Cinta Lama CEO

Cinta Lama CEO
43. Pesta Bujang


__ADS_3

Makasih doanya cinta cintakuuuu.


***


" Udah intinya kamu yakinin hati kamu, Dan sekarang mommy juga yakinin kamu kalau Iqbal itu serius sama kamu. "


Oma mengangguk.


Alin dan Anne pun memberikan jempol ke arah Vika.


Oma Zen, Mommy Ara, Vika dan Anne sudah selesai perawatan tubuhnya.


Sedangkan Alin masih harus melakukan ritual perawatan Khusus Pengantin.


" Loh koq aku dtinggal sih " Ucap Alin saat melihat semua nya pergi


" Iya itu sekarang kamu melakukan perawatan khusus untuk pengantin saja. Kita-kita ga perlu ya Oma " Mommy Ara tertawa seraya pergi dari ruangan senam yang disulap menjadi ruang spa dadakan itu .


1 Jam pun berlalu, Alin sudah selesai melakukan ritual perawatan khusus pengantin wanita.


Saking Relax nya pun Alin tertidur.


Saat itu sudah sore hari.Axel pulang dari kantornya pukul setengah enam .


Dia melihat ada teman-teman Alin di dapur bersama Mommy Ara dan Oma Zen.


" Alin nya mana Mom " Tanya Axel celingak-celinguk mencari keberadaan sang wanita penakluk hatinya.


" Sepertinya tertidur masih di ruang Spa " Jawab Mommy Ara.


" Aku malam ini mau pesta lajang ya Mom sama anak-anak " pamit Axel.


" Pamit juga sama Alin tar dia batalin nikahnya loh kalau kamu main asal pergi aja " Mommy Ara degan santainya mengucapkan kalimat yang bikin jantung Axel serasa keluar dari tempatnya.


" Astaga Mommy aku yang cantik mulutnya bar-bar banget bikin jantung aku berhenti seketika " Axel memegang dadanya sambil matanya memicingkan ke arah sang Mommy.


Yang ditatap malah cekikikan bersama Oma dan kedua teman Alin .


" Kamu tuh Ra, kalau ngomong suka bener " Oma makin terkikik.


" issh pada jahat-jahat banget aku ga kirim jatah bulanan biarin aja " Axel mencoba mengancam kedua orang yang punya kuasa dirumah itu.


" Ya udah kalau gitu Mommy bilang Ara undur aja undur KLO ga cancel. Gimana Oma " Mommy Ara mencoba mengancam balik dan diangguki oleh Oma Zen .


" Astaga ibu ratu sama ibu suri bener-bener deh kalau udah ngancem. ampun hamba minta ampun " Axel mengatupkan kedua tangannya di dada sambil kepalanya mengangguk - angguk seperti memohon.


Semua wanita di dapur itu terbahak tanpa terkecuali.


" Ya udah sana susul, jangan lupa dikunci pintunya. tar kamu lagi DP adik kamu pada masuk " Mommy Ara menggoda lagi tapi godaan kali ini membuat Axel senang.


" Yess ini baru Mommy terbaik " Axel memeluk Mommy Ara.


" Halah tadi aja dibilang bar-bar " cibir Mommy.


" Hehe " Cengir Axel sambil mencium Pipi mommy Ara dan Oma Zen.


" Jangan bablas " Bisik Mommy lagi


" Kalau inget " Axel pun tertawa terbahak.


" dasar turunan bapaknya banget " Ucap Oma Zen.


" Mommy yang suruh sih "ucap Axel sambil berlalu dari dapur dan spatula pun melayang berbarengan dengan ocehan Mommy.


Axel masuk ke dalam ruangan dadakan spa itu. Dan ia melihat sang calon istrinya sudah tertidur dengan memakai handuk.


GLEK...


Sexyh banget sih kamu yank. Tapi sabar-sabar biar besok makin penasaran.


Axel menyelimuti tubuh mulus Alin dengan selimut tipis yang ada disana.


Ternyata Alin merasa terganggu tidurnya dan ia pun membuka matanya perlahan.


" Hmm Sayang sejak kapan ada disini ? " Tanya Alin sambil mengucek matanya.

__ADS_1


" Kamu bangun langsung lihat pangeran gitu ya yank "


" Aishhh " Alin pun duduk di kasur menghadap ke Axel .


Axel menelan ludahnya.


" Godaan macam apa ini hiks " Gunam Axel yang terdengar oleh Alin.


Dengan wajah polosnya Alin bertanya.


" Kenapa ? "


Axel menghela nafasnya.


" Ngaca deh yank " Tubuh Alin dibalikan menghadap kaca.


" Astaga maaf Xel " Alin langsung menarik selimut yang ada di kasur lalu menutup bahunya yang terekspos itu.


" Besok malem ga boleh ditutupin loh " Axel menjauh dari Alin.


" Hmm iya " Alin menjawab malu-malu.


" Kalau udah pakaian lengkap keluar ya yank, kita ngobrol sebentar " Ujar Axel sambil membuka pintu.


" Ok " Sahut Alin sambil mengunci pintu.


Alin pun bergegas memakai pakaiannya lengkap dan langsung keluar dari kamar spa dadakan itu.


" Digangguin Axel ? " Tanya Mommy Ara ke Alin saat Alin keluar dari kamar spa itu.


" Di narsissin Mom " Kekeh Alin.


" Ga diapa-apain ? " Tanya Mommy Ara lagi.


Alin menggelengkan kepalanya membuat Mommy lega Axel tidak jadi DP.


