
Pagi hari di kediaman Danubrata.
" Vika sudah bangun sedari subuh dan sudah membantu Bibik di dapur.
Vika yang semalam tidur di kamar tamu itu sedang membuat sarapan untuk semua nya.
Bunda Inka datang ke dapur untuk mengecek sarapan untuk hari ini .
" Loh udah bangun aja Vik " Tanya Bunda Inka.
" Iya Bund " Vika menjawab sambil tersenyum.
" Masih? " Tanya Bunda Inka yang tau anaknya semalam sedang marah.
" Masih bund " Vika tetap tersenyum . Tapi bunda menlihat sedih di mata Vika.
" Bunda ngga tau permasalahan kalian apa, tapi Iqbal itu posesif banget anaknya Vik. " ujar Bunda sambil menyiapkan teh untung Ayah Yash .
" Iya Bund " Vika tersenyum menanggapi obrolan Bunda.
" Iqbal dulu pernah punya pacar Vik, tapi ga dikenalin ke Bunda sih . Tapi dia bilang pacar nya dulu susah diatur sukanya pergi kesana kesini ga bilang . Akhirnya Iqbal lebih milih putus katanya ". Ucapan Bunda membuat Vika uang sedang mengolah telur itu terdiam.
" Terus sekarang bund cewek itu kemana? pernah main kesini ga setelah putus ? " Tanya Vika penasaran.
" Ketemu juga bunda belum pernah Vik, yang Bunda tau, kalau udah putus Iqbal itu ga mau berhubungan apapun lagi " Bunda Inka jujur ,karena tidak ingin menutupi apapun ke calon menantunya itu .
" Bund, misal Iqbal kecewa sama Vika, trus Iqbal ga mau ketemu Vika sama Ola lagi, Bunda mau kan tetap ketemu sama Ola. Vika cuma takut biasanya Ola suka ketemu Bunda sama Ayah ini gak ketemu lagi " Tiba-tiba wajah Vika berubah sendu.
" Eh koq ngomong gitu , ini Bunda cuma cerita Vik. Kalau kamu ga mungkin lah Iqbal begitu. Dia cuma lagi marah. mirip Ayah itu Vik. Nanti juga baik lagi " Bunda membesarkan hati Vika.
" Iya Bund, cuma semalem Iqbal kecewa aja sama Vika karena Alin kan Vika duga hamil. nah Vika cuma bilang kalau lagi hamil muda jangan sering berhubungan kasian dedeknya nanti. Vika juga dulu gitu.
Vika bilang gitu ngga ngeh bun,ternyata Iqbal ga suka kalau Vika ada bahas-bahas masa lalu " Vika akhirnya menceritakan kenapa Iqbal sampai marah ke dirinya.
Bunda malah tersenyum melihat tingkah anaknya. " Dia udah mentok sama kamu tuh Vik. Takut Ga rela berbagi walau hanya cerita " Bunda malah tertawa .
" Nih biasa dia udah bangun , Udah kamu bangunin sana. Biar Ola sama Bunda . Perlengkapannya juga f kamar Bunda .
Kamu semalam tidur di kamar tamu? " Tanya Bunda lagi.
Vika mengangguk.
" Ya udah sana baikin dulu. nanti bunda sama ayah sama Ola sarapan duluan ya. Bunda mau ajak Ola pergi kamu disini aja manfaatin waktu buat bicara sama Iqbal dari hati ke hati." Bunda Inka mensupport Vika .
Dia pun sudah jatuh hati atas sikap Vika yang lemah lembut .
" Gak apa-apa bund? " Tanya Vika memastikan.
" Iya, udah sana biar Ola sama bunda sama Ayah aja seharian ini . Bunda kangen punya anak kecil " Bisik Bunda di telingan Vika.
Vika pun memeluk Bunda.
" Bunda maksih ya "
" Iya sayang udah sana biarin sarapannya bibik yang buat aja " Ucap Bunda Inka.
Vika pun membersihkan tangannya dan segera naik ke kamar Iqbal yang berada di lantai 2.
Vika mengetuk pintu,
Tok Tok Tok
Iqbal yang masih tertidur tidak mendengar suara ketukan pintu.
Vika mencoba membuka siapa tau tidak dikunci.
__ADS_1
Dan ternyata benar tidak dikunci. Vika pun masuk ke kamar Iqbal yang bernuansa putih. Melihat Iqbal masih tidur Vika mengunci pintu kamar Iqbal dari dalam.
" Sayang.. " Pelan Vika membangunkan Iqbal.
Iqbal masih terlihat pulas tertidur.
Vika memberanikan diri berbaring di samping Iqbal. Ia memeluk Iqbal dari belakang .
Iqbal merasakan hangat diruangaj bersuhu AC itu.
Ia membuka matanya perlahan dan melihat tangan Vika memeluknya.
Ia masih ingin pura-pura tidur ,ia ingin melihat apa yang akan dilakukan Vika.
" Sayang,bangun dong,,, aku mau minta maaf lagi. Maafin aku ya ,aku janji ga akan bahas masa lalu aku. Ayo kita bahas masa depan kita aja ." Vika tetap memeluk Iqbal.
Iqbal hanya diam saja serius mendengarkan.
" Maafin aku ya sayang, aku sayang kamu, udah terlanjur sayang malah. Aku bahagia kamu mau jadi ayah Ola. Ola bahagia punya kamu, begitupun aku. Aku janji akan nurut sama kamu . Aku juga kan udah ga kerja . Ayo temanin aku cari tempat tinggal baru. Atau kamu mau bawa aku kemanapun juga aku mau ikut sama Ola.
