
Jangan Lupa dukungannya ya kakak sayang 😘.
***
" Bye sayang..kabarin ya kalau sudah sampai "
Alin pun mengangguk.
Menurut Axel dan Alin komunikasi sangat penting, bukan karena ingin mendikte pasangan kita sedang dimana bersama siapa.
Hanya saja mengetahui kabar masing-masing itu penting didalam hubungan. Tidak harus saat itu juga membalas, tapi minimal ada kabar saja kalau menurut mereka dan othor ðŸ¤.
Suasana hati Alin kini tenang kembali.
Walau satu sisi hati masih sedih karena merasa kehilangan Nenek tercinta tapi satu sisi lagi dia senang karena dirinya sudah berbaikan dengan Axel.
Sampai di parkiran kantornya , Alin langsung mengabarkan Axel kalau dirinya sudah sampai.
Axel pun membalas dengan cepat karena dirinya memang menunggu pesan dari kekasih hatinya . Dan mulai hari ini dia akan berjanji tidak akan semarah seperti kemarin-kemarin.
Dia berjanji pada dirinya sendiri akan memberikan kenyamanan untuk Alin, juga akan mendukung apapun yang dilakukan kekasihnya itu selagi dalam batas normal.
" Selamat bekerja sayang, semoga hari-hari mu indah "
" Dari aku yang selalu mencintaimu "
Pesan terakhir dari Axel membuat Alin senyum-senyum sendiri.
" Kenapa dia jadi manis sekali " Gunam Alin lalu dirinya keluar dari mobilnya dan menuju ke dalam kantor dan ruangannya itu.
Hari ini dirinya sangat sibuk, bahkan sampai siang dia tidak memberi kabar ke Axel lagi.
Axel yang mengetahui bagaimana repotnya jika akan melangsungkan Fashion show pun mengerti mengapa Alin tidak mengabarkannya.
Jam menunjukkan pukul 12.30
Axel yang tak ingin Alin melewatkan makan siangnya pun menghubungi akhirnya.
" Halo sayang.. kamu dimana ? " Tanya Axel.
" Aku masih melihat-lihat apa saja yang kurang untuk besok "
" Sayang belum makan ya? " Tanya Axel lagi
" Hehe belum , sebentar lagi. " Jawab Alin dan membayangkan Alin nyengir dengan wajah Manisnya itu membuat Axel gemas sendiri.
" Ya sudah kamu
disana saja ,orang ku yang akan mengirimkan makanan untuk mu. atau kau mau apa? biar aku pesankan "
Tawar Axel sambil tangan satunya mengetikan pesan ke salah satu bodyguard yang menjaga Alin.
" terserah apa saja asal dari kamu aku suka "
Jawab Alin seraya menggombal kekasihnya yang x-tra Posesif itu.
" Naiklah makanan segera datang,tunggu saja disana ya yank "
Sesuai dugaan Axel, Alin tak pernah meminta macam-macam.
" Terima kasih sayangku " Jawab Alin pelan tapi tetap terdengar oleh Axel.
" Coba Ulangi " pinta Axel yang senang karena dipanggil sayangku oleh Alin.
" Terima kasih Xel " Ulang Alin.
__ADS_1
" Hei tadi tidak begitu kalimat belakangnya "
Axel tidak terima ,tadi dipanggil sayangku ,sekarang hanya Xel .
Di seberang telepon terdengar cekikikan dari Alin . dia tau Axel mendengar ucapan sayangnya tadi tapi dia tak ingin mengulangi nya lagi .
Saat Alin masih menjawab telepon dari Axel tiba-tiba ada yang datang menghampiri nya dan membawa satu plastik makanan beserta minuman nya.
" Maaf Nona, ini dari tuan Muda Axel " Satu orang berbadan besar memberikan plastik yang dipegangnya itu.
" Hah cepat sekali " pikir Alin. Bahkan dirinya belum mematikan teleponnya dengan Axel.
" Sayang kenapa cepat sekali makanan nya datang ? " Tanya Alin dan membuat Axel tersenyum karena dipanggil sayang.
" Coba bilang sekali lagi " Ucap Axel kesenangan.
" Yang mana ? " tanya Alin menggoda Axel.
" Issh yang itu yang kata awal tadi " Ujar Axel tak sabar .
" Yang kenapa? "
" huh ,susahnya mendapatkan ucapan sayang dari pacar sendiri " Gerutu Axel dan membuat Alin tertawa.
" Terima kasih sayang makanannya, aku makan dulu ya . I Love You " Alin ingin mengakhiri obrolan nya agar dirinya bisa segera makan.
" Love You to sayang ku " Ucap Axel berbunga-bunga. Sekian lama akhirnya mendapatkan kalimat keramat itu.
***
Hari itu selesai juga apa yang sudah dipersiapkan untuk besok. Tinggal besok siang Alin harus datang ke fashion show yang diadakan oleh perusahaan nya.
Dan dirinya harus tampil karena merupakan salah satu fashion designer di peragaan itu Jadi dia berniat pagi ingin mencari pakaian nya yang cocok yang masih berada di Mansion.
Axel sudah menghubungi Alin kalau akan sampai sebentar lagi.
" Halo sayangku " Axel keluar dari mobil dan membuka pintu sampingnya.
