Cinta Suci Shanum

Cinta Suci Shanum
Chapter 25


__ADS_3

Pagi hari di rumah sakit.


"Keadaan Mas Hanan sudah semakin membaik, dokter mengizinkan pulang hari ini," ucap perawat sesaat setelah melepas selang infus dari pergelangan tangan Hanan.


"Terima kasih, Sus."


"Setelah menyelesaikan administrasi, kalian bisa meninggalkan rumah sakit."


"Baik, Sus."


"Jangan lupa obatnya dihabiskan. Saya permisi dulu, selamat pagi." 


Perawat itu pun lantas meninggalkan ruang perawatan.


"Ibu ke bagian administrasi dulu."


Nyonya Elina baru saja membuka pintu. Di saat bersamaan seorang hendak memasuki ruangan tersebut.


"Selamat pagi, Nyonya. Apa benar di sini ruang perawatan Hanan Permana?"


Nyonya Elina mengamati penampilan gadis itu dari ujung rambut hingga ujung kakinya.


"Dari barang-barang yang dipakai, sepertinya gadis ini anak orang berada, " batinnya.


"Nyonya," panggil gadis bertubuh ramping itu.


"Oh, iya. Hanan dirawat di ruangan ini."


"Kenalkan, nama saya Naomi. Saya pacar Hanan." Tangan gadis itu terulur.


"Elina."

__ADS_1


"Nyonya Elina pasti ibunya Hanan. Ternyata Nyonya begitu cantik dan awet muda."


"Ah, kamu bisa saja. Masuk lah, Hanan ada di dalam. Saya mau ke bagian administrasi," ucap nyonya Elina.


"Terima kasih, Nyonya."


Naomi pun lantas menghampiri ranjang Hanan.


"Bagaimana keadaanmu, Sayang?" tanyanya.


"Keadaanku sudah lebih baik. Pagi ini juga aku diperbolehkan pulang. Dari mana kamu tahu jika aku dirawat di sini?"


"Dari asisten rumah tangga kamu yang pakaiannya lebar itu."


"Namanya Shanum."


"Kenapa kalian menerima perempuan yang masih lajang untuk bekerja di rumah kalian?"


"Entah siapa yang membawanya ke rumah. Saat aku pulang dari kampus, gadis itu sudah ada di rumah."


"Hati-hati kenapa?"


"Memangnya kamu kamu tidak pernah nonton sinetron ikan terbang itu? Si pembantu menggoda majikan laki-lakinya hingga akhirnya si pembantu hamil. Suami istri itu pun akhirnya bercerai. Hak asuh anak-anaknya yang masih kecil pun jatuh ke tangan sang suami. "


"Astaga. Kenapa kamu mengaitkan pembantu di sinetron itu dengan Shanum? Meskipun terkadang menyebalkan, sejauh ini Shanum gadis yang baik. Dia selalu membersihkan kamar kami dan mencuci pakaian-pakaian kami. Hasilnya rapi dan wangi seperti laundry profesional."


"Bukankah dia memang dibayar untuk melakukan pekerjaan rumah tangga?'


"Kamu tahu 'kan, sudah berapa kali asisten tangga yang keluar masuk di rumahku? Baru Shanum yang cukup lama bertahan."


"Kamu, mas Rayhan dan Adnan juga harus berhati-hati padanya. Bukan tidak mungkin dia juga berniat menggoda kalian," ucap Naomi.

__ADS_1


"Aku yakin Shanum tidak seperti yang kamu tuduhkan."


"Seperti peribahasa, air yang tenang menghanyutkan. Kalian bertiga harus harus berhati-hati dengan gadis yang berpenampilan kuno itu."


"Ada tamu rupanya," ucap Rayhan yang baru saja kembali dari kantin.


"Menurut Mas Rayhan, pembantu baru itu bagaimana?" tanya Naomi.


"Shanum maksudmu?"


"Memangnya ada orang pembantu baru di rumah kalian?"


"Menurutku Shanum gadis yang rajin. Selama ini dia selalu mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik."


"Awalnya begitu. Nanti lama-lama dia berani mencari muka hingga akhirnya membuat keluarga kalian hancur berantakan."


"Sepertinya kamu terlalu banyak menonton drama di televisi."


"Kita lihat saja nanti, apakah ucapanku terbukti atau tidak."


Tidak lama kemudian nyonya Elina kembali memasuki ruangan itu.


"Kita pulang sekarang, administrasi nya sudah beres," ucap nya.


"Aku ikut ya, Sayang," rengek Naomi.


"Ikut kemana?" tanya Hanan.


"Ke rumahmu."


"Mau ngapain?"

__ADS_1


"Aku ingin lebih dekat dengan keluargamu."


Bersambung …


__ADS_2