Cinta Lama CEO

Cinta Lama CEO
51. Bukan Melon


__ADS_3

Di mobil Anne terus menatap Jimmy .


" Tadi di tempat Pak Min maluuu sekarang aja liatin terus tanpa kedip " Sadar sedang menatap terus Anne memalingkan wajahnya malu.


Jimmy menghentikan mobilnya sebentar kemudian menepi.


" Kamu baik banget Mas Jim " Puji Anne yang memang benar adanya.


" Itu cuma pencitraan aja depan kamu " Jawab Jimmy sambil tersenyum. Jimmy malah mengingat perkataan Anne tadi.


Biar dada aku ga makin besar.


" Sayang.. " Panggil Jimmy ke Anne yang sedang menatap ke depan tidak berani lagi menatap Jimmy , ia takut dibahas akan hal tadi .


" Ya Mas "


" Nikah yuk " Anne pun menoleh langsung ke Jimmy.


" aku ga ada orang tua Mas Jim , keluarga Mas Jimmy gimana ? " Anne bukan menjawab iya malah bertanya balik ke Jimmy.


" Sayang ku, kalau ada orang yang ngajak nikah, kamu itu harus jawab iya dan iya , jangan malah tanya balik " protes Jimmy .


" Lah koq iya dan iya ? harusnya iya apa nggak " Anne masih belum menjawab masalah ajakan nikah Jimmy.


" Tuh kan malah tanya balik lagi " Jimmy tetap protes.


" Aku ulang ya " Jimmy menarik napas dan mengucap nya lagi.


" Sayang, kita nikah yuk " ajaknya lagi.


" Setelah ketemu papa kamu baru aku jawab ya Mas Jim. kalau misal Papa kamu ga setuju, aku bukan nya ga mau kamu perjuangin tapi aku ga mau bikin anak jadi durhaka sama orang tua. " Ucap Anne sambil tersenyum.


" Kamu ga sayang aku " Mode ngambek Babang Jim.


" Siapa bilang? " tanya Anne menatap Jimmy


" Itu kamu begitu tandanya kamu ga sayang aku,ga mau jawab ajakan aku nikah " mode kesal mampir ke Jimmy.


" Aku bukan nolak Mas , cuma ingin memantapkan hati aja setelah ketemu papa kamu nanti " Anne meraih tangan Jimmy dan menautkan tangannya.


Jimmy mendekat kan wajahnya ke Anne.


" Aku sayang kamu, aku mau kamu jadi milik aku, aku mau nikah sama kamu " Jimmy mencium bibir Anne , Anne hanya pasrah .


Tanpa di gigit bibir Anne sudah terbuka dengan sendirinya membiarkan lidah Jimmy bermain-main di rongga dalam mulut.


Anne melepaskan pagutannya Jimny karena mulai kekurangan oksigen.


" Aku juga sayang kamu, kapan kita ketemu papa kamu ? " Bisik Anne ditengah nafas Jimmy yang memburu panas akibat ulah mereka barusan.


" Segera sayang, aku nanti pulang ketemu papa aku atur pertemuan kita ya sekalian kita ketemu calon istri baru papa " Ujar Jimmy sambil meraba wajah Alin yang masih memakai make up itu.


" Double date papa dan anak dong " Cengir Anne.


" Sayang jangan bertingkah gemas ,Aku ga tahan pengen cium terus " Rengek Jimmy.


" Hmm udah ah pulang nanti malah bablas, aku ngantuk besok Aku harus kerja Mas " Gantian Anne yang merengek.

__ADS_1


" Eh bablas gimna nih " Jimmy memicingkan matanya.


" Bablas begadang " Ketus Anne.


Jimmy pun terkekeh.


" Aku suka kamu yang bar-bar seperti tadi loh " ucap Jimmy sambil menjalankan mobilnya kembali ke arah Mes.


" Kamu suka aku yang malu " Anne menutup wajahnya dengan kedua tangannya membuat Jimmy terbahak.


" Gak apa-apa ,aku suka kamu apa adanya " Jimmy mengacak rambut Anne.


" Tapi aku bahagia Mas , Sekarang Alin udah bahagia sama Axel. Kalau aku dulu kecil makanan terjamin di panti kalau Alin kasihan , kadang aku dan Vika berbagi makanan dengan Alin kita makan sama-sama. "


Anne mengenang masa kecil mereka.


" Sejak kami ketemu kembali di sosial media Alin yang gantian banyak bantu panti, banyak bantuin Vika juga . Alin gak lupa walau dia sekarang sudah punya materi banyak "


Anne menceritakan Alin sambil mengenang kebaikan-kebaikan Alin kemudian tersenyum.


Tidak terasa sampailah mobil Jimmy di area Mes restoran X-So.


" Aku turun ya Mas , makasih ya udah anterin sama traktir tadi " Anne melepaskan seat belt dan mengambil tas nya. tapi ditahan sama Jimmy.


