
" Udah kamu disitu aja. kita tidur sama-sama nanti Ola nangis cariin kamu . Aku gak biasa tidur di sofa nanti badan aku sakit " Iqbal dengan santai naik ke ranjangnya dan menarik Vika untuk tidur bersama.
Babang Balle mulai modus genkss .
Dengan terpaksa Vika pun menuruti nya.
" Jangan takut, aku tau batasannya. Setelah kita menikah nanti baru kita tak terbatas untuk melakukan apapun " Ujar Iqbal sambil memejamkan matanya yang hari ini lelah karena diserang kebahagiaan.
***
Kalau ini FLASHBACK Jimmy dan Anne ya.
Jimmy dan Anne makan di salah satu tempat favorit Elite Squad.
"Kirain orang kaya ga makan dipinggir jalan " Ucap Anne setelah mobil Jimmy terparkir sempurna di lahan khusus parkir di jajanan malam hari itu.
" Selama itu enak aku sama anak-anak sih nyaman-nyaman aja By " Ujar Jimmy sambil melepaskan sabuk pengaman nya dan kemudian sabuk pengaman di tubuh Anne.
" Tunggu disini ya aku duluan yang keluar " ujar Jimmy segera membuka pintu tapi ditahan Anne.
" Kenapa ? " Pikiran Jimmy belum disapu ,masih ngeres jadi dia pikir Anne minta sesuatu.
" Keluar sama-sama aja biar ga kelamaan aku laper hihi " Anne cekikikan dan membuat Jimmy mendengus kesal.
Anne keluar sambil tertawa senang.
" Kirain akan ada adegan romantis " Cibir Jimmy,ia pun membuka pintu mobil nya setelah Anne keluar .
" Yuk " Anne mengambil lengan Jimmy dan ia melingkarkan tangannya di lengan Jimmy .
Deg deg deg Hati Jimmy bersorak tak karuan saat disentuh Anne .
Ia pun menduduki bangku plastik yang sudah disediakan penjual pecel ayam itu.
" Kamu ma pesen apa ? " Tanya Jimmy ke Anne yang sedang menguncir rambutnya ke atas .
" Aku pikir-pikir dulu Jim "
" Loh Koq Jim panggilnya katanya bebeb . " Protes Jimmy yang tak suka dipanggil dengan sebutan nama.
" Aku udah terlalu tua kayaknya panggil kamu bebep " Anne tertawa lucu sendiri.
" Aku ga mau dipanggil Jimmy " Protes Jimmy lagi.
" Iya Mas Jimmy aja deh ya. Kalau panggil sayang aku belum biasa " Cengir Anne.
" Hmm boleh deh serasa mesra kalau dipanggil Mas sama kamu " Jimmy pun sumringah kembali.
Penjual Pecel ayam pun menghampiri Jimmy.
" Mas Jimmy pesen apa? "
" Nah ini kamu dipanggil Mas sama si bapak , mesra juga ga ? " Anne tertawa cekikikan
Jimmy pun ikut tertawa.
" Aku pesen Ayam yang paha ya Pak ,nasinya uduk boleh deh . Minum nya hmm jus jeruk. " Anne memesan ke bapak penjual.
" Pesanan ku samain aja ya pak, bedain di pahanya , Saya kanan dia yang kiri " Kelakar Jimmy.
" Kirain kalau sama Cewek sampeyan jaim Mas Jim, lah koq sama aja " Dengus Pak Min penjual pecel ayam itu.
__ADS_1
" Ini calon istri aku Pak , doain ya biar kita langgeng lancar sampai hari H " Jimmy meminta doa untuk hubungan barunya itu.
" Ah Bapak mah ga mau doain begitu " ucap Pak Min sambil mengambil 2 paha ayam pesanan sepasang kekasih baru itu.
" Masa didoain cuma sampe hari H, setelah hari H ga langgeng,ga lancar ? " tanya Pak Min ke Jimmy.
Anne tertawa " Iya juga ya "
" Bapak doain semoga langgeng sampai kakek nenek, sukses terus dan lancar segala urusannya "
" AAMIIIN " Ucapan Pak Min diamini oleh Anne idan Jimmy.
Tak berapa lama pesanan mereka pun datang.
Pecel ayam dengan lalapan dan sambal khas nya itu sangat menggugah selera ditambah toping bawang goreng diatas nasi uduk membuat usus meronta-ronta minta di isi.
Mereka pun makan dengan lahap karena memang saya resepsi Axlin mereka hanya memakan cemilan saja.
Sehingga saat ini pun perut mereka keroncongan.
" Kamu kenapa milih paha sayang,kenapa bukan dada ? " Tanya Jimmy sambil menyuap makanannya.
Anne malah menjawab dengan berbisik.
" hmm kenapa bukan dada karena... biar dada aku ga makin besar " bisik Anne ditelinga Jimmy
UHUK UHUK
Jimmy tersedak karena kaget dengan jawaban Anne dan matanya langsung tertuju ke Bagian dada depan Anne mencoba memastikan kejujuran ucapan Anne.