"Syukur deh kirain jadi " kali ini Mommy yang terkekeh.


Alin menghampiri Axel di taman belakang dekat kolam renang.


" Aku mau keluar ya, anak-anak ngadain pesta bujang " Axel meminta Izin kepada Alin.


" Iya Xel " Ucap Alin sambil memakan alpukat nya di gelas yang sudah dicampur dengan susu dan kopi .


" Ga marah? " tanya Axel.


" Emang ada yang bisa bikin aku marah di pesta bujang itu ? " tanya Alin menatap Axel.


Degh,,


Tiba-tiba dada Axel berdegup kencang,ia teringat akan ajakan Jimmy yang ingin pergi ke Club dan melihat para penari miskin. Alias penari yang memakai baju kurang bahan.


" Ng nggak koq yank " Tiba-tiba Axel gugup.


" Hayooo gugup kenapa ... " Tiba-tiba Anne datang mengagetkan Axel yang memang sedang kacau jantungnya karena tatapan Alin.


" HM hmm itu apa ya " Axel semakin gugup.


" Kenapa calon suami Lo Lin ? " Anne bertanya ke Alin.


Yang ditanya mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu.


" Kamu izinin ? " Tanya Vika yang tiba-tiba datang bersama Ola.


" Diizinin aja , toh kita disini juga mau ngumpul sama Chiko kan. Mumpung dia lagi di indo " Ujar Alin santai .


" Hah? Chiko yank? kesini ? bukannya di luar negeri dia? " Axel kaget dan melupakan kegugupan nya.


Alin menganggukkan kepalanya.


" Iya dia besok ga bisa Dateng, harus urus perusahaan papinya lagi makanya sempatin malam ini " Jelas Alin.


Axel menggelengkan kepalanya.


Baru mau ke penari kurang bahan aja tiba-tiba saingan gue Dateng,gimana gue tetap kesana. Bisa-bisa Alin dibawa pergi Abie yang dulu ngebet mau nikahin Alin.

__ADS_1


" Aku ga jadi pergi yank, aku dirumah aja. Biar aja tuh Jimmy yang punya ide pergi sama anak-anak aku ga mau . Aku disini aja. Aku ga mau kamu deket-deket Chiko. ga beres. " Axel langsung mengoceh dan membuat Anne dan dan Alin bingung.


Sedang Vika tertawa.


Axel melihat Vika bingung.


" Koq lo ketawa Vik " tanya Axel.


" Gak apa-apa , Ayok La kita siapin cemilan untuk temen Tante Alin nanti " Ola yang masih belum kumpul nyawanya karena baru bangun itu pun mengangguk saja tanpa berkomentar.


Vika pun membawa Ola ke dapur Keluarga Nugroho.


" Kenapa aku jadi curiga kamu mau kemana ya tadi Xel " Sekarang Alin gantian menatap Axel.


Yang ditatap duduk tidak karuan.


" Hmm itu yank, itu " Axel gugup lagi .


" Emang sayangku mau kemana? " Alin memancing agar Axel jujur bicara mau kemana.


" Jangan Marah ya " Ucap Axel pelan sambil mendekat ke arah Alin.


" Iya sayangnya aku mau kemana emang nya " Alin tersenyum.


" Ke Club X yank, mau lihat dancer nanti malem " Ucap Axel pelan.


Anne mengingat-ingat Club X yang dulu ia pernah melamar kerja tapi ditolak karena ternyata lowongan nya adalah untuk penari strip* tis.


" Astaga Jimmy, yang ngajak Jimmy Xel ? Jimmy ngajak nonton penari strip* tis ? " Pekik Anne.


" Iya laki Lo yang ngajakin An " Axel berdalih ingin menyalahkan Jimmy dan menjadikan nya


Kambing Hitam agar dirinya tidak dimarahi oleh Alin.


" Jimmy yang ngajak ya sayang? " Tanya Alin sambil berdiri dari duduknya.


" Iya yank Jimmy yang usulin. " Axel senang karena dia seperti nya tidak disalahkan oleh Alin.


" Tapi kamu setuju mau kesana ? " tanya Alin lagi.


" Hmm i iya yank "


Alin berdiri dan mengajak Anne keluar dari taman.


" Ya udah pergi aja sana aku gak apa-apa koq " Alin tetap tersenyum.


" Aku mau bersih-bersih dulu ya belum mandi ,sama mau telepon orang WO lagi. Kamu hati-hati ya . Yuk An kita keluar biar Axel bisa ke kamarnya siap-siap " Ajak Alin sambil memegang tangan Anne.


Axel hanya terdiam dan menyesali mengiyakan ajakan Jimmy tadi.


" Yank Yank " Panggil Axel.


" Kenapa Xel ? " Tanya Alin seperti biasa.


" Marah ya ? " Tanya Axel pelan.


" Ngga koq. aku ke kamar dlu ya " Pamit Alin seperti bias dan seperti tidak terjadi apa-apa.


Mending gue dimarahin deh ini mah, dari pada Alin bersikap tenang biasa aja . Jimmmy brengsek nih...


***


Sebelum lanjut bab berikutnya jangan lupa :


LIKE - gratis kan ya bebss 😘


KOMEN - semenarik mungkin biar othor tandain


VOTE - kalau ada aja ga maksa othor mah


HADIAH - seikhlasnya


FAVORIT - gratis juga kan ya..


Maapin akuh yang banyak maunya ini 😁🙏🤣

__ADS_1


__ADS_2