Cinta Lama CEO

Cinta Lama CEO
12. Bertengkar


__ADS_3

Jangan Lupa di Like dulu Bab yang diatas ya pemirsah 😘.


***


" Sory ya Ko, Alin gw ajak pulang dulu, gue ada urusan sama Alin. Next time kita kumpul bareng sama anak-anak yang lain ya "


Axel berkata ramah ke Chiko


Chiko hanya mengangguk pasrah.


Ya ,itu memang punyamu Xel.


Alin berjalan sambil digandeng tangannya oleh Axel.


Alin hanya diam saja dan perasaan hatinya tidak menentu. Satu sisi merasa senang, tapi sisi yang lain tak ingin terlena dengan apa yang diucapkan Axel.


Apa lagi ditambah Axel ingin membalas dendam dengan dirinya.


" Mana kunci Mobilmu ? " Tanya Axel sambil tetap bergandengan tangan.


Alin merogoh tas nya dan memberikan kunci mobil nya ke Axel.


Axel menerima kunci mobil dari Alin.


Ia menekan kunci mobil Alin dan salah satu lampu mobil di parkiran itu kedap kedip.


Axel dan Alin mendekat kearah mobil nya.


" Masuk " Ujar Axel memberi titah ke Alin untuk masuk ke Mobilnya sendiri.


" Mau kemana lagi ? " Tanya Axel datar ke Alin yang sedari tadi diam saja.


" Laper, mau makan " Alin menjawab lebih datar lagi.


Mendengar jawaban Alin seperti itu Axel menoleh ke kiri tempat Alin duduk .


" Mana senyum mu yang tadi kau tampilkan itu " Axel bertanya dengan nada suara yang normal


" Hilang " Jawab Alin datar.


Kenapa dia?


Segitu bencinya kah kepadaku ?


Apa aku harus bertanya soal waktu dulu ?


Apa aku salah paham ?


Apa aku menganggu nya dengan Chiko ya ?


Axel.


Ini Axel kenapa sih jadi sok baik gini


Biasanya juga bodo amat dan ngga karuan tuh mulut pedasnya.


Alin


" Mau makan apa ? " Tanya Axel lagi.


" Nasi goreng gila ,di ujung sana " Alin menekan kata Gila sambil menunjukkan tempat makan favoritnya.


Axel pun menurut dengan apa yang ditunjukkan oleh Alin.


Sampai di tempat nasi goreng tujuannya tadi. Alin langsung memesan 1 porsi nasi goreng gila di pinggir jalan itu.


Axel pun memesan makanan yang sama dengan Alin.


Ya mereka sama-sama belum menikmati makanan di restoran tadi , jadi perut mereka terasa lapar.


Makanan mereka jadi, kebetulan belum terlalu ramai di tempat nasi goreng pinggir jalan itu sehingga pesanan mereka berdua pun cepat dibuatnya.


Alin makan dengan tenang dan diam. Sesekali Alin melihat kearah Axel.


Begitupun sebaliknya, tapi pandangan mereka tak pernah berbarengan jadi tidak bertemu mata.


Setelah menghabiskan satu porsi nasi goreng gila dengan satu gelas es teh manis. Axel ingin membayar tapi dompetnya tertinggal di mobilnya ,atau mungkin tejatuh disaat tadi di restoran atau dipegang Veer.

__ADS_1


" Astaga dompetku " Axel malu lalu memijat pelipisnya.


Dengan rasa malu yang tertahan akhirnya Axel meminta Alin membayar nya dulu.


" Nanti aku ganti ya " ujar Axel dengan wajah malunya.


Alin hanya mengangguk tanpa tersenyum.


" Berapa pak ? " Tanya Alin ke pedagang nasi goreng itu.


" Jadi enam puluh ribu neng " Sahut si Bapak pedagang.


Alin mengeluarkan uang satu lembar berwarna merah,


" Ini ya Pak, kembaliannya ambil saja " Alin tersenyum manis.


" Alhamdulillah terima kasih ya Neng, biar lancar segala urusannya dan semoga langgeng sama si kasep itu "


" Aamiin Pak,. terima kasih " Ucap Alin dengan senyum manis nya.


Pandangan nya bertemu Axel dan ia Menarik senyumnya kembali.


Wajah datar Alin pun kembali.


Lalu Axel menggandeng tangan Alin tanpa ditolak oleh Alin..


" Lin, koq diam aja sih "


Axel bertanya setelah mereka sama-sama sudah duduk di dalam mobil.


" iya "


sahut Alin cuek.


" Lin kamu ga ada mau tanya? " Ujar Axel.


" Nggak " Alin tetap menjawab dengan singkat


Axel menghela nafasnya kasar.


" Kamu marah sama aku ? " Tanya Axel frustasi bingung harus memulai obrolan apa dan dari mana.


GLEK


Galak banget nyonya satu ini.


Alin juga tak tau kenapa tiba-tiba ingin bersikap dingin terhadap Axel .


