Cinta Lama CEO

Cinta Lama CEO
14. Merawat Axel


__ADS_3

Yuk Yuk yang belum Like ,like dulu ya mumpung inget, othor ga minta macem-macem koq 😘.


***


" Lin maaf... "


Tiba-tiba terdengar Axel mengigau.


Semua pandangan pun akhirnya fokus ke Axel yang masih memejamkan matanya dengan kondisi demam.


Pria yang dari kaki hingga badan tertutup dengan selimut tebal itu mengigau dan membuat semua mata tertuju kepadanya dan juga Alin.


" Maafin Axel ya Lin " Ucap Daddy Ryan.


" Aku udah lama Dad maafin Axel " Ucap Alin sendu sambil menatap Axel.


Ia ingat dulu saat masa sekolah Axel kehujanan demi menunggu Alin yang masih ada praktek di kelasnya.


Mereka pulang naik motor ,padahal kehujanan sebentar tapi Axel demam hingga lima hari lamanya.


Dan di hari ke enam itu barulah kondisi Axel normal kembali.


" Ya sudah kami tinggal ya sayang, mommy titip Axel dulu karena mommy harus mengecek kembali bawaan mommy, khawatir perlengkapan Daddy ada yang tertinggal "


" Iya Mom " sahut Alin.


" Hmm Mom berapa lama disana ? " Tanya Alin lagi


" Belum tau sayang, karena adik-adik mu juga pindah sekolah kesana kemungkinan akan lama ". ucap Mommy sedih, tak tega juga dia meninggalkan Alin sendiri disini bersama nenek Biyah.


" Yah Mom lama dong " Ucap Alin semakin sedih.


" Gak apa-apa nanti setelah kamu dapat cuti dari kantor mu, kamu nyusul ya kita liburan disana " Ucap Mommy menenangkan Alin.


" Iya Mom " Lirih Alin dan menatap semuanya.


" Gantian kita yang ditinggalin kak Alin hiks " Nala menangis memeluk Alin.


" gak apa-apa sayang, perusahaan membutuhkan Daddy disana . nanti kakak nyusul ya sama Kakak Axel " Alin mencoba menenangkan adik cantiknya itu walau sebenarnya ia juga sedih.


Baru berkumpul sebentar sudah ditinggal pergi.


Setelah bersedih - sedih mereka kembali ke kamar nya kecuali Alin dan Veer.


" Veer terima kasih ya sudah menemukan Axel " Ucapan terima kasih tulus terucap dari bibir Alin.


" Sudah tugas saya Nona. " Veer membungkuk ke arah Alin.


" Tapi dimana kamu menemukan nya tadi Veer ,karena aku sudah berkeliling berkali-kali tapi tidak menemukan Axel dimanapun " tanya Alin


" Tadi Tuan Axel tidak berada jauh dari tempat nona sepertinya, dia berada di ruko agak kedalam dari jalan raya "


Veer mencoba menjelaskan ke Alin agar Alin tidak curiga.


" Pantas saja aku tidak menemukan nya " Gunam Alin


Huftt untung saja aku sudah menyiapkan jawaban nya tadi sebelum nona Alin bertanya .


" Terima kasih ya Veer. kau boleh pulang sekarang . eh atau mau makan dulu biar aku siapkan " ucap Alin


Ia ingin bangkit dari duduknya tapi tangan Axel menahan tangan Alin Padahal posisinya sedang tertidur.


Veer tak sengaja melihat tangan Alin ditahan Axel.


Gaya anda Tuan mau balas dendam, dalam tidak sadar pun anda tak mau melepaskan genggaman tangan nona Alin. .Tidak rela pula saya disiapkan makan oleh Nona Alin.


" Tidak Nona, terima kasih. Sebaiknya saya pulang dulu besok saya kembali kesini lagi.


Saya titip Tuan Axel ya Nona. "


Veer membungkuk hormat ke Alin .


" Iya Veer Terima kasih, hati-hati dijalan " Alin tersenyum ke Veer.

