
Di perjalanan pulang Ola masih belum tidur. Sedang Iqbal hanya diam saja .
Vika pun ikutan diam.
" Ibu, Ola mau nginep dirumah ayah boleh ga? " pertanyaan Ola mememach keheningan akhirnya.
Vika bingung harus menjawab apa karena sepertinya suasana hati Abie sedang tidak enak karena obrolan Vika tadi tentang ajakan bermain di saat hamil.
" Hmm coba tanya Ayah, boleh ga " Akhirnya Vika melemparkan pertanyaan kembali ke sang kekasih melalui Ola.
Ola yang tidak tau apa-apa matanya penuh harap ke calon Ayahnya yang sudah dipanggil Ayah.
" Ayah , boleh Ola nginep dirumah ayah? Ola kangen sama Eyang "
Iqbal hanya tersenyum ke Ola tanpa melihat ke Vika.
" Coba Ola tanya ibu, ibunya Ola mau apa ngga nginep dirumah ayah . Takutnya Ibu ngga mau karena masih memikirkan kenangan lamanya " .
Ola yang tidak mengerti apa yang dikatakan Iqbal itu pun langsung mengadahkan wajahnya ke sang Ibu.
" Ibu mau ya? ibu emang lagi pikirin apa ? " tanya Ola dengan ceriwis.
Yang ditanya melihat ke arah Iqbal tapi Iqbal tetap memandang ke depan karena memang sedang mengemudikan mobil.
" Iya terserah Ola aja, yang penting kalau ada apa-apa Ola harus bilang ya ,kalau disimpan di dalam hati ibu ngga tau " Vika sedikit menyindir Iqbal.
Yang disindir tidak sedikitpun menoleh ,walau sebenarnya ia mendengarkan.
Aku cemburu Vika ,aku cemburu. Aku ga mau kamu ingat-ingat masa lalu kamu. Aku cemburu. aku ga suka.
Iqbal
Iqbal pun memutar balik ke arah rumahnya.
Tidak lama sampailah di depan rumah Iqbal. Iqbal turun lalu membawa semua perlengkapam Ola dan Vika masih dengan mode diam.
Ternyata Orang tua Iqbal belum tidur dan sedang menonton tv bersama para ART nya.
" Eyaaaang " Panggil Ola ke orang tua Iqbal.
" Aduuh cucu Eyang yang cantik malem-malem kesini ,kirain udah bobo manis " Bunda Inka memeluk Ola senang.
Vika menyalami orang tua Iqbal satu persatu.
" Maaf ya eyang, malem-malem Ola minta kesini sepulang dari rumah Tante Alin tadi " Vika menjelaskan sedikit karena tidak enak malam-malam bertamu.
" Ya gak apa-apa Vik. mending mulai besok kamu tinggal disini aja lah . biar ga repot kesana kesini
" Ola mau nginep Eyang, boleh ngga? " tanya Ola dengan gaya lucu dan menggemaskannya sambil menuju sofa dengan digandeng Bunda Inka.
" Boleh dong ini kan juga rumah Ola. Pindah kesini juga boleh. " Tawar Bunda Inka.
__ADS_1
Ola mengangguk setuju .
" Eyang, Ayah lagi diam-diam sama ibu ga ngomong-ngomong dari tadi " Ola yang saat ini duduk ditengah orang tua Iqbal membisikan di telinga Eyang Utinya itu.
" Ayah sariawan mungkin La " Sahut Om Yash ayah Iqbal.
" Berati ayah harus minum obat " celetuk Ola.
" Ya udah Ola tidur sama Eyang aja ya biar Ayah diobatin dulu sama Ibu " Ucap Om Yash.
Ola pun mengangguk. Salah satu asisten rumah tangga Iqbal yang sigap langsung membawa perlengkapan Vika dan Ola ke kamar tamu, tapi dipanggil oleh Bunda Inka.
" Bik, punya Ola taruh di kamar saya aja. biar punya Vika aja yang dikamar tamu. atau tanya Iqbal aja mau ditaruh dimana " ucap wanita yang sudah setengah tua tapi cantik itu.
" Baik Nyah " Sahut Bibik .
" Lagi berantem jadi tanya aja dulu biar ga kesalahan " bisik Bunda Inka ke si bibik sambil senyum-senyum lucu.
" Bumbu-bumbu cinta Nyah " Si bibik Mala cekikikan.
" Mas Iqbal ,ini mau ditaruh dimana tas nya Mba Vika " tanya Bibik.
" Di kamar aku aja Bik " Jawab Iqbal sambil menyandarkan tubuhnya di sofa depan sang ayah.
" Ola mau tidur sama Eyang ? " Tanya Iqbal ke Ola .
" Iya Yah ,boleh ya, " jawab Ola .
Iqbal tersenyum mengangguk ke Ola.
