Cinta Lama CEO

Cinta Lama CEO
9. Meeting di Luar


__ADS_3

Hari ini Alin berhasil bekerja dengan baik dan tenang.


Semua sudah dipelajari nya.


Alin merenggangkan tubuhnya dan mengangkat kedua tangannya keatas.


Badannya digerakkan ke kiri ke kanan agar relaks kembali.


Bu Irma menghampiri Alin,


" Lin udah sore pulang sana "


Alin Yang sedang merelaks kan tubuhnya itu menoleh ke arah Bu Irma di depan pintunya.


" Sudah boleh pulang Bu ? " tanya Alin.


" sudah Lin, jam kerja mu pasti koq,jika memang sedang dikantor jam 5 boleh pulang. "


Sahut Bu Irma menjawab pertanyaan Alin.


" Ah baiklah Bu, saya beberes dulu " dengan senyum manis khas nya itu Alin mengangguk ke arah Bu Irma.


Alin pun membereskan meja kerjanya dan ditata agar besok pagi saat datang kembali tidak terlihat berantakan.


Alin mengambil ponselnya lalu memasukan ke dalam tas nya.


Sambil melirik ke kiri ke kanan khawatir ada yang tertinggal.


Juga Memeriksa dompet dan saldo aplikasi berwarna hijau khusus transportasi.


Setelah dirasa sudah semua Alin pun bangun dari kursi nya kemudian berjalan ke arah pintu untuk keluar dari ruangan yang akan menemani hari-hari nya mulai tadi pagi hingga esok,esok dan esoknya lagi dan entah kapan.


Sebelum keluar Alin menghela nafasnya dan tersenyum, berjanji dalam hati akan tetap tersenyum walaupun apa yang terjadi saat di mansion nanti.


Mengingat perlakuan Axel kepada dirinya membuat Alin harus ekstra tersenyum agar perlakuan Axel tidak menimbulkan sakit yang dalam.


Karena jika Alin ingin benci tak mungkin, karena keluarga Nugroho sudah membuat Alin hingga menjadi seperti ini.


Alin pun melangkah keluar dan menuju ruang kerja Bu Irma.


Alin mengetuk pintu ruangan Bu Irma.


Tok Tok Tok.


" Masuk Lin "


Terdengar suara Bu Irma menyahut dari dalam.


Ceklek,,,


Alin membuka pintu kemudian masuk ke dalam.


Alin melihat Bu Irma sedang menatap komputer dengan serius.


" Bu Irma maaf, Alin pulang duluan ya "


Bu Irma melihat Alin dan tersenyum, " Iya tadi kan sudah aku bilang Lin, Ya udah sana hati-hati ya "


" Iya Bu ,terima Kasih, Bu Irma juga nanti hati-hati ya "


" Sip Lin, Thanks ya, jangan lupa besok kesini lagi, hihi " Bu Irma cekikikan.


" siap Bu " Alin membentuk jarinya seperti huruf O tanda OK.

__ADS_1


Setelah pintu ruangan ditutup Alin seperti melihat Axel diruangan Boss yang dibilang oleh Resepsionis tadi


Seperti Axel ,tapi kenapa dia masuk keruangan Boss ya. Ah sudahlah biarkan ,itu hak nya dia, aku tak mau ambil pusing.


Alin membuka aplikasi Ojek Online dan memesan taksi online untuk segera pulang.


Tidak berapa lama taksi online yang dipesan Alin pun datang.


Alin langsung naik di bangku tengah dan menyandarkan tubuhnya ke kursi jok yang di duduki nya.


Sampai di mansion Alin langsung beranjak ke kamar nya setelah menyapa Daddy Ryan Mommy Ara, Oma,Opa dan adik kecil lainnya


***


Keesokan paginya Alin kembali berangkat ke kantornya.


Hari berlalu hingga saat ini, tepat satu Minggu Alin sudah bekerja di Emicca.


Alin yang supel membuat nya menjadi mudah bergaul dan berteman dengan siapa saja dan dari divisi manapun.


Seperti biasa Alin duduk kembali lalu menyelesaikan kewajiban nya.


Belum lima menit Alin duduk ,terlihat Bu Irma menghampiri.


