
Jangan lupa like di bab sebelumnya ya man teman.
***
Tepat pukul 12.00 siang Chiko menjemput Alin.
Alin menunggu Chiko di lobby kantor nya sambil berbalas pesan dengan Axel.
" Kamu makan siang dimana ? " tanya Axel di ujung sana.
" Makan siang di Deket kantor di restoran X ,kamu dimana ? " tanya Alin balik ke Axel.
" Di hatimu ❤️ " Axel membalas sambil memberikan emoticon Love.
" Belajar gombal dimana sih 😅 " Saling tersenyum menatap ponselnya.
" Nggak tau nih ngalir gitu aja, kalau inget kamu bawaannya pengen gombalin kamu terus biar klepek-klepek trus jadi inget sama aku tiap saat " Axel mengetik sambil senyum-senyum.
Dia yang ngegombal dia yang senyum-senyum.
Yang digombalin pun juga tersenyum hingga tak sadar kalau Chiko sudah mengirim pesan kepadanya 10 menit yang lalu kalau dirinya sudah sampai di lobby kantor Emicca.
Telepon masuk pun berbunyi di ponsel Alin.
" Halo Lin aku sudah sampai di lobby kantor kamu " ucap Chiko
" Ah iya maaf aku keluar sekarang " jawab Alin dan langsung bergegas ke arah mobil Chicko.
Chiko yang sedari tadi sudah diusir untuk memarkirkan mobil nya pun akhirnya tenang, yang dijemput sudah muncul di hadapannya.
Mobil Chiko beserta penunggu nya pun meluncur ke restoran X tempat mereka ingin makan siang.
Sampai disana Chiko dan Alin memilih satu meja yang dekat dengan pemandangan yang indah.
Mereka duduk lalu memanggil salah satu pelayan.
Chiko dan Alin memilih menu yang sama .hanya minum yang berbeda.
Alin lebih memilih Avocado Float untuk minumnya serta air mineral.
Sedangkan Chiko memesan ice coffe latte.
Sambil menunggu makanan disajikan ke meja,Mereke mengobrol tentang pekerjaan mereka hari ini .
Hingga tercetus dari mulut Chiko.
" Lin aku sudah menyukai seorang wanita "
Alin yang sedang membalas pesan dari Axel pun langsung melepaskan ponselnya dan memeluk Chiko.
" Aarrgghh Selamat atas pencapaian kamu ini Ko, aku turut senang akhirnya sahabat aku jatuh cinta juga " Seru Alin berbinar menanggapi ucapan Chiko.
Chiko yang belum bilang siapa perempuan yang ia sukai itu pun senang karena Alin memeluknya seperti biasa.
Ah jadi ini rasanya dipeluk oleh orang yang kita suka .
" Walaupun nanti cinta ku tidak berbalas, aku senang sudah merasakan getaran cinta " terKekeh Chiko menjawabnya.
" Aku doakan semoga berbalas ya " Alin menaik turunkan alisnya.
" Ya udah balas ya " ujar Chiko tenang.
Mendengar itu Alin pun tersedak.
Hah maksudnya balas gimana ? Jangan-jangan ...
__ADS_1
Pikiran Alin sudah kemana-mana.
" Ko, jangan bilang kalau itu aku " Alin memicingkan matanya ke arah Chiko.
Chiko tersenyum dan mengangguk.
Alin menjatuhkan kepalanya di meja .
" Iya itu kamu, tapi aku ga minta balas koq Lin. aku tau kamu hanya menganggap aku sahabat , ditambah lagi masa lalu aku kan yang dulu ingin merubah kodrat aku "
Ucap Chiko sambil tersenyum getir.
" Koq bisa aku sih Ko " Alin pun mendongakkan kepalanya lalu bertanya.
Tanpa Alin tau sedari tadi Axel sudah berada disana dan berada di belakang meja Alin dan Chiko.
" Ya bisa orang yang ceweknya suka main asal peluk aja kalau lagi kesenengan "
Ucap Axel yang tiba-tiba datang dan langsung duduk disamping Alin dan Chiko seolah sedang mendikte mereka.
Sebenarnya Axel sudah tidak tahan dari tadi tapi ditahan oleh Veer.
Darahnya mendidih mendengar ucapan Chiko yang secara tidak langsung menyatakan cinta nya ke Alin, gadis yang di klaim sebagai wanitanya itu.
Jujur Alin kaget melihat Axel yang datang tiba-tiba dihadapannya.
Bukankah tadi dia sedang berbalas pesan.
Alin menghela nafasnya.
Ya tidak apa-apa pikir Alin. Sambil ia ingin tahu, tindakan apa yang diambil Axel setelah tau begini .
Dlu saat hanya ucapan perumpamaan dari Daddy Ryan saja dia marah dan tidak mau terima penjelasan apapun.
Saat ini yang dilihat Alin, Axel tetap tenang.
Alin mencoba meraih tangan Axel disamping nya. Ia memberanikan diri untuk menyentuh Axel .
Tak disangka Axel menyambut tangan Alin dibawah meja dan menggenggam nya erat.
Alin tersenyum ke arah Axel.
