
Makasih ya yang udah support cerita-cerita aku. Lope sekebon buat kalian semua.
...
" Sayang, kapan pindah ke apartemennya? Tadi pagi udah di bersih-bersihin sama orang aku. " Iqbal memulai obrolan.
" Hmm gak mau deh " Jawab Vika santai.
Iqbal menepikan mobilnya, setelah berhenti menatap sang kekasih.
" Gak mau deh ? " Iqbal bertanya balik ke Vika.
Vika mengangguk
" Gak mau pindah ke apartemen sama ga mau cepat-cepat nikahnya "
Wajah Vika masih terlihat tenang dan santai karena memang itu pembawaannya.
" Koq gitu ? Kamu bosen sama aku ? " Tanya Iqba. Dan Vika menggeleng.
" Trus ? "
" Aku belum terlalu kenal kamu kayaknya, aku gak mau mengulang kesalahan yang sama . Aku terjebak dengan pria yang suka melirik wanita lain , apa lagi di depan aku . Apa lagi di belakang aku. "
Vika tetap tenang saat mengutarakan kekesalannya ke Iqbal.
Iqbal meraup wajahnya kasar. Ia menyesali mulutnya tak bisa di rem.
" Aku minta maaf sayang, aku janji ga kelewatan lagi kalau ngomong. " Iqbal menggenggam kedua tangan Vika .
" Iya aku maafin " Jawab Vika.
" Berati kita udah baikan ? " Tanya Iqbal senang.
" Ngga tau, aku masih kesel " Kesel tapi pembawaan Vika tenang gitu gimana Iqbal gak bingung harus bagaimana coba.
Biasanya cewek marah-marah, apa lagi yang bar-bar kalau marah, suka ngoceh panjang lebar,kemana-mana , bikin pusing dan si pria biasanya cari cara biar si wanita diam dan tenang.
Nah ini Vika diam dan tenang, Iqbal harus apa dong Genks ?.
" Sayang kita lihat apartemen sekarang aja ya " Iqbal kehabisan akal dan melajukan mobilnya kembali.
" Terserah kamu aja " Vika mengambil ponselnya dsn mengirim chat ke Bunda Inka menanyakan Ola rewel tidak.
Bunda membalas Ola malah senang ditambah tadi ada teman sebayanya cucu teman Ayah Yash. Dan saat ini Ola tidur.
Vika pun mengucapkan maaf dan terima kasih karena merepotkan Bunda dsn Ayah, juga mengizinkan Ola mendapatkan kebahagiaan lewat Bunda dan Ayah Yash.
" Kamu chat sama siapa ? " Tanya Iqbal melihat Vika tersenyum sambil menatap ponselnya yang dikirimin gambar Ola yang sedang tersenyum.
" Bunda " Jawab Vika singkat.
" Bener ? " Iqbal mencoba mencairkan suasana.
" Iya " Vika masih menjawab singkat.
" Gitu banget sih sayang jawabnya . Kamu beneran gak mau nikah sama aku ? " Tanya Iqbal agak emosi.
" Bukan gak mau, tapi ga mau cepat-cepat . Aku takut kecewa lagi " . Tidak salah Vik berucap seperti itu. Tapi Iqbal menanggapi lain.
" Jangan bandingkan aku sama Mantan kamu, aku bukan dia. aku ga akan bikin kamu kecewa " Iqbal melakukan mobilnya agak kencang, bermaksud ingin segera sampai di apartemennya dan berbicara dengan Vika agar tidak salah paham yang berkepanjangan.
Tapi nyatanya Vika sudah salah paham , ia kira Iqbal emosi makanya mengemudikan dengan cepat mobilnya.
__ADS_1
" Aku ga bandingkan kamu, aku hanya bilang aku takut ke ce wa " Ujar Vika agak ditekan suaranya.
" aku juga mau bilang sama kamu, aku gak akan bikin kamu kecewa "
" Iya tapi nyatanya kamu bikin aku kecewa malam ini "
" Astaga sayang, aku harus apa lagi biar kamu percaya, aku ga serius aku hanya bercanda dengan Axel. " Iqbal sudah menepikan mobilnya. Ia keluar dengan cepat lalu membuka pintu mobil agar Vika mudah untuk turun karena ia membawa mainan Ola yang diberikan oleh Abie tadi.
Karena Abie tidak pernah ketinggalan membawa boneka / mainan untuk Ola setiap kali bertemu.
" Taruh aja di mobil yank " Ucap Iqbal pelan tak ingin memulai keributan di tempat umum.
" Gak apa-apa aku pengen pegang aja "
Iqbal hanya mengembuskan nafasnya . dari pada ribut lagi ia turuti saja akhirnya.
Maksud Vika agar tangannya tidak dipegang Iqbal makanya memegang boneka dari Abie. Eh Iqbal malah merangkul pinggulnya.
Mereka masuk ke lift dan menuju lantai apartemen Iqbal.
Dan tanpa sengaja mereka satu lift dengan Syafiq yang tadi ingin mendekati Vika.
" Loh Bale, Vika disini " Syafiq yang ada di belakang mereka menyapa dan Vika hanya tersenyum seperti biasa tidak dilebih-lebihkan. Tapi Iqbal menganggap Vika berlebihan.
" Apartemen Lo disini juga ? " Iqbal bertanya ke Syafiq.
" Iya kadang kesini ,ini apartemen Vika apa Lo ? " Syafiq bertanya balik ke Iqbal.
