa izin aku , Dan lagi kamu juga harus urus aku dari aku mulai bangun sampai tidur " Abie menjelaskan kalau nikah itu tidak mudah. Bukan ia menakuti Dila dan tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya.


Tapi memang itu kenyataan kalau menikah tidak se simple yang dibayangkan.


" Dila tau, Dila ga mau seperti ibu tiri Dila yang gak ngurusin papa sampai akhirnya papa nikah sama mama Dila .Kakak Ayang tenang aja. Dila tau koq " Dila tersenyum dan mencium pipi Abie.


***


Maaf ya ,dari awal othor udah jelasin , Babang Abie pacaran dengan Dila agak bar-bar.Tapi tenang aja Tuh Babang Abie mau tanggung jawab.


Jangan lupa ritualnya loh 😌.

__ADS_1


__ADS_2