
Sudah Like Bab sebelumnya ?
***
Alin kembali bekerja , sebelumnya ia mengabarkan kalau Ke Caffe X-So saja tempat teman-temannya bekerja disana sebagai koki dan pelayan .
Vika teman sekolah dasar Alin kini menjadi koki di Caffe & Resto X-So.
Sedangkan Anne menjadi pelayan disana atas rekomendasi dari Vika.
Caffe X-So tidak jauh dari kantor Alin juga.
Alin sudah mengirim pesan ke Axel kalau dirinya telat mungkin jam 6 baru sampai. karena ada meeting internal di kantornya.
Axel pun membalas ,kalau dia juga ada tamu dari bagian produksi di luar kota ,jadi akan datang terlambat juga.
Setelah mengabari lewat chat pribadi, Alin mengabarkan ke Grup
Tring...
Pesan di grup Elite Squad berbunyi dari Alin.
" Nanti aku telat ya kalian duluan aja, kantor aku Deket koq dari Caffe tempat kita mau kumpul 10 menit sampai. "
" Ok " balas Abie dan yang lainnya.
" Aku udah reserve tempatnya ,kalian tinggal Dateng nanti temen aku yang bantu untuk pesanan kalian ya " ketik Alin lagi .
" Teman kamu ada disana? cewek cowok ? hati-hati ada yang cemburu " Goda Jimmy.
" Cewek lah satu cheff satu lagi waitress "
" Oii gua juga sama Telat ya " Axel pun memberikan kabar kalau dirinya telat .
" Hayooo mau ngapain dua-duaan telaat.... " Jimmy menggoda dua insan yang sudah diketahui saling berbaikan itu.
" Gua meeting Jayadi.. "
" Eh iya, Chiko boleh ikutan ga guys ? " Tanya Alin membuat hati Axel pun ga karuan lagi .
Axel langsung menghubungi Alin saat itu juga .
" Kamu ajak Chiko? " Tanya Axel di sambungan teleponnya.
" Dia ngajak pulang bareng, aku bilang ada kumpul sama kamu dan anak-anak. trus dia minta ikutan kalau boleh itu juga " Jawab Alin hati-hati agar tidak menyinggung Axel.
" Ya udah terserah kamu, hak kamu, itu teman kamu ,aku ga bisa larang " Axel mematikan teleponnya .
Ok
Fix marah lagi.
Alin kembali mengerjakan designya yang tertunda.
Tapi Alin tetap kepikiran.
Setiap hari beberapa x ada aja yang di cemburuin.
" Huftt bingung, kalau ngejauhin Chiko takut dia salah jalan lagi, Ga dijauhin Axel marah-marah terus " Gunam Alin sambil memijit dahinya.
Setelah menjelaskan dengan detail akhirnya Axel pun harus mengubur cemburunya. bagaimana pun Chiko memang dulunya suka ikut bergabung dengan Elite Squad.
Jadi jika dia ingin bergabung dibiarkan saja oleh Axel. Yang penting saat disana Alin harus berada di samping Axel bukan Chiko.
Posesif ye baang...
***
Pukul 17.30 Abie, Jimmy dan Iqbal sudah sampai di pintu depan Caffe.
Caffe yang terlihat besar dan dari kalangan atas itu sudah ramai walau masih Sore.
__ADS_1
Tempatnya memang cocok untuk melepas lelah setelah bekerja seharian.
.
" Selamat sore silahkan " ucap Penerima tamu di depan Caffe.
" Reservasi atas nama Alin " Ucap Jimmy ramah dan menggoda membuat karyawan Caffe itu pun tertegun sementara.
" Haloo mba, apa ada reservasi atas nama Alin ? " Jimmy Bertanya lagi sambil meluncurkan senyum ter-casanovanya.
" A ada Tuan silahkan " ucap karyawan Caffe itu gugup.
" Duh sengak banget sih gaya Lo sok manis tau ga " Cibir Abie.
" Gelay ya jijay " Timpal Iqbal.
" Sirik Lo " sahut Jimmy lagi sambil melenggang masuk mengikuti arahan dari karyawan itu.
" Di meja ini ya tuan-tuan tampan silahkan " ucap si karyawan tersenyum manis.
" Ah digoda lagi gua kan, ga seru ah ga jadi gua gebet deh " ujar Jimmy drop tiba-tiba setelah karyawan itu pergi .
" Lo kenapa sih " tanya Abie.
" Udah ga napsu Sama perempuan kali " timpal Iqbal
" Anjay . " Jimmy pun terbahak mendengar ocehan kedua temannya itu.
" Gua mau cari cewek yang ga ngegoda gua, jangan gua Mulu yang digoda. bosen " Ujar nya lagi
Abie dan Iqbal hanya memutar bola matanya malas.
Tidak lama Axel datang ditemani dengan Veer seperti biasa.
Saat Axel datang , berbarengan dengan salah seorang karyawan berwajah manis menghampiri meja mereka.
Axel duduk kemudian berbicara dengan Veer sebentar.
Axel pun tak masalah jika Veer ingin bergabung.
" Selamat sore , mungkin mau pesan minum dulu sebelum teman nya yang lain datang Tuan-tuan " Sapa Anne teman Alin yang bekerja sebagai Waitress di Caffe itu.