Aku udah terlanjur bergantung sama kamu. Aku udah pasrahin hidup aku sama kamu.Aku sayang kamu, aku cinta kamu "
Iqbal tersenyum mendengarnya tapi tetap tidak membalikan badannya .
Lama Iqbal ingin mendengar apa yang Vika katakan lagi tapi tidak terdengar satu kata lagi dari mulut Vika.
Iqbal membalikan tubuhnya perlahan. Ternyata Vika tertidur sambil menitikan air mata. Matanya pun terlihat sembab ,seperti habis menangis semalaman.
" Yah ditungguin mau bilang apa lagi malah tidur. Sekarang aku yang minta maaf ya sayang, maaf aku buat kamu takut semalam dan maaf aku buat kamu nangis. Aku janji ini yang terakhir ." Iqbal mengecup pucuk rambut Vika.
Kini mereka berdua saling berpelukan.
Iqbal terus memandangi wajah Vika hingga kedua bola mata Vika terbuka .
" Ayah udah ga marah? " tanya Vika sambil melepaskan pelukannya .
" Marah kalau kamu kelas pelukan kamu " Goda Iqbal.
" Hiks Hiks aku takut kamu ninggalin aku " Tangis Vika pun pecah di dada Iqbal.
" Maafin aku ya semalam aku buat kamu takut, aku juta takut kehilangan kamu, maafin ya aku ga akan gitu lagi itu terakhir . Tapi aku tetap ga suka ya kamu bahas mantan kamu " Ujar Iqbal sambil memeluk erat Vika.
Vika mengangguk.
" apapun untuk Ayah, ibu akan nurut " Sahut Vika.
" Terima kasih sayang " Iqbal menciumi rambut, hingga ke bibir Vika.
" Ola mana? " Tanya Iqbal .
" Sama Bunda sama Ayah , mau diajak pergi katanya " jawab Vika.
" Bunda sama Ayah emang pengertian tau aja anaknya mau mesra-mesraan " Ucap Iqbal tersenyum penuh arti.
" Kalau marah bilang ya yah, jadi ibu tau dan ga akan lakuin hal itu lagi " Ujar Vika.
" Iya sayang , sekarang ayah mau bibir ibu bpleh ga? "
Tanpa menjawab Vika langsung mengecup Bibir Iqbal. " Morning Kiss " . Vika tersenyum menggemaskan .
" Koq senyumnya manis banget sih ,kan jadi pengen lagi " Iqbal mencium dan melummat Bibir manis Vika.
hmmmmp
hmmmmmp
__ADS_1
hpmmmmp
" Habis Anne dan Jimmy nikah ,kita yang nikah ya . Kamu mau pakai konsep apa? " Tanya Iqbal yang dadanya sedang dimainkan oleh Vika. Karena memang Iqbal tidur tidak memakai baju
" Konsep di darakor-drakor dengan pakaian pengantin simple. " Ujar Vika antusias.
Tanpa sadar dress yang Vika pakai sudah terbuka di bagian depannya dan menyembul lah sesuatu yang terlihat indah.
" Ga sabar deh Bu, ayah mau cobain ini ,Ola masih minum ini ya Bu " Bagian depan itu pun ditutup kembali oleh Iqbal.
" Ola udah ga minum ini, udah aku sapih " Ujar Vika malu-malu.
" Beneran Bu ? "
Vika mengangguk.
" Nyicip dikit ya Bu " Tanpa menunggu Vika menjawab Iqbal mulai melayangkan aksinya seperti bayi yang sedang kehausan.
Vika yang diperlakukan begitu menahan hasrattnya Dia wanita pernah bersuami. pernah merasakan surga dunia ,sebenarnya menginginkan lebih tapi ia menahannya.
" Euunghh Mas " Vika melenguh memanggil nama Iqbal dan tanpa sadar menyentuh tongkat Iqbal.
" Ssshhh Vik.. " Iqbal berdessah karena tongkat ajaibnya tersentuh tangan Vika.
" Maaf Mas " Ucap Vika merona malu.
" Terusin sayang " Iqbal meminta lebih sambil tetap menyusu di pucuk Vika.
Tangan Vika bergerak lincah diatas tongkat Iqbal.
Iqbal melepaskan tangan Vika perlahan.
" Kamu duluan " Bisik Iqbal.. Tangan Iqbal kini bermain di atas pucuk Vika turun ke bawah perut dan saat ini berada di inti Vika.
Iqbal menatap Vika. Vika menganggukan kepalanya pelan dan masuklah satu jari Iqbal menyusup ke dalam segitiga dan meloloskannya kebawah. Jari Iqbal bermain keluar masuk di lipatan yang basah itu .
Membuat Tubuh Vika bergetar hebat saat mengeluarkan cairan yang sudah lama tidak keluar itu.
Nafas Vika tersengal-sengal.
" Malu mas " Vika menutup wajahnya.
" kamu malu, tapi aku mau " Diarahkan tangan Vika ke tongkat Iqbal dan tangan Vika pun bergerak lincah bermain-main.
" Koq lincah banget sih tangannya sayang " Iqbal bertaanya sambil memejamkan matanya.
" Aku ga mau jawab nanti kamu jadi lemes loh " Vika dengan nada menggodanya langsung mencium bibir Iqbal agar tidak berkata macam-macam lagi yang membuat dia jadi marah dan cemburu sendiri.
Vika memainkan tangannya hingga keluar air dari tongkat ajaib dan mengerang .
" AKKHHH " Pelepasan Iqbal pun keluar sudah.
" Ibu Ola nakal " Ciuman mendarat di pipi Vika.
" Yang penting jangan marah-marah. Aku takut " Vika memeluk Iqbal
.
***
Ritualnya ya genksss.
dan kalau ada minta Vote nya ya kakak sayang 😘
"
__ADS_1