Cinta Tak Semanis Coklat

Cinta Tak Semanis Coklat
GAGAL RENCANAKU


__ADS_3

"Selamat pagi bu Aileen?"


Terlihat seluruh karyawan, menyapa Aileen. Aileen pun segera berahli ke ruang meja kebesaran, memanggil seorang karyawan.


Lara kepala toko Bizard, ia bertanggung jawab penuh, kenyamanan segala hal tentang custumer dan seluruh toko. Lara di perintah mengawasi seluruh karyawan hingga kebersihan.


Aileen pun mulai meeting, ia pun masuk keruangan privasi. Di mana sebuah parfum yang telah selesai ia akan meneliti, dengan kombinasi beberapa bunga alami. Namun perlu syarat yang panjang tak mudah.


"Baiklah Lara, terimakasih atas laporan bulanan ini, jam satu siang kita tutup sebentar, kita rayakan makan bersama! Saya sudah memesan untuk lunch kita nanti."


"Baik bu, terimakasih."


Semua karyawan dan terutama Lara, sangat senang jika adanya nyonya Aileen, karena ia tak pernah membedakan status. Aileen selalu merangkul karyawan dan membuat yang bekerja nyaman.


Jika saja ketika Tuan Anton datang ke kantor sangat kaku, jika adiknya tak bisa apa apa karena hanya mengacau. Batin Lara, yang hanya bisa mengadu batin.


"Aku bersyukur bu Aileen, selaku anak bos datang kembali memimpin, karena selain humble dan nyaman suasana Bizard ini hidup." ucap beberapa karyawan yang antusias senang.


"Lara bagaimana custumer vvip dan menengah yang datang akhir ini?" tanya Aileen


Kepala toko yang menghandle. Lara pun menjawab baik semua, dan hanya saja ketika jam ramai kewalahan akan stok parfum yang nyonya bos bawa saat itu karena indent kan.


"Baiklah, Aroma Bizard love dan Bizard mint memang masih dalam bahan lulus uji tes lab, kita tak boleh sembarang memasarkannya.


jika menginginkan sample tak apa, tapi pastikan kita berterus terang masih dalam proses, dan belum dijual secara umum."


Lara dan satu karyawan pun mengerti dan melaksanakan intruksi, apa yang Aileen bicarakan, sehingga meeting mereka berakhir dan tak lama mereka makan siang bersama.


Beberapa jam kemudian Aileen pamit, akan ke Bizard. Dan meminta Lara untuk mengunci seperti biasanya. Aileen pun menatap laporan pemasukan, dan menatap custumer berdatang dengan ramai, terlihat antusias dengan prodak lounching.


"Lara nanti sore, kirim laporan melalui surel ya! saya sudah email beberapa bagian yang harus kamu kirimkan, nanti sore saya tunggu!"


"Baik bu."


Seperginya Aileen, ia menuju pabrik dan bertemu Danu. Danu memang terlihat mirip seperti Kay, bagiamanapun mereka memang adik dan kakak kandung, hanya saja umur mereka lebih muda namun jiwanya gigih dan pekerja keras.


"Selamat sore nona bos."


Aileen malu, ia tersenyum menatap beberapa karyawan ayah dipabrik.


"Pak Kusi, lihat dimana Danu?" menatap Aileen anak dari bos, ia pun memberitahu jika, manager Danu sedang rapat dan sebentar lagi kembali.


"Baiklah aku akan menunggu, selamat bekerja dan jaga kesehatan pak Kusi!"


"Terimakasih Nona Aileen yang cantik baik jelita." balas pak Kusi.


Satu jam Aileen mengecek di pabrik parfum, ia pun menatap seseorang dari kejauhan.


"Hello ka Ail, sudah lama disini?" terlihat Danu menghampiri.

__ADS_1


"Hai Danu. Tak apa aku pun sedang mengecek segala hal dipabrik, bagaimana uji lab parfum terbaru untuk launching kita?"


"Tak masalah, kakak sebentar lagi namun aku ada ide, bagaimana agar lebih dikenal kita buat hal berbeda?"


"Seperti apa?"


"Model, kita ke inggris besok bertemu paman Betrand, dia banyak model dan pastinya menjadi daya tarik, aku akan kirimkan lewat surel ya ka, jika oke plan, segera berangkat aku menunggu jawaban kakak."


"Oke..baiklah kalau begitu aku pamit ya Danu. Terimakasih atas masa muda mu yang membantu bisnis ayah."