" Soree " Sambut semuanya .
" Hai Saya Jimmy ,tolong pesankan saya minuman paling pahit disini ya " Jimmy memesan minum duluan.
Anne yang mendengar nya langsung memasang wajah kaget tapi segera bisa dikondisikan normal lagi.
" Hmm maaf Tuan Jimmy,bisa lebih spesifik pesanannya khawatir saya salah " Ucap Anne sopan.
" Saya pesan minuman yang paling pahit, tapi saya nanti mau minum nya depan kamu, biar rasa manis nya dari kamu aja " Ternyata Jimmy mau menggombal.
Huft Alin temen Lo kenapa begini dah ,sabar - sabar ...
" Mohon maaf tuan disini tidak ada minuman yang anda pesan tadi, mungkin ingin ganti yang lain.
Dan Tuan-tuan yang lain nya ingin pesan apa ? " Anne masih dengan senyum manisnya.
Semua menyebutkan pesanannya kecuali Jimmy yang belum.
" Lo apa cepetan Bambang, kesian tu Waitress " Abie memukul bahu Jimmy dengan buku menu.
" Pesen yang favorit aja, tapi yang favorit pasti disini kamu kan . . . " Jimmy mulai lagi dengan gombalan recehnya.
" Maaf Tuan tolong pesan menu yang ada di list menu saja, jangan yang aneh-aneh. Cukup Tuan saja yang aneh " ketus Anne membuat semua tertawa kecuali Jimmy .
Veer pun tak kuasa menahan tawanya.
" Jangan galak-galak nona Anne nanti jatuh cinta loh sama saya. ya udah saya pesen ice tea aja "
Jimmy oh Jimny udah di ketusin masih aja ngegombalin..
__ADS_1
" Pesen Ice Tea aja muter-muter kemana tau " Celetuk Anne lagi.
Tak tahan semua pun tertawa terbahak-bahak..
.Hingga tawa itu berhenti karena Alin, Mba Irma dan Chiko datang bersamaan .
" Guys aku jadi ya bawa Chiko sama Mba Irma kebenaran ada janji juga sama saudaranya. jadi kesini deh bareng aku gak apa-apa ya " Ucap Alin dengan senyum manisnya.
Alin tak menyadari ada Anne sedang menulis pesanan teman-teman nya.
" Alin " Sapa Anne.
Alin menoleh dan..
" Aaaaakkkkh Anne ya ampuuuun akhirnya kita ketemu lagi disini " mereka pun berpelukan tanpa memperdulikan yang lainnya.
" Ya ampun ya ampun ,Vika mana Vika ? " Alin celingak celinguk.
" Vika di dalam, nanti dia kesini bawain pesanan kalian langsung., kamu pesen apa? masih suka Alpukat ga? disini ada minuman Alpukat enak mau coba ? " tanya Anne.
Alin menganggukkan kepalanya cepat.
" Mau mau , pesenin buat aku yaa"
" Siap " Jawab Anne sambil mencatat pesanannya khusus untuk temannya.
" Eh iya ya ampuun Mba Irma sini duduk bareng. " Ajak Alin.
" Aku di meja sana aja ya. Permisi Tuan-tuan" pamit Mba Irma.
" Saya boleh temani Ibu Irma tidak Tuan ? " Ucap Veer yang sangat diluar dugaan Axel.
" Silahkan Veer , aku yang ACC udah sana cuss temani Boss aku " Ucap Alin sambil mendorong Veer ke arah meja Mba Irma .
Veer pun mengikuti langkah Mba Irma dan segera mensejajarkan nya .
" Ah iya Ne, ini kenalin teman-teman aku dimasa sekolah Abie,Axel,Iqbal, nah ini Chiko dan ini Jimmy, udah digodain belum sama Jimmy " Alin memperkenalkan semuanya sambil tertawa renyah.
" Ah iya salam kenal Semuanya " ucap Anne membungkuk sopan.
" Salam kenal Anne aku Jimmy "
" Iya udah tau, permisi minuman yang dipesan akan segera diantarkan kesini "
Ucap Anne tetap sopan ke semuanya kecuali Jimmy.
Anne pun berlalu.
" Idaman gua sekarang tuh Anne " Gunam Jimmy yang sengaja di dengarkan ke teman-teman nya.
" Jangan Macem-macem " Ancam Alin.
" Eh ya Ko apa kabar, waah udah keren sekarang nih " Sapa Iqbal..
" iay dong, tapi jangan panggil Chika lagi ya " Ucap Chiko sambil tertawa.
" Dih Lo tuh yang dulu demen banget dipanggil Chika " sahut Abie.
" Iya gua geli sekarang jadinya inget dulu " Chiko terbahak semua pun sama.
Eh Tapi ada yang beda sendiri deh ga ketawa.
Udah pasti ketebak. Babang Axel yang manyun aja.
Alin memang duduk di sebelah kiri Axel sesuai permintaan dari Axel sendiri. , Tapiiiii masalahnya sebelah kanan Alin adalah Chiko .
Udah kebayang dong ya wajah Babang Axel asem nya kayak apa.
***
Di like-like dulu yuks..
__ADS_1
Udah 3 Bab nih. masih nunggu Bab berikut nya kah?