Cinta Suci Shanum

Cinta Suci Shanum
Chapter 54


__ADS_3

Adrian pulang ke rumah yang kini ditempati kekasih gelapnya, Alicya.


"Kamu ngapain bawa koper ke sini?" tanyanya.


"Aku-aku diusir dari rumah. Sekarang aku tidak punya tempat tinggal lagi."


"Lantas?"


"Apa aku boleh tinggal di sini?"


"Enak saja. Sekarang kamu nggak punya pekerjaan 'kan? Kalau kamu tinggal di sini, kamu hanya akan menjadi beban bagiku."


"Apa kamu lupa siapa yang membelikan rumah ini?"


"Kamu yang beli, tapi dengan uang istrimu."


"Bagaimana pun aku punya hak atas rumah ini."


"Tentu saja tidak. Rumah ini atas namaku, jadi aku berhak menentukan siapa yang bisa tinggal di sini ataupun tidak."


"Keterlaluan kamu Alicya! Saat aku masih banyak uang, kamu mengejarku sampai akhirnya aku jatuh ke dalam perselingkuhan ini."

__ADS_1


"Jangan menyalahkanku. Kalau kamu memang pria setia, kamu tidak akan pernah tergoda dengan perempuan lain."


"Kalau kamu tidak menggodaku, aku tidak akan tergoda.


"Hoek … hoek!"


"Sial! Sudah beberapa hari belakangan perutku mual-mual begini. Jangan sampai aku hamil anaknya Adrian," batin Alicya.


"Kamu kenapa, Sayang?"


"Tidak usah sok peduli! Sekarang juga pergi dari hadapanku!" sentak Alicya.


"Kumohon jangan perlakukan aku begini. Aku begitu mencintaimu," ujar Adrian.


"Kalau saja kamu tidak memaksaku untuk datang ke sini, mungkin hubungan kita tidak akan terbongkar. Ini semua salahmu!" Adrian meninggikan suaranya.


"Sudah sana, cepat pergi!"


"Tidak! Rumah ini aku yang membelinya. Kalaupun ada yang harus pergi, itu adalah kamu!"


Alicya berniat menutup pintu rumahnya, tentu saja Adrian menahannya.

__ADS_1


"Kamu tidak bisa mengusirku dari rumahku sendiri!" tegasnya.


Adrian menerobos masuk ke dalam rumah lalu memasukkan pakaian milik Alicya ke dalam koper.


"Sekarang juga angkat kaki dari rumah ini!" sentaknya.


"Kurang ajar!" Alicya yang tengah dikuasai amarah itu tiba-tiba mendekati Adrian lalu meletakkan kedua tangan di lehernya. Sekuat apapun tenaga yang dimilikinya, ia masih kalah kuat jika dibandingkan dengan tenaga Adrian. Pria itu menghalau tangan Alicya lalu mendorongnya dengan begitu kasar. Alhasil tubuh wanita itu pun jatuh tersungkur di atas lantai.


Alih-alih menyerah, Alicya justru masuk ke dalam dapur rumahnya. Beberapa saat kemudian ia kembali dengan membawa serta sebilah pisau dapur.


"Alicya, kamu jangan gila!" pekik Adrian.


"Setelah apa yang sudah aku berikan, kamu lakukan ini padaku 'hah?! Aku benci kamu, Adrian! Aku menyesal mengenal pria sepertimu!"


Alicya bersiap mengayunkan pisau itu ke bagian perut Adrian namun lagi-lagi pria itu melakukan perlawanan. Dia merebut pisau tersebut dari tangan Alicya. Entah bagaimana, pisau itu justru menancap di bagian perut Alicya. Detik kemudian tubuh perempuan itu pun terjatuh lalu ambruk di atas lantai.


"Astaga! Alicya! Bangun!" pekik Adrian sembari menghubungi tubuh Alicya namun ia tak bergeming.


"Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus menelepon ambulance? Ataukah aku harus menghubungi kantor polisi? Tidak! Itu sama artinya aku cari mati. Aku harus pergi secepatnya dari rumah ini. Ya, aku harus pergi sejauh mungkin dari tempat ini," gumam Adrian.


Adrian bergegas memasuki kamar untuk mengambil sertifikat rumah. Ia harus meninggalkan tempat itu sebelum orang lain mengetahui keberadaannya.

__ADS_1


"Maafkan aku, Alicya. Aku tidak bermaksud mencelakaimu," bisiknya sembari mengusap lembut rambut perempuan itu. Beberapa saat kemudian ia pun meninggalkan rumah tersebut.


Bersambung …


__ADS_2