" Lin hari ini ikut meeting ya sama klien diluar kantor "


" Baik Bu ,jam berapa " sahut Alin sambil berdiri.


" Jam 10.30 kita harus sudah sampai direstoran D'lounge di Senopati ya " Bu Irma memberitahu sambil memberikan berkas ke Alin.


" Siap Bu,Alin harus siapkan apa aja Bu Ir ? "


Alin bertanya agar ia mempersiapkan diri juga karena ini hari pertamanya meeting di luar kantor.


" Hati Alin selalu siap dengan kondisi apapun Bu hihi " Cengir Alin.


Mendengar itu Bu Irma tertawa .


" Kamu bawa berkas ini aja, nanti yang bicara saya, dan next misal ada pertemuan atau meeting kamu yang datang okey.. "


Bu Irma berucap sambil mengangkat kedua Alisnya.


" okey Bu Ir " Jawab Alin.


Alin langsung Merapihkan berkas-berkas yang akan dibawanya nanti.


***


Karena kantor Emicca tidak terlalu jauh dari restoran tempat mereka meeting nanti. Alin dan Bu Irma jalan dari kantor jam 09.45 .


Alin memeriksa lagi apa saja yang harus dibawa dan tidak ketinggalan tablet drawing nya.


Setelah dirasa siap Alin menuju ruangan Bu Irma.


Alin mengetuk pintu ruangan Bu Irma.


Tok Tok Tok


" Ya Lin "


Terdengar sahutan dari dalam.


Alin membuka pintu dan menghampiri meja Bu Irma.

__ADS_1


" Bu Irma saya sudah siapkan semuanya dan siap berangkat " ucap Alin dengan mantap.


" okeh Let's go Lin "


Alin melangkahkan kakinya beriringan dengan langkah Bu Irma.


Kedua wanita cantik itu berjalan lalu menaiki mobil milik Bu Irma yang berwarna merah .


" Lin kamu bisa mengemudikan mobil ? " Tanya Bu Irma


" Bisa Bu " jawab Alin.


" Ya udah kamu yang bawa ya "


" Siap Bu "


Alin pun berjalan mengitari mobil untuk menuju pintu sebelah kanan .


Dengan perlahan Alin mengemudikan mobil milik Bu Irma.


Di tengah perjalanan Alin bertanya ke atasannya itu.


" Bu Ir ga tanya Alin punya SIM apa nggak ? " Tanya Alin sambil senyum-senyum.


" Kamu adalah perempuan yang berpikiran matang, jadi kalau kamu melakukan sesuatu pasti kamu sudah tau resiko apa yang kamu ambil.


Dan kamu pasti punya SIM kan makanya menyanggupi menyetir mobil. "


Alin terkekeh mendengar ucapan Atasannya itu.


Tidak berapa lama, sampailah Alin di salah satu restoran yang biasa menjadi tempat meeting orang-orang yang berkantor di daerah Senopati itu .


Alin memarkirkan mobil Bu Irma . dan mereka turun bersama .


" Selamat Pagi, selamat datang di D'lounge "


Salah satu karyawan restoran itu yang bertugas menjadi penyambut tamu menyapa Alin dan Bu Irma.


" Pagi, reservasi atas nama Tuan Abie " Ucap Bu Irma.


Jadi inget sama Abie teman sekolah ku .


" Baik, di ruang VIP 7 Ya Bu, mari saya antar " Ucap Pegawai restoran itu dengan ramah kemudian Alin dan Bu Irma mengikuti dibelakang nya.


Setelah sampai di ruangan meeting itu , Alin dan Bu Irma dipersilahkan masuk dan Alin tertegun dengan pandangan di depan nya.


Tiga orang pria yang sangat ia kenal.


Dua teman masa sekolah yang sangat Alin kenal baik.


Dua orang yang sangat baik dan melindungi Alin di masa sekolah.


Kenapa harus bertemu dengan mereka disini huh..


Alin meniup poninya sendiri dan melangkah berat sekali padahal kakinya sangat lemas ingin segera duduk.


***


Selamat malam, bagaimana hari ini sudah aktif ya bund anak-anak kesekolah 🤭.


Bantu like dan komentar nya yuk untuk penyemangat othor ❤️.


Yang masih punya vote boleh banget dikirim kesini 🌵

__ADS_1


__ADS_2