" Gue dan Vika " jawab Iqbal tidak lama Lift terbuka dan Iqbal mengajak Vika keluar dari lift.
" Gue duluan ya Fiq " Iqbal Pamit.
" Ok Bal " Sahut Syafiq tak ingin bertanya lagi sepertinya masalah mereka berdua belum selesai. Dugaan Syafiq .
Vika tak ingin berbasa basi dengan Syafiq yang akan menjadi masalah baru dengan Iqbal nantinya. Ia ikut saja apa ajakan Iqbal tanpa permisi dengan Syafiq .
Ia membawa Vika masuk. Menyediakan minum untuk Vika dan duduk kembali.
Vika masih diam tak bersuara.
" Pantes kamu nolak nikah sama aku " Tiba-tiba Iqbal duduk dan berbicara begitu. Iqbal sepertinya punya cara agar bisa baik lagi.
Vika hanya diam saja mendengar ucapan Iqbal.
" Kamu mau Deket sama Syafiq kan ? Tadi senyum-senyum manis banget ,sama aku aja datar banget . Jadi itu ayah baru buat Ola ? " Iqbal menjalankan aktingnya. Ia tau Vika tidak bisa melihat Iqbal marah.
" Ish kamu apa sih ,koq jadi ngaco " Vika tiba-tiba bingung kenapa jadi Iqbal sekarang yang marah.
" Iya gak apa-apa udah tinggalin aku aja tinggalin, Syafiq lebih ganteng koq. pantes tadi sengaja ngomong bahas masa lalu, ga mau kecewa lagi, . iya aku tau aku udah bikin kecewa kamu .
Gak apa-apa rela aku ditinggalin kamu, Biar Ola sama aku , aku urus aja dia sendirian karena ibunya mau ssma orang lain " Iqbal seolah menjadi suami yang terdzolimi dengan tampang sedihnya.
" Gak gitu sayang, aku kecewa sama kamu tapi bukan berati aku mau tinggalin kamu. Kamu salah paham " Vika melunak dan mendekati Iqbal.
Dalam hati Iqbal bersorak gembira rencananya yang mempertaruhkan hubungannya itu berhasil.
Ia bingung kalau bukan memelas harus bagaimana lagi.
" Aku emang gak pantes ya buat kamu, aku emosian, tapi aku ga ganjen, itu cuma candaan aja yang tadi,aku juga sayang kamu dan Ola. aku ga bisa jauh-jauh sama kalian .
Tapi kalau kamu yang memilih mundur ya udah gak apa-apa biar aku sendirian aja ngurus Ola sampai besar "
Iqbal menyelipkan pembahasan tadi penyebab Vika marah..
__ADS_1
" Ih kamu jangan ngomong gitu ah aku sedih " Vika memeluk Iqbal.
Dalam hati Babang Bale senyum-senyum dan berjanji tidak akan asal bicara lagi.
" Maafin ya " ucap Iqbal mengambil kesempatan.
Vika mengangguk .
" Ya udah bersih-bersih dulu sana nih Pakai baju kamu yang tadi kita beli sebelum ke acara Jimmy.
Iqbal memberikan paperbag baju Vika itu.
Vika membersihkan diri dan memakai bajunya. Ternyata Melekat sangat pas dsn agak ketat.
Bagaimana lagi, belum ada baju dia di apartemen Iqbal.
" Kekecilan ternyata Mas " Ucap Vika yang sudah bersih-bersih Iqbal pun sudah mengganti bajunya dengan pakaian santai. hanya dengan Boxer dan kaos berwarna senada dengan Vika.
" Aku gemukan kali ya ? " biasanya size M pas. Vika berbicara di depan cermin yang ada diruang TV.
" Masa sih coba lihat sini " Iqbal menarik Vika dan Vika pun duduk di pangkuannya.
" Tidur disini aja yuk Bu " Ajak Iqbal.
" Ola gimana? "
" Kita telp bunda dulu "
Iqbal pun meraih ponselnya . Bunda mengizinkan dan bunda bilang sudah menemukan WO untuk acara Mereka. tinggal menemui keluarga Vika di Bandung saja.
" Mau Dp Ya " Ledek bunda di penghujung teleponnya.
" Nggak bund, cuma Baru baikan bund, jadi mau mesra-mesraan aja " Jawab Iqbal sambil tertawa kemudian menutup teleponnya.
" Aman Ibu nya Ola " ujar Iqbal lalu mengangkat Vika menghadapnya.
" Cium kek Bu dari tadi ayah gak di cium-cium sampe kering nih bibir " Iqbal memajukan bibirnya.
CUP
CUP
CUP
" Udah tahu aku mau nonton drakor ya , mumpung bisa nonton disini gak ada Ola " Vika pun meraih remot TV.
Vika duduk mencari film yang belum ia tomton. dan Iqbal tidur di paha Vika . Vika serius menonton dan tangan Iqbal mulai meraba bagian depan Vika .
Menurunkan tali spageti di dress Vika dan menurunkan dress nya hingga keperut.
" Gak lebih ya yah " Vika mengingatkan .
" Gak janji ya Bu " Iqbal menyahut.
Nyatanya Vika yang terbuai dengan sesapan dari Iqbal dan ia memejamkan matanya juga mengeluarkan suara indahnya karena sapuan lidah yang membuatnya mabuk kepayang.
***
Udah baikan ya semuanya.
dah ga mau agak hots takut pada bosen ya kan
__ADS_1
Jangan lupa koment yang banyak biar bisa up lagi . 😁
Jangan lupa ritualnya 😌