
Setelah beberapa puluh jam, Aileen pun sampai juga di kediaman yang mungkin dan lama ia rindukan.
Aileen pun menatap rumah megah yang cukup besar, Ia bahagia karena bisa kembali menginjak rumah lama, terlihat bi Ratih menyambutnya dengan senyuman, ketika sebuah koper di tangan Aileen ia seret.
"Non Aileen, ya ampun selamat datang non."
"Iya bi, Aileen kembali."
Mang Karo pun ikut hadir, melihat anak majikan setelah dua tahun lebih lamanya, baru kembali.
"Bagaimana kabar bi Ratih, mang Karo apa semua baik?"
"Tentu baik non, sudah lama sekali sepi tanpa non Aileen, ayo non .. ayah non .. sudah menunggu di dalam, ayo masuk non!"
"Rasanya aku takut bi, sudah lama sekali semenjak ibu pergi, dan semenjak mama sakit karena kecelakaan."
"Sudah non, tidak perlu di ingat semua itu sudah berlalu, ayo bersihkan diri non, lalu ke meja makan, bibi akan siapkan makanan langsung di antar deh ya."
Aileen sangat dekat dengan karyawan perusahaan ayah. Yaitu pabrik Bizard parfum dan beberapa toko parfum ternama sekelas Bulgari, setelah ia sampai dikamar, dan disambut ayah, serta mama sambungnya, juga Alexi adik tirinya. Aileen pun disambut hangat. Aileen mengeluarkan bulir dan permintaan maaf, begitupun ayah.
"Sudahlah pergi ke kamar, benahi dirimu. Ayah butuh kamu ke Bizard kita, untuk audit karyawan baru, karena dua tahun belakangan ini perusahaan sedikit menurun! di tambah, ayah baru mendapat donatur yang berpartisipasi, usahakan semua lancar dan menguntungkan." tutur Ayah.
Deg.
Aileen sedikit kecewa, lagi dan lagi ia di suruh pulang, karena ayah membutuhkan ku, bukan menyayangiku. Lihat Alexi yang selalu dimanja, apa dia tak bisa mengurus dan membantu, belum lagi sakit bawaannya yang setiap bulan perlu check up. Aileen pun segera dikamar dan beristirahat sejenak setelah makan bersama.
Entah kenapa, ia menatap ponsel tak ada balasan Deva, hingga beberapa kali tetap saja tidak tersambung pada nomor Deva, padahal hati Aileen masih berdebar, bagaimana nanti jika ia dipertemukan dengan pria pilihan ayah, bahkan Aileen benar benar tak ingin menikah.
Hingga pagi menyinari pelupuk matanya, Aileen menatap kebun tepat di balkon, kebun bunga yang indah, dengan sedikit taman dan kolam ikan, ia berusaha olahraga. Terlihat bi Ratih mengantar sarapan, ketika Aileen latihan olahraga. Tak lupa ia menatap bunga yang selalu dirawat oleh asisten nya.
'Wah hebat, tanpa aku. Ternyata kamu selalu berbunga harum dan mewangi, meski aku tak ada hai bunga bunga warna warni Ku.' lirih Aileen pada pot bunga yang cantik tumbuh.
"Bi, Aileen tinggal dulu ya mau lari pagi sebelum ke Bizard."
"Baik tapi non siang ini kedatangan tamu, pesan tuan besar, nona Aileen jangan terlalu larut."
"Oke, paling pagi." hahaha, ketawa renyah Aileen menggoda.
__ADS_1
Lama Aileen olahraga, sebentar lelahnya ia membeli makanan di sebuah ruko, bukan tanpa alasan, Aileen benar benar kehilangan konsentrasi, ketika tamu yang datang, adalah partner ayah yang akan menjodohkan untuknya. Bahkan Ayah, sekalipun tak pernah menghargai isi hati Aileen yang benar rapuh, teganya menjual dirinya untuk sebuah bisnis dengan keuntungan beralasan, kebaikan Aileen.
***
"Selamat datang di rumah kami, maaf jika tak seluas rumah mu Alber." tutur Antonio.
"Tak apa, kami tiba lebih awal maaf mengejutkan, bagaimana usahamu lancar Anton?"
"Seperti yang kamu lihat, kami sedang membangun kembali, terkait pasar website mulai banyak peminat." jelasnya.
Terlihat perbincangan diruang tamu oleh dua keluarga." sedang bibi menyiapkan segala jamuan.
"Ada siapa bi, tutur Alexi?"
