Cinta Lama CEO

Cinta Lama CEO
28. Alin Sedih


__ADS_3

Pagi..Jumat berkah yuk bagi hadiah buat Othor 🤭


***


Axel yang sudah duluan masuk ke kamarnya membuat orang tuanya geleng-geleng kepala.


" Sabar ya Lin, nanti deh Daddy kasih tau Axel pelan - pelan cara bersabar x-tra. "ujar Daddy Ryan sambil terkekeh, ia merasa tak enak hati melihat kelakuan anaknya .


" Ya udah kita makan dulu tuk, Axel biarin aja nanti kalau laper juga dia turun sendiri " ajak Mommy Ara sambil menggandeng tangan Alin menuju meja makan.


" Iya Daddy laper banget nih " ujarnya lagi .


" Capek ya dad dari new York kesini " sahut Alin


" Habis kerja keras tadi Lin aaww " Belum selesai Daddy Ryan bicara tangan Mommy Ara sudah mencapit tangan Daddy seperti kepiting .


" Kalau ngomong nih suka asal aja " Bisik Mommy ditelinga Daddy.


Axel turun sudah berpakaian rapih entah mau kemana.


memakai kaus lengan pendek berwana green Sage dan memakai celana Chinos coklat muda.


" Sayang mau kemana ? " Tanya Mommy Ara melihat Axel tidak menuju meja makan malah ke arah garasi mobil.


" Aku lupa ada Reuni sekolah Mom " Ucapnya sambil mencium pipi mommy ya untuk pamit.


" Reuni sekolah ? Alin ga ikut ? " Tanya Mommy Ara .


" Beda kelas Mom, ini waktu aku kelas 1., aku pamit ya Mom, Dad " ujarnya tanpa menyebut nama Alin.


" Team koplak ikut ? " tanya Daddy Ryan.


" Ikut Dad " ujarnya lagi.


" Ngga pamit sama Alin ? " Tanya Mommy Ara. Ia ingin melihat respon sang anak sulungnya itu.


" Dia aja ga anggep aku ada, buat apa ? " nyess banget hati Alin mendengar nya.


Maksud hati baik malah Axel menganggap Alin ingin bersama laki-laki lain .


Huftt Babang Axel kita jitak berjamaah Yook.


" Sabar ya Lin, masih banyak laki-laki selain Axel " Celetuk Daddy dan itu membuat Axel menengok ke belakang melihat reaksi Alin.


Dan seperti biasa, Alin hanya tersenyum menanggapi nya.


" Ya udah kita makan dulu, kamu jangan lupa makan Xel, jangan mabok " teriak Daddy membuat Axel mencibir sang Daddy tanpa suara.


" Kamu bener mau pindah? " Tanya Daddy ke Alin yang sepertinya sedang tidak selera makan.


" Iya dad, waktu kemarin masih ada nenek Biyah ,aku masih merasa nyaman. tapi saat ini nenek sudah ga ada dan aku ga enak hanya berdua dengan Axel. " jelas Alin yang sangat masuk logika.


" Iya sih, mommy juga bingung. mau nikahin kalian tapi masih berduka gini. " Mommy bingung juga memikirkan kisah cinta dua anaknya ini.


" iya mom gak apa-apa. Axel juga nanti baik lagi kalau emang ras sayangnya lebih besar dibandingkan egonya " Alin tersenyum getir dan itu terlihat oleh Mommy Ara.

__ADS_1


Mommy Ara adalah orang paling peka diantara keluarga yang lainnya.


Alin sedihnya double, ditinggal sang nenek, pacar marah-marah ,tidak mengerti posisinya.


" Besok Mommy sudah berangkat lagi sayang, kamu gak apa-apa ditinggal? " Tanya Mommy Ara lembut ke Alin sambil mengusap rambutnya .


Alin tersenyum sambil meraih tangan Mommy Ara.


" Nggak apa-apa mom, sekali lagi Alin terima kasih ya mom atas kebaikan mommy selama ini ke Alin dan nenek.


Maaf Alin belum bisa balas semuanya . " Alin memeluk Mommy Ara.


Mommy mengusap punggung Alin.


" Iya sayang gak apa-apa. Hmm mengenai fashion show musim ini maaf ya jika Mommy mungkin nanti tidak datang. karena Daddy dan pekerjaan nya agak sulit ditinggal.


