Cinta Tak Semanis Coklat

Cinta Tak Semanis Coklat
PEMANDANGAN ANEH


__ADS_3

"Jadi teman kak Ehsan itu, wanita namanya Caty yang pernah membuatku ..?" terdiam dan tanya Aileen.


Ehsan pun menaikan kedua alisnya dan bertanya.


Dunia serasa begitu sempit. Lagi lagi wanita itu aku masih kesal, tapi kejadian itu sudah lama dan berakhir. Aku dan Daffin kini telah menjalin hubungan meski serius, tapi aku selalu mengundur nya.


"Ail, hey kenapa kok bengong?"


"Eum, enggak kok hanya lagi mikirin persiapan. Supaya Alexi bisa handle. Lagi pula aku gak keberatan kalau bareng kak Ehsan, kita kan satu tujuan."


"True, ide kakak. Jadi kamu setuju kan Ail?"


"Ada benarnya juga sih, baiklah. Aileen akan bersiap. Semoga Alexi bisa di andalkan di paris. Jujur anak manja itu, kadang harus diberi tugas. Supaya kerjaannya enggak shoping terus."


Membuat tawa mereka lepas, Ehsan tak sangka jika Aileen masih seperti dulu. Setiap berbincang maka, Aileen yang selalu buat humor lebih dulu.


***


Beberapa Hari Kemudian.


Pagi itu Daffin, sedikit murung, karena sudah dua hari lebih ia sulit menghubungi Aileen. Pikirannya mengacau tak bebas untuk mencerna. Rasa rindu itu berkecamuk ketika menatap iklan dan poster Aileen di stasiun Televisi.


Aileen kini memang wanita karier dan talenta. Tapi keadaan yang semakin sibuk sulit berkomunikasi selain jarak, bahkan Daffin masih menunggu apakah Aileen siap menikah dengannya, selalu mengulur membuat Daffin tidak tahan lagi.


Benak Daffin saat ini, apa Aileen sanggup jika ia menikah dengannya. Daffin meminta Aileen untuk hanya mengurus dirinya saja. Dan perusahaan di ambil ahli oleh sang adik Aileen atau bahkan saudara lain, agar Aileen tidak sibuk, karena bagi Daffin, ia sudah pasti akan cukup memenuhi keinginan Aileen.

__ADS_1


Karena Daffin, menginginkan Aileen berada dekat disampingnya selalu. Tapi ia tak bisa juga, untuk mengekang kebiasaan Aileen dalam usaha keluarganya.


"Tuan, ini berkas untuk meeting acara nanti malam!" ucap sekretaris, bernama Raya.


Daffin menoleh, ia menatap dan memandang, sakin terheran karena pakaiannya sedikit terbuka. Daffin merasa sakit mata, ia mencari Livi untuk mendampinginya.


"Kembalilah, pekerjaanmu telah selesai. Tolong segera panggil Livi!" ucap Daffin, ia membalikkan kursi dan mengabaikan sekertaris yang mematung, berusaha menggoda sang bos.


Namun wanita itu menyukai Sang atasan. Ia pun mencoba berpura pura terbentur meja dan menjatuhkan bolpen. Sehingga Daffin menatap dan terkejut heran apa yang dilakukannya.


"Ah, maaf Tuan Bos. Sa -saya." senyum melirik, membuka sedikit kerah jenjang lehernya, lalu memegang atas tangan Daffin, yang mana Daffin ikut memandang, karena pikirannya adalah Aileen, wajah Raya, tiba saja mirip Aileen yang Daffin lihat saat ini.


Memejamkan mata, membukanya berkali kali berharap Daffin salah melihat.


Aileen yang sudah menepi menuju ruangan disambut ramah. Angel menyapa lembut bu Aileen.


"Livi, maaf surprise. Aku memang tidak memberitahu. Tapi apakah hari ini ada meeting, aku ingin bertemu bos Mu." senyum Aileen.


"Nona Aileen apa kabar, mengejutkan sekali pasti Tuan Daffin akan bahagia, hari ini tidak ada meeting." jelasnya.


"Bisa saja, kamu Livi. Aku kesini juga dengan teman baik, ku dengar ia berkunjung pada Deva, dan aku baru tahu jika ia teman baik nona Caty mantan Deva dan Daffin dahulu. Ah aku ingat, tragedi salah tangkap. Aku memakai baju dia, andai aku ketemu saat ini. Gemas aku ingin menarik rambut kudanya." cerocos Aileen, membuat Livi tertawa.


"Benarkah, dunia memang begitu sempit." balas Livi, dan Aileen tersenyum. Livi mendampingi sampai ruangan Daffin.


Krek.

__ADS_1


Namun tiba saja saat Aileen masuk, Livi membukakan pintu ruangan. Mereka ikut terkejut, ketika Daffin saling memandang wanita sekertaris baru yang bernama Raya.


Gleuk.


Sehingga Livi ikut melirik wajah Aileen yang mulai mengembang diam beberapa detik, menahan tangisan. Aileen berfikir beberapa kali sekretaris silih berganti, kini hanya menyisakan yang bernama Raya yang sedikit berpotensi di J Group Crop.


"Daffin ... Lanjutkan lah! Kedatanganku. Maaf membuat mengganggu kalian." lirih Aileen, yang terdengar Livi.


Nyes! Air mata jatuh begitu saja, Aileen pergi dengan mencoba senyum setelah menghapus air mata.


Daffin menoleh, setelah melihat sebuah pintu rambut wanita sudah pergi lebih dulu. Membuat di ruangan itu pun terdiam kaku.


Sementara Livi mematung, entah apa yang terjadi setelah ini.


"Bos ..." Livi memanggil membuat Daffin tersadar.


Daffin berdiri, ia mencari sumber mengapa Livi lari seperti tadi, seolah mengejar seorang wanita karena Daffin sempat melihat rambutnya saja.


"Kau pergi sekarang keruangan mu!" titah Daffin, Raya pun menurut.


Daffin mengejar Livi, Dan saat bertemu Livi berkata jika tadi, nona Aileen tiba dan tak sengaja melihat di ruangan sedang melihat Daffin melakukan ..?!


"Hah, sial .. handle meeting siang ini Livi, Aileen sudah salah paham."


Terdiam Livi, bagaimana bisa mata keranjang yang ia lihat tadi, dibilang salah paham.

__ADS_1


'Dasar pria .. Selalu tidak bisa menundukkan kepala, pada yang bening bening.' gerutu batin Livi saat itu juga.


TBC.


__ADS_2