Cinta Lama CEO

Cinta Lama CEO
41. Anne


__ADS_3

Semilir angin membuat meremang. Anne yang tidak memakai baju lengan panjang put merasa dingin.


" Dingin ya ? " Jimmy melihat Anne .


Yang dilihat pun mengangguk.


" Aku ga bawa jaket An, tapi aku pegang tangannya aja boleh ya, biar sedikit lebih hangat " Jimmy pun menautkan tangannya ke Anne setelah Anne memberikan tanda persetujuan dengan cara mengangguk.


Sa Ae Babang Jim. Carkes. cari kesempatan.


" An, ceritain diri kamu dong aku mau tau. Aku mau tau orang tua kamu,siapa tau aku bisa cepat bertemu. " sambil melangkah Jimmy mengutarakan isi hatinya .


Anne terdiam sebentar.


" Duduk aja yuk Jim, pegel " Ajak Anne.


" Ok " Jimmy pun duduk di depan Cafe pinggir pantai itu dan memesan minuman hangat untuk nya dan Anne.


Anne melihat ke arah Jimmy yang sedang membuka ponselnya karena sempat berbunyi pesan masuk.


Jimmy pun menghela nafasnya.


" Ada masalah Jim ? " Tanya Anne karena melihat wajah Jimmy berubah menjadi seperti kesal dicampur sedih .


" Papa ku ingin menikah lagi An " Jimmy menghela nafasnya pelan.


" Mama kamu ? " Tanya Anne penasaran.


" Sudah tenang disana " Raut wajah Jimny tiba-tiba terlihat sangat sedih.


" Maaf Jim " Anne tak enak hati.


" Mama sakit ,kami tidak tau mama menyimpan sakit parah nya selama ini. Mungkin karena kami asik bekerja dan aku berada sering diluar rumah sehingga mama tidak pernah mengobrol masalah sakitnya kepada kami .


Aku tau saat Mama ingin dioperasi, tapi saat itu juga sebelum operasi dimulai mama sudah melemah dan tidak bisa ditolong lagi "


Menundukkan kepalanya dan mengusap bulir air mata yang tanpa permisi keluar dari bola mata Jimmy yang berwarna coklat itu.


" Maaf Jim , aku turut sedih. Maaf tadi aku tanyain mama kamu " Anne menggenggam tangan Jimmy dan mengusap nya.


" Papa ku sangat mencintai mama, tapi mungkin kesendirian dia membuatnya bosan dan butuh seorang teman.


Papa sedang dekat dengan seorang wanita , beliau ingin aku menemui nya dan berkenalan. Ingin meminta pendapat ku . Jika aku setuju Papa ingin menikahinya.


Tapi jika aku tidak setuju , akan dia tinggalkan nya . Jujur aku bingung "

__ADS_1


Anne menatap Jimmy yang terlihat sangat gusar.


" Satu sisi aku ingin papa senang, tapi satu sisi lagi jika aku mengizinkan nya ,aku merasa mengkhianati Mama " lanjut Jimmy.


Anne bingung harus bersikap bagaimana. sebenarnya ia bingung harus bagaimana karena jujur saja dirinya sama sekali tidak pernah tahu bagaimana hidup bersama orang tua.


" An , jika kamu jadi aku ,aku harus bagaimana ? Apa sikap yang kamu ambil ? " Tanya Jimmy menatap Anne.


Anne pun bingung harus menjawab apa.


Terlihat berfikir Sebentar kemudian mulut nya terbuka dan mulai menanggapi pertanyaan Jimmy .


" Jika aku punya masalah seperti dirimu, mungkin aku mengizinkan Papa ku menikah lagi. Karena nanti aku pun akan menikah dan meninggalkan Papa dirumah sendirian.


Aku ga mau egois, aku juga ingin papa ditemani, didampingi dirumah. dan segala keperluan nya ada yang mengurus karena aku ga bisa tiap saat berada didekatnya "


Jawaban Anne yang bijak membuat Jimmy bangun dari sedihnya.


" Kalau orang tuamu bagaimana ? " Jimmy Bertanya balik ke Anne.


Dirinya lupa dia yang ingin mendengarkan kisah Anne malah Anne yang mendengarkan kisahnya.


" Aku tidak tau " Jawab Anne sambil tersenyum.