__ADS_1


Bagaimana Tuan Axel tidak tertarik, senyum Nona Alin memang sangat manis, seperti dihipnotis saat melihat senyumnya. tak ingin berpaling kemanapun. eh..


Veer menggelengkan kepalanya.


" Apa-apaan aku ini , itu wanita tuan ku " Gunam Veer pelan sambil berjalan ke arah pintu kamar Axel .


" Veer ,kau berbicara dengan ku. ? " tanya Alin yang samar-samar mendengar gunaman Veer.


" Tidak nona permisi " Veer langsung melangkah cepat untuk keluar dari kamar Tuannya dan langsung segera menutup pintu dan berjalan cepat .


" Huft " Jantung Veer berdegup kencang.


" Kenapa Veer " Panggilan dari Daddy Ryan membuyarkan lamunan Veer yang masih terpesona dengan Alin.


" tidak apa-apa Tuan Ryan " Veer berusaha tenang dan menguasai dirinya agar seperti biasanya.


" Hmm Veer jika kau tertarik dengan Alin, kau memilih rival yang kuat " Kekeh Daddy Ryan.


" Ah tidak tuan, saya hanya ... "


" Sudah ,akui saja, saingan mu tapi banyak, selain Axel ada Chiko juga loh " Daddy terkekeh sambil berlalu dari hadapan Veer .


keluarga yang hangat, seandainya pun aku nanti bisa memenangkan hati Alin ,tapi rasanya aku tak tega membuat keluarga ini sedih karena anak kesayangan nya patah hati.


Hah Astaga , ucapan ku kenapa diluar kendali begini sih.


Veer menutup matanya lalu menepuk jidatnya sendiri.


( Ternyata Babang Veer itu pede juga ya genkss ).


Nanti kita Carikan jodoh untuk Veer ya ...


...


Di Kamar Axel.


Alin tertidur dengan posisi duduk disamping Axel sambil memegangi tangannya.


Melihat dua kesayangan mereka tertidur sambil berpegangan tangan , Daddy Ryan dan Mommy Ara pun tadinya mau sedih-sedihan jadi senyum-senyum.


Mommy Ara mendokumentasikan pemandangan indah itu menurutnya.


Sedangkan Daddy Ryan berjalan ke arah Alin dan Axel.


Axel yang merasa sudah cukup tidurnya terbangun , ia melihat di samping kanannya ada sesosok wanita yang sangat ia rindukan. Rindu ingin berdekatan dengan suasana hangat.


" Sstt jangan gerak, Alin baru saja tertidur sepertinya " Daddy Ryan memperingatkan Axel agar tidak bergerak khawatir Alin terbangun.


Tapi Alin yang sangat peka dan sensitif itu pun terbangun dan kaget karena Axel sudah bangun juga dan tangan mereka saling bertautan.


" Ah Xel maaf jangan marah, aku tidak sengaja " Ujar Alin gugup lalu melepaskan tangannya yang menggenggam tangan Axel.


" Jangan dilepas Lin " Dengan suara lemahnya Axel memohon agar tangannya tetap digenggam oleh Alin.


Alin mengangguk dan tersenyum.


Terima kasih Lin,terima kasih tetap tersenyum hangat untuk ku.


Mommy mengusap rambut Axel dan memegang dahinya.


" Masih panas ,makan bubur dulu ya dan jangan keluar dulu. Mommy ,Daddy dan Oma Opa kamu akan menggantikan kamu dulu untuk pekerjaan yang tidak bisa ditinggal di New York dan Jepang. " Ujar Mommy lembut ke arah Axel.


Axel yang sadar dirinya akan berbaring lemah agak lama jika demam pun mengangguk.


" Semua urusan perusahaan akan Daddy kerjakan. kamu cukup pantau nanti dari indo ya " tambah Daddy Ryan.


" Iya Dad ,terima kasih " Sahut Axel.


" Nanti Alin yang akan merawat kamu disini, kami semua pergi dan adik-adik mu juga Daddy pindahkan ke New York Semua nya. Kamu urus perusahaan disini dulu ya " Titah Daddy Ryan.