Walau Axel tidak membalas senyuman Alin tapi minimal dia merespon tangan Alin dibawah sana.
Alin tau Axel sedang menahan emosi dalam dirinya. Alin pun ingin mencoba meredam nya. sambil mengujinya juga sih jika Axel tak meledak-ledak kemungkinan Alin akan memantapkan hatinya untuk Axel.
Bukan karena pernyataan cinta yang secara tidak langsung diucapkan Chiko tadi, tapi Alin lebih ingin mempunyai pasangan yang bisa menata hatinya dan tidak mengedepankan emosi saja.
Axel menghela nafasnya kasar, mencoba mengatur emosi dan degup jantungnya yang berdetak hebat sejak melihat Chiko dan Alin bersama.
Dengan sentuhan tangan Alin yang lembut mengusap jarinya dibawah meja, perlahan rahang yang mengeras pun akhirnya melunak, Emosi yang hampir meledak pun ikut menjinak juga.
Melihat Axel yang sedikit tenang dengan ucapan jari Alin, Alin pun tersenyum lagi sambil mengusap pundak depan Axel.
" Jangan Emosi lagi ya ,aku ga ada apa-apa dengan Chiko " Bisik Alin ditelinga Axel.
Axel menoleh ke arah Alin lalu mengangguk dan tersenyum.
" Aku hanya tidak ingin wanita ku direbut " bisik Axel tapi bisa terdengar oleh dua orang di hadapannya , Chiko dan Veer.
Veer berdecak dalam hati.
Ckk bisik-bisik tapi kedengeran, paling punya maksud.
" Gua gak akan merebut Alin Babang Axel , rasa cinta Alin cuma buat Lo tenang aja, tapi rasa persahabatan Alin cuma buat gue. Ya ngga Lin "
__ADS_1
Walau sakit Chiko berusaha tenang dan tidak ingin berlarut-larut. Dia pun mencoba mencairkan suasana yang tidak horor tapi mencekam.
" Ckk Chiko koq masih manggil Babang Axel sih , " Alin menatap Chiko tajam.
Ciko terbahak
" Hahaha lagian tegang banget deh kayak Sutet , yok makan tar gue di pecat bokap gue jadi anak gegara telat masuk kantor "
Chiko masih mencoba menghangatkan suasana.
Aku tak memaksa mu untuk membalas perasaan ku Lin ,tapi aku bahagia aku jatuh cinta pertama kali dengan wanita sebaik dan setulus dirimu.
Chiko
Sory ya Ko, Saat Lo jatuh cinta pertama kali malah langsung patah hati karena gue.
Semoga Lo dapat yang terbaik ,walau tetap Alin yang terbaik diantara yang paling baik.
Axel
Tidak lama pesanan mereka semua pun sudah datang lengkap dan mereka segera melahapnya tanpa bersuara dan larut dalam pikiran masing-masing.
Veer pun memecah keheningan " Tuan ,setelah ini kita ada Meeting dengan perusaan Lee "
Axel menganggukkan kepalanya.
"Thanks Veer "
Makan siang kali ini Axel yang membayarnya. Chiko pun pasrah saja padahal dia yang mengajak Alin makan siang bersama.
" Balik kantor yuk " Ajak Alin.
" Kamu aku antar " jawab Axel cepat.
" Meeting dengan Perusahaan Lee di daerah mana Veer ? "
" Di jalan Wijaya Nona " Sahut Veer ,bukan dirinya tidak ingin mengantarkan pujaan hati tuannya itu, tapi memang waktu yang tidak memungkinkan untuk putar balik lagi.
Ditambah kantor Alin tidak searah dengan tempat pertemuan dengan perusahaan Lee.
" Aku bareng Chiko aja Xel, kami searah ,lagi pula aku tadi berangkat bareng Chiko " Jelas Alin dengan lembut dan tersenyum.
" Karena tadi kamu berangkat kesini sudah diantar Chiko ,sekarang gantian pulangnya aku yang antar " Ujar Axel dengan nada tidak suka.
" Aku bukan untuk digilir dan aku ga suka kamu begini, kamu harus profesional Xel, kesamping kan urusan pribadi kamu dulu saat sedang bekerja agar tidak ada yang dirugikan " Jelas Alin agar Axel tidak marah.
" Hmm baiklah kamu hati-hati ya, kabarin jika sudah sampai kantor " pinta Axel.
" Okey , bye Xel, Veer jagain dia Veer biar ga emosian " Alin melambaikan tangannya sambil terkekeh.
Veer hanya menahan tawanya .
Sedang Axel tersenyum kecut.
" Veer aku seperti orang pacaran pada umumnya ga sih sama Alin? koq aku rasa Alin tidak punya perasaan lebih ke aku ya? Aku harus bagaimana Veer ? "
Seperti biasa,Yang ditanya hanya diam tak bisa dan tidak mampu menjawab. Khawatir salah jawab juga.
Bagaimana aku bisa menjawab ya Tuhan,Aaku tidak cerdas dalam hal itu, aku dekat dengan wanita saja tidak, apa lagi tau itu seperti pacaran apa bukan. hiks ..
***
Happy Monday
Saat nya gunakan Vote kalian dengan bijak 🤭.
__ADS_1