"Enggak tahu non, hampiri aja gih. Tuan dan Nyonya disana, kayaknya mah pertemuan untuk non Aileen." senyumnya.
"Owh."
Bibi pun menjelaskan dan dia ikut bergabung serta memperkenalkan diri. Alexi menatap seorang pria di ujung, ia terpesona karena wajahnya dewasa, tapi rasanya mustahil jika mengharapkan pria yang dirinya sendiri penyakitan.
Alexi pun ikut menyapa pada kedua orangtua itu, begitu pun Daffin. Tapi tatapan Daffin seolah tidak sabar, mencari seseorang, siapa lagi jika bukan Aileen.
"Om, Aileen kemana apa ada dirumah?"
Anton pun tersenyum, Alexi pun sedikit bingung. Batin Alexi ayah pernah menjelaskan, jika aku juga akan dijodohkan karena kekasihku masih sama kuliah. Tapi melihat tuan Daffin ia terpesona. Anehnya pria ini malah menanyakan ka Aileen, tidak tertarik padanya.
"Alexi panggil kakakmu ya!" tutur Ayah.
Namun tiba saja bibi bilang.
"Maaf Tuan, tadi nona Aileen sudah pergi dari pagi, setelah lari pagi ia sudah berangkat ke LGL Gerai bizard, kostumnya juga santai sih, pakaian olahraga, hanya bawa tas kecil di pinggang." jelas Bibi.
Sontag keluarga Daffin kagum, mereka pun terkejut.
"Aileen, putrimu mengajukan cuti, ia langsung mengurus galari parfum juga Anton, lalu pabrik bagaimana?"
"Ya Aileen multitalent, saat ada Kay dulu, Aileen dan Kau segalanya makin berkembang. Kay kekasih Aileen dulu, itu pun dari kerabat teman almarhum istri. Aileen kenal dari jaman sekolah saat memakai rok biru. Hingga akrab dan memulai dari kecil hingga kini, tapi setelah kecelakaan itu, semua kacau, bahkan Aileen depresi."
__ADS_1
"Ah, sayang sekali. Tipe gadis setia, yang susah move on. Sepertinya Daffin, putraku harus ekstra keras mengambil hatinya."
Tawa mereka, membuat Daffin tak enak hati kala itu.
"Jika tidak ada Aileen, siapa yang handel?"
"Pabrik aku utus oleh Danu adik dari Kay. Jiwa tekatnya sama seperti kakaknya. Jika ada kesempatan kami akan mengenalkan, meski tak berjodoh mereka kami anggap keluarga."
Daffin menatap khawatir akan adik dari almarhum kekasihnya, terlihat wajah berubah.
"Tenang saja, Daffin. Danu itu seperti bocah, dia seumur Alexi." Anton pun menyenggol lirik, yang di goda lagi oleh Alber.
"Sudah hampir larut Aileen, belum juga kembali."
Pemandangan jelas jika Daffin menunggu. Ayah Anton mengambil ponsel untuk menghubungi anaknya. Ayah Anton, yakin jika Aileen sedang menghindar dari perjodohan.
"Hallo sayang anak ayah, kamu sudah dimana? ini sudah lewat jam kamu pulang kan, cepat kembali!"
"Ya, ayah Aileen sedang dijalan satu jam lagi sampai, tadi Aileen pergi ke pabrik mengambil data progres perekrutan karyawan, Aileen sudah audit beberapa karyawan yang korupsi selama ini di galeries bizard. Hanya saja Aileen harus memperkuat bukti."
"Baiklah sayang, ayah dan tamu istimewa kita menunggu!"
Panggilan pun berakhir, jantung Aileen semakin berdebar ia merasa tak baik, berkali kali menatap ponsel, tak ada pesan dari Deva.
Tiba Aileen pulang dengan taksi, di depan rumahnya lalu menyodorkan lembaran uang, Ia menatap satu mobil terpampang jelas dan mewah, hatinya semakin tak karuan. Dan ketika ia menaiki tangga rumah depan, ia terkejut akan seseorang yang berdiri.
"Hah .. anda kenapa disini?" lirih Aileen, yang saat itu pria itu tersenyum padanya.
"Menurutmu ..?"
"Menurutku kau aneh, eh! apa kau datang dengan mas Deva? dia di dalam .." lirih Aileen, masuk melewati tubuh pria itu yang ingin meraih celos begitu saja, lalu terkejut sebuah ruang tamu menatapnya berkumpul.
TBC.
Sambil tunggu up, yuks mampir ke teman litersi Author.
__ADS_1