Cinta Lama CEO

Cinta Lama CEO
24. Nenek Biyah


__ADS_3

Jangan lupa di like bab sebelumnya ya kakak sayang 😘


***


" Duh Yah, " Iqbal meringis kesakitan lalu melihat ke arah Bundanya lagi dan dia melihat Sang pujaan hati akrab dengan ibu yang melahirkan nya.


Dan tidak lama Bundanya dan Vika keluar dari area Cafe entah kenapa dan kemana.


" Ayah mau kemana sama Bunda ? " Tanya Iqbal yang sebenarnya ingin mengetahui kemana bunda nya pergi bersama Vika.


" Bunda ada urusan, ayah mau ketemu manager sini " ujar Ayah.


Iqbal manggut-manggut . Dan teringat akan perilaku si manager tadi yang sepertinya ingin memotong tips dari pengunjung untuk para pemain band.


Iqbal pun menceritakan nya dan Ayah pun tersenyum penuh arti dan kemudian masuk ke ruang manager.


***


Malam itu pun mereka berpisah kembali kerumahnya masing-masing dengan senang karena habis bertemu dengan teman lama.


Berbanding terbalik dengan Iqbal, dirinya pulang dengan perasaan yang gundah gulana.


Dia bertekad ingin cari tahu tentang Vika mulai dari detik ini juga.


Segera ia minta orang suruhan nya untuk mencari tahu Vika . Ia ingin memastikan apakah benar-benar sudah resmi bercerai dengan suaminya.


Jika belum, Iqbal tidak akan mundur sesuai permintaan para followersnya yang berkomentar positif.


Dirinya pun akan membantu sampai resmi .


Segitunya ya Babang Iqbal


Iqbal salah satu pria yang aktif di media sosial.


dia tadi update di story nya.


Single Parent , bagaimana menurut kalian ?


Banyak Komentar positif beberapa diantaranya :


@siticantik08 - Aku juga single parents Babang balle.


@tinabukantoon - Kalau kita bantu jendes,banyak pahalanya loh bang


@puputmawar - lagi punya gebetan single parents bang? Pepet terooozzz


@zidan1015 - Pacar gua single parents Boss


@rizkaridho - didoain dari jauh bang semoga berhasil


Tapi tidak sedikit juga ada yang berkomentar yang kurang mengenakkan :


@melani378 - Masih banyak keles yang masih muda dan single ga pake parents


@indricantiksyekali - daripada sama jendes mending sama diriku ini wahai manusia tampan


Iqbal hanya menghela nafasnya melihat jawaban netizen yang kontra.


***

__ADS_1


Disisi lain ,Alin pulang bersama Axel menaiki mobil Axel .


Sedangkan Veer pun akhirnya membawa pulang mobil Alin, sekaligus mengantarkan Keponakan nya Mba Irma ke stasiun .


( Cerita Veer kita buat di bab berikutnya nya )


Di mobil Axel,


" Yank aku akan bicarakan hubungan kita ke keluarga. Boleh kan ? " tanya Axel sambil menggenggam tangannya.


" Boleh sih tapi aku takut ga diterima koq ya Xel .. " Alin khawatir keluarga mereka tidak menyetujui.


Alin takut kehilangan keluarga Nugroho. Bukan karena hartanya, tapi karena rasa kekeluargaan yang kuat dan hangat yang membuat Alin tidak rela.


Saat Axel dan Alin sedang berbincang mengenai bagaimana caranya berbicara dengan Orang tua mereka, ponsel Alin berdering.


Alin pun mengambil ponselnya yang berada di dalam tas.


Terlihat nomor kediaman keluarga Nugroho di layar ponsel Alin.


" Halo Nona Alin tolong non "


Suara diseberang sana memanggil Alin dengan panik.


" Iya Bik ada apa " Tanya Alin bingung.


" Nenek Biyah Non , Nenek Biyah jatuh di kamar mandi dan sekarang tidak sadarkan diri "


Detik itu juga Alin menangis.


" Hiks Xel, kerumah sekarang agak cepet Nenek Biyah jatuh di kamar mandi " Alin berbicara sambil menangis.


" Ok Ok kamu tarik Nafas dulu sini ponsel kamu aku mau ngomong sama bibik. "


" halo Bik, minta tolong sama supir antar nenek Biyah ke rumah sakit Daddy ya .. aku segera hubungi rumah sakit untuk disiapkan di depan."


Setelah memastikan warna di mansion mengerti instruksi dari Axel. Axel pun mematikan ponsel Alin dan segera mengambil ancang-ancang untuk berputar haluan ke rumah sakit .


