Cinta Tak Semanis Coklat

Cinta Tak Semanis Coklat
SAKIT DAN BERPISAH


__ADS_3

"Bagaimana dok, keadaan anak saya?"


Dokter tersenyum, ia mengatakan jika keadaan anak hanya demam biasa. Dan tak ada yang serius. Ia akan sembuh dalam beberapa saat.


"Setelah cairan infus berakhir, keadaan anak ibu, akan baik baik saja!"


Aileen memeluk Rani. lalu Daffin meminta dokter keruangan karena ada hal yang ingin dibicarakan, membuat Aileen dan Rani terdiam kebingungan.


Setelah beberapa saat, Aileen masih terdiam duduk. Ia masih mencerna apa yang harus ia lakukan, tak lama Darrel tiba setelah ia menghubungi Rani.


"Darrel, kamu disini juga?"


"Aileen, tadi saat kamu panik. Aku memberitaunya jika kita di rumah sakit. Dia cemas, maaf aku gak sempat memberitahu kamu."


Darrel menatap Aileen yang lemah. Ia berdiri menatap pria yang baik padanya, ia bingung harus jawab apa dengan kondisi ini. Darrel memeluk Aileen seketika membuat Aileen terdiam kaku, melupakan keberadaan Daffin. Ia lupa jika ia sampai dirumah sakit karena adanya Daffin. Tapi ulahnya yang menahan membuat sang anak demam.


Di dalam ruangan Darrel memeluk bahu Aileen, agar tenang. Namun seorang pria melontarkan nada kesal.


"Singkirkan tangan anda, dari istriku!"


Deeugh.. Aileen terdiam, lalu ia menoleh ke arah samping dan menatap Daffin. Lalu menoleh kembali ke arah Darrel, membuat Rani hanya meringis tak menyukai pemandangan buruk yang selalu ia bayangkan, dimana moment ini pasti akan terjadi.


"Kalian, aku mohon. Ini rumah sakit tidak perlu emosi, selesaikanlah diluar!" titah Rani.


"Bunda, aku kenapa ditini?"


"Sayang, kamu sudah siuman nak. Ia kamu disini. di rumah sakit, ada bunda yang temanin, kamu jangan khawatir ya!"


"Sayang bunda, maaf ya nak. Mama tinggalin kamu lama, mama ga akan tinggalin kamu lagi handsome!"


Daffin mengambil posisi di samping Aileen, menatap anak kecil yang sudah pasti darah dagingnya. Darrel mengkrenyitkan alis, mengalah dan mengepal tangannya. Karena dia berani mengambil posisi itu disaat ia tak berani untuk berdebat. "Sabar Darrel, pria ini masa lalu Aileen. Aku tak boleh emosi!" lirihnya.


Rani berpamitan, seketika posisi Aileen yang di dampingi kiri dan kanan oleh pria yang mencintainya. Ia terperanjat kaku ketika sang anak menatap kedua mata bunda yang kebingungan.

__ADS_1


"Bunda, itu Ayah Uncle Alel. Tyuus di samping bunda siapa?"


"Nak.. sayang, aku adalah Aya.."


Belum selesai Daffin bicara, Aileen menepis lebih dulu. Dia Uncle Daffin nak. Kerabat bunda juga, kamu cepat sembuh ya nak!


Pernyataan itu membuat Daffin terluka, mengapa wanita yang ia cintai tak mengakui. Apakah ia telah memihak Pria asing di sampingnya sebagai ayah sambung sang anak. Lalu disaat itu pula Daffin pamit dan keluar. Hal itu membuat Aileen terdiam dan kembali menatap pria yang masih ia cintai.


"Maafkan aku Daffin." lirih Aileen.


Kali ini Darrel memegang tangan Aileen. Namun terkejut akan sebuah cincin yang berbeda. Hal itu ia tanyakan mengapa, dan Aileen pun mengajak Darrel ke ujung sofa. Ia mencium sang anak yang kembali tidur, mencium keningnya dan mengajak Darrel pergi berbicara di taman rumah sakit


"Hal apa yang ingin kamu jelaskan Aileen?"