Alin tersenyum manis lalu masuk ke dalam mobil sport milik Axel.
" Veer mana ? " tanya Alin ,Karen biasanya Axel selalu bersama Veer.
" Ckk masa yang ditanyain asisten yang lagi jatuh cinta itu " Cibir Veer.
" Hah serius ? sejak Kapan ? siapa pasangannya ? hihi " Alin cekikikan membayangkan Veer berpacaran dengan wanita yang serius juga dan berpacaran dengan kaku .
Dia pun tiba-tiba tertawa.
" Sayang.. ada aku kau berani-beraninya membayangkan pria lain " Gerutu Axel sambil menjalankan kemudinya.
Alin mencolek dagu Axel.
" Jangan marah dong, aku hanya membayangkan kekakuan mereka berpacaran hihi " Alin cekikikan lagi.
" Sayang kita ke apartemen dekat kan.. - Loh ini kita ke arah mana ? " belum selesai Alin berbicara dia bingung tidak sesuai alamat yang Alin berikan ke Axel tadi.
" Kita ke tengah-tengah antara kantor aku dan kamu " ujarnya dengan santai.
" Hmm aku ga sanggup Xel bayar nya Seperti nya ini apartemen mewah. " Alin celingak celinguk.
" Siapa yang suruh bayar " Axel memarkirkan mobilnya di arena parkir mobil .
Alin membuka seat belt dan membuka pintu mobil lalu turun.
Axel pun segera turun dan menggandeng tangan Alin menuju ke dalam.
__ADS_1
" Lantai 7 Unit 7 , Password ****** " Jangan kasih tau siapapun termasuk reder dan othor ya Ujar Axel ke Alin.
_Romannya Axel ga ada takut-takut nya nih sama othor_
Saat Alin masuk , Alin ternganga karena apartemen itu besar dan mewah sekali. Juga ada dua lantai.
" Ini sih kegedean Xel, Aku juga takut sendirian,capek juga bersihin nya " Alin cemberut.
" Hmm kan sama aku " Axel mendekat ke Alin.
" Mulai deh " Alin meninggalkan Axel lalu menjauh.
Tangan Alin ditarik oleh Axel dan dia pun terjerembab dipelukan Axel.
Jantung keduanya berdegup kencang.
" Apartemen ini sekarang kamu tempati, dan jika kita sudah menikah kita akan menempati nya bersama. " Ucapan Axel berhasil membuat Alin berbunga-bunga .
" Aku tak ingin bertanya seperti yang lain yang berujar, maukah kau menikah dengan ku ?.
Aku hanya ingin mengatakan, Menikahlah dengan ku,akan ku pastikan kau adalah wanita terbahagia di dunia. " Axel mengecup bibir Alin,p sedikit Melu*Mat*nya.
Alin hanya menerima pasrah dan menikmati nya lama kelamaan.
" Kenapa tidak menjawab nya " Axel melepaskan ciumannya dan memandangi wajah Alin yang tertunduk malu dengan wajah merah merona seolah wajahnya ditepuk keseluruhan nya oleh blush on berwarna peach.
" Kau masih bertanya setelah mencium ku hhh " Alin Mencibir.
Axel tersenyum, " Jadi mau kan ? "
Kekasihnya itu menjawab dengan anggukan.
Setelah menjawab bibir mereka pun menyatu lagi ,dan hanya sebatas bibir walau pun lumayan panas .
" hah hah hah ,cukup Xel, nanti kita kelewat batas " Alin mengambil nafas sambil menahan bibir Axel yang ingin melahap nya kembali.
" Tidak,aku tau batasannya " Ucap Axel sambil menciumi tangan Alin yang berada di bibirnya itu dan sontak membuat Alin kegelian.
" Ckk nikahi aku dulu baru kita melakukan lebih." Cibir Alin .
" Ok. " Axel mengambil ponselnya kemudian menghubungi seseorang yang ternyata adalah Daddy-nya.
" Halo Dad, sibuk tidak? " tanya Axel memulai pembicaraan.
" lagi sibuk sama Mommy " Ujar Daddy Asal langsung diambil alih oleh Mommy Ara.
" Kenapa Xel tumben telepon tanpa mengirimkan pesan dulu " tanya Mommy khawatir ada masalah.
" Ini Mom, Alin minta aku nikahi "
" HAH APA ? KAMU APAIN ALIN YA AMPUN AXEL.... Mommy udah bilang, gak apa-apa Alin pindah dulu nanti kalian nikah baru tinggal bersama.
Oh Daddy anakmu itu buat Mommy malu hikss. hikss " mommy berteriak ditelepon. Untung saja saat itu di loud speaker jadi tidak terlalu memekakkan telinga.
Axel pun sontak dipukul lengannya oleh Alin karena membuat heboh orang tuanya.
" Alin ga diapa-apain Mom ,Axel nih kalau ngomong suka asal aja. " Alin berusaha menenangkan Mommy Ara .
" Ya ampun Mommy kira apa " Setelah dijelaskan panjang lebar oleh Axel. Mommy pun tenang .
Sedangkan yang bikin heboh hanya cengar Cengir sambil mengusel-ngusel dibelakang punggung Alin.
***
Yok kita kawal sampai Halal..
__ADS_1
Happy Weekend reder aku disini pada tinggal dikota mana sih ?? Othor kepo deeh..