Axel pun mengendarai mobil nya dengan kecepatan agak tinggi agar segera sampai dirumah.


Ponsel Axel juga berbunyi dan Axel mengklik tombol di dekat stir mobilnya .


Ternyata Mommy di New York yang menghubungi Axel.


" Halo Mom "


" Xel, Xel kamu dimana? cepetan pulang kerumah itu Nenek Biyah jatuh Xel dari kamar mandi. Duh Mommy jadi bingung deh mana masih disini " Mommy panik Axel pun auto panik,


" Iya Mom iya ini lagi dijalan ,udah ngebut nih aku sama Alin mau langsung ke rumah sakit "


Ucap Axel sambil tetap fokus ke kemudinya.


" Duuh udah udah jangan ngebut, tarik nafas ,trus pelan-pelan tetap fokus jangan bahayain diri kamu , kamu bawa Alin juga kan? " Tanya Mommy diujung sana.


" Iya Mom ya udah nanti Axel kabarin ya kalau udah sampai mrumah sakit . Mommy jangan panik, nanti Alin juga ikutan " Axel sambil melirik ke arah Alin yang sedang menangis saat menerima telepon tadi.


Axel menggenggam jemari tangan kanan Alin dan sesekali menengok ke arahnya.


" Xel aku takut " Lirih Alin.

__ADS_1


" Ada aku, kita berdoa semoga Nenek Biyah tidak apa-apa ya " Axel berusaha menenangkan Alin.


Alin menganggukkan kepalanya.


" Kita ke Rumah sakit langsung ya Lin " Alin tanpa bicara mengangguk lagi .


Tidak begitu lama karena Axel mengemudikan mobilnya lumayan cepat, mereka pun sampai di rumah sakit dan langsung menuju ruang tindakan.


Dengan tergesa-gesa Alin dan Axel menuju ruang kepala rumah sakit.


" Kami akan usahakan semaksimal mungkin ya Nona dan Tuan " ujar Kepala rumah sakit itu.


Belum lama Kepala rumah sakit itu berbicara, Alin dan Axel dipanggil oleh dokter yang menangani Nenek Biyah.


Dokter berkata kalau Nenek Biyah sudah tidak bisa diselamatkan akibat benturan hebat dan juga pendarahan yang banyak di kepala.


Runtuh saat itu juga pertahanan Alin.


Nenek satu-satunya


Keluarga satu-satunya


Kini meninggalkan dirinya seorang diri.


" Aku ga punya siapa-siapa lagi Xel " Alin menangis sejadi-jadinya.


Axel membiarkan Alin menangis meluapkan kesedihan nya.


Veer yang habis dari stasiun pun datang ,karena memang tidak terlalu jauh dan langsung menghampiri kedua Tuan dan Nona muda keluarga Nugroho itu.


" Saya turut berduka Nona atas kepergian Nenek Biyah " Ucap Veer berbelasungkawa ke Alin.


Alin hanya mengangguk dan ponsel Axel pun berdering.


Axel meminta izin untuk mengangkat telpon dari Mommy Ara. Alin dibiarkan berdua dengan Veer di bangku depan ruang tindakan.


Axel pun memberitahukan kalau Nenek Biyah sudah meninggal ke Mommy nya.


Mommy di negara lain pun ikut menangis sedih dan berjanji akan segera pulang hari ini juga .


Selesai menutup telepon Axel melihat Alin dipapah oleh Veer. Ternyata Alin pingsan. Beruntung ada Veer yang langsung menangkap tubuhnya.


Axel menghampiri Veer dan melihat Alin memejamkan matanya.


" Nona Alin pingsan Tuan " ucap Veer takut.


" Hmm " Hanya itu jawaban Axel.


Berhubung saat berduka begini, Axel tak bisa marah walau ia tak terima tubuh wanitanya di pegang orang lain.


Alin pun di masukan ke salah satu kamar dan segera ditangani oleh dokter.


Selesai diperiksa. " Nona Alin hanya shock saja tuan , dan semoga sebentar lagi siuman " Ucap Dokter wanita yang memeriksa Alin.


Axel mengangguk cepat dan dia melihat Veer lalu memerintahkan untuk segera mengurus jenazah Nenek Biyah dan pemakamannya.


***


Yang sabar ya Alin. semoga setelah sedih ini ada kebahagiaan untuk Alin.

__ADS_1


Masih pagi nih mana suaranya.


Ini lupa diupload semalem maaf ya 🙏🤗


__ADS_2