" Aku tidak tau mereka dimana, siapa namanya, bagaimana rupanya, bagaimana hidupnya pun aku tidak tau . "


Anne mengucapkan sambil tersenyum tapi matanya berkaca-kaca.


Jimmy kaget dia kira Anne masih ada orang tuanya.


" Maaf An, aku tidak tau " Ucap Jimmy sedih mendengar kisah Anne. Ternyata ada yang lebih sedih dibanding dirinya.


Anne menganggukkan kepalanya,


" Nggak apa-apa Jim " Anne tersenyum.


" Lalu selama ini sebelum di mes kamu tinggal dimana? " Tanya Jimmy penasaran.


" Aku di panti asuhan milik Bu Fatimah . Ibu yang ku anggap seperti ibu kandung ku sendiri " Jelas Anne singkat.


Jimmy lebih kaget lagi dan tidak menyangka.


" Teman ku hanya Alin dan Vika ,kami bertemu di sekolah dasar tempat Kami sekolah dulu .


Hanya Alin dan Vika saja yang mau berteman dengan ku . Mereka sahabat terbaik" Lirih Anne dan terlihat sangat sedih

__ADS_1


" Sudah tidak usah diteruskan ceritanya jika belum bisa Cerita " Jimmy yang gantian mengusap jari Anne.


" Jika kamu ingin bertemu orang tua Ku. Silahkan temui ibu Panti " Jimmy mengangguk tanda senang. sekilas dia lupa akan permasalahan nya tadi.


" Dan untuk Papa kamu, saran aku jika kamu lihat wanita itu baik menurut kamu, kamu langsung restui aja. kasian masa tuanya Papa kamu nanti sendirian kalau ngga ada temen ngobrol " ucap Anne mencoba memberi saran.


" Anggap orang lain itu adalah kita, bagaimana perasaan kita jika kita yang ada di posisi itu " Anne mencoba membuka pikiran Jimmy yang sedang bingung.


Jimmy terhenyak, Anne yang tidak ada orang tua memikirkan nasib orang tuanya.


Sedangkan dirinya yang masih punya Papa tak memikirkan papanya sendiri.


" Terima kasih ya An atas sarannya. Sepertinya aku bisa mengikuti saran kamu itu " tersenyum menatap Anne.


Anne pun mengangguk .


" Eh minuman kita mana ya ? " Jimmy celingak-celinguk.


Tidak lama seorang pelayan membawa satu nampan berwarna hitam dan berbentuk bulat yang berisi dua buah minuman hangat.


" Silahkan " Ucap pelayan tersebut dan diangguki oleh Jimmy dan Anne.


" Terima kasih " Ucap Anne sambil tersenyum.


Jimmy melihat Anne tersenyum ke Pelayan itu.


" Bahagia jika apa yang sudah kita kerjakan diapresiasi oleh seseorang walau hanya ucapan terima kasih " Ucap Anne tiba-tiba.


Jimmy melihat ke arah Anne.


" Aku sok bijak karena aku juga kan pelayan restoran, jika aku menyajikan sesuatu di meja customer ku, aku senang jika diucapkan terima kasih setelah semua selesai di sajikan " Anne menertawakan ucapannya sendiri.


" An, aku serius. Aku mau temui Bu Panti. Aku mau minta kamu jadi istri aku " Ucapan Jimmy sontak membuat aktivitas minum yang ingin dilakukan Anne terhenti.


" Untung aku belum minum, jadi ga tersedak " hanya itu jawaban dari mulut Anne setelah pernyataan cinta Jimmy terlontar begitu saja.


" Aku orang biasa Jim. Aku juga dulu pernah menjalin hubungan. Tapi setelah keluarga mantan ku itu tau diriku mereka memaksa agar aku berpisah . Karena aku dan mereka tidak sebanding " Anne sedih mengingat saat itu.


" Kalau kamu tidak sebanding dengan mereka, ya berati kita yang harus bersanding. Udah ah yuk jangan sedih. besok kamu ikut aku ketemu Papa dan calon istrinya "


Tangan Anne ditarik Jimmy untuk meninggalkan meja karena melihat ke arah Axel dan Abie ada dua orang yang menghampiri sahabatnya itu.


***


Maaf belum terealisasi pernikahan Axlin 😁🙏

__ADS_1


__ADS_2