Padahal biasanya Axel melakukan apapun dia tetap tersenyum.


Mobil pun berjalan arah pulang tapi Axel memutar mobilnya menjadi semakin jauh .


Dari pada harus mengobrol dengan Axel, Alin lebih memilih menghubungi Chiko .


Ia meminta maaf karena tiba-tiba harus pergi. Axel meminta Alin untuk me loud speaker pembicaraan nya dengan Chiko di telepon.


Alin hanya menurut saja karena tak ingin Axel marah sambil mengemudikan mobil. Bisa bahaya apa lagi dengan sifat tempramen nya akhir-akhir ini.


Alin tak ingin mengambil resiko.


Axel biarpun mengemudi, tapi ia tetap fokus mendengarkan obrolan Alin dan Chiko.


Hingga ia tersentak saat mendengar Chiko menggombal Alin.


" Lin foto kita tadi aku pasang di status ya "


pinta Chiko di seberang sana.


" Isshh buat apaan lagi jelek tau " Alin mengerucutkan bibirnya membuat Axel gemas.


Tapi sayang itu untuk Chiko bukan Axel.


" Buat kasih lihat ke orang-orang kalau bidadari itu memang ada " gombal Chiko


Alin digombalin malah tertawa.


" Belajar dari mana sih Ko, Ko" Alin terkekeh geli sendiri mengingat ucapan Chiko barusan.

__ADS_1


CKKK


Terdengar decakan Axel disamping Alin


" Sory ya Ko, nanti pas waktunya bisa kita makan bareng lagi, atau kamu Dateng aja ke kantor ku ya kita makan bersama. "


Ucap Alin di telepon.


" Iya oke Lin nanti berkabar ya "


" Sip Ko ,udah dulu ya nanti aku hubungin lagi setelah sampai dirumah "


Alin pun menutup sambungan teleponnya dengan Chiko.


Udara dalam mobil yang dingin dan sejuk itu seketika menjadi panas dan gerah untuk Axel.


Axel tak lagi dapat menahan emosinya.


Ia mengendarai mobil Alin dengan kecepatan tinggi.


" Hey aku belum mau mati ,jalan yang benar Xel " Ucap Alin ketakutan karena Axel mengemudikan dengan cepat.


" Kau Ada hubungan apa dengan Chiko HAAAH ?? " Axel berteriak kepada Alin.


" Jangan teriak aku ga suka diteriaki " Alin membalas ucapan Chiko.


" Kamu ga boleh berhubungan dengan Chiko "


" Bukan urusan kamu Xel ,tolong berhenti aku ga mau dibawa ngebut begini "


Axel memberhentikan mobilnya Mendadak


CIIIIIIITTTTT


" Awwhh " Kepala Alin membentur dashboard tapi tidak terlalu keras .


" Eh Sory Lin " Axel merasa bersalah.


" Keluar dari mobil Xel, aku ga mau dibawa ngebut, keluaaarr " Alin menekan suaranya.


" Lin "


Lirih Axel


" Xel "


Alin menatap tajam Axel.


" Please, keluar Xel aku ga mau duduk berdua sama kamu " Ucap Alin pelan sambil menatap wajah Axel.


" Ok " Axel keluar dari mobil dan tetap Menatap ke arah Alin walaupun dia sudah berada di luar mobil..


Alin menangis di dalam mobil.


" Kenapa kamu begitu sih Xel hiks " Tumpah sudah akhirnya air mata Alin.


" Kenapa harus bersikap ga biasa sih Xel kemana kamu yang dulu, aku udah gak kuat deket-deket sama kamu hiks ."


Alin menumpahkan segala emosi dan sesak di dadanya di mobil itu hingga tak terasa sudah satu jam lamanya Alin menangis dan tiba-tiba bunyi petir dan hujan lebat pun turun.


Langit ikut merasakan apa yang Alin rasakan mungkin .


Alin menengok ke arah jok samping kanan terlihat Dompet dan ponsel Axel tertinggal.


Hujan lebat begini, ia menyuruh Axel keluar dari mobil dan sekarang Axel diluar mobilnya..


Alin melihat samar-samar Axel berlari ditengah-tengah hujan entah kemana. Alin segera pindah ke posisi pengemudi dan langsung menjalankan mobilnya menuju ke arah Axel yang sedang berlari.


Alin melaju pelan agar jika Axel berteduh Alin melihatnya.


Ah tapi ini dijalan raya Axel berteduh dimana.


" Arghhh Axel kamu dimana jangan bikin aku tambah makin merasa bersalah hiks kamu kan gak bisa kena hujan Xel "


Air mata Alin mengalir, kalau tadi dia memikirkan dirinya saat ini dia memikirkan keberadaan Axel .


***

__ADS_1


Insya Allah mau ngebut update nih buat menebus dosa kemarin-kemarin jarang update .


Cukup like sama koment aja othor mah dah seneng deh suwerrr.


__ADS_2