
Aileen semakin memerah kesal, perlakuan kasar dan penghinaan semakin meradang.
"Kau Livi, buka penutup wajah dan buka mulutnya!" ujar Daffin.
Livi pun membukanya, dan ia segera melepas dan terkejut saat penutup wajah dibuka, Daffin melotot karena yakin jika salah orang. Apalagi Livi, kesal tajam pada dua bodyguard yang salah tangkap seorang wanita.
"Bos! dia bukan Caty." ucap Livi menunduk.
Daffin langsung menatap dan menghadap ke depan. Ia memutar mata arah pada bodyguard yang ketakutan dan memperhatikan wanita di hadapannya. Livi pun membuka plester lakban wanita itu karena kasihan, sudah selama itu ternyata anak buahnya salah tangkap orang.
'Cih! bodoh kalian semua.' tajam Livi memarahi.
"Auw..., pria sialan kalian. Ah! bisa-bisa nya memperlakukan wanita seperti ini!"
Semua menatap wanita itu yang cantik, wanita yang salah sasaran.
"Lihat apa kalian dasar pria lalat. Tak berpendidikan, cepat lepaskan tali ku ini!"
Livi pun melepaskan dengan gemetar, kala kode Bosnya meminta dibuka dengan cepat. Meski wajahnya sudah merah abu abu membuat malu.
"Livi, bagaimana ini kita dalam bahaya, bagaimana kau handle dia?" lirih Daffin.
__ADS_1
Livi pun sama saja ketakutan, namun Daffin memerintah untuk membereskan wanita itu, untuk sampai rumah dan mengaturnya.
"Anterin wanita ini pulang dan beri kerugian. Jangan sampai semua ini melebar!"
Daffin pun menarik kerah bodyguard dan memarahinya karena salah sasaran, bukan wanita yang ia cari.
"Bagaimana apa anda baik baik saja nona?" tanya Daffin seolah sok akrab.
Aileen menatap kesal, dan menginjak kaki Daffin, ia berlalu dan pergi dari gedung pengap itu.
"Pake tanya, menurut mu apa aku baik, rasakan ini! kau harus menyesal bukan ini saja, dasar pria bodoh! sama dengan orang orang mu tidak punya mata." kesal Aileen saat itu, mencari keberadaan tasnya.
"Auw nona maaf, maafkan kami. Saya akan mengantar anda pulang, sekali lagi maafkan kami." Daffin pun memohon, meski kesakitan karena kaki nya di injak.
hingga nada marah.
Dua bodyguard pun melambaikan tangan dan mengatakan jujur. Aileen tersenyum memicing setengah bibir, lalu menendang burung emas pria besar itu hingga kesakitan.
Aaargh.
Livi hanya menelan ludah menatap bodyguard mendapat tendangan, rasanya tak sanggup jika mengantar wanita harimau dihadapannya ini, tapi perintah tuan Daffin lebih ia takuti juga.
__ADS_1
"Apa dia guru karate, mati lah kita Livi?"
Livi melirik bos Daffin, tapi mendapat tatapan tajam bagai pisau. Mau tidak mau ia mengejar Aileen untuk mengantarkan nya.
Aileen sudah jalan selama puluhan menit, ia menunggu angkot, dan berjalan tanpa ketakutan. Namun Daffin memutar mobil, lalu sudah di depannya untuk mengantarkannya.
"Hay! nona, kami tidak akan macam macam, bentuk permohonan maaf kami, saya antar sampai rumah, saya janji tidak akan salah sasaran seperti tadi." jelas Livi, yang diam diam memasukan sebuah cek ke tas Aileen, atas perintah bosnya.
Aileen menatap sudah malam sekali sehingga ia ikut dan masuk ke dalam mobil belakang. Saat ia membuka pintu, Daffin menahan dan berkata.
"Maaf kan saya, orang kami salah sasaran. Kami akan membantumu dan lupakan semua ini." Daffin pun menaruh lembaran check kedua pada tas Aileen dengan sembunyi.
Aileen pun menatap Daffin dengan wajah datar.
"Cih..., pria lalat minta maaf tidak tulus, apa kau yang tadi menarik rambutku. Gara gara kau aku kehilangan nafsu makan, aku jadi kelaparan disekap, dan gara gara kau. Aku kehilangan baju kantor ku, asal kau tau besok aku akan mulai bekerja, tapi karena kalian semua gagal karena kalian.. Aaargh! Satu lagi ini hadiah buat anda tuan."
Bruugh.
"Zzz...," Aileen menginjak kaki Daffin keras, sehingga Daffin menahan sakit agar wibawanya tidak turun, setelah mobil Livi berlalu ia baru mulai dan melihat kakinya. Di bantu oleh bodyguard, Daffin pun langsung bergegas pergi dengan mobil lain.
Livi sendiri menatap linu, rasanya mengantar wanita harimau yang ia temui merasa takut, semoga perusahaan tidak merekrut karyawan seperti wanita di hadapannya ini.
__ADS_1
Dan itulah pertemuan Aileen bertemu bos Kriminal, yang Aileen sendiri tidak tahu, jika bosnya adalah, keluarga yang mendapat donor dari calon suami Aileen, beberapa tahun silam.
TBC.