"Tidak perlu begitu kakak, bagaimana pun kita keluarga. Aku malah berterimakasih pada ayah Anton, karena aku sudah paham akan dunia bisnis di usia muda."


"Baiklah Danu, kakak berharap apapun yang terjadi jangan meninggalkan kami."


Danu pun tersenyum dan berkata. "Tak akan kakak jangan khawatir!"


 


***


Di Beda Tempat.


 


"Bagaimana Livi, semua sudah selesai besok pagi aku akan pergi. Aku percayakan serahkan padamu ya?" tutur Daffin, pada sahabatnya itu yang lama menjadi asisten.


"Entahlah malam ini aku akan pergi ke suatu tempat, doakan agar aku berhasil."


Livi hanya tersenyum menatap Daffin, yang kini tak menjadi biksu karena ia jatuh cinta kembali.


Saat perjalanan tiba. Daffin mampir kesebuah toko. Di mana ia membeli gelang indah dan sebuah gaun, untuk Aileen kenakan. Tak lupa ia membeli sesuatu untuk om Anton.


Dering ponsel Aileen, ia menatap layar ponsel terlihat Alexi.


"Ya Alexi, ada apa?" sambungan telepon.


"Ka malam ini jadi Reuni, kumpul dengan teman- teman kakak?"


Namun Aileen membalas tidak jadi di lain waktu, karena ada hal mendesak yang kakak ingin sampaikan pada ayah.


Benarkah, apa itu kak? dan Aileen pun menepuk pundak adiknya, karena tepat di belakang sofa ruang tamu.


"Mau tau banget dik, kakak sudah dibelakang/mu ni."


Hingga Alexi tersenyum memperlihatkan seluruh gigi, dan mereka tertawa kecil.


"Ada apa sih?"


"Itu ada apa ramai sekali?"

__ADS_1


Namun Alexi berkata jika itu acara untuk Alexi pesta bersama kawan, syukuran. Aileen pun mendapat pikiran tak enak.


"Ayah, ayah dimana?"


Aileen pun berlari ke ruang tamu dimana Ayah dan Mama sedang bersantai minum teh.


"Ada apa Ail?" ucap ayah.


Namun Aileen mendekat dan berkata.


"Ayah sudah terima email Aileen, bagaimana plan Aileen untuk prodak terbaru?"


"Bagus, kapan kamu ingin pergi bersama Danu?"


"Sepertinya besok atau malam ini, tunggu keputusan Danu. Bisnis tidak bisa ditunda, lebih cepat lebih baik kan?"


"Apa malam ini?"


Ayah dan Mama serta Alexi pun terkejut, karena rencana kejutan untuk Aileen, yaitu kedatangan Daffin di pagi hari sebelum Aileen berangkat ke Bizard akan berantakan.


Aileen menatap sekeliling rumah, ia merasa tak enak hati. Lalu ia mengirim pesan pada Danu untuk memesan tiket malam ini juga ke inggris, bertemu om Betrand. Danu terkejut meski dadakan, lalu Aileen pun menyuruh Lara untuk menjaga toko beberapa hari, karena ia tak akan berkunjung, mengurus prodak baru.


Hal itu tak dapat dipungkiri Jika Ayah dan Mama membuat kejutan selalu tanpa persetujuan dan memaksa. Hingga ia melarikan diri dengan sibuk bisnisnya, Aileen khawatir jika dirinya akan dijodohkan oleh rekan anak klien lain.


Dua jam kemudian tepat jam 9 malam, mereka semua makan malam. Ayah dan mama terkejut akan Aileen yang rapih.


"Kamu jadi pergi malam ini Ail?" ucap Mama.


"Ya mah malam ini, lebih cepat lebih baik,"


Tak lama Danu datang menjemput Aileen.


"Malam om, tante, Alexi." Danu menyapa seisi rumah.


"Hai Danu, apa kabar mari makan bersama!"


Ajak ayah. Hingga mereka makan bersama sebelum berangkat, dan setelah itu mereka pamit pergi.


Daffin yang berada di bandara menuju paris kediaman house Aileen, dengan perasaan senang bahagia, namun Aileen pergi karena urusan perusahaan tak ada dirumah.


"Bagaimana yah, Aileen tak ada dirumah jika Daffin tiba?" tanya Mama.


Namun Ayah berbicara.


"Biarkan saja mah, kita sudah melakukan yang terbaik, jika gagal biar Daffin mengejar Aileen. Lagi pula Aileen pergi untuk perusahaan kita semakin terkenal bukan?"


"Cih. Ayah ini selalu nomor satu bisnis." gerutu mama, membuat Alexi menahan tawa.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2