Anne yang sadar ditatap pun langsung mengambil tasnya dan menutupi bagian dadanya sambil malu. Dia lupa jika saat ini tengah berbicara dengan Jimmy teman lelakinya.
Bukan sedang berbicara dengan Vika dan Alin.
" Aku inget nya lagi ngobrol sama Alin dan Vika " Ringis Alin malu. Dia takut Jimmy ilfil kepada nya.
" Maaf ya Mas Jim, aku ga maksud bercanda vulgarr gitu " Anne menunduk malu, sungguh tidak ada tenaga rasanya mendongakkan wajahnya .
Jimmy yang sudah tenang setelah minum pun akhirnya tersenyum dan mengangkay wajah Anne yang tertunduk itu.
" Kamu biasa bercanda begitu sama Vika sama Alin ? " Jimmy berusaha menahan agar tidak tertawa.
" Kadang sih .. " Lirih Anne yang sedang merutuk dirinya sendiri karena sudah bicara begitu.
" Bercanda begitu mulai sekarang sama aku aja ya, ga boleh dengan lelaki lain. bisa diterkam kamu " Jimmy masih biasa saja agar Anne tidak terlalu malu.
" Udah ayok sayang dimakan nanti dingin ,lupakan pertanyaan ku tadi. " Jimmy tersenyum dan merapihkan anak rambut Anne yang jatuh ke dekat wajahnya.
Anne pun makan dengan diam dan tenang.
Jimmy mengetikan pesan ke grup Elite Squad.
" Kayaknya pasangan kita ga sekalem yang kita kira deh. tapi gue suka. "
...
...
...
...
__ADS_1
Tak ada balasan.
" Yang MP mana nih ? , Ayah Ola jangan - jangan lagi kelonin ibu Ola 🤪 "
...
...
...
...
Tidak ada yang membalas lagi satu pun. Jimmy memasukan ponselnya kedalam saku.
Anne dan Jimmy pun sudah selesai memakan santapan malamnya itu.Jimmy memberikan 2 lembar uang berwarna merah untuk Pak Min .
" Ga usah bayar Mas Jim. Bapak seneng Mas Jimmy udah bawa cewek kesini "
Pak Min berusaha menolak uang dari Jimmy. karena jujur saja bisa sebesar ini adalah hasil dari bantuan anak-anak Elite Squad.
Jadi setiap mereka makan Pak Min selalu menolak uang yang diberikan .
" Ya udah sini tapi saya mau balik uangnya jadi 10 lembar kalo di balikin lagi " Jimmy menggoda Pak Min.
" Yah kalau gitu bapak terima aja lah " Sambil memasukkan uangnya dan terkekeh.
" Gitu dong biar laris ya pak, biar habis semua makanan nya malam ini. " Ucap Jimmy sambil memberikan uang lagi 4 lembar berwarna biru .
" Pak Min nitip buat cucu bapak yang suka bantuin disini ya. salam dari saya buat beli buku bacaan kesukaannya lagi. nanti kalau dia udah selesai baca, suruh ceritain ke saya kalau pas lagi ketemu di kedai Pak Min ya "
Anne melihat interaksi Pak Min dan Jimmy merasa terharu. Segitu baiknya pacar nya yang bernama Jimmy ini. Masih perduli dengan sesama yang kekurangan.
" Ya Allah Mas Jimmy " Pak Min meneteskan air mata ingin mencium tangan Jimmy tapi ditolak Jimmy.
Malah sebaliknya, Jimmy yang memeluk Pak Min.
" Doain saya ya pak biar saya bisa jadi orang bertanggung jawab juga seperti bapak bertanggung jawab ke Fadli . " Ucap Jimmy setelah melepas pelukannya.
Pak Min pun menangis sambil mendoakan yang baik-baik untuk Jimmy.
***
Sekilas tentang Fadli :
Fadli adalah cucu Pak Min yang ibunya (anak Pak Min ) meninggal dan ayahnya entah pergi kemana.
Fadli adalah sosok yang pintar, dia kerap membaca buku apa saja termasuk kamus-kamus.
Saat ini dia sedang mempelajari kamus bahasa Jerman. Entah mengapa dia tertarik dengan itu.
Sebelumnya Fadli tidak bersekolah tapi karena bertemu dengan Elite Squad saat makan di warung Pak Min, Fadli pun disekolahkan dan dibiayai oleh Jimmy. dia yang mengambil alih masalah biaya .
Mungkin karena Jimmy merasa pernah merasa di posisi yang sama dengan Fadli yaitu kehilangan ibu tercintanya. Jadi hari Jimmy sangat terenyuh mendengar Fadli di telantarkan.
Walaupun berbeda kehidupan dengan jImmy tetap saja kehilangan ibu adalah kesedihan yang sangat dalam.
Oleh dari itu Jimmy dan elite Squad berjanji untuk membuat hidup Fadli lebih baik lagi dan jangan sampai kesedihan menghancurkan segalanya.
***
Maaf ini lupa di upload kemarin hiks.
__ADS_1
Salam sehat untuk semuanya.
Jangan lupa ritualnya ya kakak sayang 😘