Kasian Opa kalau masih mengurus perusahaan . gak apa-apa ya ? "


Tanya Mommy lagi


" Gak apa-apa Mom, kan disini ada Axel. walaupun nanti Axel jadi jauh karena aku tinggal di apartemen tapi masih ada Axel disini yang aku. isa mintai tolong " Ujar Alin dengan tersenyum walaupun sedih


" ya udah beres-beres sana, kamu juga pindah besok kan ? "


" Iya Mom " Sahut Alin .


***


Malam itu Axel pulang hingga pukul dua malam.


Alin sengaja menunggu , dan setelah Axel pulang ,baru Alin bisa tidur dengan tenang.


" Semalam pulang jam berapa Xel ? " Tanya Alin memulai pembicaraan saat Axel datang ke meja makan.


" Lupa " Jawab Axel singkat sambil duduk di bangku Daddy.


Alin manggut-manggut.


" Mau sarapan apa? " tanya Alin tetap lembut.


" Roti aja " Sambil mengambil sendiri. Biasanya Alin yang mengambil kan. Tapi efek masih marah jadi dia tak ingin dilayani.


" Mau bawa bekal ? " Tanya Alin lagi sambil menaruh sandwich di kotak bekal yang biasa dibawa Axel .


Axel hanya diam saja.


Perih rasanya hati Alin melihat nya.


" Ya udah kalau mau bawa bekal ini ya sudah aku siapin " ucap Alin lagi kemudian ia memasukan sereal ke mulutnya.


Ia juga memasukan bekal untuk dirinya .karena dia tak bisa makan banyak kalau pagi-pagi.


Axel bangkit dari duduknya kemudian membawa bekal yang sudah disiapkan Alin.


Dia berangkat tanpa pamit dengan Alin dan tanpa mencium kening Alin seperti biasanya.

__ADS_1


" Xel koq ga cium kening aku " pinta Alin, ia ingin memperbaiki hubungan nya dengan Axel tapi tidak dengan cara tetap tinggal di mansion bersama Axel.


Axel berbalik lalu mencium kening Alin sebentar dan terasa hambar menurut Alin.


Alin hanya menghela nafasnya kasar mendapatkan perlakuan dari Axel begitu.


" Hati-hati Xel dijalan " ucap Alin lagi dan Axel tidak menjawab.


" Aku mulai hari ini pindah ya, aku pamit " Ucapan Alin membuat Axel berhenti melangkah .


" Terserah, kamu bebas melakukan apapun" jawab Axel dan kemudian ia tetap melanjutkan langkahnya.


Sampai di mobil Axel hanya diam saja saat di sapa Veer .


" Pagi Tuan "


" Hmm ,jalan Veer "


Hanya itu ucapan Axel .


***


Di dalam mobil Alin menangis, dia sudah sampai di kantor nya tapi belum keluar dari mobil.


Ia sedih, nenek sudah tiada, Axel cuek kepadanya, menjawab pertanyaan Alin dengan benar pun tidak .


Ciuman di kening yang biasa terasa hangat ,kini terasa hambar .


" Ya Tuhan apa caraku salah ? hiks hiks " Alin menumpahkan segala kesedihan nya .


Setelah puas menangis, Alin masuk ke kantor dengan mata sembabnya.


" Lin masih sedih ? " Mba Irma menghampiri Alin.


" Mba Ir hiks hiks " Alin memeluk Mba Irma


" Nangis aja gak apa-apa aku juga pernah seperti dirimu merasakan kehilangan satu-satunya keluarga yang kita sayang " Mba Irma menepuk-nepuk punggung Alin..


Ya selain atasan ,Mba Irma sudah menganggap Alin sebagai adik nya sendiri.


" Terima kasih mba " Alin mengendurkan pelukannya.


" Ayo semangat lusa acara awal tahun musim ini dimulai. kau harus fit dan segar. Juga jangan tunjukan wajah sembabmu ini " MB Irma memberi semangat ke Alin.


Alin pun mengangguk.


Ia bekerja dengan serius kembali. sudah puas dia menangis, Nenek Biyah sudah tenang dialam sana.


Dan Axel, sudah dengan alam nya lagi saat dulu berjauhan dengan Alin.


Sedih,,, tapi hidup harus tetap berjalan dengan semestinya.


Alin


***

__ADS_1


Yuk kasih semangat buat Alin


di klik tanda 👍 yaa 🤗


__ADS_2