" Obat? " Tanya Abie bingung barenga dengan Vika.
" Kamu lagi diem aja, ayah bilang sariawan. jadi kamu diobatin dulu sama Vika sekarang " Ayah Yash memandang Iqbal penuh arti.
" Bibik mbak-mbak sekarang boleh tidur di kamar masing-masing ya. lanjut nonton di kamar aja. Nanti biar Vika dan Iqbal kalau laper buat makanan sendiri " Titah Nyonya besar dirumah Danubrata itu .
" Iya Nyah, kami permisi " Salah satu asisten rumah tangga terlama pun mengajak teman-temannya ke kamar .
Tinggal para tuan dan nyonya serta anaknya diruang TV.
" Ya udah yuk La bobo " Ajak Bunda Inka.
" Jangan ngerepotin Eyang Uti dan Eyang Akung ya sayang " Vika mengusap kepala Ola.
" Cium Pipi Ola dulu dong Yah,Bu " ujar Ola lalu menyodorkan pipinya ke arah pasangan yang sedang perang dingin itu.
Cup Cup
Pipi kiri dicium Vika dan pipi kanan Ola dicium Iqbal.
Orang tua Iqbal cekikikan melihat kelakuan Ola ,Lagi berantem disuruh dekat-dekat. Canggung jadinya.
__ADS_1
Ola pun menuju kamar bersama orang tua Iqbal.
Sedang tangan Vika digandeng Iqbal menuju kolam renang.
" Kita harus bicara " Ujar Iqbal
Vika hanya mengangguk dan mengikuti langkah kaki sang kekasih.
Sampai di kolam renang, Iqbal terdiam kembali.
" Mas, katanya mau ngomong " tanya Vika memulai pembicaraan.
Iqbal menatap Vika.
" Kamu masih inget mantan kamu? " Tanya Iqbal dengan tatapan tajam ke Vika.
" Nggak Mas " Jawab Vika dengan lembut .
" Koq tadi inget-inget gitu ngomong sama Alin ? "
" Aku cuma ceritain pengalaman aku aja Mas. "
" Tapi Alin belum tentu hamil, tapi kamu malah kayak lagi inget-inget dan senyum-senyum gitu . " Iqbal agak emosi ,mungkin terlalu cinta sehingga emosi menguasai dirinya.
" Mas ,aku nikah aja gak ada rasa, aku hanya ceritain pengalaman aku waktu hamil Ola mas " Vika masih sabar menghadapi Iqbal.
" Iya tapi kenapa harus cerita yang itu, tentang kamunya. kamu ga hargain aku? aku cemburu . " Iqbal sedikit agak tinggi tapi masih bisa ditahan emosinya.
" Maafin aku ya Mas, aku janji ga akan bilang gitu lagi di depan kamu "
" Hah di depan aku aja?? di belakang aku jadi kamu mau bebas ngomongin dia gitu ?? ckk kecewa aku " Iqbal menyandarkan tubuhnya di bangku.
Vika menarik nafasnya dalam-dalam.
" Mas, aku minta maaf , aku gak tau kalau kamu bisa sampai kecewa begini sama aku. Maksud aku, Aku gak akan bicarakan masa lalu aku lagi selain tentang keluarga aku dan Ola aja. "
Iqbal masih terdiam.Pandangannya dijatuhkan ke arah kolam renang.
" Tapi aku kecewa " Sahut Iqbal lagi tetap tak mau menghadap ke arah Vika.
" Aku harus apa mas biar kamu gak marah lagi dan maafin kesalahan aku tadi " Vika dengan tenang memegang tangan Iqbal ,Iqbal tidak menolak juga tidak menyambutnya.
" Aku gak tau, kamu ucapin kata sayang aja ke aku ga pernah. Aku jadi ragu,kamu sayang aku apa nggak. Aku jadi ragu kita cocok apa nggak. Untung pernikahan kita tunda,kalau nggak aku nggak tau gimana hubungan kita nanti setelah menikah kalau kamu masih bahas masa lalu kamu " Iqbal masih penuh emosi.
" Aku sayang kamu mas, nggak mungkin aku mau kamu ajak kesana kesini,bahkan sampai nginap disini kalau aku ga punya rasa sayang sama kamu . " Vika yang notabene memang wanita lembut tidak terpancing walau Iqbal sedang emosi .
" Aku ngantuk , aku mau tidur " Iqbal beranjak pergi meninggalkan Vika sendirian.
" Selamat tidur Mas. " Vika tetap menampilkan senyumnya walau sebenarnya hatinya sakit mendengar perkataan Iqbal.
***
__ADS_1
Babang Bale koq gitu ya hiks. Othor nulis jadi ikutan sedih ðŸ˜.
Jangan lupa kirim hadiah buat Ibunya Ola ya biar ga sedih banget dia.