Cinta Lama CEO

Cinta Lama CEO
29. Baikan


__ADS_3

Jangan Lupa dukungannya ya kakak sayang 😘.


***


Selepas pulang kerja Alin menginap di hotel terdekat di kantornya. Karena ia belum menemukan apartemen yang pas.


Axel melihat dari jauh kemana perginya Alin. Ia dirinya memang Posesif, tapi membiarkan Alin pergi kemana yang dia tidak tau tidak akan di biarkannya.


Axel memerintahkan salah satu bodyguard nya untuk mengawasi Alin 24 jam. lebih tepatnya menjaga dari jarak jauh.


Setelah mendapat kepastian Alin menginap d hotel ,Axel tenang.


Ponsel Axel berbunyi tanda pesan masuk.


Tring...!!!


" Xel ,aku belum menemukan apartemen dan karena Daddy dan Mommy sudah pergi lagi ke Swiss aku menginap di hotel RC dulu ya "


begitu bunyi pesan Alin ke Axel.


Axel menghela nafasnya.


Hmm dia memang terbaik, walau aku marah dia selalu tetap mengabariku.


" Hah tapi kenapa sih lin kamu harus pergi meninggalkan rumah " Axel berbicara sendiri dan mengusap wajahnya kasar .


" Jangan lupa makan malam ya " Ketik Alin lagi di pesan nya.


Axel tersenyum tipis.


Walaupun ia tidak membalasnya.


Malam itu Alin tidur sendiri sambil men scroll apartemen yang dijual murah atau di sewakan.


Di penghujung malam , ia mendapatkan pesan dari Chiko.


Chiko baru kembali ke Indonesia malam itu. Ia menanyakan kabar Alin.


Alin membalasnya dengan biasa saja agar tidak terjadi salah paham lagi .


Chiko mengabarkan akan menjemput Alin besok di mansion. Tapi Alin menjawab kalau dirinya berada di Hotel.


" Seriu di hotel? koq bisa ? " Tanya Chiko melalui pesan singkatnya.


" Iya aku mau cari apartemen dekat kantor " Jawab Alin singkat.


" Aku tanya ya apartemen Green Rev berkat kantor mu setau aku itu punya teman ku, nanti aku tanyakan ya . segera aku kabari "


Chiko memberi angin segar ke Alin.


" Seriusan Ko? " Tanya Alin senang.


" Iya , tunggu kabar dari Revan ya yang punya dia "


Chiko memang selalu ada disaat Alin sedang membutuhkan sesuatu.


" Terimakasih Ya Ko , aku berhutang Budi banyak sama kamu " Ucap Alin.


" Kita kan sahabat. Ya kan ? " Sedih sih pas ngetik itu, tapi Chiko tak ingin Alin menjauhinya.


" Iya dong, mkasih ya Ko. Udah sana tidur . istirahat 🥱" ucap Alin sambil menyelipkan emoticon mengantuk.


***


Keesokan harinya Alin merasa sangat segar , dan dia mengecek semua berkas yang akan dibawanya untuk meeting siang nanti dan ternyata.


" Ah ya ampun sepertinya berkas aku tertinggal masih dikamar ku di mansion " Alin menggerutu pagi-pagi.


Ia pun menghubungi Mba Irma kalau dirinya telat karena mengambil berkas design yang harus dia kirimkan ke salah satu kliennya.

__ADS_1


dan gambarnya itu masih tertinggal di mansion.


Alin mencoba menghubungi Axel dulu tapi tidak diangkat.


Menghubungi Veer juga tidak diangkat.


Alhasil dirinya mau tidak mau harus mengambil hasil karyanya itu dirumah .


Alin langsung tancap gas tanpa sarapan menuju mansion Keluarga Nugroho.


Sampai disana Alin melihat ada mobil Jimmy.


" Masih pagi tumben banget Jimmy kesini pagi-pagi " Gunam Alin sambil berjalan ke dalam rumah.


" Pa Pa... Gi " Ucapan selamat pagi Alin terbata Karen melihat Axel sedang menatap dua buah yang bergantung di badan seorang wanita yang menjadi sekertaris Jimmy itu.


Sheila sekertaris Jimmy yang punya kelebihan lebih besar itu tadi terjatuh karena heels nya yang sangat tinggi mengenai karpet.


Dan pas nya itu ,terjatuh menghadap ke Axel.


Jadi posisi nya itu seperti sang wanita sedang menyodorkan buah nya ke wajah Axel.


Bayangkan sendiri ya pemirsaku..Gimana Alin Ga Shock lihatnya hihi .


" Pagi semua ,maaf ya menganggu aktivitas kalian ,aku ga lihat " Alin mengatur nafas nya kemudian melenggang masuk.


" Sory ya Xel aku datang pagi-pagi mau ambil Map ku yang tertinggal sepertinya di nakas. " Ujar Alin santai sambil tersenyum.


" A Aku ga melakukan seperti yang kamu lihat tadi Lin " Axel berusaha membela dirinya.


Ya memang dia tidak melakukan apa-apa. Hanya saja Alin datang disaat yang tidak tepat.


" Jim jelasin, " Ujar Axel .


Sedangkan Jimmy tadi sedang asik berbalas pesan dengan Anne. Dia tidak melihat apa yang sebenarnya terjadi. Jimmy pun melihat seperti yang Alin lihat.


" Jelasin apa, gue juga lihatnya Lo tau-tau begtu " Jimmy yang benar-benar tidak tahu pun kena amukan Axel


" Ssstt masih pagi Xel. aku butuh pikiran yang tenang buat menghadapi Fashion show besok " Ujar Alin yang sepertinya tidak merasa apa-apa Dimata Axel.