Axel menganggukkan kepalanya lagi tanda mengerti.


" Daddy pamit ya Nak, kalian baik-baik disini " Daddy Ryan memeluk Axel dan ingin memeluk Alin berbarengan dengan Mommy Ara ingin memeluk Axel.

__ADS_1


" Dad " Panggil Axel saat Daddy ingin memeluk Alin.


" No " Ucap Axel dengan hanya gerakan mulut dan tanpa bersuara .


Daddy terkekeh mengingat dirinya yang posesif terhadap Mommy Ara dulu.


Oma,Opa,si kembar semuanya pun menyambangi kamar Axel .


Mereka pamit semua ke Axel dan Alin .


"Jaga diri baik-baik ya, jangan sampai kalian sakit " Salah satu wejangan dari Mommy Ara .


" Iya Mom " Sahut Alin dan Axel bergantian.


Setelah berpamitan semua pun berangkat malam itu juga.


Tinggallah Alin dan Axel berduaan di kamar Axel.


Alin dengan telaten merawat Axel.


" Xel lepas dulu tangannya ,aku mau ambil bubur untuk kamu " ucap Alin yang sebenarnya dari tadi merasa gugup berdua dengan Axel. khawatir tiba-tiba marah Axel meledak lagi seperti kemarin-kemarin.


" Biar maid aja Lin yang antar kesini. Kamu disini aja ya " Ucap Axel pelan.


" Baiklah tapi lepas dulu Aku gerah mau ganti baju boleh? "


" Ngga boleh , Ngga boleh disini maksudnya " Goda Axel pelan.


Alin tertawa kecil lalu ke kamar mandi Axel. . Mommy Ara tadi sudah membawakan baju santai ke kamar Axel untuk Alin pakai agar tidak keluar-keluar kamar.


Setelah aktivitas Alin selesai dia pun keluar dari kamar mandi Axel itu dan Terdengar ketukan pintu.


Axel membuka pintu dengan remote dan munculah Maid yang membawakan makanan untuknya dan Alin.


" Terima kasih " Ucap Axel ke Maid yang membawa troli berisi makanan itu


Maid itu pun mengangguk dan pamit untuk kembali ke dapur.


" Makan sekarang ya Xel " Ucap Alin sambil meraih bubur yang dibawa maid tadi .


" Sini dulu " Axel menepuk pinggir ranjang kanannya.


" Kenapa ? " Alin menghampiri Axel yang sedang ingin merubah posisinya dari berbaring menjadi duduk.


" Jangan Duduk dulu, emang ga pusing ? " tanya Alin yang langsung mendekat ke Axel dengan cepat.


Axel menggelengkan kepalanya.


Alin sudah duduk di sisi ranjang kanan Axel. Dan Axel meraih tangan Alin agar bisa dipegang olehnya.


" Lin aku minta maaf ya " ujar Axel pelan karena merasa sangat keterlaluan sikapnya selama ini.


" Untuk ? " Tanya Alin memastikan.


" Untuk semua yang aku perbuat ke kamu .bisa kan Lin kita mulai hubungan kita lagi dari awal ? " Tanya Axel hati-hati .


" Dari awal? aku ga merasa hubungan kita berakhir Xel. Jadi sekarang lebih baik kamu makan dulu ya biar segera sembuh dan beraktivitas normal kembali " Jawab Alin sambil tersenyum.


" Maksudnya tidak berakhir Lin ? " Axel bingung memastikan hubungan nya dengan Alin kali ini apa.


" Ya tidak berakhir " jawab Alin dengan Ambigu.


" Tetap seperti dulu ? " Axel senang ,seolah badannya terasa fit kembali.


" Iya seperti dulu, kalau kita saudara di keluarga Daddy Ryan Nugroho " Sambung Alin lagi sambil meraih piring bubur Axel.


***


Babang Axel lemes deh nih jadinya.


Yuk Yuk semangatin Axel.💃❤️


Boleh bagi Vote nya yuk ke Alin dan Axel

__ADS_1


__ADS_2