" Sayang , " Panggil jImmy sambil menahan tangan Anne.


Anne menghentikan tangannya yang sedang ingin membuka pintu mobil.


" Bener ya mau nikah sama aku ? " Tanya Jimmy sekali lagi memastikan.


" Kita ketemu papa kamu dulu ya " Anne menjawab dengan tersenyum.


" Iya semoga " Anne menjawab sambil tersenyum dan memegang pipi Jimmy dengan lembut.


Mereka pun keluar bersamaan. Jimmy mengantar Anne sampai di pintu masuk kamarnya.


Ya mes Restoran lebih mirip kos-kosan sebenarnya tapi dibuat satu wilayah dengan restoran.


" Aku masuk ya " pamit Anne.


Jimmy mengangguk, mendekat dan mencium kening Anne sambil berucap " Good night dear " .


Anne tersenyum " Hati-hati ya Mas, kabarin kalau udah sampai rumah "


Mendengar itu Jimmy sumringah, perhatian dari Anne mulai di dapatnya . Ia sangat senang. berati Anne sangat mengkhawatirkannya .


Jimmy kembali ke mobil . Ia ingin segera sampai dirumah dan ingin memberi kabar ke Anne dan ingin berbalas pesan.


***


Siang hari d kediaman keluarga Nugroho.


Axel terlihat menyeret kopernya dengan wajah lesu. Alin hanya Senyam Senyum melihat wajah Axel yang ditekuk.


" Lesu banget " ujar Daddy Ryan. Oma Zen dan Mommy Ara malah cekikikan.


Hanya Mommy Ara dan Oma Zen yang tau kalau saat ini Alin sedang haid.

__ADS_1


" Senang banget liat anak dan cucunya menderita " Cibir Axel sambil membawa kopernya ke dalam kamarnya di atas.


Alin pun mengikuti sang suami nya ke dalam kamar.


" Emang kapan selesai ? kasihan anak Mommy uring-uringan kayak bapaknya kalau ga dapat jatah " kekeh Mommy Ara.


" Oh kamu lagi halangan " Daddy Ryan malah terbahak .


Merasa di jadikan bahan ledekan ,Axel berbalik dan segera mengambil tangan Alin untuk segera berjalan cepat agar tidak berlama-lama menjadi bulan-bulanan orang tua gesrek nya itu


Mommy menahan Alin sebentar.


" Bisa pakai apapun Lo Lin, ga harus yang bawah , udah halal kan mau bagaimana juga sah-sah aja " Bisik Mommy yang membuat Alin terkejut dan menutup mulutnya.


Astaga benar-benar mertua bar-bar . Apa dicoba aja ya, biar suami ga uring-uringan.


Alin pusing sepertinya dan langsung memijat kepalanya sendiri.


Sesampainya di kamar , ternyata Alin dan Axel menempati kamar Axel. dan Kamar Alin sudah dikosongkan.


Mungkin untuk anak-anak Axlin nanti.


Sampai di kamar Axel tetap menekuk wajahnya. Tubuh nya segera di hempaskan ke ranjang yang sudah diganti lebih besar oleh Mommy tadi pagi.


Dia bersandar di kepala ranjangnya yang besar.


Alin segera menata barangnya di sudut ,mungkin akan dibereskan nanti pikirnya.


" Yank sini " Panggil Axel. Alin pun menghampiri dan melepaskan barang yang sedang dipegang.


" Tadi dibisikin apa sama Mommy ? " tanya Axel sambil menarik tangan Alin agar segera duduk di atasnya.


Alin pun duduk sempurna diatas Axel. Belum sempat menjawab,Axel langsung mencium bibir Alin.


" Hmmmmpp hmmmmppp "


Tidak lama Axel segera melepaskan ciumannya itu.


Sedang Alin masih menggoda suaminya dengan menggerakkan pinggulnya seperti adegan yang dia tonton semalam sewaktu axel tertidur.


" Ssshhh yank, jangan gitu nanti dia bangun " Lirih Axel dengan mata yang sayu .


Alin tidak mendengarkan malah menciumi leherr Axel membuat sang empunya mengerangg.


" Akkh yank " Lenguh Axel tanpa sadar tangan nya malah mulai meraba bagian dada depan Alin yang membusung .


Kini Axel mengambil alih dengan menciumi Alin yang sudah berani menggodanya itu.


Tangan kirinya sudah meraba punggung Alin. dan tangan kanan memberikan sentuhan dan pijitan mesra dibagian depan.


Alin membiarkan tangan Axel berkelana mencari tau lekuk tubuhnya.


Hingga tanpa sadar pakaian atas Alin telah lepas hanya tersisa penyangga yang menutupi 2 bukit yang menonjol itu.


Axel membulat kan matanya..


" Ternyata semangka Yank, aku kira melon " ucap Axel lalu segera mencicipi bukit dan choco chips yang menantang nya itu.

__ADS_1


***


Jangan lupa ritualnya ya Kak Shay 😘.


__ADS_2