
Aileen yang berpuluh jam, transit dan tiba di kediaman inggris bersama Danu, dengan mobil jemputan yang telah disediakan, mereka pun menutup mata karena perjalanan panjang yang melelahkan.
"Kak Aileen, lelah ya maafkan ya jika semua ini serba mendadak, ide Danu semoga berhasil."
"Tak apa Danu, jika semakin cepat semakin baik. Harusnya kamu bawa kekasihmu agar sekalian berlibur. Bukankah sudah lama kita tak berlibur?"
"Ah tak terpikir kak, semenjak kekasih Danu meninggalkan karena dia, memilih pria lain yang lebih mapan dewasa. Danu tak berniat untuk mencari pengganti. Rasa sakit itu menempel, tapi jika sudah ada yang cocok akan Danu halalkan dan bahagiakan, sama seperti kak Kay dulu! ups .. maaf kak, Danu tadi?" keceplosan.
"Tak apa, sepulang dari sini kakak juga ingin ke makam almarhum kakak mu."
"Andai kak Kay masih ada, kak Aileen pasti wanita bahagia, dia kakakmu yang best dan tampan bukan? lihat saja kakak melihat kamu saja, bagai pinang dibelah dua. Hanya saja kamu terlihat baby face seperti anak kecil."
"Hahaha, bisa aja kak Aileen."
Sehingga percakapan pun menjadi cair penuh tawa.
Tak lama mereka sampai di kediaman om Betrand, ia pun menyambut dan menjamu dengan ramah.
"Mari masuk keponakan uncle, pasti lelah bukan?" tuturnya.
Aileen, Danu pun tersenyum dan ikut keruang tamu. Setelah lama mereka makan bersama dan istirahat.
"Baiklah ini sudah sore, nanti malam akan om kabarkan, jika model itu sebentar lagi tiba."
Aileen dikamar, menghirup udara rumah yang tepat dibelakang yang mirip dengan gaya belanda, ia pun menatap isi ruangan paman Betrand yang penuh dengan lukisan sejarah, ia menghirup dan membuka jendela. Hingga duduk di pohon beringin yang sedikit tertutup salju, tepat nya atap atas menyatu mirip rumah pohon.
Aileen pun menutup kembali dan bergabung menghangatkan tubuh, diruang bawah yang sedang membakar kayu untuk menghangatkan, yaitu ruangan perapian. Karena Aileen dan Danu tepat datang di musim dingin.
***
Kediaman Aileen.
"Selamat siang om, tante."
__ADS_1
Saat siang tiba, terlihat Daffin sudah di rumah karena pesawat yang delay, dan tertunda. Om Anton pun mengajak Daffin masuk untuk sejenak beristirahat, dan makan siang bersama.
Hingga satu jam lebih menjelaskan keberadaan Aileen.
"Apa .. Jadi Aileen ke inggris om, berapa lama?"
"Tidak pasti, Aileen tidak bilang. Tapi jika semua selesai cepat, pasti empat hari sudah kembali."
Anton pun tidak tahu, namun menenangkan agar Daffin menunggu kepulangan Aileen saja. Karena jika ia menyusul, di musim dingin yang tak bersahabat akan tidak baik.
Daffin pun lemas dan harus menunggu di paris. Sehingga ia membantu ke toko Bizard bersama om Anton.
Keesokan harinya Paman Betrand, mendapat kekeliruan. Karena seorang model tiba saja kecelakaan, meski begitu panik dan tak senang pada wajah Aileen dan Danu, mereka sudah berada di inggris selama empat hari. Aileen pun memutar bagaimana caranya pulang ke tempat asal dengan membawa hasil.
"Lalu apa yang harus Aileen lakukan uncle?"
Betrand pun menatap Aileen, karena model tak ada satu, ia pun memaksa Aileen untuk menjadi model.
"Tapi paman, Aileen tak bisa masa aku pemilik sendiri yang menjadi model nya?"
"Ga ada yang salah, lebih keren malah."
"Apa kamu ingin kembali dengan tangan kosong?"
Akhirnya Aileen hanya menurut, terlihat Danu tertawa dan mengabadikan ketika kakak Aileen, di make over dengan gaya busana sesuai tema bizard parfum yang unik.
Dua jam kemudian, Aileen selesai di make up dengan dua model gaya dan fashion. Bahkan terlihat dengan tangan parfum Bizard paris, dan Bizard mint. Nuansa hijau blue terlihat memancar pada Aura Aileen.
Hingga selesai tiba Danu mengabadikan melalu kameranya.
"Lihat kak, perfect sekali lebih dari model ini sih hasilnya, lebih terlihat glamour cantik loh kakak Aileen." pujian dari Danu.
"Benarkah, semoga saja hasilnya memuaskan dan tinggal sesi pengiklanan. Jangan lupa kamu handle ya Danu!"
"Siap beres bos." tutur Danu.
***
__ADS_1
"Tak apa om Anton, sudah beberapa hari Daffin berada disini. Daffin akan menjemput Aileen dan menemuinya saja, di inggris. Bahkan Daffin sudah mengantongi alamat ini, lagi pula musim dingin telah berakhir disana. Pesawat sudah mulai aktif lancar bukan?"
"Baiklah, terimakasih sudah menemani om ke pabrik dan Bizard selama beberapa hari ini, tapi kalau boleh saran kamu hubungi Aileen, om khawatir ketika kamu pergi, Aileen kembali."
"Tidak om, Daffin hanya ingin terlihat surprise." sehingga perbincangan mereka pun hangat.
"Hore .. thanks Danu sekarang kita bisa leluasa kembali. Sudah pesan tiket kembali?"
tanya Aileen.
Danu pun menjawab sudah, tinggal cetak dan jam penerbangan sore ini.
"Paman terimakasih ya, Aileen dan Danu pamit."
"Terimakasih atas semuanya."
Lalu om Betrand pun, merangkul peluk keponakan mereka, dan terima kasih sudah bekerja sama dengan group bisnisnya, jika parfum mu semakin melejit. Bukankah baik juga untuk bisnis paman semakin dikenal. Aileen pun malu mendengar pujian paman Betrand.
Dua jam berlalu Aileen dan Danu sedang berada di bandara, terlihat ketika ia memasuki rest area, dari ujung sudut terlintas pria dengan setelan jas abu tua, berkerah hitam. Daffin telah tiba memasuki mobil, kini Aileen berada dalam bandara segera boarding. Mereka berselisih tak melihat karena terhalang beberapa orang dan keramaian.
Dering ponsel Aileen berbunyi, terlihat Alexi memanggil, sebelum ia setel mode pesawat.
[ Kak, sudah dimana apa masih dikediaman paman Betrand? ]
[ Ya, Alexi ada apa, tumben kamu memanggil kangen bertengkar ya? ]
[Aduh, kak please kembali ke kediaman paman Betrand, aku sudah memesan dan ada barang penting tertinggal. Please aku mohon kembali! Demi aku. ]
[ Tapi dik, kakak sudah mau masuk dan penerbangan lima belas menit lagi, jika tidak kakak akan terlambat, dipaket aja nanti kak Aileen hubungi paman. ]
Dredth... dering pun ditutup.
'Kasian Pria itu, malang sekali. Dasar kak Aileen keras kepala.' gerutu Alexi, dimana kemungkinan Daffin sudah di rumah paman Betrand, tapi Aileen sudah akan terbang ke paris.
TBC.
Sambil Tunggu Up Yuks mampir ke temen litersi Author.
__ADS_1