"Aku minta maaf, aku akan mengganti cincin yang hilang bersamaan dengan ponselku di pantai, aku sekali lagi minta maaf. Aku mohon untuk tidak menungguku Darrel, setulusnya aku masih belum melupakan Daffin. Tapi masa lalu itu selalu masih membuat aku tak melupakan."


"Apa dirimu akan kembali padanya Aileen?"


Aileen menarik nafas, sejujurnya ia lebih nyaman perlakuan Darrel. Tapi kembalinya bertemu Daffin, membuat ia harus memberi kesempatan pada Daffin. Terlebih malam panas yang dilakukan pria itu yang selalu membuatnya jatuh hanyut kembali.


Aileen melepas genggaman tangan Darrel, pria itu begitu terluka. Ia tak bisa menahan emosi dan sedih yang menyatu. Meski telah lama menunggu Aileen, tapi keadaan kembali mempermainkan. Karena ia tak pandai dalam suatu hubungan asmara.


Beberapa hari kemudian, ia akan mengurus sang anak pulang ke rumah. Namun dibatas dinding ia menatap Daffin yang berdiri menunggu.


"Daffin kamu disini?"


Heuum.. baiklah. Setelah ini aku akan pergi dari kehidupanmu. Cincin itu bisa kamu lepas, maafkan kehadiranku yang tak bisa kamu ungkap, aku paham kamu tidak ingin anak kita tahu siapa Ayah aslinya bukan? Aku akan pergi dari hidupmu Aileen!!


Aileen terdiam, sepertinya Daffin salah paham. Ia berusaha ingin menjelaskan, tapi tiba saja dokter keluar dan menjelaskan kesehatan sang anak. Sehingga Aileen masuk dengan bahagia memeluk sang anak.


"Ayo nak, kita pulang!"


Sesampai dirumah, Daffin mengantar dan mencium kening sang anak. Tiba saja Livi pun pamit yang mengekor Daffin.

__ADS_1


Aileen hanya terdiam dan menyesali akan kesalahan yang melukai Daffin, tapi ia lelah akan permasalahan asmara yang membuatnya tak nyaman.


"Jadi kamu ga jelasin sama Daffin?" tanya Rani.


"Enggak, udah lah aku malas bahas nya. Biar aja, lagi pula udah lah.. jangan terus omongin itu lagi. Nanti handsome ku bangun karena kamu bicara terlalu keras! jika dua pria itu pergi, aku masih punya Rivan."


"Ya gpp juga sih, tapi asalkan jangan sampe kamu biarin Daffin pergi. Kamu melendung lagi pasca kamu sulit dihubungi itu loh?"


Aileen bodoh, ia melupakan malam itu, dimana sang anak demam tinggi. Jantungnya berdebar, karena Daffin melakukan itu berkali kali dan melepasnya didalam.


"Aaakh.. Rani. ooowh Sieet, apa yang harus aku lakukan?"


Aileen dan Rani saling menatap. "Memang apa yang terjadi, kenapa kamu panik Aileen?"


Aileen menceritakan banyak, hingga tibalah sepupu Aileen datang, yang membuat rindu mereka bertemu keluarga saling diam.


"Kak Aileen, aku sudah tahu semuanya. Sekarang pulanglah kak. Ajak keponakanku juga!" ujarnya membuat Aileen membola.


"Apa maksudmu dik?" tanya Aileen pada Alexi.


"Hindari pria toxic, keluarga selalu ada untuk kakak. Apapun yang terjadi, kami suport kakak. Ajak keponakanku pulang, jangan lagi temui Daffin ataupun Darrel yang membuat kakak seperti habis manis sepah dibuang!"


Deg.


Beberapa hari kemudian, Daffin terkejut ketika ia menyesali, jika Aileen menolak Darrel. Dan kali ini mereka berpisah, Aileen dan putranya telah pindah, entah kemana mereka tinggal saat ini. Karena Rani benar benar tidak tahu.


Oh siet. Aku harus mencarimu lagi Ail!


TBC.


Sambil tunggu Up, yuks mampir ke temen litersi Author.


__ADS_1


Yes, tunggu Season 2 nya ya All.


Sad Ending di season pertama.


__ADS_2