Alin hanya berusaha menguasai dirinya.


Ya mungkin Axel tak bisa sejalan dengan dirinya jadi lebih memilih wanita lain. Pikir Alin ya sesuai instruksi Othor 😁✌️.


Setelah sampai di kamar Alin mengambil air mineral di dalam kulkasnya lalu meminumnya. Jantungnya berdetak cepat. Emosi didalam dirinya bergemuruh.


" Secepat itu Xel, atau aku harus percaya kata-katamu tadi " Alin berbicara sendiri dengan hatinya.


Huftt.


Alin menghempaskan tubuhnya di ranjang miliknya saat dirinya tinggal di Mansion.


Tak ingin berlama-lama karena harus segera ke kantornya. Alin pun merapihkan dirinya dan membawa apa yang tertinggal .


Dirinya mengatur nafas dan hatinya untuk segera turun dan menghadapi segala kenyataan yang ada di depan matanya apapun itu.


Tapi jika Axel bilang itu tidak seperti yang aku kira, lalu kenapa posisi nya bisa pas sekali . huh. menyebalkan..


" Sudahlah aku harus berangkat. Fighting Alin " Dirinya menyemangati hatinya yang sedang berantakan itu.


Alin turun dengan tenang. Menyapa Bibik yang bekerja disana dan para maid , lalu ingin berangkat lagi.


Saat menapakkan kaki di tangga paling bawah, Tangan Alin langsung dicekal oleh Axel.


" Aku ingin menjelaskan, aku tidak seperti yang kau lihat tadi dan tidak seperti yang kau bayangkan . " jelas Axel.


" Iya aku percaya, aku harus berangkat Xel " ujar Alin tanpa melihat wajah Axel.


" Yank please aku mau jelasin dulu terserah kamu mau mikir apa nanti, tapi aku dan Sekertaris Jimmy itu ingin menjelaskan kami tidak sedang melakukan apa-apa." ujarnya lagi penuh harap agar Alin percaya dengan apa yang ia katakan.

__ADS_1


Karena memang itu yang sebenarnya.


Dari pada ramai lagi ,Alin pun menuruti permintaan Axel untuk duduk di sofa dan mendengar penjelasan dari dua orang yang tadi terlihat sangat dekat seperti akan melakukan sesuatu yang lebih intim.


Sheila dan Axel menjelaskan apa yang terjadi tadi. Wajah mereka berdua Seperti takut, Axel takut Alin marah, sedang Sheila takut ancaman Axel, jika Alin tidak menerima penjelasan nya maka akan siap-siap dikirim ke pelosok negeri.


Walaupun dirinya adalah sekertaris Axel tapi di dalam perusahaan Jimmy ,Axel juga salah satu pemegang saham ,jadi berhak memerintahkan apapun untuk sekertaris nya.


Begitu penjelas Axel ke Sheila tadi agar Sheila menjelaskan dengan sebenar-benarnya.


Dan saat ini mereka berada di mansion Axel karena memang ada pekerja yang harus didelegasikan ke Sekertaris Jimmy dan Jimmy.


Hari ini jadwal Axel padat jadi Jimmy lebih memilih bertemu dengan Axel di mansion.


Setelah mendengarkan penjelasan dari Sheila, Alin pun tersenyum dan mengangguk.


" Iya Mba Sheila ,aku percaya koq. cuma mungkin jika berada didekat laki-laki pakaiannya mbok ya jangan terlalu minim gitu loh hehe " Alin berucap sambil melirik ke Axel.


" Karena bisa saja benar apa yang tadi mba Sheila ceritakan , tapi siapa tau laki-laki dihadapan mba itu malah tergoda.


Melihat dengan intens dan sangat dekat, kemudian tergoda ingin mencobanya.


Mba Sheila juga loh yang rugi jika sudah di icip-icip oleh pria yang bukan pria halal mba "


Glek..


Axel merasa tersindir karena memang sekilas tadi sempat melihat .


" Maaf Yank, tadi ga sengaja kelihat " Ujar Alin memelas minta di maafkan.


" Iya, ya udah aku mau jalan dulu ya, aku nanti siang ada meeting " ujar Alin ingin segera pergi dari Mansion.


" Yank.. " Panggil Axel lagi saat Alin beranjak dari duduknya.


Alin menatap Axel seolah berkata ada apa.


" Baikan ya " Pintanya seperti kucing manis .


Alin duduk kembali disamping nya.


" Tapi jangan marah-marah lagi ya. Nanti temani aku lihat apartemen yang aku mau sewa mau? "


Tanya Alin.


" Tapi malam ya? aku ada full meeting sampai sore " Ujar Axel pelan.


" Iya malam aja , aku juga sibuk karena besok fashion show musim ini " Ujar Alin


" Ya udah kamu hati-hati ya, aku masih lanjut meeting sebentar dengan Jimmy "


" Berikan ini untuk sekertaris Jimmy Xel. aku ga mau mata kamu menatap tubuhnya terus "


Alin memberikan outer yang diambilnya di lemari tadi, sengaja untuk memberikan pada Sheila.


" Ok siap nyonya, laksanakan "


Dia melempar outer Alin ke Jimmy " Berikan pada sekertaris mu untuk menutupi tubuhnya, titah dari nyonya negara "


" Ok ok siap " Ucap Jimmy dan langsung diberikan ke Sheila.


Sedang Axel sedang mencium kening Alin..


" Bye sayang..kabarin ya kalau sudah sampai "


Alin pun mengangguk.


***


Panjangnya Bab ini

__ADS_1


Adem yah lihat mereka baikan


__ADS_2